Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
Bab 120


__ADS_3

Alisya dan Adrian kini menjadi semakin mesra, bahkan Adrian menjadi lebih banyak meluangkan waktu bersama meski tengah sibuk dengan kerjaannya, ditambah saat ini dirinya hanya mampu bekerja sendiri disebabkan adrian sudah memecat Bella, sang sekretaris yang selalu membantu pekerjaannya. Perut Alisya semakin membesar bahkan usia kandungnya telah memasukan 9 bulan. Adrian sebagai suami yang ingin menjadi suami siaga, dirinya tak ingin istrinya bekerja terlalu lelah. Jadi Adrian mulai menggantikan posisi sang istri dengan membantu memasak, mencuci, bahkan pula membersihkan rumah. Semua itu hanya dilakukan oleh adrian, Alisya terkadang merasa kasihan terhadap suaminya. Biasanya selama pekerjaan rumah selalu Alisya yang ngurus, namun semenjak hamil Adrian yang mengurus semuanya.


" Sayang.. sini aku pijitin." Ujar Alisya melihat suaminya yang terbaring di sofa, karena hari ini Adrian baru saja membersihkan rumah yang sudah dua hari dia tinggal akibat sibuk dengan pekerjaannya. Dengan manja adrian menyandarkan kepalanya ke bahu Alisya.


"Hadapannya kesana dong, biar aku pijitin punggungmu." Ujar Alisya yang merasa tak tega dengan suaminya.


"Kayak begini aja udah cukup kok. Bagaimana bayi kita udah mulai bergerak." Adrian menyandar kepalanya dibahu sang istri, karena baginya ini adalah sebuah kenyamanan yang mungkin orang tak akan bisa merasakan. Mungkin ada, tanpa tak seindah ketika kalian menyandarkan bahu ke orang yang dicintai dan dia pun juga sangat mencintai.


" Udah ku bilang. Si Dede udah mulai nendang perut aku dari kemarin." Ujar Alisya mengelus perutnya.


" Sini, aku bisikin." Adrian mengarahkan kepalanya ke perut Alisya sambil tangannya mengelus-elus perut Alisya yang terdapat buah hati mereka.


" Emangnya kamu mau bisikin apa?" Alisya terkekeh melihat kelakuan suaminya.


" Dengerin ya.. Adek? Anakku? Ingat pesan ayah ya.. sebelum kamu melihat indahnya dunia. Ayah harap kamu harus ingat dan memahami ini. Ayah dan ibu sayang sama kamu, aku harap saat kamu udah keluar dan udah mengenal ayah dan ibu ini. Ayah ingin kamu menjadi anak yang tak menyusahkan ibumu. Ibu selama ini sudah berjuang, bahkan melawan rasa sakit hatinya demi ayah. Nak, mungkin ayah memang terkesan begitu jahat sama ibu, ya ayah memang sejahat itu. Namun, karena perjuangan ibu mengejar cintanya, ayah mulai luluh dan menyadari jika cinta ibumu ini sangat luar biasa. Jadi, jangan kecewakan ibu bahkan sampai membuat airmata menetes di pipinya. Ingat, ibu mu ini adalah ibu yang luar biasa, dia gak pernah mengeluh meski capek harus membawa mu kemanapun dirinya pergi." Adrian berbisik diperut sungguh kata-kata yang begitu mengharukan bagi Alisya.


Tanpa Adrian sadari, Alisya menetes air matanya. Dia tak kuasa menahan nangis mendengar suaminya yang berbisik kepada anak yang sedang dalam kandungannya. Dulu saat hamil Alisya merasa sangat sedih karena takut jika mungkin akan terbagi setelah mereka melahirkan seorang anak. Namun, semakin dirinya membesarkan anak dalam perut semakin dia menyadari jika dia juga mencintai anak yang sedang dikandungnya. Alisya juga sempat berpikir, jika saja Adrian beneran berselingkuh dengan Bella. Alisya akan sendirian dan hanya rasa luka yang akan menemaninya. Namun, saat melihat perutnya yang membesar dia sadar jika ada anak yang akan menjadi sosok pengganti. Bukan hanya Alisya yang mencintai anaknya, namun dirinya juga akan menerima cinta serta perlindungan dari anak yang nantinya dibesarkan. Sungguh beruntung hidup Alisya, mencintai sekaligus dicintai oleh dua orang meski salah satunya masih dalam kandungan.


" Makasih ya, karena sudah mencintaiku." Ucap Alisya kepada sang suami yang dia cintai.


