
Saat ini Ratih sedang berada di toko baju miliknya. Ratih memang menyewa ruko dua lantai selama 5 tahun untuk usahanya sebelum dia menikah dengan Kristian. Sejak memutuskan untuk berpisah, Ratih untuk sementara tinggal di ruko miliknya sampai dia mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Ratih memang berasal dari keluarga berada tapi tentu itu tidak membuatnya menjadi manja karena didikan kedua orang tuanya cukup keras. Maklum karena orang tuanya mendapatkan kesuksesan yang sekarang bukan perkara mudah. Keluarga Ratih memang keluarga berada tapi juga bukan golongan konglomerat. Orang Tua Ratih memiliki perkebunan dan ladang yang sangat luas. Usaha itu kemudian berkembang hingga sekarang bisa menjadi supplier hotel dan restoran besar. Usaha itu juga sekarang dikelola oleh Kakak laki-laki Ratih yang bernama Danu. Sebenarnya bisa saja Ratih pulang dan bekerja dengan Danu tapi Ratih tidak mau orang tuanya sampai kepikiran dengan keadannya sekarang.
Ratih mempekerjakan dua orang pegawai yang menjaga rukonya. Mereka akan bergantian karena ruko ini memiliki 2 shift. Biasanya Ratih tidak selalu datang, tapi semenjak memutuskan keluar dari rumah Ratih setiap hari berada di tokonya.
Ratih dan pegawainya mulai memajang baju-baju yang baru datang serta mengganti display di manikin. Ratih ingin melupakan sosok suami yang saat ini sangat dia benci. Sosok yang awalnya begitu dia cintai. Seperti apapun dulu sikap Kristian di awal-awal pernikahan mereka tapi Ratih yang dibutakan cinta tetap melayani suaminya dengan penuh cinta.
Tapi kini setelah mengetahui kenyataan kalau ternyata dia hanyalah istri kedua membuat Ratih begitu kecewa.
“Sayang…” tanpa diduga Kristian datang ke tokonya. Ratih merasakan dadanya bergemuruh hebat mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Kristian. Kata sayang yang sejak dulu dia tunggu-tunggu. Tapi kini semuanya sudah terlambat baginya. Rasa benci dan kecewa sudah terlanjur bersarang di hati Ratih saat ini.
Ratih tidak menjawab, dia tetap sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Kristian meraih tangan istrinya.
“Maafkan aku sayang” ucap Kristian sambil menggenggam tangan istrinya.
Karyawan Ratih yang ada disana memilih untuk menjauh. Membiarkan suami istri itu untuk menyelesaikan masalah mereka.
Ratih tetap tidak menjawab. Rasanya begitu enggan untuk menjawab apa yang suaminya ucapkan. Menurut Ratih semua itu hanya omong kosong belaka. Berbeda dengan Amara yang menangis, Ratih sama sekali tidak. Dia sangat kuat menghadapi ini. Yang ada dalam benak Ratih hanya calon anaknya saja.
Tanpa aba-aba, Kristian membawa Ratih ke dalam pelukannya. Bahu Kristian sudah naik turun pertanda dia sedang menangis dengan hebatnya.
“Maaf, Aku tidak bisa. Tidak perlu merasa bersalah padaku. Kembalilah pada istrimu” ucap Ratih dengan tegas. Didikan kedua orang tuanya membuat Ratih sangat berbeda dengan wanita lainnya.
Kristian malah semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
“Aku tidak bisa, Aku mencintaimu.” ucap Kristian yang terdengar begitu tulus. Tapi sayang sekali Ratih sudah mati rasa.
“Kalau kamu mencintaiku. Lepaskan Aku” ucap Ratih pula.
Kristian menggeleng.
“Tidak akan. Tidak akan pernah aku melepaskanmu. Aku sangat mencintaimu sayang” Kristian terus memohon-mohon.
“Kamu sangat egois. Bukankah ini yang kamu inginkan? Perpisahan kita kan?” ucap Ratih penuh emosi.
Kristian tau Ratih begitu kecewa karena biasanya Ratih akan sangat lemah lembut. Ternyata Rasa kecewa membuat Ratih menjadi wanita yang begitu kuat dan tegas.
Kristian sangat bingung bagaimana caranya membujuk Ratih agar mau kembali padanya.
__ADS_1
Bersambung...