
Tiara sudah membicarakan tentang keinginannya dengan Arya yang ingin memiliki momongan kepada Kristian. Tentu saja Kristian sangat menyambut baik niat putri satu-satunya itu.
“Papa malah tidak keberatan kalau kamu fokus dulu dengan program hamil mu” ucap Kristian yang terdengar antusias.
“Lalu siapa yang menggantikan aku pa?” tanya Tiara.
“Jangan pikirkan tentang itu. Nanti Papa yang atur semuanya” jawab Kristian.
“Tapi sebenarnya Aku takut bosan dirumah Pa” jawab Tiara apa adanya.
Kristian malah tertawa mendengar ucapan putrinya. Tiara memang terbiasa bekerja dari dulu hingga kalau dia hanya berdiam diri dirumah akan sangat membosankan.
“Persis seperti Mama mu. Walau hamil besar dia tetap saja bekerja” ucap Kristian sambil mengenang masa lalu.
“Apa Papa mencintai Mama?” tanya Tiara tiba-tiba.
Kristian pun mengerutkan kening mendengar pertanyaan putrinya yang sangat aneh menurutnya.
__ADS_1
“Kenapa kamu bertanya begitu?” tanya Kristian.
“Ya kan awalnya Papa terpaksa menikah dengan Mama” jawab Tiara, “Apa bisa seorang pria mencintai dua wanita sekaligus?” tanyanya pula.
“Papa sangat mencintai Mama mu. Dan Papa tidak mau kehilangan” jawab Kristian sejujurnya. Kristian rela pisah ranjang dengan istri pertamanya yang kata orang-orang sangat cantik itu demi tidak berpisah dengan Ratih. Wanita yang mampu menggetarkan hati Kristian karena kelembutan dan kasih sayangnya.
“Untung saja itu Mama. Kalau itu Aku jangan harap Papa bisa mendapatkan maaf”ucap Tiara sambil mendengus sebal.
Kristian tersenyum.
“Kamu benar, tidak ada wanita sebaik Mamamu. Dan Papa sangat beruntung mendapatkan istri seperti Mama. Walau dia kecewa, sakit hati dan marah tapi dia tetap bisa mengendalikan emosinya. Papa sangat sayang pada Mama” ucap Kristian.
“Bukankah Papa jadi bisa lebih bahagia? Papa bisa fokus dengan keluarga kecil Papa” lanjutnya.
“Papa tidak bisa nak, dari awal Papa sudah melakukan kesalahan dan Papa harus bertanggung jawab” tegas Kristian.
“Seandainya Mama menyerah dan menikah dengan orang lain bagaimana?” Tiara malah mewawancarai Ayahnya.
__ADS_1
“Papa tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.”jawab Kristian cepat.
“Lalu bagaimana kalau Mama Amara yang menyerah dan memilih menikah lagi?” Tira kembali mengajukan pertanyaannya.
“Kamu tau, Dari awal mama Amara tidak pernah memberikan pilihan itu pada Papa. Mama Amara hanya mengajukan 2 pertanyaan. Berpisah dengan Mamamu atau pisah ranjang. Berbeda dengan Mamamu yang dengan tegas memilih berpisah”ucap Kristian.
“Itu artinya Mama Amara tidak akan pernah mau berpisah dengan Papa?” tebak Tiara.
“Iya, dia rela di madu asal Tira tetap mendapatkan keluarga yang utuh. Dan apa Papa tega meminta berpisah setelah tau hal itu?” jawab Kristian.
“Kalau begitu bukankah sudah benar kalau Papa yang berpisah dengan Mama? Jadi Papa dengan Mama Amara bisa seperti sedia kala” ucap Tiara. Padahal ini adalah pembahasan yang mubazir karena Amara sendiri telah tiada.
“Tapi Papa mencintai Mama mu. Mana mungkin Papa bisa berpisah dengan Mama”jawab Kristian sedikit jengkel dengan pertanyaan Tiara.
“Kamu jangan menanyakan hal ini lagi. Berapa kalipun kamu bertanya jawaban papa akan tetap sama. Papa tidak akan berpisah dengan mama kecuali maut yang memisahkan” ucap Kristian tegas.
“Cie… ciee….” goda Tiara karena berhasil membuat Ayahnya kesal.
__ADS_1
Kristian kemudian menyentil kening putrinya yang berubah semakin cerewet semenjak menikah dengan Arya.
Bersambung...