
Bunga terlihat cantik dengan kebaya bercorak putih yang kenakannya serta rok panjang bermotif batik yang terlihat anggun Dimata orang yang memandang. Hari ini Bunga akan merayakan hari kelulusannya setelah 4 tahun mengabdi di kampus. Kini dia sudah mendapatkan gelar dibelakang namanya sebagai seorang sarjana. Rasa bangga, haru dan bahagia bercampur aduk saat namanya disebut dan panggil untuk naik keatas panggung. Sungguh itu merupakan yang mungkin tidak pernah dilupakan oleh Bunga sendiri.
Alisya turut hadir di kampus tempat bunga mengabdi itu, namun sayang kali ini dia datang sendiri tanpa Adrian. Karena pagi tadi Adrian sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Bandung bersama Bella sekretarisnya. Meski hati tidak mengikhlaskan namun Alisya juga tidak bisa memaksa sang suami untuk mengikuti apa maunya, toh bukankah ini juga merupakan untuk kebahagiaan dia dan juga Adrian. Sebelum bertemu dengan bunga, Alisya tak lupa membeli sebuket bunga serta surat ucapan selamat untuk sahabatnya itu. Meski dalam kondisi hamil, Alisya tidak mau terlihat manja dia melakukannya sendiri bahkan pergi menuju kampus sendirian dengan menggunakan taksi.
Sesampainya disana, Alisya dikejutkan dengan kehadiran Tania dan Daffa. Sepasang suami istri yang baru saja menikah itu terlihat begitu mesra mereka juga membawa sebuah buket Bunga. Alisya dengan senyum manisnya menyapa pasangan pengantin baru itu. " Hay kak.. kalian berdua kesini juga?"
" Iya dong! Kami mau ngucapin selamat sama Bunga. Gak kerasa dia udah lulus saja, padahal kemarin saat kami belum menikah dia masih sibuk-sibuknya dengan tugas akhir."
" Iya kak, gak kerasa juga. Apalagi aku yang sering dengannya." Ucap Alisya turut bahagia.
Dafa menyadari kehadiran Alisya yang sepertinya sendirian tanpa Adrian. Biasanya Alisya selalu bersama suaminya itu. Entah Adrian tengah sibuk mungkin tidak bersama dengan Alisya, akan tetapi biasanya meski sibuk sekalipun Adrian pasti selalu menepatkan waktu untuk bersama dengan Alisya.
" Al, kamu sendiri?" Tanya Dafa yang tidak melihat batang hidung Adrian saat Alisya bercengkrama dengan mereka berdua. Tania yang tak menyadari tersadar dengan pertanyaan suaminya. Tumben kali ini Alisya pergi tanpa Adrian.
" Adrian sedang ada kerjaan di Bandung." Jawab Alisya.
" Kamu gak ikut?" Tanya Tania karena biasanya setiap Adrian kerjaan diluar pasti Alisya turut bersamanya.
" Gak, aku harus menghadiri acara kelulusan bunga sekaligus ngurusin butik juga." Jawab Alisya.
" O gitu.. jadi Adrian sendirian ke Bandungnya?"
" Dia bersama sekretarisnya." Jawab Alisya tersenyum kecut.
__ADS_1
Tidak lama Bunga keluar bersama ibunya dari aula tempat perayaan wisuda. Alisya bersama dengan Tania dan Dafa segera menghampiri anak dan ibu itu untuk memberikan ucapan selamat.
" Bunga, selamat ya! Gak terasa udah dapat gelar aja." Ujar Alisya memeluk sahabat karibnya itu.
" Makasih ya Al. Adrian mana?" Tanya Bunga saat tidak melihat Adrian disisi Alisya.
" Ada kerjaan di Bandung. Dia titipkan ucapan selamat, untuk kadinya menyusul." Jawab Alisya.
Bunga mengangguk sebagai tanda mengerti. " Aku tunggu kadonya." Ucap Bunga dengan senyum menggoda.
Tania dan Dafa juga memberikan buket serta mengucapkan selamat pada Bunga. Suasana bahagia terasa hari itu. Mereka berfoto bersama layaknya sebuah keluarga diacara penting saudaranya. Bunga begitu merasa terharu sekaligus bahagia, dia tidak merasa jika mereka akan datang dan mengucapkan selamat padanya.
