
Karena tak ingin jadi tontonan gratis warga Tommy pun mengajak Dila masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju sebuah cafe zaman now yang tak jauh dari rumah Dila tadi karena Tommy sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Dila yang pergi darinya beberapa tahun lalu tanpa kabar.
di kafe tersebut Tommy sengaja minta ruang privasi agar pembicaraannya dengan Dila yang merupakan istri orang itu agar tidak diketahui oleh siapapun karena Tommy tak ingin dicap pebinor dan itu akan merusak citra keluarga Wijaya yang selama ini selalu berada di belakang mensupport nya dan juga selalu pasang badan jika dia dalam masalah.
"katakan padaku apa yang terjadi Dila? kenapa kamu menangis saat bertemu denganku?" tanya Tomi di saat keduanya sudah berada di ruang privasi.
"aku merindukanmu Tommy hingga tanpa sadar air mataku mengalir begitu saja saat aku melihat kamu."ucap Dila jujur.
"aku tahu tak seharusnya aku merindukan kamu karena status aku yang sudah memiliki suami. tapi jauh di dalam lubuk hatiku nama kamu masih tersimpan rapi tak ada yang bisa menggantikannya meskipun Dengan suamiku saat ini."ungkap Dila.
"kalau memang namaku masih tersimpan rapi di sana dari dulu kenapa waktu kamu pergi dari rumah bordir itu kamu tidak mendatangiku dan malah pergi ke laki-laki itu?" tanya Tommy datar.
"karena aku merasa aku tak pantas mendampingi laki-laki sebaik dan sesempurna kamu Tommy, aku bukan lagi Dila yang lugu polos dan suci tapi aku sudah kotor sudah banyak laki-laki yang menjamah tubuhku ini dan aku merasa tidak pantas untuk laki-laki sebaik kamu. maka dari itu aku memutuskan untuk pindah ke sini agar aku bisa melupakan semua kejadian buruk yang selama ini aku alami."jawab Dila menceritakan tentang dirinya.
__ADS_1
"aku bertemu dengan mas Tio juga karena kami sama-sama masa lalu yang kelam dan kami akhirnya saling membantu untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya dan menerima semua kekurangan dalam diri kami masing-masing." lanjut Dila lagi.
"tapi jauh di dalam lubuk hatiku hanya nama kamu Yang terukir di sana sampai detik ini tidak ada yang bisa menggantikannya termasuk mas Tio meski kami bersama sudah beberapa tahun tapi nama kamu tetap tersimpan rapi. dan aku tahu kan aku juga sadar bahwa tidak sepantasnya aku bicara seperti ini dan juga menyimpan nama laki-laki lain di dalam lubuk hatiku selain nama suamiku tapi aku tidak bisa membohongi diriku kalau aku masih sangat mencintai kamu hingga detik ini."ucap Dila dengan berderai air mata.
mendengar semua pengakuan Dila tak sedikitpun membuat hati Tommy bergetar justru yang ada di pikiran Tomi saat ini adalah bagaimana jika Citra yang berada di posisi Dila saat ini yang ternyata dia mencintai orang lain tapi menikah dengannya. membayangkan saja membuat Tomi marah apalagi kenyataan sungguh saat ini ingin sekali rasanya Tommy melihat Citra.
"kata Dicky waktu aku mengetahui kalau kamu sudah menikah dan punya anak duniaku bagaikan runtuh, aku mabuk-mabukan aku melakukan sesuatu yang selama ini tidak pernah aku lakukan yaitu memperkosa seseorang hingga perempuan itu kini hamil anakku. dan mungkin kamu bertanya kenapa aku bilang kata Dicky karena saat ini aku sedang mengalami amnesia dan yang aku ingat adalah di saat aku belum menemukan kamu dan juga belum merusak seseorang.
di saat aku mengingat kamu dan ingin mencari kamu secara tidak langsung aku telah menyakiti perasaan ibu dari anakku hingga ia memutuskan meninggalkanku dan relakanku mengejar cintaku yang aku pikir itu kamu. namun ternyata setelah kita bertemu aku sama sekali tidak merasakan apapun terhadap kamu selain rasa kecewa. dan dekat dirimu aku bisa mengingat kembali sedikit memori yang aku lupakan saat aku bertemu dengan ibu dari anakku." ucap Tomi jujur yang seketika membuat Dila kecewa karna Dila kira Tomi menemuinya ingin mengajaknya balikan tapi ternyata ia salah.
"apakah tidak ada kesempatan untuk kita bersama kembali seperti dulu Tomi? aku rela meninggalkan suami dan anakku asal aku bisa bersama kamu lagi aku hanya mencintai kamu Tommy bukan yang lain. "pinta Dila pada Tommy.
"maaf Dila, hati aku bukan untuk kamu lagi sudah ada orang lain yang mengisinya saat ini dan orang itu adalah ibu dari anakku orang yang telah aku lupakan padahal orang itu yang tulus mencintaiku dari dulu bahkan ia rela pergi menahan luka di hatinya demi bisa melihat aku bahagia. jadi sekali lagi aku minta tolong lupakan aku belajarlah kamu mencintai suami kamu. aku permisi. "ucap Tomi dan langsung bangun dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan itu tapi Tomi tak lupa menyelipkan beberapa lembar uang merah di bawah cangkir kopinya untuk membayar minuman yang iya pesan tadi.
__ADS_1
setelah bertemu dengan Dila entah kenapa perasaan Tommy jadi lega tidak ada lagi rasa penasaran tentang siapa yang berada di hatinya dan siapa cintanya karena kini Tommy sudah tahu dengan pasti bahwa pemilik hatinya adalah ibu dari anaknya itu. dan Tommy sangat bersyukur karena berkat dia bertemu dengan Dila. Tomi bisa mengingat sedikit memori tentang kejadian waktu di Bali bahkan saat ia melakukan pemerkosaan terhadap Citra pun ia ingat tapi cuman segitu memori yang ia ingat selebihnya belum, tapi itu sudah cukup bagus untuk perkembangan ingatan Tommy.
"gue harus pura-pura belum mengingat kejadian waktu di Bali agar gue bisa tahu yang sebenarnya kalau anak yang Citra kandung itu beneran anak gue meskipun gue inget kalau gue yang pertama membobolnya namun gue ragu akan anak yang Citra kandung itu anak gue mengingat pertemuannya dengan laki-laki itu di Bali. yang Citra rela pergi kabur dari rumah agar bisa bertemu laki-laki itu di Bali."ucap Tommy curiga terhadap Citra bahkan cenderung menuduh.
"pokoknya gue harus cari bukti yang lengkap apa saja perempuan itu lakukan selama di Bali setelah bertemu dengan gue waktu itu dan juga mencari informasi siapa laki-laki itu."sambung Tomi lagi menyusun rencana.
"gue harus cepat pulang nih agar bisa pelajaran buat istri yang udah kabur dan meninggalkan suaminya seorang diri di hotel. tapi kasih hukuman apa ya? kalau hukuman di ranjang bagus juga kali ya hehehhe. "ucap Tomi sambil membayangkan ranjang panasnya dengan Citra di hotel waktu itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....