
"kenapa kalian nampak seperti itu? Adakah yang disembunyikan? Farhan jawab"Ucap Umi shita
Ucapan itu berhasil membuat Farhan gugup bukan main. Ia nampak menyenggol lengan Ustadz Alfi. Tapi Ustadz Alfi malah menyenggol lengan Umay. Lalu umay harus menyenggol apa lagi.
"Eeh...koq pada saling senggol begitu?"omel Umi shita heran dengan 3 laki laki yg sudah terhitung matang namun bak anak kecil yg tak mau mengaku telah memecahkan kaca dengan bola.
"Kalian bertiga, duduk rapi dilantai"tegas Abi Abdurahman.
Ayah ahmad siap dengan memberondong pertanyaan seperti seorang inspektur, Umi Shita sudah duduk rapi di kursi bersama Bu mira siap menantikan sidang dimulai sedangkan aisyah, dayu dan kak rida memilih untuk duduk di sudut ruangan.
Posisi Ayah ahmad dan Abi abdurahman di sofa panjang berhadapan langsung dengan 3 tersangka ini. Sedangkan Umi shita dan Bu mira di sisi sisi suami mereka dengan wajah yang tak kalah seramnya. Ustadz Alfi, Farhan dan Umay diposisi bersimpuh dilantai dengan perasaan nano nano.
"Umay kau paling dewasa diantara mereka? silahkan berikan pendapatmu tentang hal ini. Jelaskan Ada apa dengan kalian"tanya Ayah Ahmad.
"Em.. Kami bertiga tadi bahas...wanita cantik eh bukan salah"ucap umay gugup dan salah.
"Mas umay"sungut Rida dengan menatapnya garang.
"eh,,, bukan begitu dek. hadduh"kilah Umay frustasi sebab rida memilih kedalam kamar hafsa dan enggan memilah suaminya lagi.
"alamat tidur diluar ini"pasrah umay dalam hati.
Pihak yang mengintograsi menahan tawanya namun dengan wajah yg sama sedangkan Ustadz Alfi dan Farhan sakit perut menahan tawa tapi tidak bisa mengendalikannya diri mereka.
"gara gara kalian ini, aku kena imbas."kesal umay. Namun dibalas senyuman tanpa dosa dari Ustadz Alfi dan Farhan.
"Sebenarnya kenapa? koq kamu menyebutkan wanita cantik"tegas Abi Abdurahman yang menangkap ucapan Umay didalam benaknya.
"Begini Abii, Ustadz Alfi ada yang mau melamar. Nah Wanita cantik di markas kita ngantri buat Ustadz yg mengharuskan memilih siapa salah satu dari mereka menjadi istrinya dan menjadi umi sambung buat hafsa."Jelas Umay yang ngalor terus ngidul trus bablas ngetan.
"ouu..Ceritanya si Duda meresahkan"sindir Abi Abdurahman yg di balas putaran bola mata jengah dari anak laki lakinya ini
"Lalu kenapa kamu tolak Le?"Tanya Ayah Ahmad.
__ADS_1
"Aku gak mau ayah. Okelah mereka datang dengan maksud baik. pada sopan dan alhamdulillah jika aku sudah tolak mereka mundur. Namun sebab keseringanku tolak, mereka pun nekat mendekatiku."jawab Ustadz Alfi.
"bener banget paman. Ustadz Alfi bahkan hampir pingsan sebab ada wanita cantik yg langsung menggoda nya. Eemm...seperti ular keket. uget uget gitu"ucap Farhan yg mengingat ustadz Alfi kegelian yg lebih ke jijiknya menghadapi wanita wanita nakal yg dekat dengannya.
Sontak perkataan Farhan langsung membuat semuanya tertawa sampai mengeluarkan air mata. Ustadz Alfi cemberut dan menundudukkan dirinya menyander ke nakas kecil seraya menutup wajahnya dengan kopyah. Random banget ya stadz wkwk
Ia memang akui, menjadi Duda lebih sulit daripada menjadi bujang. Sekarang sudah berpuluh puluh kali, Ia mendapat tawaran memilih istri dari fansnya dan dari manapun itu. Hatinya sudah terpaku dan tertancap hanya untuk tempat Almarhumah. Bagaimana bisa dipaksakan menikah lagi, ya walaupun Hafsa juga butuh umi pengganti.
"Le, cah bagus. Kau juga harus move on dan tak berhenti begitu saja. Ayah akan mengizinkanmu untuk menikah lagi asal kamu dan Hafsa bisa bahagia."ucap Ayah Ahmad dengan senyuman.
"Betul kata ayah, Kamu juga harus memikirkan masa depan. Le, Kamu gak sendiri nak. Tapi ada hafsa yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu."timpal Bu mira.
