
Hari ini bunga bekerja di cafe bersama dengan kakak kelasnya itu. Dia menerima tawaran itu agar dirinya bisa melakukan kesibukan supaya bisa melupakan Aril. Bunga mulai melayani para pembeli, sedangkan kakak kelasnya hanya berdiri memperhatikan.
" Kerja.. kerja.. Diam aja dari tadi." ujar bunga kepada Kakak kelasnya yang masih berdiri memperhatikannya.
" Dengan memperhatikan mu itu juga termasuk pekerjaan." ujarnya.
" Apaan sih kak! serius dong!" ujar bunga kesal kepada kakak kelasnya itu.
Selama Bunga mengenali pelayan itu sebagai kakak kelasnya, Bunga tidak tahu siapa nama dari kakak kelasnya itu. Mengingat hal itu, bunga akhirnya bertanya nama dari pelayan cafe sekaligus kakak kelasnya.
" Namaku? Aku kirain selama ini kamu udah tahu namaku." kata kakak kelasnya bunga.
" Gak tahu lah, selama ini aku gak tahu nama kakak. Jadi nama kakak siapa?" tanya bunga penasaran dengan nama kakak kelasnya itu.
" Penasaran ya." ujar pelayan itu dengan menggoda bunga.
Bunga yang merasa kesal pergi berlalu, dia memilih meneruskan pekerjaan. Tidak perduli lagi dengan nama kakak kelasnya itu.
Alisya tengah memasak, dirinya kembali teringat dengan Bella. Sekretarisnya Adrian itu penampilannya begitu sexy menurut Alisya. Di kesendiriannya Alisya membayangkan hal-hal yang tidak-tidak. Rasa cinta Alisya yang begitu kuat kepada Adrian serta trauma akan sikap Adrian dulu membuat Alisya begitu takut jika Bella akan merebut Adrian darinya. Alisya memasukan makanan di kotak makanan untuk dibawa ke kantor. Semenjak kemarin dirinya mengantarkan makan siang Adrian ke kantor. Adrian selalu meminta untuk mengantarkan makan siang ke kantor.
Alisya berdiri di kaca kamarnya, menatap tubuhnya. Semenjak menikah dia sudah jarang mengurus dirinya. Padahal pekerjaannya hanyalah masak dan bersih-bersih rumah. Namun, dia lupa untuk merawat dirinya. Alisya berniat memakai dress pendek, dia tidak ingin kalah dengan Bella si sekretaris suaminya itu.
Adrian berada di ruangannya, dia tengah sibuk dengan dokumen pekerjaannya. Bella masuk ke ruangan membawakan dokumen baru untuk diperiksa oleh Adrian.
" Ini pak, dokumen yang bapak minta." ujar Bella meletakkan dokumen di atas meja kerja Adrian.
" Letakkan saja di situ." ujar Adrian tanpa melihat kearah Bella.
__ADS_1
Bella belum beranjak, dirinya masih memandang lelaki yang memenuhi hatinya. Dipandang begitu lama, seolah dirinya akan berpisah dengan lelaki itu. Bagi Bella, ini adalah tatapan terakhirnya, karena tidak ada lagi harapan dalam pandangan itu sebab dia sadar diri. Tidak mungkin baginya untuk merebut lelaki yang sudah menjadi suaminya orang.
Merasa Bella belum beranjak pergi dari hadapannya, Adrian pun bertanya, " Ada apa lagi?"
" Gak apa-apa pak. Aku permisi dulu." ucap Bella beranjak dari situ.
Daffa berada di daerah pedesaan, dirinya mengarahkan kamera ke pandangan sawah yang menghijau. Sudah lama Daffa tidak mendengar kabar dari Alisya dan bung. Daffa terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dia bahkan sering keluar kota mencari spot tempat yang bagus untuk dijadikan objek kameranya. Namun, meski sibuk dengan pekerjaannya. Daffa ingin tahu kabar dari gadis yang mengisi hatinya itu. Tetapi dia tidak berani untuk bertanya, bahkan dengan bunga pun dia tidak pernah bertanya keadaan gadis itu. Daffa telah selesai memotret pemandangan, dia mengambil ponselnya di saku celananya. Dia mencari tempat untuk beristirahat, dia duduk disalah satu tenda yang memang sengaja dibuat disana. Daffa memainkan ponselnya, terdapat pesan dari sahabatnya saat SMA. Sebuah foto yang memperlihatkan seorang gadis tengah melayani pelanggan. Daffa memperbesarkan foto itu, untuk memastikan siapa gadis yang ada di foto itu.
