Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Mbah Kakung


__ADS_3

Bus yang ditumpangi oleh kedua gadis rantau dari Jakarta akhirnya sampai juga. Hati mereka berdua tidak sabar untuk segera bertemu keluarga. Sudah terbilang lama tidak pulang, ada rasa rindu yang terpendam dalam dan kini muncul kembali .


Saat melewati kota solo yang sudah ramai dan banyak orang di pagi pagi buta. Terlihat pasar yang sudah siap untuk buka. Pedagang sudah menata dagangan mereka masing masing. Terbagi hanya beberapa jarak meter antara pedagang lainnya. Seperti sudah biasa nya , para pedagang saat adzan shubuh sudah ramai hihi.


Sudah tidak terasa dan ternyata bus sudah keluar dari kota solo dan lanjut melajukan kecepatan maksimum yg sudah ditentukan . Tadi tidak bisa cepat karena banyak orang takut kena atau kesenggol aja bikin jatuh loh, betapa besarnya bus AKAP 😁.


Akhirnya sudah sampai di kota Wonogiri Jawa tengah. Terlihat tugu yang menunjukkan bahwa selamat datang yang masih diterangi oleh lampu pijar sebab belum begitu pagi. Setelah melewati tugu, terhamparlah jutaan hektar sawah dan terlihat juga pegunungan yang mengelilingi nya. Jalan berbelok belok, kini masuklah ke terminal bus kota ini yaitu Giri Adipura . Tetapi bukan di terminal lah tempat tujuan akhirnya. tapi masih sekitar 1 jam an untuk masuk lagi ke jalan alternatif


Singkat cerita ...


Kini mereka berdua sudah sampai di pasar S adalah tempat pemberhentian nya. semua barang bawaan nya sudah dibantu oleh seorang laki laki yang bertugas sebagai sopir dan kernet bus nya. Mereka sangat baik dan ramah, sebab sudah lama berlangganan kepada bus tersebut. Sebenarnya bus ini hanya sampai di terminal kota saja tidak sampai ke pasar ini. Namun mereka bersedia mengantar sebab satu jalan untuk ke kandangnya hehe 😁.


Setelah selesai, sang sopir dan kernet bus tersebut pamit dan melanjutkan perjalanan ke kandang bus nya yang terletak di Purwantoro . Semilir angin yang berhembus membuat siapa saja merasa sejuk .


Di rekomendasikan untuk memakai jaket saat di kota Semarang apalagi di kota ini sangat kerasa suasana pegunungan sekali. Mengapa kesana harus membawa jaket ? karena memang suasananya sangat sejuk dan segar. saking sejuknya udara bisa membuat kedinginan brr...


Mereka berdua menunggu jemputan dari keluarga Mbah Kakung. Kebetulan dan Alhamdulillah benget paman Wisnu salah satu keluarga nya sedang berada dirumah mbahnya saat ini , namun hari ini paman akan pulang kembali. Menunggu dan menunggu sebentar , Paman Wisnu sudah ada di depannya . Paman membawa mobilnya . Pintu mobil terbuka , tampaklah paman Wisnu dengan setelan baju Koko serta kopyahnya .


"masuklah duluan kedalam . biar paman yang memasukkan barang kalian berdua ."ucap paman Wisnu yang mempersilahkan mereka berdua masuk.


Dian hanya menurut apa yang di bilang oleh pamannya. Setelah semua barang masuk , mereka beranjak untuk menuju rumah dan meninggalkan pasar. Tak lama dari itu , kaca mobil yang sengaja di buka oleh Dian memperlihatkan pemandangan yang indah. yah , disinilah kampung nya.


Rumah rumah yang berjarak jauh dan sangat berbeda dengan rumah yang dijakarta yang padat dan berdempetan. mau sekencang apa pun berteriak tidak ada yang mendengar paling kedengarannya hanya sayup sayup saja 😁.


Selain itu , terlihat pohon pohon dan tanaman serta jalanan yang naik turun belok belok tambah menambah keseruan melihat pemandangan . Kenapa begitu ? karena Wonogiri memiliki suasana alamnya berbeda dengan Jakarta yg banyak polusi udara .


Tak terasa, mereka bertiga sudah berada di rumah Mbah. Sudah di duga oleh hati Dian dan Dayu, Mbah mereka satu satunya sendari tadi menunggu dan menanti kedatangan di depan pintu rumah dengan antusias nya. Beliau menunggu cucu perempuan nya yang ia sayangi itu .


