
saat sampai rumah Tommy disambut dengan berbagai pertanyaan yang menanyakan di mana keberadaan Citra dan mengapa Citra tidak ikut pulang bersamanya tentu pertanyaan itu membuat Tommy bingung karena dari laporan anak buahnya tadi pagi bahwa Citra sudah melakukan penerbangan menuju Jakarta 2 hari yang lalu pukul 01.00 siang membuat Tommy bingung Dan panik hingga ia mengalami pingsan lagi karena sakit kepala yang menderitanya begitu hebat karena seharian ini otaknya dipakai untuk mengingat kejadian-kejadian yang ia lupakan.
"mah apa bener Tomi nggak tahu bahwa Citra masih di Bali?"tanya Dian pada Mama Nadine di saat Tommy sudah dibawa ke kamarnya untuk istirahat dan di ruang tamu hanya menyisakan Mama Nadine, Dian dan Kiara sedangkan para lelaki menggotong Tomi untuk dibawa ke kamarnya yang berada di lantai 2.
"tidak sayang, di saat Citra ingin melakukan penerbangan ke Jakarta Dicky menelponnya untuk tetap berada di Bali namun hanya pindah hotel di sana dan tetap melakukan check in di pesawat agar Tommy tidak bisa melacak keberadaannya saat ini karena Tommy mendapatkan informasi dari anak buahnya bahwa perempuan yang Tommy cari sudah berada di Jakarta karena suaminya lagi mendapat tugas pekerjaan dari atasannya dan kalian tahu di mana suami dari perempuan yang Tommy cari itu bekerja.? "tanya Mama Nadin kepada kedua menantunya yang dijawab gelengan kepala.
"suami dari perempuan yang dicari Tommy itu bekerja di perusahaan Dika yang cabangnya berada di Bali. dan kini dia ditugaskan ke Jakarta untuk mewakili perusahaannya untuk melakukan pekerjaan penting karena hasil kinerja suami perempuan itu cukup bagus di kantornya hingga membuat ia mendapat kepercayaan untuk mewakili kantornya ke Jakarta."ucap Mama Nadine menerangkan apa yang ia tahu dari papa Juna tentang perkembangan antara Tommy dan Citra.
"oh begitu berarti Tommy mengira kalau saat ini Citra hilang dong ma.? "tanya Dian pada Mama Nadine.
"iya nak, karena suami kamu ingin memberikan sedikit terapi kepada Tommy karena suami kamu paling benci dengan laki-laki yang menyakiti istrinya demi mengejar perempuan lain yang di mana perempuan itu sangat tidak layak untuk diperjuangkan."ucap Mama Nadine yang sangat mengenal karakter Dicky.
"oh begitu toh mah, mudah-mudahan aja Tommy segera sadar dan segera mengingat kembali perjuangannya untuk mempertahankan Citra juga anak yang Citra kandung sebelum Citra kehilangan kesabaran untuk mempertahankan rumah tangganya yang berjuang sendiri demi anak yang ia kandung. "doa Dian.
"aku nggak nyangka mah kalau ternyata adik iparku sekeren itu. tapi aku bersyukur meskipun dulu mas Dika pernah melakukan kesalahan yang fatal tapi tidak sampai aku kehabisan stok sabar untuk memaafkannya kembali. "ucap Kiara mengingat bagaimana dulu Dicky membelanya di saat Dika menghianatinya.
"Mama mempunyai 4 anak laki-laki yang berbeda-beda karakter. yang pertama Dika susah move on kalau sudah jatuh cinta meskipun disakiti dia akan tetap cinta dan mempertahankan sampai ia sendiri melihat kebusukan pasangannya di saat itu ia akan sadar tapi jika dia sudah mencintai seseorang dia akan sangat setia.
__ADS_1
yang kedua Rey karakternya hampir mirip dengan Dicky yang tak suka melihat perempuan berhati tulus dipermainkan hanya untuk sesuatu yang tak pasti tapi Rey sangat susah untuk membuka hati rasa traumanya lebih besar ketimbang keinginannya untuk menggapai kebahagiaan.
yang ketiga Dicky dia berhati tulus dan lembut meskipun disakiti dia akan terus bertahan sampai ia merasa tak sanggup dan melihat sendiri dengan mata kepalanya apa yang selama ini tidak diketahuinya itu baru dia akan belajar melepaskannya namun dia akan memaafkan perempuan itu jika perempuan itu meminta maaf dengan tulus tapi Dicky orangnya sangat-sangat setia tidak bisa membagi-bagi cintanya terhadap orang lain baginya sudah memiliki pasangan buat apa mencari yang lain itu prinsip Dicky.