" Bunga? Sejak kapan gadis itu bekerja di cafe?" tanya Daffa dalam hati.
Daffa membalas pesan itu, namun belum sempat dikirim. Sahabatnya kembali mengirim pesan dengan mengatakan bahwa dia sudah berhasil membuat gadis itu dekat dengannya. Daffa tidak menyangka jika sahabatnya itu ternyata menyukai bunga, sahabat Alisya. Namun, Daffa kembali jika bunga sudah memiliki kekasih.
" Udah putus. ini saat aku menyiapkan diri." isi pesan dari sahabatnya itu dengan emoticon tawa.
Daffa membuka kembali aku media sosialnya, sudah lama aku media sosialnya itu tidak pernah digunakan. Muncul pertama, ialah postingan Alisya bersama dengan Adrian. Terlihat senyuman manis diperlihatkan gadis itu.
" Baguslah dia sudah bahagia." ucap Daffa melihat foto itu.
" Hay kak. Apa kabar?"
" Udah lama ya, kita gak ketemu."
" Aku harap kakak baik-baik saja."
" Kakak sedang sibuk ya?"
" Kak, aku bahagia banget. Adrian sekarang sangat baik padaku."
__ADS_1
" Kak, aku sakit hati ternyata Adrian masih menyimpan foto Tania."
" Kak, hari ini aku dan Adrian akan libur ke Bandung."
" Kak, Adrian begitu romantis kepadaku, tetapi aku masih belum bisa membuat Adrian mencintai. Tapi aku akan berusaha. hehe."
Begitulah isi pesan dari Alisya. Tidak banyak hal yang dibicarakan palingan sekitar hubungannya dan Adrian. Daffa begitu lega jika Adrian sudah bisa menerima Alisya kembali di kehidupannya. Karena dia tahu kesabaran gadis itu.
Alisya sudah sampai di kantor Adrian, sebelumnya dia melapor ke resepsionis. Namun kini dia tidak perlu lagi, Alisya tersenyum ke karyawan resepsionis sambil berjalan menuju ke ruangan kerja suaminya. Selama berjalan menuju ruangan suaminya, setiap ketemu dengan karyawan Alisya tersenyum begitu pula dengan para karyawan menunduk saat Alisya melewatinya. Alisya melihat Bella duduk di ruangan kerjanya. Bella langsung berdiri saat Alisya berjalan mendekatinya.
" Selamat siang Bu." sapa bela tersenyum kepada istri bosnya itu.
" Siang. Adrian ada di dalam kan?" tanya Alisya.
" Iya Bu, pak Adrian ada di dalam." ujar Bella.
Alisya tersenyum dan segera membuka pintu ruangan kerja Adrian. Adrian masih belum menyadari kedatangan Alisya. Dengan mata yang masih menatap dokumen dia berseru saat mendengar pintu ruangannya dibuka.
" Ada apa lagi Bella?" tanya Adrian masih menatap dokumennya.
Alisya yang masuk ke ruangan terdiam. Dia bingung dengan pertanyaan Adrian, jelas bukan Bella melainkan dirinya yang masuk ke ruangan kerja Adrian.
" Ada apa Bella?" tanya Adrian memandang kearah pintu, karena melihat orang yang masuk tidak menjawab. Adrian terkejut, dia salah mengira ternyata yang masuk ke ruangan adalah Alisya.
" Ah! Al, maaf. Aku kirain kamu Bella." ucap Adrian berdiri, mendekati istrinya yang baru saja datang.
Alisya awalnya sudah berfikir negatif, sebab nama Bella yang disebut oleh Adrian. Masa istrinya sendiri yang datang Adrian lupa, padahal ini sudah menunjukan jam makan siang. Adrian menatap wajah Alisya, dengan diamnya Alisya, Adrian tahu jika istrinya itu pasti cemburu dengan omongannya.
__ADS_1
" Al, Aku minta maaf. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan. maaf ya." ujar Adrian membujuk istrinya.
" Iya, aku tahu kok. Yuk kita makan siang." Alisya mengajak Adrian untuk duduk di sofa agar makan siang bersama.