"Aku gak bisa bu. walaupun sampai mereka memaksaku, menggodaku dan bahkan membunuhku sekalipun aku tidak mau. Prinsipku menikah hanya sekali dalam hidup."Tegas Ustadz Alfi yang tak mau mendengarkan nasehat tentang menikah lagi.
"betapa beruntungnya kamu nduk ? punya suami seperti nak Alfi. Namun sekarang kamu pergi membuat hari harinya menjadi suram apalagi nak alfi sekarang tak akan ramah dengan wanita selain dari keluarga intinya... nduk suamimu tak mau menikah lagi apa yg harus ayah dan ibu lakukan? bagaimana nasib anakmu yang tak mendapat kasih sayang seorang ibu"jerit hati ayah ahmad yang termenung bimbang.
"assalamualaikum"salam seseorang.
"waalaikumsalam"kor mereka semua.
"Kami datang untuk maksud menawarkan putri kami untuk ustadz."ucap laki laki paruh baya tersebut dengan to the point.
Keadaan ruang tamu menjadi Dingin dan tegang sekali. Mereka dipersilahkan duduk terlebih dahulu. Ustadz Alfi merasa bahwa kematian istrinya di buat ajang pencari jodoh seperti ini tentu saja murka dan dongkol. Namun ia tekan dalam dalam.
"apakah ustadz berkenan untuk menikah dengan putri kami?"tanya laki laki itu kembali.
"terimakasih atas maksud baik dari bapak. Sepertinya jika aku menolak, ini akan sangat tidak sopan karena bapak langsung datang ke sini"ucap Ustadz Alfi yg sopan namun mengandung kata tersirat.
Ustadz Alfi sudah menyusun kata kata yg pas untuk pertanyaan itu dan juga merencakan sesuatu yg sangat matang. Gadis itu tersenyum malu dengan ucapan itu. sepertinya gadis itu sangat ke ge'er an sekali terhadap jawaban dari ustadz Alfi.
"Jadi abii ingin nikah lagi?"sendu Hafsa yang berjalan gontai kearah sofa. Ustadz Alfi mendadak blank dengan rencananya sendiri, ia takut jika mengatakan iya yg tujuannya untuk mengetes tapi itu akan melukai hati hafsa. Bagaimana jika anaknya ini memilih menjauh alon alon darinya?
Hafsa berjalan bersama zaki. Ia menatap wajah gadis yang katanya akan menikah dengan abinya dan menjadi ibu sambung. Namun saat dilihat lihat perempuan itu mendamba kearah abinya namun tidak dengan dirinya.
__ADS_1
"abii gak jawab? Berarti benar dong"tanya hafsa sekali lagi.
"Apakah Hafsa mau punya umi lagi?"tanya Ustadz Alfi. ia juga harus menanyakan pendapat dari putrinya dan jika ingin berarti ia akan menerima tawaran kali ini.
"mau"
"namun hafsa ingin umi yan kembali lagi. Apakah abii bisa melakukan itu?"datar Hafsa. Ia merasa hanya uminya saja yg cocok untuknya dan tidak ada kata pengganti.
"tentu itu tidak bisa sayang"ramah Gadis itu yang sok kenal sama hafsa. Itupun membuat anak usia 4 dan 6 tahun merasa ilfiil.
"maaf Tante, saya tidak berbicara denganmu"tegas Hafsa. Aura tegasnya pun keluar saat ia merasa terusik. semuanya menatap was was, ini sinyal bahaya bagi ustadz Alfi dan mereka semuanya juga.
"ata' tante itu danan diucik ntii didit yooh"ucap zaki polos yg memperingati dan menghalangi hafsa dari tatapan gadis itu. padahal tingginya zaki tak bisa membalap tingginya yg dilindunginya hehe.
"aish..inilah anakku dan aku ayahnya"bangga umay dalam hati.
Hafsa pun menjadi waspada langsung saja memeluk abiinya posesif seakan akan tak bisa disentuh oleh orang lain. Ustadz Alfi merasakan bahwa Hafsa ketakutan dengan gadis yang tersenyum manis didepannya ini bukan orang yg pas untuk uminya.
"Sayang, Abi tidak akan menikah dengannya. Lebih baik hafsa sama zaki bermain lagi diluar yaa"bujuk Ustadz Alfi.
"Abii beneran kan? gak bohong?"tanya Hafsa.
"tidak nak."jawab yakin ustadz Alfi.
"makasih abii. kalau begitu hafsa mau main lagi sama zaki. Ayo dik kita main"semangat Hafsa yang diikuti oleh Zaki keluar.
bersambung...
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo permirswah, gimana epsnya neh?
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,
Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. SayangΒ²nya akyuu.... Mwuach π