"assalamualaikum Mbah."


salam serempak Dian dan Dayu seraya berlari memeluk mbahnya seperti anak kecil dan melupakan paman wisnu yang mengangkat barang mereka. Paman wisnu hanya menggeleng saja dan tersenyum melihat ayahnya ketika kedatangan cucu. yah, beliau tersenyum walaupun wajahnya sudah terdapat guratan guratan namun masih terlihat tampan wkwk, ia membalas pelukan cucunya.


"waalaikumsalam, cucu cucu kesayangan mbah."jawab Mbah kakung membalas pelukan dan mencium kening kedua cucunya ini. Kemudian Dian dan Dayu melepaskan pelukannya lalu mencium punggung tangan kanan Mbah secara bergantian .


"ayo masuk nduk ."ajak Mbah.


Dian dan Dayu dipersilahkan untuk masuk. Didalam rumah ayah bersama ibunya sudah menyambut kedatangan mereka. Acara kangen kangenan dan peluk pelukan di mulai. Betapa bahagianya hari ini bertemu dengan anak anak mereka . Bahkan sang ibu menangis gembira memeluk sang anak.


"nduk apa kabar? kenapa jarang sekali untuk pulang kerumah. ibu kangen sama kalian"ucap bu mira seraya menatap kedua anaknya bergelayut manja di lengan sang ayah.


"alhamdulillah kami baik bu. maaf baru sekarang pulangnya."jawab Dian.


"walaupun baik baik saja, tetap seorang ibu akan khawatir dan cemas anak gadisnya jauh dari rumah"balas bu mira.

__ADS_1


"bu, jangan cemas pada kami. lagipula mba juga mengetatkan keselamatan dayu. bahkan mba keluar hanya untuk ke pasar, kl bosen juga jarang keluar"seru Dayu.


"tetap saja nduk, kalian ini dikota. bagaimana jika ada yang macam macam dengan kalian"balas bu mira kembali dengan raut sedih.


"kl ada yang macam macam, dian akan satu macam saja. jangan begini, aku bisa melindungi diri sendiri dan dek dayu selama di jakarta. juga kak umay selalu memerhatikan koq"ucap Dian yang menatap penuh menyakinkan.


"bener bu, umay melindungi mereka juga. tenanglah, kita percayakan semua padanya. ayah yakin mereka orang jahat tidak akan menyentuh putri kita"timpal ayah ahmad.


"iya, mbah yakin kalian berdua selalu baik baik saja. namun jika ada apa apa jangan sungkan untuk bilang kepada mbah ya nduk."sambung mbah.


"hmm, baiklah. ibu percaya kalian bisa menjaga diri, oiya sebaiknya istirahat dulu nduk di kamar"ucap bu mira kembali tenang.


"iy bu. Dian juga lelah yaudah kami masuk kedalam dulu yaa"ucap Dian mengajak dayu untuk istirahat.


Diruang tamu hanya ada mbah dahlan, ayah ahmad dan bu mira dengan meminum teh mereka yang belum habis tadi. sedangkan paman wisnu sudah pamit kembali ke tanggerang menyetir mobilnya sendiri. ia kesini hanya untuk memberitahu perihal sesuatu dari umay kepada ayahnya ini. wahh kira kira ada apa yaa...


"tak terasa, anak anak sudah dewasa sekarang"ucap mbah.


"iya ayah. padahal ahmad baru merasa mengadzankan dan menggendong mereka. tapi sekarang sudah besar."ucap ayah ahmad.


"kau benar le. ayah jadi udah tua banget sekarang"oceh mbah jenaka. sedangkan anak mantunya menjadi terkekeh kecil dibuatnya.


"apakah harus sekarang aku memberitahu nduk dian yaa? sudah cukup waktu untuk menjalankannya..."bathin mbah.


"dek, mba mau ke kamar dulu ya."ucap Dian.


"silahkan mba, beristirahatlah."jawab Dayu.


Dikamar yg sangat di rindukan oleh Dian. Terdapat barang barang nya di sini. Yang suka disimpan oleh Dian di kamar adalah cemilan. CK, memang sudah terbiasa sejak kecil jadi kebiasaan selamanya hehe 😁.


Perjalanan yang panjang membuat badan terasa pegal, Dian memutuskan untuk mandi dulu . Salah satu fungsi mandi yaitu menghilangkan rasa pegal dan menimbulkan kesegaran baru di tubuh. Tidak peduli betapa dinginnya air yang ia gunakan , ia tetap mandi dan segara mengambil air wudhu lalu segera sholat shubuh yang hampir sempat tertinggal .


