Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
AWAL MULA


__ADS_3

“Jangan selalu menyalahkan diri sendiri. Mama juga gagal menjadi Ibu. Mama tidak tahu kalau kemandirian Tiara selama ini karena dia merasa tidak disayang. Dia berpikir kalau tidak akan ada yang membantunya kalau dia tidak berusaha. Mama juga gagal pa, Mama tidak tahu kalau Tiara begitu rapuh. Dan hanya pada Arya dia bisa menunjukkan jati dirinya” kata Ratih terisak.


Kristian menghapus air mata istrinya. Selama ini Ratih sudah banyak mengalah. Kristian benar-benar menyesal. Seharusnya dia tidak mempermainkan perasaan Ratih seperti itu.


“Ini karma dari perbuatan Papa dulu. Papa menyakiti hati wanita baik seperti Mama. Papa membohongi Mama di awal pernikahan kita, dan tidak bisa berlaku adil” kata Kristian sambil memeluk istrinya.


“Papa ingin memperbaiki semua Ma. Papa ingin luka batin Tiara bisa terobati”.


Mereka berdua sama-sama menangis. Berharap setelah ini semuanya bisa diperbaiki.



Keesokan harinya Tiara berpamitan pada Ayah dan Ibunya untuk mengunjungi lokasi yang akan dia bangun minimarket.


“Aku berangkat dulu ya pa, ma” kata Tiara sambil mencium punggung tangan Ayah dan Ibunya bergantian.


“Hati-hati ya nak” kata Ratih.


Tiara mengangguk sambil tersenyum. Kristian mencegah anaknya pergi.


“Apa bisa kali ini saja Papa yang membantumu nak?” tanya Kristian dengan wajah sendunya.


“Biarkan Papa membantumu sekali saja. Selama ini Papa tidak pernah memberikan apapun padamu. Bisakah sebelum ajal menjemput Papa, Papa bisa memberikan sesuatu padamu?”.


Tiara terlihat menahan emosi.


“Maksud Papa apa sih? Kenapa ngomongnya aneh-aneh? Papa mau ninggalin Tiara?” tanyanya penuh emosi.

__ADS_1


Arya yang mendengar itu pun mengelus lengan Tiara.


Kristian yang sadar telah salah bicara kemudian meminta maaf.


Dia memeluk putrinya sambil terisak.


“Maafkan Papa nak. Selama ini Papa tidak berlaku adil padamu. Papa salah padamu nak” kata Kristian penuh penyesalan.


….


FLASHBACK


Amara saat ini sedang berada di dalam kamarnya sambil menangis. Dari awal memang dia mengijinkan suaminya untuk menikah lagi. Tapi siapa sangka akan sesakit ini rasanya. Awalnya Amara merasa lega karena Kristian terlihat terpaksa dengan pernikahannya. Tapi semakin hari Amara semakin merasa perubahan sikap dari suaminya. Bila dulu hanya dia yang diutamakan tapi kini Kristian selalu membagi cintanya.


Amara melihat ke arah putrinya yang sedang tertidur. 


Amara adalah wanita yatim piatu. Amara bukanlah wanita berkelas seperti Ratih. Tapi dia sangat mencintai Kristian begitu pula sebaliknya. Kristian sudah pernah meminta ijin untuk menikahi Amara secara baik-baik pada keluarganya berkali-kali tapi tetap saja orang tuanya tidak merestui dengan alasan Kristian sudah dijodohkan.


Saking cintanya mereka berdua pun rela menikah dengan diam-diam hingga mereka dikaruniai seorang putri cantik bernama Tira yang diambil dari penggalan nama mereka Tian dan Amara.


Amara keluar dari kamarnya hendak mengambil air minum. Saat itu juga Kristian datang dari luar rumah dan langsung memeluknya. Kristian sudah bercucuran air mata.


“Kenapa Pa?” tanya Amara khawatir.


“Ratih sudah tau kalau kita sudah menikah Ma. Dia sangat kecewa dan ingin berpisah” ucap Kristian dengan terisak.


Amara merasakan bagai dihantam sampai ke ulu hati. Dulu memang ini yang diinginkan Kristian, Ratih yang meminta berpisah. Tapi kenapa sekarang Kristian sangat frustasi ketika Ratih meminta berpisah? Bolehkah Amara menjadi orang jahat sekarang? Dia ingin memiliki Kristian seutuhnya.

__ADS_1


“Orang tua ku pun sekarang sudah mengetahuinya. Dia ingin bertemu denganmu dan anak kita”ucap Kristian menjelaskan.


Deg.


Amara rasanya begitu terkejut. Dia sangat takut akan mendapat perlakuan buruk dari kedua orang tua Kristian.


“Lalu bagaimana? Apa kamu bersedia untuk berpisah dengan Ratih?” tanya Amara. Walau Amara sudah mengetahui dengan pasti kalau suaminya tidak mungkin mau berpisah. Kristian sudah mencintai istri keduanya itu.


Kristian menggeleng sesuai dugaan Amara.


“Maaf Ma, Aku tidak mungkin meninggalkan Ratih. Dia istriku juga. Aku juga mencintainya sama seperti aku mencintaimu. Dia juga sudah mengandung buah cinta kami” ucap Kristian yang semakin membuat Amara merasa sakit hati.


Amara tidak bisa menyalahkan Kristian karena ide ini semua berasal dari dirinya. Amara tidak pernah menyangka kalau akhirnya Kristian bisa jatuh hati pada Ratih. Karena walaupun Ratih adalah wanita berkelas dan dari keluarga terpandang tapi Ratih tidak secantik dirinya. Tapi ternyata bukan itu yang membuat Kristian jatuh cinta, bukan wajah cantik yang membuat Kristian jatuh cinta tapi sikap lembut dan penyayang dari Ratih. Aura Ratih memancarkan kebaikan dan ketulusan dan itu lama-lama membuat Kristian jatuh hati.


Kristian menarik tangan Amara pelan untuk duduk di ruang tamu.


“Maafkan Papa Ma, Papa sudah mengkhianati cinta kita. Papa telah jatuh hati pada Ratih” ucap Kristian sambil menggenggam kedua tangan Amara.


Mendengar itu membuat Amara semakin sakit hati. Dia sudah menangis dengan terisak. Segera saja Kristian membawa Amara ke dalam pelukannya.


“Maafkan Papa, Ma. Dari awal ini salah Papa. Tapi Papa tidak bisa memilih di antara kalian berdua. Maafkan Papa yang serakah ini Ma. Tapi Papa janji akan berlaku adil” ucap Kristian penuh mohon.


Amara tidak bisa menyalahkan Kristian karena lagi memang dia yang mempunyai rencana ini. Dia yang dengan percaya dirinya mengira kalau suaminya tidak mungkin jatuh cinta pada sosok seperti Ratih. Tapi ternyata tidak sampai satu tahun pernikahan Kristian sudah jatuh cinta pada Ratih.



Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2