Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Minta Pulang 2


__ADS_3

Pagi hari datang dengan terangnya matahari yang menyinari pegunungan dan disekitarnya serta menerangi desa di wonogiri ini. Lampu lampu sudah mati sejak matahari muncul dengan malu malu dari persinggahannya.


Hari ini Dian dan Ustadz Alfi pulang ke jakarta. Awalnya harus berdebat dulu nih. Ustadz Alfi tidak setuju jika langsung ke jakarta takut membahayakan si kecil di dalam kandungan tersebut. Tapi Dian ingin ke jakarta karena rindu suasana rumah disana. Namun dokter permata bilang jika kandungan tersebut sudah aman yang penting ketika sampai sana harus segera istirahat dan jangan melupakan pesan pesan darinya.


Seperti saat ini, persiapan sudah 100 % untuk berangkat. Mulai dari resep vitamin, buku menu makanan yang sehat, alat makan, gelas, susu hamil, dan roti. Tak lupa surat pernyataan rumah sakit dari dokter tentang dokter yang akan memandu dan mendampingi menuju persalinan di jakarta yang temannya juga.


Dian memakai seperti yang kemarin ia kenakan ketika datang kerumah ini. Dengan memakai itu, ia terlihat sekali bahwa perutnya sedikit membuncit. Kini ayah ahmad, dayu dan bu mira menunggu di depan pintu mengatar keberangkatan Dian.


"mas saya pamit kembali ke jakarta."ucap abi abdurahaman yang diangguki oleh ayah ahmad. Mereka saling memeluk dan tersenyum. Oiya abi abdurahman dan ayah ahmad hanya beda beberapa bulan namun tetap saja abi abdurahman harus memanggil begitu karena ayah ahmad lebih dulu darinya.


"hati hati dijalan."balas ayah ahmad.


Kemudian berlanjut dengan aisyah dan umi shita pamit. Lalu masuk kedalam mobil azzam yang di supiri farhan. Dan kini giliran Dian dan Ustadz Alfi.


"ibu, dian pamit"ucap dian yang memeluk bu mira.


"iya nduk. Jangan sampai cucu ibu kenapa kenapa. Awas aja, hidungmu menjadi merah seharian"senyum bu mira.


"iih koq ibu gitu sih, aku anak ibu tapi ibu lebih sayang sama si kecil aja"ucap dian kesal dan cemberut membuat semuanya tertawa. Dian pun beralih ke ayah ahmad.


"ayah"ucap dian yang langsung memeluk manja ayah ahmad dan dibalas elusan di kepalanya.


"hati hati dijalan nduk. Manut sama suami dan kl ada masalah lebih baik dibicarakan."nasehat ayah ahmad hanya diangguki oleh dian dan putrinya itu tak mau melepas pelukan tersebut.


"nduk udah dong. Jangan manja sama ayah, manjalah sama suamimu."ucap ayah ahmad yang membuat dian kemudian melepas pelukan itu tersenyum manis dengan ayahnya.


"jaga baik baik cucu ayah ya. Ayah pengen di panggil kakung"ucap ayah ahmad yang seperti bu mira.


Senyum dian pun pudar serta berganti gerutuan, cemberut kesal dan memutar bola matanya jengah. Semuanya di buat tersenyum renyah menatap dian yang mengalihkan pandanganya kearah dayu. Kedua saudari itu berpelukan seperti teletabis.


"jaga baik baik ayah dan ibu yang pengen banget sama cucunya tapi sudah tidak menganggap putrinya sendiri"sindir dian. Ayah ahmad hanya menggeleng geleng kepalanya.


"iya mba. Hati hati. udah dibawakan keripik tempenya mba? Jangan sampai kak azzam putar balik hanya untuk mengambil itu hehe"ucap dayu yang cengengasan dan membuat farhan berdiam merasa hatinya tak terima dengan senyum yang diarahkan ke azzam. What, ada apa dengan farhan ?.


"iya udah koq."singkat dian.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Kedua mobil sudah berjalan beriringan dengan mobil umay memimpin. Azzam ikut di mobil umay untuk bergantian menyetir. Mereka sudah keluar dari desa dan sekarang di kota. Dian dari tadi memakan roti dengan teh manis. Karena itu habis deh bersediaan cemilannya. Sedangkan tempe keripik gak mau ia makan di jalan. Padahal dayu mengasihnya sampai mencapai totebag besar.


"kak umay, nanti stop di indomaret ya."ucap dian.


"kenapa ?"heran umay.


"pasti ingin membeli cemilan umay. Karena dari tadi sang singa betina tidak berhenti makan roti" senyum smirk azzam.


"koq bang azzam tau sih ? Yaudah nanti aku beliin unta cemilan juga hehe"ledek dian.


"unta?"ulang azzam, umay dan ustadz Alfi serempak. Namun dian hanya mengangkat bahunya cuek.


"ck ganteng ganteng gini dibilang unta. Unta depok"


"eh tapi aku dapat cemilan boleh juga, ganjel perut hihi"bathin azzam.