" Justru aku yang berterima kasih. Karena sudah mencintaiku, meski aku yang selalu menyakitimu. Maafkan aku." Sebuah pelukan hangat dari Adrian untuk istrinya.

__ADS_1


Pelukan penuh haru bagi Alisya namun juga menyenangkan. Ternyata jika sudah saling mencintai rasanya senyaman dan semenyenangkan seperti ini. Alisya merasakannya, kehangatan cinta dari Adrian untuknya.


Ditengah malam, Alisya terbangun karena merasakan sensasi sakit di perutnya. Alisya mengelus perutnya, mencoba menenangkan orang berada didalamnya untuk tenang dan tak membuatnya merasakan sakit. Namun sayangnya sakit itu terus-menerus, membuat Alisya tak bisa menahannya. Alisya membangunkan Adrian yang terlelap, karena kecapean membuat Adrian sangat susah untuk dibangunkan. Alisya terus menggoyangkan tubuh sang suami, berharap segera bangun karena dirinya sudah tidak bisa menahan rasa sakit area perutnya. Adrian dengan mata sedikit terbuka, dia melihat sang istri yang seperti tengah menahan kesakitan.


" Sayang. Kamu gak apa-apa?" Adrian begitu khawatir melihat wajah Alisya, terlihat keringat bercucuran nampaknya Alisya sedari tadi menahan rasa sakit itu.


" Sakit... Bawa aku ke rumah sakit sekarang." Ujar Alisya ditengah-tengah dirinya menahan rasa sakit.


Adrian yang setengah sadar, menjadi sigap membantu sang istri, menggendong serta mengendari mobil menuju rumah sakit. Tak berlangsung lama, Alisya segera ditangi oleh dokter. Adrian dengan wajah khawatir, segera menghubungi kedua orangtuanya bahkan tak lupa dia juga menghubungi Bunga, sahabat Alisya. Bahkan dia juga menghubungi Daffa, karena ayah dan ibu Alisya mungkin akan lama tiba di rumah sakit karena mereka sedang berada di luar kota.


" Gimana keadaan Alisya?" Tanya bunga yang baru saja tiba.


" Masih ditangani dokter." Jawab Adrian wajahnya khawatir sangat terlihat.


Dafa dan istrinya begitu pula bunga mengunjungi Alisya. Tania dan bunga melihat bayi Alisya yang terlihat wajahnya begitu mirip dengan Adrian. " Kenapa wajahnya begitu mirip Adrian sih!" Ujar bunga melihat sang bayi yang sangat mirip dengan ayahnya.


" Ini berasa melihat Adrian kecil gak sih." Ujar Tania tertawa.


" Namanya juga suami istri pasti mirip salah satunya dong." Cetus Adrian.


" Tapi gak mirip kamu semua." Ujar bunga.

__ADS_1


" Bayinya cowok apa cewek?" Tanya Daffa yang ikutan melihat.


" Cewek." Jawab Alisya.


" Ya, jenis kelamin doang yang mirip." Cetus bunga.


" Setidaknya mirip." Cetus Adrian karena tak terima dengan keluh kesah dari bunga.


" Aku berharap anakku nanti mirip denganku." Ujar bunga.


" Anakmu? Anak mu dengan siapa?" Tanya Adrian.


" Gak tahu dia! Makanya sering gabung dong, sok sibuk sih." Ujar bunga.


" Dia bentar lagi menikah dengan Bagas." Ujar Tania.


" Bagas kok doyan ya sama dia." Ujar Adrian mengejek bunga.


" Eh, menghina banget kamu ya!" Bunga menjitak kepala Adrian yang sudah mengejeknya.


Alhasil membuat mareka semua tertawa. Suasana yang begitu membahagiakan bagi Alisya. Sudah lama dirinya menanti suasana yang seperti ini. Kebahagiaan dan cinta seolah begitu menyatu. Alisya tersenyum memandang sang suami yang tertawa. Lama, lama sekali perjuangan Alisya untuk mengejar cintanya, lama baginya untuk mendapat pengakuan cinta dari Adrian. Banyak kisah sedih, kecewa marah dan bahagia dia rasakan selama mengejar cintanya. Bagi orang, cinta yang dikejar mungkin akan lari, namun tidak bagi Alisya. Alisya malah justru terus mengejar cintanya, mesti bisikan kata gagal selalu menghampirinya. Alisya tak menyerah, cintanya terbalas dan kini dia bahagia.

__ADS_1


END😊


__ADS_2