
Mendengar jawaban Dicky yang memberitahu tentang di mana Dila berada, Tommy pun langsung memesan tiket hari itu juga untuk berangkat ke Bali untuk mencari kebenaran tentang apa yang diucapkan Dicky tentang Dila namun di sudut hatinya yang paling dalam ia merindukan kehangatan dan kenyamanan yang Citra berikan selama ini hingga membuat dia susah tidur di malam hari karena biasanya Citra selalu memberikan pelukan hangat dan ciuman sayang di kening Tommy di saat Citra akan tidur.
"makasih atas infonya Dik, gue minta izin untuk beberapa hari ke depan nggak datang ke kantor dan nggak bisa bantuin lo karena gue mau ke Bali untuk membuktikan kebenaran tentang apa yang lo tahu tentang Dila."izin Tomi pada Dicky.
"Hem.."hanya itu yang Diki berikan sebagai respon ia mengizinkan Tommy pergi ke Bali menemui Dila karena hati Dicky sedang sangat-sangat dongkol kepada Tommy namun mau bagaimana lagi keadaan Tommy yang masih belum mengingat semuanya yang ya lupakan setelah pulang dari Bali itu membuatnya mengizinkan apapun yang ingin dilakukan Tommy karena memaksa untuk Tommy mengingat kembali tentang Citra dan perjuangannya mempertahankan Citra hingga sampai ia mengalami lupa ingatan akan beresiko sangat besar yang membuat Tommy benar-benar melupakan ingatan yang sudah ia lupakan itu untuk selamanya.
setelah mendapatkan izin dari Dicky Tommy pun dengan segera menyelesaikan berkas-berkas yang harus ya selesaikan sesegera mungkin sebelum jam keberangkatannya ke Bali karena meskipun Tommy lupa ingatan tapi untuk masalah kantor Alhamdulillah Tommy masih mengingatnya dengan jelas dan itu sungguh membantu pekerjaan Dicky yang sangat menumpuk belakangan ini karena sakitnya Tommy sehingga ia harus menghandle semua pekerjaan Tomi dan pekerjaannya menjadi satu.
.
tempat pukul 03.00 sore. Tommy pun pamit kepada Dicky untuk berangkat ke Bali mencari Dila dan tak lupa Tommy titip pesan kepada Mama Nadine Dan Papa Juna agar tak mengkhawatirkan keadaannya karena Dicky sudah memberikan beberapa pengawal dan bodyguard untuk menjaganya selama perjalanan ke Bali dan juga selama iya di Bali hingga kembali lagi ke Jakarta karena Dicky tak ingin terjadi sesuatu pada Tommy di saat dia maupun keluarganya yang lain tak bisa berada di sisi Tommy saat ini.
__ADS_1
.
beberapa jam berlalu kini Tommy sudah berada di bandara i Gusti Ngurah Rai dan di sana Tommy sudah dijemput sopir yang ditugaskan Dicky untuk menjemput dan mengantarkan kemanapun kami pergi selama berada di Bali sekaligus mengawasi apa yang Tomi lakukan di sana mengingat kesehatan Tommy yang belum sembuh total.
"den Tommy.."panggil sopir sekaligus yang menjaga villa tersebut yang bernama pak Komang itu.
"apa kabar pak Komang?"tanya Tommy ramah seperti biasanya.
"saya baik pak, oh ya apakah CCTV di villa masih aktif pak,?"tanya Tommy saat keduanya sudah sampai di depan mobil dan langsung saja masuk ke dalam mobil tersebut.
"cctv-nya masih aktif den, apakah ada sesuatu yang ingin ada yang lihat di rekaman CCTV itu?"tanya pak Komang.
__ADS_1
"iya pak, ada sesuatu yang ingin saya lihat beberapa bulan lalu waktu saya menemani Dicky dan Dian ke sini waktu itu."ucap Tommy menjelaskan tujuannya namun tidak secara rinci.
"baiklah den nanti sampai di villa saya akan memberikan flash disk yang isinya rekaman CCTV beberapa bulan belakangan ini sampai hari ini."ucapan Komang dengan santai karena pak Komang tidak tahu apa yang menjadi tujuan Tomi untuk melihat CCTV itu.
"iya pak makasih ya."ucap Tommy. dan setelah itu mobil pun mulai melaju menuju villa keluarga Wijaya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...