yang keempat Tommy anak bungsu Mama yang paling malang dari kecil sudah menderita saat SMP ditinggalkan untuk selama-lamanya kedua orang tuanya juga saat SMA sampai beberapa bulan yang lalu dia menanti dengan setia perempuan yang ia tidak tahu di mana rimbanya berada hingga pada saat bertemu dia dikecewakan begitu dalam karena Tommy yang setianya super-super setia itu tidak mudah untuk jatuh hati dan juga tidak mudah untuk melupakan. makanya di saat dia bilang sudah bisa mengingat sedikit memori yang ia lupakan dan dia menyebutkan nama perempuan yang ia cintai dan ingin bertemu dengannya Mama nggak kaget karena begitulah Tomi saking cintanya pada satu sosok perempuan dia akan sangat-sangat setia bertahun-tahun dia hidup tanpa mengenal perempuan dan selalu setia berharap akan bertemu lagi dengan perempuan itu makanya mama serta Papa mengizinkan ia untuk pergi ke Bali bertemu dengan perempuan itu agar Tommy bisa meratakan sendiri perasaannya yang dulu apakah masih sama seperti dulu apa sudah berubah karena dari pantauan mama dan papa bahwa Tommy sebenarnya sudah menemukan kenyamanannya saat bersama Citra dan kalian bisa lihat sendiri kan bagaimana sedihnya Tommy saat Citra pergi dari rumah tanpa pamit dengannya bahkan untuk makan pun Tommy enggan keluar dari kamar."ucap Mama Citra menjelaskan perbedaan sikap ke-4 anak laki-lakinya itu.
"terus menurut mama apakah Tommy sudah bisa merasakan perbedaan antara perempuan itu dengan Citra mah.? "tanya Dian
"kalau menurut Mama, Tommy sudah bisa merasakan perbedaan perasaannya antara Citra dan perempuan itu mengingat waktu pertemuannya dengan perempuan itu cukup singkat sudah menjelaskan bahwa perasaan Tommy terhadap perempuan itu sudah hilang karena jika Tommy masih memiliki perasaan terhadap perempuan itu pastinya Tomi pasti ingin terus berada dekat dengan perempuan itu bahkan Tommy bisa membawa pergi perempuan itu ke mana pun ia mau."ucap Mama Nadin menganalisa pertemuan singkat antara Tomi dan perempuan yang suka itu.
"betul juga, kayaknya mama lebih cocok jadi penganalisa deh daripada desainer ya nggak sih Dian?"ucap Kiara menyanjung mama Nadine karena menganalisa dengan begitu tepat menurutnya.
"aku salut banget dengan perjuangan mama dan papa hingga kini anak cucu mama bisa menikmati hasil jerih payah mama dan papa yang sudah melebar hingga ke mancanegara bahkan di beberapa negara di dunia ini."ucap Kiara kagum dengan perjuangan mertuanya itu juga kekuatan cinta mereka.
"lagi pada ngomongin apaan sih kok serius banget?"tanya papa Juna yang baru turun dari tangga bersama Dika dan Dicky di belakangnya.
"ini Mama lagi menceritakan karakter keempat anak mama sama kedua menantu kita pah karena keempat anak kita adalah laki-laki yang paling setia jika sudah mencintai tapi juga begitu bodoh dibutakan Dengan cinta."ucap Mama Nadine yang menaikkan sekaligus menjatuhkan harga diri anaknya di depan para istri.
__ADS_1
"Mama kok ngomong gitu sih bikin malu aja."ucap Dika dan Dicky kompak berbarengan protes sama mama Nadine.
"lah kan emang bener apa yang Mama ucapkan."ucap Mama Nadine.
"iya tahu emang bener tapi nggak usah diceritain ke para istri dong mah kan malu hancur deh harga diriku karena mama."ucap Dicky merajuk dan langsung menjatuhkan kepalanya di pangkuan Dian.
"gimana keadaan Tommy mas?"tanya Kiara yang khawatir terhadap Tommy.
"dia lagi tidur tadi mas sudah menyuntikkan obat yang diberi pada dokter waktu itu jika Tomi mengalami kumat lagi agar Tommy bisa tidur dengan nyenyak dan bangunan nanti dengan keadaan yang lebih baik."ucap Dika dan seketika membuat semua orang lega di sana.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
hari ini udah banyak up ya besok othor libur dulu mau up di novel Dicky.