Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Bab 81


__ADS_3

Setelah pertemuan di acara seminar, Bunga akhirnya berani mengatakan jika dirinya ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pelayan cafe.


" Kenapa kamu ingin mengundurkan diri?" tanya Bagas karena ingin tahu alasan bunga untuk keluar dari pekerjaannya.


" Aku merasa susah bagiku untuk membagi waktu, apalagi sekarang aku harus membantu Alisya dalam bisnisnya. Jadi susah banget untuk itu, hari ini seharusnya aku harus bekerja tapi terpaksa aku gak masuk karena ikut seminar." ujar bunga menjelaskan alasan mundurnya dari pekerjaannya.


" Jika itu keputusan mu aku gak memaksa, tapi sering-seringlah datang ke cafe. Biar aku gak rindu sama kamu." ujar Bagas berlalu meninggalkan bunga dengan ekspresi wajah yang bingung.


Bagas berjalan menjauh, dia sangat malu mengungkapkan hal semacam itu di depan perempuan.


" Kenapa dia berbicara seperti itu?" pikir bunga.


Namun, bunga menepis apa yang dipikirkannya tentang perkataan Bagas.


" Gak mungkin, kak Bagas emang orang yang suka begitu." gumam bunga sendiri.


Adrian tersenyum sambil menatap istrinya. Alisya yang berdiri disampingnya merasa aneh dengan Adrian yang menatapnya sambil tersenyum.


" Kenapa sih! ada yang salah ya sama pakaian ku?" tanya Alisya.


" Gak kok, kamu cantik banget hari ini." puji Adrian.


" Jelas, istrinya siapa dong ini." ucap Alisya membanggakan diri.


" Haha, istriku." ujar Adrian tertawa memeluk istrinya.


" Udah siap semua, kan?" tanya Adrian karena pagi ini mereka akan berangkat menujunya Surabaya.


" Udah semua. Yuk berangkat!"


Pasangan itu akhirnya berangkat menuju bandara. Kali ini mereka berdua akan berangkat menggunakan pesawat menuju Surabaya. Alisya begitu antusias, karena semasa menjadi istri dia baru sekali keluar kota yaitu di Bandung.


Setelah satu jam 30 menit dalam perjalanan. Suami istri itu sampai di Surabaya. Mereka berdua menaiki taksi menuju sebuah apartemen yang kebetulan milik keluarga Adrian. Sebelumnya ayah Adrian sempat membeli sebuah apartemen di Surabaya.


Sesampainya di apartemen, Alisya tersenyum karena apartemen sudah terlihat sangat rapi. Alisya membaringkan tubuhnya ke kasur.


" Ah.. Senangnya bisa keluar kota lagi." ujar Alisya menatap dinding langit apartemen.

__ADS_1


" Syukurlah jika kamu bahagia, aku juga bahagia." ujar Adrian mengikuti istrinya berbaring disamping istrinya.


" Aku mencintaimu, Adrian." ucap Alisya menatap wajah suaminya.


Adrian terdiam sejenak, menatap senyuman manis istrinya itu. Jujur, sulit baginya untuk mengungkapkan perasaannya.


" Makasih sudah mencintaiku." ucap Adrian tersenyum.


Namun, senyuman manis Alisya berubah menjadi sendu. Bukan itu jawaban yang Alisya inginkan. Sudah hampir tiga tahun lebih hubungan pernikahan mereka. Namun, belum satu pun kalimat "aku mencintaimu" keluar dari mulut suaminya itu. Butuh waktu berapa lagi agar Adrian membuka hatinya untuk Alisya.


" Maaf, tapi aku merasa sudah mulai mencoba menyayangimu." ujar Adrian saat melihat raut wajah istrinya berubah.


" Haha, gak masalah." ucap Alisya tersenyum menyembunyikan kesedihannya.


Bunga tengah sibuk mengurusi bisnisnya bersama Alisya. Sebabnya hari ini hanya dirinya yang mengatur bisnis itu. Karena Alisya sedang berada diluar kota bersama suaminya.


" Kayaknya, untuk beberapa design pakaian ini butuh foto deh. Biar keliatan menarik sekaligus untuk promosi." gumam bunga melihat design yang baru saja selesai.


Bunga mengambil ponselnya untuk menghubungi Alisya, sebelum dia memutuskan dia harus berbicara dengan Alisya sang pemilik bisnis.


" Iya, ada apa? Ada masalah?" tanya Alisya dibalik telefon.


