Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
BERKUNJUNG


__ADS_3

Tiara dan kedua putranya sudah tiba di kantor milik Kristian. Kenzo dan Kevin terlihat riang sekali, mereka bahkan berlari-lari saat memasuki lobby kantor tersebut. Sayangnya Kristian saat ini tidak ke kantor, dia sangat menikmati masa pensiunnya, satu tahun setelah Arya mengambil alih perusahaan itu Kristian melepaskannya begitu saja. Dia hanya akan datang satu atau dua bulan sekali. Kristian begitu mempercayai Arya dan sangat yakin dengan kinerjanya. Hal itu dibuktikan dengan begitu bersusah payahnya Arya resign dari Bramasta Group. Pak Bramasta beberapa kali menolak pengajuan resign Arya. Tapi lambat laun akhirnya Pak Bram bisa mengikhlaskan Arya untuk resign dari perusahaannya.


"Kenzo...Kevin... Jangan lari-lari nak" tegur Tiara. Tiara hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua putranya.


Beberapa karyawan yang melihat kedatangan Tiara, yang tidak lain adalah putri semata wayang dari pemilik perusahaan sekaligus istri dari direktur mereka seketika memberi salam dengan hormat.


"Selamat siang bu" sapa mereka yang berpapasan dengan Tiara. Tiara pun membalas semua sapaan mereka dengan tersenyum ramah.


Saat tiba diruangan Arya, sekretarisnya mengabarkan kalau Arya masih melakukan meeting.


"Ayah tidak ada ya bu?" tanya Kenzo berubah sendu. Kevin sendiri malah asyik mengelilingi ruangan Ayahnya.


"Ada, Ayah di lantai 3 masih meeting. Sebentar lagi juga selesai" ucap Tiara sambil mengelus rambut putranya.


"Sekarang kita tunggu di sofa dulu ya"ucap Tiara pula.

__ADS_1


Kenzo pun menganggukkan kepalanya dan ikut duduk di sofa bersama Tiara.


Kevin sendiri sekarang sudah duduk di kursi kebesaran Ayahnya. Dia putar-putar kursi itu denga tangan menyilang di depan dada.


"Bu, lihat ada foto Ibu dan Ayah disini" ucap Kevin sambil mengangkat figura foto yang berisikan foto Ibu dan Ayahnya.


Kenzo yang mendengar itu pun bergegas menghampiri saudara kembarnya.


"Ada foto kita juga" seru Kevin antusias.


Kenzo pun semakin mempercepat langkahnya.


Tiara bangkit dari duduknya dan melerai kedua putranya yang kadang-kadang memang saling berebut. Demi menghindari kecemburuan satu sama lain, Tiara selalu membelikan semuanya sama. Dari bentuk dan warna semua sama.


"Tidak boleh berebut ya, harus gantian" tegur Tiara.

__ADS_1


Kevin dan Kenzo pun kompak mengangguk. Mereka kembali nelihat figura foto yang berisikan foto kedua orang tuanya. Foto mereka berempat serta foto mereka berdua saat masih bayi. Meja Arya memang penuh dengan foto keluarga kecilnya.


Saat itu juga Arya masuk ke ruangannya dengam senyum merekah. Sang sekretaris sudah memberitahu kalau anak dan istrinya ada di ruangannya.


"Sayang..." panggil Arya dengan suara lantang.


Tiara dan kedua anaknya menoleh. Seketika Kenzo dan Kevin berlari menghampiri Ayahnya.


"Ayah...Ayah..." teriak mereka hampir bersamaan.


Mereka berlomba lomba ingin digendong. Bukan tanpa sebab mereka seperti itu. Arya sangatlah sibuk, pagi-pagi sebelum mereka bangun Arya sudah bekerja, malamnya pulang saat keduanya sudah tidur. Alhasil mereka sangat merindukan Ayahnya.


Arya langsung menggendong kedua putranya disisi kiri dan kanan.


Mereka mengobrol dengan begitu riangnya. Tiara pun tersenyum melihat interaksi ketiganya. Setelah Arya mendudukkan Kelvin dan Kenzo di sofa, Tiara mendekat dan mencium punggung tangan suaminya. Arya juga mencium kening Tiara.

__ADS_1


"Terima kasih ya sudah datang kesini" ucap Arya sambil membelai wajah Tiara. Arya pun sama seperti Kenzo dan Kevin, dia begitu merindukan kedua putranya. Tapi karena peluncuran produk baru di perusahaannya Arya harus fokus agar semuanya sesuai harapan.


Bersambung...


__ADS_2