Hari ini Dian bertekad untuk bisa mendapatkan izin dari mbahnya. Sebelumnya ia sudah izin dengan ayah dan ibunya. mereka berdua menyetujuinya, bahkan perkataan nya masih teringat olehnya.


"apapun keputusan mu nduk kami merestui dan juga selalu berdoa. jaga baik baik dirimu ketika di Jogja. cepatlah pulang jika sudah selesai kuliah. ayah tidak memaksamu untuk tetap berada di sisi kami juga . kau boleh raih cita citamu ." ayah


"iya betul banget kata ayah . ibu hanya bisa memberi semangat nduk. maaf kami tidak bisa mengasih uang lebih untuk mu ..."ibu


"jangan gitu Bu.Dian gak minta apapun dari ibu dan ayah. ini sudah sangat lebih dari cukup . tenanglah, aku sudah menyiapkannya. hanya minta doa saja Bu yah." Dian


"kami akan selalu mendoakan mu nduk . insyaallah "ayah .


Kembali dengan Dian yang sedang berjalan menuju kamar mbahnya. Pintu kamar didepannya itu terbuka sedikit, berarti mbahnya belum keluar dari kamarnya. sebelum mengetuk pintu, ia sudah menyiapkan diri dengan segala kemungkinan. ada rasa khawatir ditolak oleh mbahnya yang memiliki sifat posesif jika berhubungan dengannya. Kemudian ia ketuk pintu dan mengucapkan salam terlebih dahulu .

__ADS_1


"assalamualaikum mbah."salam Dian dari balik pintu kamar Mbah Dahlan. ya, nama Mbah Kakungnya adalah Dahlan Sukmadi Ningrat


"waalaikumsalam . masuk aja yan"jawab Mbah Kakung.


Dian yang terpanggil langsung saja masuk kedalam kamar tersebut. Terlihat mbahnya sedang membaca Al Qur'an nya harus dihentikan dulu sebentar. Jika boleh jujur, Dian gugup sekali takut tidak diizinkan .


"mbah , aku mau mengatakan sesuatu . bolehkan Mbah?"Dian bertanya ragu seraya duduk di sofa dekat tempat tidur mbahnya 😐


"silahkan😊☺️."balas Mbah dahlan tersenyum dan menatap wajah cucu cantiknya itu. Memilih untuk menutup kacamata dan Al Qur'an nya lalu diletakkan di nakasnya .


"Mbah, aku meminta doa dan izin dari Mbah untuk kuliah di Jogja."jelas Nurul dengan sekali tarik nafas. Mbah dahlan nampak terdiam sesaat dan menatap kesungguhan dari cucunya ini. memang patut diakui jika cucunya Dian adalah anak yang pintar. (Minta izin kuliah loh bukan izin nikah kasih ya mbah wkwk)


"iya Mbah pasti akan mengizinkan dan selalu mendukung lewat doa. kapan kamu berangkat ke sana ?"ucap mbah dahlan setelah mempertimbangkannya.


"sekitar 4 hari lagi Mbah😐"singkat Dian


"baiklah."


"oiya , Mbah punya rumah di Jogja milik almarhumah mbahmu disana ada yg menjaga rumah itu yaitu Bi Mina. nanti Mbah akan menelponnya dan mengasih alamatnya ke kamu."ucap mbah dahlan kembali.


"baik Mbah. tapi besok aku harus kembali ke Jakarta untuk beberes barang bawaan . sebagian aku menitipkannya ke kak Umay ."balas Dian.


"apakah ndak menginap disini beberapa hari ?"tanya Mbah Dahlan bertanya sedikit terdengar sendu. Ia bahkan langsung menatap serius sekali cucunya itu.


"Ndak bisa Mbah . maaf"ucap Dian yang berasa tidak enak hati. Namun mbahnya lama lama setuju dan tersenyum kembali .


"baiklah kalau begitu . Mbah setuju saja."senyum mbah dahlan mengembang.


"terimakasih Mbah. Yan yan sayang Mbah Kakung😍."ucap Dian senang bukan main.


"iya . cucuku"ucap Mbah Dahlan.


Dian tanpa aba aba langsung memeluk mbah dahlan dan Mereka berdua berpelukan untuk melepas rindu. di dalam hati sangat ingin mengungkapkannya namun tak enak jika memecah semangat dan senyuman cerah dari cucunya.


mungkin ini belum waktu yang tepat untuk mengatakannya. setelah kuliah selesai, baru diberitahu walau mungkin akan terlambat karena tak mau membuat Dian kecewa nanti padanya.


bersambung...


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa

__ADS_1


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2