
Alisya dan bunga menaiki taksi menuju tempat pertemuan dengan klien. Hingga mereka berdua sampai ke sebuah rumah yang lumayan mewah. Alisya nampak bingung, biasanya jika dia ikut bersama adrian. Jika bertemu klien, tempat yang seharusnya ialah cafe atau di restoran. Tetapi ini justru malah berbeda, klien mereka malah meminta pertemuan mereka di sebuah rumah. Alisya begitu tidak percaya, jangan sampai mereka berdua ditipu oleh klien itu.
" Bunga, ini seriusan tempatnya?" ujar Alisya menatap rumh mewah didepan mereka.
" Iya Al, ini tempatnya. Klien kita mengirim lokasi ini. Jadi berarti ini tempatnya. Yuk, kita masuk!" ajak bunga.
Saat bunga hendak memencet bel rumah. Alisya menarik tangan Bunga, dia nampaknya curiga. Sebab perasaan aneh mulai menyelimuti, bagaimana bisa seorang klien meminta bertemu di rumah.
" Kamu yakin?" tanya Alisya pelan.
" Al, percaya deh sama aku. Klien ini teman dekat ku kok, kamu juga kenal." ujar bunga.
Bunga justru menekan bel rumah tersebut.
Bagas dan Tania berada didalam rumah. Tania sepertinya gelisah, karena ini adalah momen yang menegangkan untuknya. Dia akan menerima makian dan cacian karena tindakannya.
Dafa yang baru saja keluar dari kamar, melihat Tania sekilas. Dia menyadari jika gadis itu pasti merasa gelisah sekarang. Dafa yang kebetulan sedang menyeduh teh anget, membawakan teh anget itu untuk Tania.
" Minumlah." ujar Dafa meletakkan teh anget itu dimeja.
" Untuk apa kamu memberikan teh anget, kamu pikir ini masih pagi. Udah siang kali.. Bisa-bisanya kamu bangun telat." gerutu Bagas.
" Hehe, maaf dah. Aku tadi malam tidak bisa ngurusin pekerjaan. Ngedit foto klien." ujar Dafa.
" Sengaja, bilang saja malas." ucap Bagas.
" Sudahlah jangan berantem.. Makasih ya daf," ujar Tania menengahi.
Tania tersenyum, karena setelah sekian lama ini adalah momen yang dimana Dafa perhatian padanya. Tania mengambil teh anget buatan Daffa itu, lalu meminumnya.
Adrian yang kebetulan ingin bertemu dengan Bagas, dia sudah sampai ke alamat yang telah dikirim Bagas untuknya. Namun, tidak disangka dia melihat Alisya dan bunga berdiri didepan rumah yang kebetulan dia juga ingin kunjungi. Adrian bersembunyi, dia tidak ingin Alisya melihatnya, mungkin saja maksud Bagas ingin mempertemukan dirinya dan Alisya disini. Sebenernya apa hubungan Bagas, hingga dirinya berniat menemui Adrian dengan Alisya.
__ADS_1
Bagas dan Tania tengah duduk di ruang tamu, menunggu Alisya dan Adrian. Saat tengah bel rumh berbunyi, Bagas segera menuju pintu keluar. Di halaman rumah, dia melihat bunga dan alisya sudah berada diluar. Bagas segera menghampiri dengan membuka pagar untuk mereka.
" Mari masuk." ucap Bagas mempersilahkan bunga dan Alisya masuk ke dalam.
" Kak Bagas?" tanya Alisya, dia merasa heran kenapa ada Bagas disini.
" Iya, mari masuk." ucap Bagas.
Bunga menarik tangan Alisya untuk masuk ke halaman depan rumah Bagas.
" Tunggu dulu. Kok ada kak Bagas disini?" tanya Alisya yang merasa bingung.
" Aku klien Al. Ayo masuk ke dalam rumah." ujar Bagas.
" Bunga, kamu!" ujar Alisya terpotong saat bunga menariknya ke dalam rumah.
Di dalam rumah, Tania sudah menantinya di ruang tamu, Alisya yang melihat adanya Tania. Raut wajahnya berubah menjadi datar. " Maksudnya apa ini!" tanya Alisya tidak mengerti dengan apa yang dia lihat.
" Al, duduk dulu. Kita bisa jelaskan." ujar Bagas.
" Kami berdua ini yang akan jadi klien mu, Al. Kamu tidak perlu marah dengan bunga seperti itu." ujar Bagas.
" Duduklah, tenang diri mu dulu." ucap Tania.
Bunga menarik tanga Alisya untuk duduk, namun gadis itu menarik tangannya seolah dia marah dengan bunga karena sudah membohongi.