Umay pun berhenti di indomaret yang juga diikuti mobil dibelakangnya. Keluarlah Dian yang disusul Aisyah juga.


"kak aku bantuin ya"aisyah yang menunda masuknya dian kedalam.

__ADS_1


"yaudah ayo"


Mereka berdua sudah lama masuk kedalam namun tak kunjung keluar dari indomaret. Itupun membuat ustadz Alfi jadi ingin kesana. Namun sebelum itu terjadi, mereka berdua sudah keluar dan membuat semuanya terkejut.


Bagaimana tidak terkejut, aisyah membawa 2 plastik besar sekaligus dan dian juga. Pintu mobil dibuka oleh ustadz Alfi, ia mengambil jajanan 2 plastik milik istrinya. Sedangkan dian mengambil satu plastik lagi di aisyah kemudian memberikan ke azzam.


Aisyah kemudian kembali ke dalam mobil begitupun juga dian. Umi shita sampai terkekeh dengan menantunya yang sedang berbadan dua itu.


"masya allah, kayaknya Alfi harus memberikan bulanan dian lebih banyak hehe"tawa umi shita.


"betul itu, sepertinya cucu kita pengen menguras uang abinya"timpal abi abdurahman yng mengundang tawa diantara mereka berempat.


Kedua mobil sudah berjalan, kota kelahiran dian ini sudah dilewati. Setelah capek memakan cemilan, dian tertidur lelap di kursi tengah dengan paha ustadz Alfi dijadikan bantal empuknya tetapi tetap berbantalkan boneka kambing kecil. Sedangkan dibelakang semuanya ada makanan dan tas besar yang isinya segala keperluan bumil 😊.


*****


Perjalanan masih jauh dari jalan tol yang panjang ini. Umay rasanya sudah sangat lelah terbukti dari tadi hanya bisa membunyikan lehernya yang terdengar nyaring.


"kak, istirahat aja di rest area yang bentar lagi kelihatan. Lagipula kita sudah melewatkan sholat magrib. Selain itu aku juga sudah lapar, dedeknya pengen makan hihi"ucap dian


"okey"singkat umay.


Rest area pun sudah terlihat kemudian umay pun menekan lampu sein dan jalannya melambat, farhan mengkode dengan sebuah klakson kecil. Kedua mobil sudah terparkir rapi di parkiran dekat dengan tempat makan ayam penyet nasi kremes.


Dian keluar untuk segera ke kamar mandi karena sudah terbiasa bahkan dari kecil maka dari itu ia tidak pernah sampai buang air di mobil walaupun berumur masih sangat kecil. Ustadz Alfi memilih menunggu di dekat mobil. Haha seperti penjaga saja. Sedangkan yang lainnya segera mengambil wudhu lalu sholat jama'.


Beberapa saat kemudian, dian pun telah selesai dengan urusannya lalu keluar dari toilet dan tak lupa membayar 2 ribu kepada si penjaga toliet.


"akhirnya"lega dian yang tersenyum lalu menghampiri ustadz Alfi yang menunggunya sendirian. Tiba tiba ...


"duarr.."ucap dian seraya memegang kedua bahu ustadz Alfi dari belakang.


"astagfirullah dek"kaget ustadz Alfi yang membuat dian tersenyum dan memeluk tubuh tinggi miliknya itu.


"sholat lah. Kan nunggu kamu"balas ustadz Alfi seraya mengelus tangan yang memeluknya dari belakang.


Dian hanya mengangguk dan tak sengaja melihat yang lainnya sudah keluar dari mushola sehabis sholat. Ia pun melepaskan pelukan itu dengan masuk ke dalam mobil mengambil mukena dengan sajadah miliknya dan milik ustadz Alfi.


Mereka berdua langsung mengambil wudhu dan sholat di mushola dengan ustadz Alfi yang menjadi imam. Sementara itu, Semuanya menunggu sembari memesan makanan dan minuman hangat.


Setelah selesai sholat, dian dan ustadz Alfi bergabung dengan semua. Namun sebelum itu, ustadz Alfi membuatkan susu hamil untuk dian.


"assalamualaikum apakah saya boleh meminta air hangat?"ustadz Alfi tersenyum ramah.


"waalaikumsalam, ini ustadz Alfi"si pejual mendadak meronta ronta jiwa fansnya wkwk.


"em...iya. tapi apakah boleh meminta?"ustadz Alfi pun mengingatkan kembali si penjual yang di duga wanita.


"boleh. Untuk apa ya ustadz?"si penjual sembari menuangkan air panas eh ralat hangat.


"untuk membuat susu, cukup segitu saja."ustadz Alfi membuka kotak susu hamil milik dian lalu menuangkan nya kedalam gelas tersebut.


"so sweet banget sih stadz, jadi suami siaga banget. Semoga bahagia selalu dan untuk mba dian dilancarin sampai lahiran nanti...aamiin" bathin si penjual


"terimakasih" ustadz Alfi lalu mengaduknya dan menghampiri dian yang mulai menghabiskan makanannya. Ia hanya dibalas senyuman dan anggukkan saja.