Saat sedang menciptakan momen bersama. Tiba-tiba seseorang datang dengan membawa buket bunga yang lumayan besar wajah pria itu ditutupi oleh buket yang dibawakan. Awalnya bunga mengira jika itu adalah keluarga wisudawan yang lain. Namun, pria yang membawa buket itu malah justru mendekat kearah.
" Bunga, selamat ya." Ucap pria itu dibalik buket yang dibawanya.
Kembali mereka berfoto bersama, momen wisuda bunga menjadi momen reuni untuk mereka karena sudah lama mereka tidak pernah berkumpul seperti ini meski Adrian tidak hadir diacara wisuda Bunga.
Adrian yang sudah berada di Bandung bersama dengan Bella. Karena mereka harus bersama untuk bertemu dengan klien mereka maka tempat penginapan juga tidak boleh jauh. Adrian memesan kamar hotel untuk dirinya dan Bella. Bella yang pertama kalinya diajak kerja diluar kota merasa begitu senang. Dalam arti senang bukan karena dirinya akan berduaan dengan Adrian tetapi selama bekerja baru kali ini dia merasakan bekerja diluar dari kantornya.
" Ini kunci kamarmu." Ucap Adrian memberikan kunci kamar hotel Bella.
" Makasih pak." Ucap Bella berterima kasih.
__ADS_1
Setelah menuju kamar masing-masing, Adrian teringat jika dirinya tidak sempat makan tadi pagi sebab Alisya tidak sempat sarapan untuknya. Karena takut telat makan, Adrian berniat untuk makan siang sebentar. Adrian berpikir untuk mengajak Bella makan berdua dengannya, bisa saja Bella juga belum sarapan pagi sama seperti dirinya. Adrian segera menghubungi Bella, dengan mengatakan jika dirinya akan menunggu Bella di lobi untuk makan siang bersama. Setelah Bella datang, Adrian langsung mengajak makan siang di salah satu restoran yang tak jauh dari hotel tempat mereka tinggal.
" Makasih ya pak, sudah mengajak saya makan siang." Ujar Bella kebetulan dirinya terburu-buru takut ketinggalan pesawat dia jadi lupa untuk sarapan.
" Iya, sama-sama. Kebetulan tadi pagi aku buru-buru jadi lupa untuk sarapan." Ucap Adrian. Mereka berdua tengah menunggu pesanan makanan mereka.
" Sama pak." Ucap Bella menyadari jika dirinya juga melakukan kesalahan yang sama.
" Bell, nanti kamu tolong periksa lagi dokumen untuk pertemuan kita besok ya. Jangan sampai ada yang terlupakan, kalau bisa diselesaikan malam ini. Dan kalau ada apa-apa kamu hubungi saja aku." Kata Adrian sekedar mengingatkan sekretarisnya jika besok akan ada rapat penting bersama dengan klien mereka.
" Baik pak," ucap Bella.
Saat sedang menikmati makan siang, Bella melihat disekitar restoran itu. Jadi ingin rasanya dia untuk jalan-jalan mengelilingi kota Bandung. Karena rapatnya besok jadi masih bisa baginya setelah makan siang untuk jalan-jalan sebentar. Bella memandang Adrian sejenak, entah kenapa terbesit dipikiran untuk mengajak Adrian bosnya itu untuk menemaninya. Toh, Adrian kayaknya sudah hafal kota ini, karena sebelumnya dia juga pernah ke Bandung bersama istrinya.
" Pak Adrian." Ucap Bella.
" Iya, ada apa?"
" Habis ini bapak sibuk gak?"
" Gak, kenapa?"
" Begini, aku.. baru saja berkunjung ke kota Bandung. Aku berniat untuk jalan-jalan gitu, bapak bisa temani aku.. kebetulan bapak juga pernah berkunjung ke kota, jadi aku pikir bapak pasti lumayan tahu lah seluk beluk kota ini." Tutur Bella nampak malu saat dirinya mengajak Adrian untuk ikut jalan-jalan bersamanya.
__ADS_1
" Boleh."
Setelah makan siang mereka berdua jalan-jalan mengelilingi kota Bandung, bahkan Adrian juga mengajak ke taman serta tempat yang bagus untuk mereka kunjungi. Bella begitu senang hari itu, dia bisa melihat indah kota bandung serta berbagai kuliner disana. Bella memandang Adrian yang tersenyum melihat anak kecil yang berlari lalu lalang didepan mereka. Bella ikut tersenyum, terbesit dipikirannya, seandainya dirinya bisa menjadi gadis yang disukai oleh Adrian mungkin dirinya adalah gadis yang paling beruntung.