" Jadi, langsung saja membicarakan tentang kerja sama kita." ujar Alisya ketus.
Bagas tersenyum, dia mengerti apa yang dirasakan Alisya. Meski berusaha untuk menenangkan tetap saja gadis itu akan berontak, karena Alisya tidak tahu menahu tentang rencana ini.
" Baiklah, aku dan Tania berencana ingin bekerja sama dengan kalian. Kita sudah melihat hasil semua design pakaian kalian. Kayaknya sangat bagus untuk anak remaja, bahkan orang dewasa. Kita ingin kalian berdua membuka bisnis kalian disini. Kamu tidak usah khawatir soal modal, atau siapa menjaga. Aku meminta Tania untuk mengurusnya. Bagaimana? Apa kalian berminat?" ujar Bagas.
__ADS_1
" Jadi maksud bekerjasama ini, kalian meminta kita untuk membuka cabang disini?" tanya Alisya.
" Iya, bagaimana? kamu setuju, kan Al? kerja sama ini terlepas dari permasalahan kita." ujar Tania.
" Eum.. Kami memikirkannya dulu." ucap Alisya.
" Tapi Al, bukannya itu ide.." ucap bunga terpotong.
" Udah aku bilang aku mikir dulu." ucap Alisya tegas.
Tidak berselang lama, bel rumah kembali berbunyi.
" Seperti ada yang datang, aku ke depan dulu." ujar Bagas.
Hening, tidak ada pembicaraan lagi setelah itu. Tania memandang Alisya, wajah gadis datar dan tidak menoleh kearahnya sama sekali.
" Al.." ucap Tania.
" Kak, bukannya tadi kakak udah bilang jika ini tidak membahas masalah pribadi." ujar Alisya tanpa memandang kearah Tania.
" Aku ingin menjelaskan semuanya, terserah kamu mau mendengarnya atau tidak. Yang jelas, aku ingin menjelaskan semuanya." ujar Tania.
Alisya tidak menjawab, dia tetap memandang lurus ke depan.
" Aku minta maaf, semua itu memang salahku. Aku yang merencanakan semuanya. Berawal dari aku, Bagas dan Dafa. Kita bersahabat sejak masih SMA. Kedekatan kami, membuat aku memiliki perasaan suka dengan Dafa. Namun, aku harus menerima luka saat Dafa mengatakan jika dia menyukaimu. Hingga akhirnya persahabatan itu harus hancur karena perasaan ku. Aku mulai menjauh dari Dafa. Saat kamu masuk sekolah, Dafa selalu dekat denganmu. Hal itu membuatku merasa cemburu. Aku akhirnya memutuskan untuk membuat merasakan apa yang aku rasakan." ujar Tania lalu dipotong oleh Alisya.
" Maksud kamu apa? Sebenernya siapa yang kamu sukai? Bukannya kamu berpacaran dengan Adrian saat SMA? Sebenernya balas dendam mu ini karena apa? Apa karena Adrian yang menikahi ku atau karena Dafa?" tanya Alisya beruntun sebab dia tidak mengerti dia penjelasan dari tania.
Tania tersenyum saat gadis itu merespon apa yang dia jelaskan. " Aku akan melanjutkannya. Karena aku tahu kamu menyukai Adrian. Aku memutuskan untuk dekat dengan Adrian dan berpacaran dengannya. Aku sengaja melakukan itu supaya kamu merasakan apa yang aku rasakan. Layaknya begini saat kamu bersama Dafa, aku merasa cemburu begitu pula sebaliknya." ujar Tania.
" Lalu kemarin? kamu tidur dengan Adrian. Bukannya itu bukti jika kamu suka dengan Adrian." ujar Alisya.
__ADS_1
" Aku pikir dengan menikah dengan Adrian, Dafa tidak memberi perhatian padamu. Ternyata aku salah, Dafa selalu ada untukmu bahkan saat Adrian melukai perasaan mu. Karena hal itu, aku berencana kembali mendekati Adrian. Sebab aku tahu, Adrian pasti belum melupakanku. Dengan begitu, aku ingin kamu merasa sakit hati yang sama." ujar Tania.
" Aku tidak menyangka jika kakak begitu tega melakukan hal itu. Kenapa dari awal kakak tidak bicara jika kakak menyukai kak Dafa. Kenapa kakak harus membuatku sakit hati? Kakak tidak tahu, selama aku menikah dengan Adrian. Aku merasakan sakit hati dari awal. Adrian tidak pernah mencintaiku, adrian hanya mencintai kakak. Bagaimana dengan perasaan Adrian jika dia tahu kalau kakak hanya mempermainkannya?" ujar Alisya dengan marah.