
Akhirnya meeting evaluasi pun dimulai. Selain meeting rutin , Kristian pun akan mengumumkan status Tiara di depan karyawannya. Meeting ini memang tidak dihadiri seluruh karyawan, tapi setidaknya dari sebagian yang ada disini berita buruk itu bisa sedikit teredam.
Seluruh divisi mulai melaporkan hasil kerjanya. Hingga tiba giliran Tiara menggantikan Kevin yang masih cuti. Dengan percaya diri Tiara mulai mempresentasikan hasil kerjanya. Kristian pun tersenyum bangga karena berkat program-program yang Tiara dan Kevin rancang, omset penjualan menjadi meningkat hingga 10 persen dari bulan lalu.
Beberapa karyawan mulai menyalah artikan senyum Kristian. Padahal itu adalah senyum Ayah yang bangga pada putrinya. Selesai presentasi Tiara hendak kembali ke tempatnya tapi Kristian menahannya. Kristian berdiri dan merangkul pundak Tiara dan hal itu membuat kehebohan di ruang meeting itu.
“Perkenalkan, dia ini adalah Naima Tiara Adiva, Putri saya satu-satunya saat ini” ucap Kristian memperkenalkan Tiara.
Ayura yang memang sudah curiga dari awal tidak terlalu kaget akan hal itu.
“Benar kan?” gumamnya dalam hati.
Berita kalau Tiara adalah anak kandung pemilik perusahaan tentu saja membuat nyali Arumi menciut. Apalagi dia penyebar berita itu.
“Nad, kamu salah lagi kan?” ucap Wira kembali menyalahkan Nadia karena sudah terprovokasi dengan Arumi.
“Kamu juga kan gak ada bela Tiara waktu Arumi bilang kalau Pak Kristian dan Tiara selingkuh” ucap Nadia membela diri.
“Aku tidak membela karena aku tidak tau kebenarannya. Tapi aku tidak sepertimu yang terhasut dan ikut menyebarkan” jawab Wira dengan sangat menohok.
Nadia tidak menjawab lagi. Dia hanya diam saja. Karena memang apa yang Wira ucapkan benar adanya.
__ADS_1
…
“Kamu gak mau cari tau siapa yang nyebarin berita itu?” tanya Arya sambil merangkul tubuh Tiara. Saat ini mereka sedang di ruang TV milik Tiara, menonton drama korea agar tidak dibilang kurang gaul lagi sama Ayura, ehehe.
“Kata Mama wajar kalau mereka salah paham. Jadi Aku gak mau perpanjang” jawab Tiara sambil menatap lekat wajah tampan Arya.
“Kenapa liatin kayak gitu?” tanya Arya yang salah tingkah dipandangi seperti itu oleh Tiara.
“Ehehe… malu ya?” ucap Tiara menggoda.
Inginnya Arya mencium Tiara saat itu juga, tapi mengingat dirumah ada Kristian dan juga Ratih bisa-bisa mereka dinikahkan saat itu juga.
Sebagai gantinya Arya hanya memainkan hidung Tiara saja.
Tiara tertawa kecil. Dengan berani dia kemudian mengecup pipi Arya.
Arya terkejut tentu saja, dia langsung melihat sekeliling takut Kristian ada disana.
Tiara kembali tertawa melihat ekspresi Arya.
Arya kemudian menjitak kepala Tiara pelan.
__ADS_1
“Kamu nakal ya? Bagaimana kalau Papa dan Mama lihat?” ucap Arya serius.
“Iya sorry sayang” ucap Tiara sambil memeluk tubuh Arya.
“Bulan depan aja kita nikahnya gimana? Kalau nunggu 5 bulan kelamaan” ucap Arya tak terduga.
“Ayo” balas Tiara pula.
“Bener ya?” tantang Arya. Dia tidak mau main-main soal pernikahan.
Tiara malah tertawa-tawa.
“Aku serius yank, kamu malah bercanda” protes Arya tidak terima.
“Aku juga serius sayang, Ayo kita menikah bulan depan” jawab Tiara dengan tersenyum manis.
Arya senang bukan main, tanpa sadar dia menghadiahi kecup di kening Tiara.
“Eh…ngapain” ucap Ratih menggoda. Kebetulan dia akan ke dapur dan melihat adegan sweet itu.
Arya langsung gelagapan dan menjauhkan tubuhnya dari Tiara. Tiara sendiri hanya nyengir saja.
__ADS_1
Bersambung...