
Alisya sedang berbaring di kamar sambil memainkan ponselnya. Sejak hari Adrian pergi ke Bandung bahkan sampai hari ini Adrian belum juga memberinya kabar. Tadi malam Alisya mencoba menghubungi, nomor Adrian tersambung namun sang pemilik ponsel tidak mengangkat telfonnya. Membuat Alisya begitu khawatir dengan keadaan suaminya. Dia mencoba mencari tahu akun media sosial Bella. Makanya sedari tadi dirinya berbaring sambil mencari akun media sosial Bella, agar dirinya tahu keadaan suaminya sekarang. Setelah mencari cukup lama, Alisya akhirnya menemukan akun media sosial Bella. Dilihatnya akun media sosial Bella itu, ternyata gadis itu baru saja meng-upload sebuah foto dan video yang menunjukkan jika dirinya sedang jalan-jalan di kota Bandung. Namun, saat Alisya melihat video yang di-posting oleh Bella, terdapat ada seorang cowok yang terlihat dari belakang. Alisya sangat mengenali siapa cowok itu, yang jelas itu adalah Adrian.
" Maksudnya apa ini? Adrian gak menghubungi ku seharian ini karena sedang jalan-jalan dengan Bella." Ujar Alisya menahan tangisnya. Padahal Alisya sangat khawatir dengan keadaan suaminya, tega Adrian menghiraukan telfon dari Alisya dan justru malah jalan berdua dengan Bella. Alisya merasa jika Adrian kembali ke sifatnya yang dulu yang mulai membohonginya. Padahal Alisya tidakau lagi merasakan sakit hati, dia ingin bahagia cukup dengan Adrian yang mencintainya. Dengan Adrian tanpa kabar dan pergi bersama membuat Alisya merasa ragu dengan cinta yang Adrian nyatakan selama ini. Alisya mengelus perutnya yang sudah mulai membesar, " Nak, bukannya ibu ingin egois tapi ibu takut jika ibu harus mengalami rasa sakit yang lama." Ucap Alisya sambil meneteskan air mata.
Bunga sudah tampil cantik dengan dres yang baru saja dia dapatkan. Bagas mengirimkannya sebuah dres cantik berwarna putih dan didalammnya terdapat sebuah surat. Bunga sangat bahagia dengan hadiah yang baru dia terima, dengan isi surat itu Bunga tahu malam ini dia akan pergi menemui Bagas disebuah restoran. Bunga lalu turun menuju halaman rumahnya, menunggu sebuah mobil yang nantinya akan menjemputnya. Mobil hitam baru saja tiba di depan rumah Bunga, Bunga yakin itu mobil seperti arahan dari isi surat yang ia dapatkan. Bunga menaiki mobil itu, dengan hati berdebar karena dia tahu yang menjemputnya pastilah Bagas. Namun sayangnya bukan Bagas, melainkan orang yang lain yang dipekerjakan oleh Bagas untuk menjemputnya. Meski sedikit kecewa, tapi Bunga yakin setelah ini tepatnya nanti di restoran Bagas akan memberikan kejutan yang mungkin tidak akan Bunga lupakan. Memikirkan hal itu, hati Bunga berdebar kencang.
Sesampai di restoran, seorang karyawan wanita sudah menunggu Bunga. Bunga diajak olehnya menuju kesebuah ruangan. Nampaknya ruangan itu khusus untuk mereka berdua, ruangannya dipenuhi dengan bunga mawar. Serta terdapat meja dan kursi yang sudah dihiasi lilin yang cantik. Bunga tersenyum melihat hiasan didalam ruangan itu, nuansa yang sangat romantis menurutnya. " Duduklah." Ucap sang pelayan wanita tadi.
Bunga duduk di kursi memandang setiap detail ruangan, suasana romantis begitu terasa olehnya. Lalu tak berselang lama seseorang datang, dia membawakan sebuket bunga dan berjalan menghampiri Bunga. " Ini untukmu." Ucapnya.
Bunga mengambil sebuket bunga itu dan menghirup aroma wangi bunga itu. Bunga tersenyum memandang Bagas yang begitu gagah dengan penampilan kasualnya. " Makasih ya kak." Ucap Bunga.
" Bagaimana? Kamu suka?" Bagas bertanya mengenai hadiah yang dia berikan.