Dian ketika melihat susu hamilnya langsung meminum sembari makan sampai habis ludes semuanya. Begitupun semuanya sudah dengan acara makan.


Tiba tiba sebuah kucing kecil menaik ke pangkuan dian sambil menggesekkan wajah imut milik kucing itu di perutnya. Semuanya menjadi memperhatikan kucing tersebut.

__ADS_1


"ah lucu sekali kamu mpus"gemas dian tersenyum senang


Meow..miaw..meow..


Begitulah bunyi kucing tersebut saat dian mengelus kepalanya dengan sayang. Lalu si penjual berlari kearah dian untuk mengambil kucing tersebut.


"ya allah, maaf ya mba. Kucing saya sudah tidak sopan. Dia memang seperti ini"ucap si penjual yang memeluk kucing yang diduga miliknya dan pamit kembali untuk mengandangkan kucing menggemaskan itu.


"tidak apa apa."lirih dian kecewa.


Rasanya ia ingin memiliki kucing itu namun ternyata udah ada yang punya. Patah hati deh, apalagi udah nyaman nyamannya. Ustadz Alfi yang menyadari istrinya kecewa dan sedikit pendiam lalu menegurnya.


"dek"panggil ustadz Alfi.


"kamu gak apa apa"sambungnya.


"aku gak apa apa mas. Tapi aku ingin kucing itu"jawab dian.


"mas bisa menuruti permintaanmu. Namun ingat kata dokter permata, jika kamu hidungnya sensitiv dek. Lihatlah sudah memerah."ucap ustadz Alfi yang melihat hidung dian memerah sedikit.


"iya mas."jawab dian tak bersemangat.


"tapi kl bukan kucing asli mas bisa koq beliin boneka. Kamu mau berapa ? Kecil atau besar?"Bujuk ustadz Alfi yang ingin membuat dian tersenyum lagi karena ia tidak mau membuat wanita yang ia cintai diam dan terlihat kecewa.


"benarkah mas? Aku mau 4 boneka kucing berwarna cokelat putih yang kecil seperti anak kucing tadi."ucap dian dengam mata yang berbinar mendambakan sesuatu.


"iya. Mas beliin tapi kl udah sampai di jakarta dan mas aja yang beliin okey"ucap ustadz Alfi dan dian pun setuju dengan itu.


"ayo kita segera berangkat lagi."ajak umay yang bersiap menaiki mobil namun menjadi penumpangnya di depan karena gantian dengan azzam sedangkan farhan tidak bergantian sebab ia itu senang mengendarai mobil jarak jauh tapi tetap beristirahat pada waktunya.


Semuanya bersiap dan kedua mobil akhirnya berangkat kembali. Mobil sudah masuk ke dalam jalan tol lagi. Dian tak bisa tidur karena tadi puas tertidur sampai kaki ustadz Alfi kebas hehe.


"tidur dek."ucap ustadz Alfi seraya menepuk pahanya yang terdapat boneka untuk bantalannya.


"gak bisa tidur mas."singkat dian.


Ia pun menyenderkan kepalanya di dada bidang ustadz Alfi dan menggambar abstrak dengan telunjuk nya. Itupun membuat ustadz Alfi tahan napas.


"em..dek. kau jangan sampai membangunkan singa yang lapar."ucap ustadz Alfi yang mulai salting sendiri dan menatap kearah lain.


"singa apa mas"ulang dian yang mengangkat wajahnya tetapi sangat dekat dengan wajah ustadz Alfi.


Ia berniat ingin bercanda dengan suaminya ini. Dengan sengaja ia mengelus dada bidang tersebut melihat reaksi selanjutnya. Namun tampaknya ustadz Alfi terdiam dengan menutup matanya sesekali.


"ck"decak dian yang kemudian mendudukkan dirinya di tempatnya lalu menjauh dari ustadz Alfi.


"kau menggodaku tapi begitu saja menyelesaikannya dek" bathin ustadz Alfi.


Dengan cepat ia pun mengambil dagu dian sehingga menghadapnya dan tanpa aba aba mencium bibir merah muda tersebut dengan lembut. Dian yang mendapat serangan tiba tiba hanya bisa memelototkan matanya.


Umay hanya menatap jalanan tanpa ingin dan tertarik melirik ke belakang. Ternyata adik iparnya tidak tahan dengan adik sepupunya itu. Lagian diannya juga ngadi ngadi sih. Sedangkan azzam berdehem dengan sedikit keras sehingga membuat dian mendorong ustadz Alfi lalu mereka berdua duduk dengan canggung.


"mas alfi nyeremin iih, tobat aku ngerjainnya"bathin dian yang menutup matanya pura pura tidur padahal malu abizz. Ustadz Alfi juga mengucapkan istigfar di dalam hati karena khilaf hehe. Ia pun tanpa dosa memeluk dian dan tertidur. Takut khilaf lagi


Bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<

__ADS_1


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2