Mengejar Cinta Mu

Mengejar Cinta Mu
RESIGN


__ADS_3

Arumi merasa tidak nyaman bekerja setelah tau kalau perusahaan ini adalah milik Ayah Tiara.


"Sebelum aku dipecat karena ketahuan menyebarkan berita itu lebih baik aku mengundurkan diri"batin Arumi saat berjalan menuju ruangan HRD.


"Kenapa setiap Aku berurusan dengan Tiara Aku harus selalu kehilangan? Pertama Aku kehilangan Ray, sekarang Aku kehilangan pekerjaan" sesal Arumi.


Arumi sudah bertekad untuk menjauh dari Tiara, dia tidak mau lagi berurusan dengan wanita yang bernama Tiara.



“Arumi sudah resign ya katanya?” tanya Wira pada Nadia.


Nadia pun menganggukkan kepalanya.


“Kamu nyadar tidak kalau Arumi itu punya dendam pribadi sama Tiara? Dari awal masuk dia bilang Tiara tidak cocok dengan jabatannya lalu yang terakhir dia bilang Tiara jadi simpanannya Pak Kristian” ucap Wira mengemukakan pendapatnya.


Nadia pun menganggukkan kepalanya.


“Iya, Aku pun mempunyai pikiran seperti itu. Karena dari awal dia yang paling semangat menyebarkan rumor tentang Tiara” jawab Nadia.


“Maaf ya selama ini Aku sudah bicara yang tidak baik saat kamu mengingatkan” sesal Nadia.

__ADS_1


“Iya tidak apa-apa. Kita kan sudah temenan sejak lama. Kamu harus merubah kebiasaan kamu yang mudah dihasut orang itu” ucap Wira sambil menepuk-nepuk pundak Nadia.


Nadia pun menganggukkan kepalanya.


Dia awalnya hanya merasa sedikit risih karena orang baru yang bergabung di divisi mereka adalah gadis cantik yang pintar. Dia merasa tersaingi, apalagi Nadia yang dari dulu mengagumi Kevin sekarang harus rela melihat Kevin satu ruangan dengan si anak baru itu. Padahal Kevin sudah mempunyai tunangan dan sebentar lagi akan menikah.


“Besok mau bareng ke resepsi pernikahannya Pak Kevin?” tanya Wira.


Deg.


Rasanya sesak sekali ketika Nadia mengingat bahwa pujaan hatinya akan menikah besok.


Sebenarnya Nadia tidak ingin datang, tapi dia bingung mencari alasan apa nantinya. Terpaksa Nadia pun menganggukkan kepalanya.


Rasanya mereka semua tidak bisa bernafas dengan benar karena Tiara terlihat sangat berbeda dari biasanya. Aura kepemimpinannya benar-benar sudah terlihat.


Tiara memulai rapat dan membagi divisi pemasaran menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 untuk survey di lapangan,  Kelompok 2 merancang sistem pemasaran dan kelompok 3 merancang sistem promosi. Tiara juga memberikan opsi-opsi apa saja yang harus dijalankan. Wira menatap kagum pada sosok Tiara. Tidak salah memang dia menjadi penerus perusahaan. Semangat nya memang patut diacungi jempol.


Selesai rapat Tiara mengajak Wira , Nadia dan 3 orang lain untuk ikut dengannya survey di lapangan. Sekali lagi Wira melihat bagaimana sosok Tiara dalam mengembangkan usaha keluarganya.


“Tidak usah kagum berlebihan” goda Nadia yang menyadari kalau sahabatnya itu mengagumi sosok Tiara.

__ADS_1


Wira hanya tertawa kecil.


“Kelihatan ya?” ucap Wira malu sendiri.


Nadia pun mengangguk dengan cepat.


Wira kembali tertawa.


“Tapi Aku cukup tau diri, apalagi setelah tau siapa dia” ucap Wira masih tersenyum tipis.


Saat ini mereka sudah berpencar. Nadia dan Wira kebagian survey produk pesaing. Jadi mereka akan membeli beberapa sampel produk pesaing serta review pembeli terhadap produk tersebut. 


“Dia lebih detail dari Pak Kevin menurutku” ujar Nadia mengemukakan pendapatnya.


“Iya, dari awal aku sudah melihat itu. Makanya aku tidak setuju dengan ucapanmu dan Arumi yang menjelekkannya”.


Nadia tersenyum miring.


“Bilang saja kamu tidak terima gebetanmu dijelek-jelekkan” goda Nadia pula.


Wira kembali tertawa karena apa yang Nadia ucapkan benar adanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2