Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Kencan day's


__ADS_3

Setelah dari rumah umi shita, mereka berdua kembali kerumah. Dian mengambil alat bersih bersih dan bersiap untuk membersihkan rumah yg baru beberapa jam ditempati.


"dek, mas bantu yaa"tawar ustadz Alfi. Ia yg melihat istrinya memulai kegiatan sendiri. Tidak tega rasanya jika membersihkan sendiri rumah seluas ini. Dian pun mengangguk untuk memperbolehkannya.


Ustadz Alfi memulai dari belakang dan hampir semuanya sedangkan dian untuk 2 kamar saja itupun juga dengan adanya penolakan. Dian merasa tidak adil jika seperti itu tapi ia tak bisa membantah. Ingin memprotes sudah menutup mulut saja deh. Suaminya sudah mulai bawa bawa dosa sudah membuat tak berkutik dan menyetujui saja.


Selanjutnya menyirami bunga dan tumbuhan lain di sekitaran rumah tapi masih didalam pagar. Ustadz Alfi yg melihat dian sangat serius terselip ide mengerjai istrinya. Dian yg sibuk dengan aktivitasnya merasa aneh . Sebab ada air yg menetes perlahan seperti buliran kecil kecil.


"koq gerimis, tapi bukannya terang ya?" bathin dian bingung.


Ia sangat bingung sedangkan ustadz Alfi sudah menahan senyum lebarnya dan pura pura tak tau apa apa. Sampai berulang kali dan dian menatap selidik seseorang disampingnya ini.


"mas kamu sengaja ya?"kesal dian


"eng...enggak koq"jawab ustadz alfi


Tanpa aba aba, dian langsung saja mengarahkan selang air itu ke arah suami yg tidak ada akhlaknya mengerjai dirinya. Terjadilah aksi kejar kejaran dan saling siram antara keduanya.


Tak lama keluarlah aisyah yg hendak pergi membuang sampah. Netranya melihat kakak laki lakinya basah di bagian wajahnya hingga pundak sedangkan kakak iparnya basah kuyup.


"duhh romantisnya kakak kakakku ini."bathin Aisyah


Sekiaranya cukup melihat keasyikan yg terlalu uwwu, aisyah pun cepat cepat buang sampah dan masuk kedalam rumah sambil senyum senyum sendiri. Dian pun merasa hari sudah siang dan menghentikan ustadz Alfi


"udah mas, basah pakaian kita . Nanti masuk angin loh"ucap dian


"hehe, kamu doang yg basah dek. Mas enggak" senyum menjengkelkan ustadz Alfi terlihat.


"mas curang"cemberut dian.


"oiya mas, udah siang dan aku belum masak. Mas alfi mau dibuatin apa?"tanya dian yg mematikan kran air.


"sayur sawi sama telur ceplok aja. Kan dirumah bahannya hanya itu"jawab ustadz Alfi seraya membuka kopyahnya yg basah. Dian pun mendadak bengong melihatnya.


"dek kenapa bengong? Cepet mandi nanti masuk angin. Biar mas aja yg beresin ini"ucap Ustadz Alfi yg membuat dian tersadar.


"eh...iya mas"ucap dian gugup lalu segera berjalan untuk membersihkan diri dan membuat makan siang. Ustadz Alfi terkekeh karena Dian terpesona dengannya.


Singkat cerita....

__ADS_1


Dian dan Ustadz Alfi sudah sholat ashar berjamaah. Kini mereka sedang berada di ruang tamu yg luas. Ruang tamu yg berjejer foto ustadz Alfi dan dian serta foto pernikahan mereka.


Ustadz Alfi menidurkan dirinya seraya menjadikan paha dian sebagai bantalannya dan mendapat elusan di kepalanya. Sungguh rasanya sangat nyaman berada di posisi ini, ia pun memejamkan matanya. Namun teringat sesuatu.


"dek"tegur ustadz Alfi


"ya mas?"balas dian


"mau ikut gak? Mas ingin mengajakmu ke festival kuliner di dekat lapangan futsal supermarket"ucap ustadz Alfi yg menunggu jawaban istrinya.


"ngapain kesana mas? Kamu gak capek, kan katanya besok mau tausiyah."tanya balik dian. Bukannya nolak ajakan itu tapi besok mau tausiyah di jakarta selatan. Nanti capek bagaimana.


"mau yah dek, anggap aja ini kencan pertama bareng kamu" ucap ustadz Alfi yg memohon dan menggenggam tangannya dian.


"yaudah deh, mau mas."jawab dian yg awalnya ragu tapi setelah diyakinkan barulah ia menyetujuinya.


Ustadz Alfi kemudian mengambil kunci motor milik dian. Kan sore sore enakan naik motor sambil menikmati angin sore. Setelah sudah siap akhirnya mereka berangkat menuju temoat tujuan. Dian yg disuruh memeluk pinggang didepan hanya manut saja. Sesekali ustadz Alfi mengelus tangan putih dian. Serasa dunia untuk mereka berdua, yang lain ngontrak sewa ngutang sama mereka.


" so sweet banget ustadz"


"pasangan yg cocok. Yg satu ganteng dan yg satu cantik."


