Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Kebenaran....


__ADS_3

setelah beberapa menit melepas rindu dengan Mama Rani Citra pun melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang mengalir di wajah mamanya.


"mah papah mana? Citra ingin ketemu sama papa ada yang ingin Citra sampaikan kepada papa" tanya Citra lembut.


"Papa masih di kamar nak sebentar lagi papa pasti turun karena Papa juga sangat merindukan kamu."jawab Mama Rani.


"Nak..."panggil Papa Bastian yang berdiri tak jauh dari tempat Citra dan nama Rani berdiri.


mendengar namanya disebut dengan suara laki-laki yang sangat ia benci namun juga sangat ia rindukan seketika membuat tubuh Citra tegang dan berbalik badan perlahan untuk melihat wajah laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu sekaligus juga laki-laki yang sudah menghancurkan kehidupan.


"kamu nggak ingin meluk papah nak?"tanya papa Bastian berharap Citra mau memeluknya.


Citra tidak bergerak sama sekali justru ia hanya menata Papa Bastian dengan mata yang berkaca-kaca. ingin marah menumpahkan segala perasaan yang membuatnya sesak dan juga menderita saat ini namun bibirnya terasa keluh untuk mengucapkan sepatah kata pun hanya tatapan mata yang penuh dengan amarah yang mewakilkan betapa Citra sangat kecewa dengan laki-laki yang berdiri di hadapannya itu.


"bagaimana kabar Papa?"tanya Citra setelah ia bisa menguasai dirinya untuk tidak langsung mengeluarkan seluruh amarah yang ada di hati.


"kabar Papa baik nak, dan Papa juga sangat merindukan kamu."ucap Papa Bastian seraya tersenyum lembut penuh rindu ke arah Citra.


"bagaimana dengan kabar kamu apakah anak yang berada dalam kandungan kamu tidak menyusahkan kamu?"tanya papa Bastian tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"kabar Citra sangat baik bahkan saking baiknya Citra sampai tak bisa tidur tenang karena memikirkan suami Citra yang belum sadarkan diri satu bulan lamanya hingga di saat dia sadarkan diri justru dia melupakan Citra dan juga anak yang Citra kandung karena ulah papa yang ingin menghancurkan rumah tangga kami"cap Citra menu hok menusuk tepat di jantung hati papa Bastian.


Deg...


Papa Bastian sangat terkejut mendengar fakta tentang Tommy yang melupakan Citra karena setahu papa Bastian dari anak buahnya bahwa Tommy sudah sadar dan kembali lagi ke tanah air namun tidak melaporkan tentang keadaan Tommy yang mengalami amnesia.


"apa nak?"tanya Mama Rani saya menutup mulutnya terkejut karena tak menyangka kelakuan suaminya itu sudah sampai membuat anaknya benar-benar terluka dan mama Rani tak bisa membayangkan betapa sakitnya perasaan Citra dilupakan oleh laki-laki yang tak lain adalah suaminya sendiri.


Papa Bastian hanya diam tanpa bisa berkata apapun karena Papa Bastian sadar bahwa apa yang ia lakukan itu pada Tommy sudah sangat keterlaluan dan papa Bastian menyesal karena secara tidak sadar dia telah menciptakan neraka buat anak semata wayang.


"maafkan papa nak, papa tidak tahu kalau apa yang Papa lakukan waktu itu bisa berdampak seperti ini. maafkan Papa atas semua kekhilafan yang pernah Papa lakukan dan sudah membuat kamu menderita seperti ini karena ulah papa yang melampiaskan emosi di tempat yang salah."udah papa Bastian tulus karena Papa Bastian benar-benar sudah sangat menyesali perbuatannya terhadap Tommy.


"Papa tahu dengan meminta maaf apa yang Papa lakukan tidak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi namun papa akan bertanggung jawab dan akan segera mendatangi keluarga Wijaya dan mengakui apa yang telah papa lakukan terhadap Tommy dan papa bersedia jika keluarga Wijaya ingin membawa kasus ini keranah hukum karena ini memang salah papa."ucap papa Bastian tegas.


"jujur saja aku marah, aku benci, aku kecewa terhadap papa karena gara-gara perbuatan papa terhadap suamiku kini anakku yang menanggung kehilangan kasih sayang dari ayahnya yang selama ini menginginkan kehadirannya karena asal Papa tahu saat ini mas Tommy ingin kembali mencari cinta masa lalunya sebelum mengenal aku karena ingatan mas Tommy kembali di saat dia belum bertemu denganku dan itu sangat menyakitkan pah."ucap Citra menangis hingga ia jatuh dan bersimpuh di hadapan Papa Bastian.


Mama Rani yang dari tadi menangis mendengarkan ucapan Citra langsung saja memeluk Citra saat Citra bersimpuh karena mama Citra tahu dan sangat mengerti dengan apa yang kita rasakan ini sungguh sangat menyakitkan dilupakan laki-laki yang ia cintai.


"puas kamu mas sudah membuat Citra seperti ini hah..? puas kamu sekarang melihat penderitaan Citra? masa kamu tahu ya mas Tomi itu adalah cinta pertama Citra dan gara-gara cinta Citra terlalu dalam dan tak ingin merusak kebahagiaan Tommy Citra rela pergi meninggalkan kita ke Bali agar ia bisa melupakan Tommy namun takdir mempersatukan Citra dengan Tommy hingga kamu dengan teganya merusak kebahagiaan Citra yang baru Citra rasakan beberapa bulan karena obsesi kamu yang ingin membuat perusahaan kamu tambah maju kamu rela mempertaruhkan kebahagiaan Putri kamu sendiri yang baru Putri kamu pisahkan beberapa bulan karena baru bisa bersatu dengan laki-laki yang ia sangat cintai."ucap Mama Rani marah dan meluapkan unek-unek nya kepada Papa Bastian karena Mama Rani sudah tidak sanggup lagi menahan segala rasa yang bercampur di hatinya.

__ADS_1


Citra yang merasa sudah sangat lelah dan capek dengan semua ini memutuskan untuk segera berdiri dan memeluk mamanya sekali lagi untuk yang terakhir kalinya sebelum ia pergi dari rumah yang bagaikan neraka itu.


"mah aku pamit sudah cukup aku berada di sini dan kini saatnya aku pergi karena aku sudah nggak kuat terus berada di rumah yang bagaikan neraka ini yang membakar ku hidup-hidup."pamit Citra pada Mama Rani.


"mau ke mana nak mau pulang ke rumah suami kamu biar diantar supir ya?"tanya Mama Rani dan tak ingin menahan Citra berada di rumah itu lebih lama lagi karena Mama Rani mengerti dengan apa yang Citra rasakan saat ini.


"tidak usah ma, Citra akan pergi sendiri dan Citra mohon untuk sementara waktu jangan hubungi Citra dulu karena Citra benar-benar ingin sendiri untuk menenangkan hati Citra."ucap Citra.


"baiklah nak jika itu keputusan kamu mamah ikuti. tapi jika suatu saat nanti kamu butuh bantuan jangan sungkan untuk mengatakannya pada mama karena Mama akan selalu berada di pihak kamu apapun yang terjadi."ucap mama Rani.


setelah itu Citra pun langsung keluar dari rumah itu tanpa berpamitan ataupun menoleh kepada papa Bastian karena sudah cukup bagi Citra mengeluarkan semua unek-uneknya kepada Papa Bastian.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2