" Bukankah ini terlalu berlebihan." Jawab Bunga karena merasa hadiah yang diberikan Bagas untuknya terlalu berlebihan.
Bagas menggaruk tengkuknya setelah mendengar jawaban dari Bunga. Mungkin Bunga merasa pemberiannya ini terlalu berlebihan baginya namun Bagas melakukan ini karena ada hal yang ingin dikatakan. Mendengar jawaban Bunga tadi, membuat untuk sedikit mengurung waktu.
__ADS_1
" Maaf, jika terlalu berlebihan. Kalau begitu kita makan dulu ya." Ujar Bagas lalu memanggil pelayan wanita yang tak jauh berdiri didekat mereka berdua.
" Tolong siapkan menu makanan yang sudah aku pesan." Pinta Bagas kepada pelayan itu.
Mendengar perintah Bagas kepada pelayan tadi, sepertinya Bagas menyiapkannya dengan matang. Bunga merasa sedikit malu, hubungan mereka hanya sekedar teman tapi Bagas terlihat memperlakukannya malam ini dengan begitu spesial.
" Kak, aku merasa ini begitu spesial untukku. Tapi lain kali aku berharap kalau mau beri hadiah atau sekedar makan malam. Jangan seperti ini ya." Ujar Bunga.
" Kenapa?" Tanya Bagas merasa jika apa yang diberikannya mungkin tidak terlalu berharga bagi Bunga. Padahal dirinya sudah menyiapkan itu semua.
" Karena aku gak sanggup jika aku membalas kebaikan kak Bagas padaku. Makasih ya kak, Kakak terlalu baik untukku." Ujar Bunga merasa tidak enak karena diberi hadiah semahal ini. Meski tadi selama perjalanan dia menanti ada kejutan apa yang Bagas akan berikan tapi saat Bagas mengajaknya makan, ternyata ini hanyalah sekedar makan malam biasa. Terlihat nuansa romantis karena hiasan di ruangan ini yang penuh akan bunga mawar serta lilin yang menyala
" Eum.. setelah wisuda apa kamu akan lanjut kuliah lagi atau fokus bekerja dengan Alisya?" Tanya Bagas sekedar basa-basi agar tidak ada keheningan diantara mereka saat menikmati makan malam.
" Aku gak mau lanjutin kuliah cukup S1 saja itu sudah cukup, kemarin saja aku sudah pusing apalagi lanjut kuliah lagi. Jadi aku bantu Alisya saja, toh itu juga bisnis bersama." Ujar Bunga.
" Hahaha... Kuliah sulit ya." Komentar Bagas.
__ADS_1
" Eum.. sesulit itu.. otakku dari dulu memang gak mampu, gka sama seperti Alisya. Jadi akunya saja yang sok mau cari ilmu." Ujar Bunga.
" Jangan merendahkan diri seperti itu dong. Buktinya sekarang namamu sudah ada gelar sekarang." Puji Bagas agar bunga tidak lagi merendahkan dirinya.
" Cuma gelar kok kak."
" Tapi ilmu bermanfaat, kan. Buktinya sekarang udah bisa buka bisnis dengan sahabat sendiri."
Bunga mengangguk tersenyum, dia menyadari sesulit itu dia belajar tapi banyak ilmu yang diserap selama empat tahun duduk dibangku kuliah. Mereka berdua sudah selesai makan malam. Bunga tidak ada harapan akan kejutan apa lagi yang diberikan oleh Bagas, pastinya setelah makan mereka akan pulang.
" Makasih kak, untuk makanannya. Semuanya sangat enak." Ucapnya.
" Bunga, sebenarnya ini bukan hanya makan malam biasa." Ucap Bagas.
" Lalu?"
" Aku menyediakan ini semua bahkan menghiasi ini semua dengan bunga mawar. Karena aku ingin menyatakan perasaan ku padamu. Bunga, selama ini aku terlalu memendam, dan bergerak terlalu lama, maaf untuk hal itu. Tapi Bunga kamu harus tahu, jika selama ini aku sudah menyukai. Ah, bukan! Lebih tepatnya aku mencintaimu. Aku tak perlu memulai hubungan pacaran. Yang aku inginkan.." Bagas mengambil kontak cincin di saku celananya dan berlutut dihadapan Bunga. Bunga sangat terkesan dengan aksi Bagas malam ini.
__ADS_1
" Apakah kamu mau menjadi istriku?"