"ciee ustadz alfi"


"pengen"


Begitulah ucapan orang yg dilintasi oleh mereka berdua. Sedangkan dian & ustadz Alfi hanya tersenyum saja menanggapi ocehan itu. Tak lama sampailah di tempat festival kuliner


Berbarislah makanan asli indonesia. Ada yg manis , asam, dan gurih. Semua orang berlalu lalang membeli makanan di stand yg telah disiapkan. Dian bingung ingin apa.


"beli aja yg kamu pengen dek, mas yg bayar koq gak usah sungkan"ucap ustadz Alfi yg tersenyum seraya menggandeng menuju tempat makanan asli betawi.


Dian membeli banyak makanan serta minuman. Bahkan membuat ustadz Alfi geleng geleng melihatnya. Ternyata tipe istrinya sama seperti aisyah yg juga suka jajan kuliner dengan jumlah yg banyak hihi. Karena lelah, akhirnya memilih duduk di kursi yg terlihat sepi tanpa gangguan di bawah pohon mangga.


"mas makasih yaa"ucap dian yg mengunyah makanan dengan rasa yg bahagia tidak seperti dulu. Mungkin sebab adanya ustadz Alfi atau hal lainnya.


"iya sama sama."balas ustadz Alfi yg melihat kearah sudut bibir dian yg belepotan gula aren isinya kue dongkal. Ia menghapus sisa itu menggunakan bibirnya langsung yg membuat dian mengerjap matanya kaget.


"manis dek"ucap ustadz Alfi santai sambil tersenyum melihat reaksi istrinya yg kaget bahkan tersenyum canggung lalu pipinya merah.

__ADS_1


"mas alfi"ucap dian yg merengek sebab malu walaupun ditempat sepi.


"apa sayang ?"goda Ustadz Alfi.


Puas dengan makanan, lalu mereka menuju supermarket membeli banyak keperluan. Dian menjadi cemberut melihat ketampanan suaminya menjadi tatapan banyak wanita yg kagum dan terpesona. Walaupun suaminya cuek bebek dan tetap serius membantunya memilih tapi tetap saja.


"mas"panggil dian yg sudah tidak tahan dengan tatapan menerkam itu.


"apa dek?"balas ustadz Alfi yg reflek menengok.


"wanita lain melihatmu terus" cemberut dian.


Benar sekali saat ustadz alfi melihat sekitar, ia pun juga melihat tatapan kagum untuk istrinya.


"dek kamu juga dilihat terus"ucap ustadz alfi dengan wajah tertekuk seperti karpet lusuh.


Dengan cepat ia memeluk pinggang dian secara posesif lalu menatap tajam kearah laki laki yg sudah berani menatap istrinya. Dian bekerja sama demi kesejahteraan hari ini dan damainya wajah suaminya. Ia pun mencium pipi yg membuat si empunya terkekeh kecil. Akibat itu, Diannya berani mencium pipinya padahal istrinya terkategori menjadi pemalu jika di dekatnya. Berkah gara gara cemburu inimah namanya hehehe (itu mah maunya kamu stadz). Bayangkan wajah jomblo & jomblowati di sekitarnya ? Haha sudahlah mereka berdua sama sama cemburu.


Hari mulai gelap pertanda akan datangnya waktu petang. Dian dan Ustadz Alfi segera pulang sebelum waktu magrib datang. Sesampainya di rumah mereka, dian berjalan duluan menuju rumah dengan menenteng belanjaan bahan makanan tadi disupermarket. Sedangkan pintu ditutup oleh ustadz Alfi. Kecan pertama dengan pasangan hallal berhasil check. Yah walaupun begitu hehe


Malam datang....


Dian sedang asik memainkan hpnya seraya rebahan di kasur yg empuk. Menunggu Ustadz Alfi di ruang tamu sedang menelpon bang umay. Setelah selesai dengan telpon, kemudian ia masuk kedalam kamar lalu mengunci kamar itu perlahan. Melihat dian asyik dengan hpnya membuat tidak sadar bahwa suaminya sudah memeluknya dari samping.


"Mas alfi, Udah nelponnya?" tanya dian yg meletakkan hpnya di nakas dan berbalik badan membalas pelukan itu. Bahkan mendusel dusel dada bidang yg kekar itu, sangat nyaman dan hangat.


"sudah, besok kamu temani mas tausiyah ya"ucap ustadz Alfi yg mengecup pucuk kepala dan mengelus rambut hitam panjang milik dian. Istrinya nampak terdiam.


"kamu harus terbiasa dek. Temani masmu ini tausiyah. Lagipula tidak usah khawatir dengan ucapan orang lain. Panitia memintamu ikut serta"jelas ustadz Alfi yg bak mengerti diamnya dian. Namun kenapa aneh sekali? Perkataan nya tidak di jawab dan terdengar dengkuran halus dari.... Dan ternyata sudah tidur pules di dalam dekapannya.


"malam dek, mimpikan mas yaa. Aku mencintaimu"


Senyum terbit diwajah Ustadz alfi. Ia pun menutup matanya setelah berdoa dan membaca surat pendek yg penting. Dilanjut dzikir lalu akhirnya tertidur dan masuk kealam mimpi.


bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<

__ADS_1


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2