" Ini ada beberapa model pakaian yang sudah jadi. Aku ingin kita lakukan sesi foto untuk model pakaian ini. Biar keliatan menarik gitu. Dan juga bisa dijadikan bahan promosi ke konsumen. Menurutmu bagaiman?"


" Eum, model pakaian yang kemarin ya. Menurutku ide kamu bagus juga. Boleh tuh kita pake tenaga fotografer." ujar Alisya menerima ide dari bunga.


" Nah itu dia! kebetulan kita punya teman tuh si kak Dafa. Kita bisa minta tolong dia untuk bantu kita. Menurut kmu gimana?" tanya bunga meminta pendapat Alisya.


" Boleh banget tuh! minta bantuan kak Dafa aja."


" Kalau begitu aku, aku sambung telfon ke kak Dafa ya."


" Jangan, biarkan kamu aja yang bicara dengan kak Dafa. Nanti kamu kirim aja hasil foto ke aku, biar aku juga bisa nentuin mana yang bagus untuk di promosi."


" Baiklah. Jangan lupa oleh-oleh buat aku ya dari Surabaya. Dan aku berharap pulang Surabaya ada kabar bahagia." kata bunga menggoda Alisya.


" Kabar bahagia apa?" Alisya belum mengerti dengan maksud perkataan bunga.

__ADS_1


" Itu.. Ponakan" bisik bunga dalam telfon.


" Apaan sih! udah ya aku matiin telfonnya." ujar Alisya yang malu dan mematikan telfon sebelum bunga kembali menggodanya.


Disisi lain, Alisya juga baru saja menjauhkan ponselnya dari telinga. Wajahnya tersenyum canggung, seperti seseorang yang sedang diintimidasi. Dan benar saja, Adrian berdiri disampingnya dengan tatapan tajam.


" Kamu telponan sama siapa? Kok sebut nama Dafa." tanya Adrian kepada Alisya dengan tatapan yang sama.


Alisya membetulkan cara duduk dengan menyandarkan tubuhnya didinding kamar. " Jadi begini, tadi itu bunga yang menelfon. Biasalah bahas soal bisnis. Kebetulan ada beberapa model pakaian yang sudah jadi. Bunga meminta saran aku untuk pake tenaga fotografer biar bisa foto model baju itu untuk dipromosikan."


" Lalu?" tanya Adrian dengan tatapan tajam.


" Bisa gak? untuk gak menatap ku seperti itu." ucap Alisya capek dengan Adrian yang terus menatapnya tajam.


" Gak bisa! jadi hubungannya dengan Dafa apa?" tanya Adrian masih penasaran.


" Kebetulan Dafa bekerja sebagai fotografer. Jadi ya aku sama bunga mau meminta dia untuk foto model pakaian kami." ujar Alisya menjelaskan.


" Kenapa harus dia? emangnya gak ada fotografer lain? Aku juga punya kenalan dengan beberapa fotografer. Kalau kamu mau aku akan bantu." ujar Adrian.


" Adrian ku sayang. Berhentilah bersikap gak suka sama kak Dafa. Kak Dafa dari awal niat memang mau membantu. Jadi mumpung dibutuhkan kenapa kita gak minta tolong sama dia."


" Tapi aku gak suka kamu makin dekat dengannya." ucap Adrian cemberut.


Alisya menghela nafasnya, " Kamu itu aneh ya!"


" Loh kok bilang aku aneh sih!" ucap Adrian tidak terima.


" Emang iya, disaat aku bilang aku mencintaimu. Kamu nya balasnya makasih. Sekarang malah gak bolehin aku dekat dengan Dafa. Toh, Dafa nanti juga kerja sama bunga. Aku disini sama kamu."


Adrian terdiam dengan penuturan Alisya, mungkin terlihat menyakitkan dan terkesan bahwa dia terlalu egois terhadap Alisya. Tapi dia juga bingung dengan perasaannya sendiri.


Alisya yang melihat Adrian hanya terdiam dan tidak menjawab, Alisya lalu berkata, " Sudahlah, gak usah dipikirkan. Kamu nya aja masih belum menyadari."


Alisya bangun dan berdiri, lalu dia tersenyum. " Kamu gak berencana mengajak ku jalan-jalan atau cari makan siang begitu. Kita udah sampai di Surabaya dari tadi."


Perkataan Alisya menyadarkan Adrian dari pikirannya sendiri. " Ah iya! kita juga tadi gak sarapan ya. Yuk, kita cari makan siang."

__ADS_1


__ADS_2