
Sebuah rumah dengan desain tidak bertingkat tapi luas. Di dalamnya terdapat ruang tamu, 2 kamar dengan kamar mandinya, dapur, ruang makan, kamar mandi belakang dekat dapur dengan di sampingnya juga terdapat wastafel.
Selain itu dilengkapi dengan adanya ayunan dekat taman kecil bertetapan sebelah pagar. Ada pintu yg menyambung langsung dari ruang tamu ke rumah umi shita dan abi abdurahman. Adduh siapa yg desain sih? Ya aku lah. Bisa desain tapi gk bisa wujudkannya jadi nya??...ya iya halu π€£
Pagi datang bersama dengan cahaya yg masuk kedalam kamar kedua pasangan baru melalui jendela. Tirai sudah terbuka waktu shubuh tadi. Sebenarnya Dian dan Ustadz Alfi sudah melakukan mandi wajib lalu dilanjut dengan sholat shubuh bersama. Walaupun Dian masihlah kaku dan merasa sedikit canggung dengan suaminya sendiri.
Sehabis sholat shubuh, Ustadz Alfi mengajak Dian untuk berbincang bincang yg tujuannya untuk lebih saling mengerti antara mereka berdua. Sebab apa ? Tentu saja karena mereka baru dekat waktu menikah. Walaupun dari CV masing masing tau tapi tetap saja kan. Setelah itu Dian merasa nyaman dan tidaklah canggung bersama dengan Ustadz Alfi. Tanpa sadar sampai tertidur lagi, bukankah dianjurkan untuk tidak tidur setelah sholat shubuh? Wah wah ustadz ngajarin gk bener nih buat dian.
(enak tau tidur meluk istri, emang kamu kl tidur meluk boneka haha_ ustadz alfi)
(stadz kamu bener bener ya? Tapi bener sih βΉοΈ, dahlah jomblo meneng baek lah_aku)
Tak lama dian bangun dari mimpinya yg baru beberapa jam tidur bahkan sebelum shubuh menyapa, ia baru tidur 2 jam ya ampyun begadang yg ada gunanya sih hehe. terlihat dari kedua kelopak matanya bergerak ke kanan ke kiri dengan perlahan. Ia merasakan perutnya sedikit berat
Mata dan wajahnya berbalik. Pandangannya terpaku dengan wajah tenang dan damainya ustadz Alfi tertidur. Dengan penasaran dian menyentuh wajah tampan tersebut. Jarinya bermain main dari hidung ke kedua pipi lalu berakhir di dagu nan kokoh itu. Ingatan kemarin malam pertamanya membuat pipinya memerah dan tersenyum sendiri dengan perlakuan lembut suaminya ini.
"mas tenyata kamu tidur juga tampan hihi. Mau tidur atau bangun membuat jiwa fans mereka meronta ronta. Pantas saja menarik perhatian fans mu."ucap dian cengar cengir sendiri mengingat dia dulu juga fans wkwk.
Saat lagi senyum senyum sendiri ternyata kedua kelopak mata tersebut terbuka. Lihatlah senyuman ustadz Alfi begitu cerah seperti pagi ini sedangkan dian berhenti tersenyum dengan cepat langsung menutup matanya.
"dek kamu sudah bangun?"tanya ustadz Alfi menahan tawanya.
"belum mas. Eh..."ucap dian keceplosan.
'Kenapa aku begitu bodoh ?'pikir dian yg tidak bisa berkutik dari suaminya. Baru pertama kalinya ia selalu kalah ....hmm
"hmm ketahuan..."ucap dian yg cemberut dan membuka matanya namun menatap lampu tidur di sebelahnya. Lebih tepatnya membelakangi Ustadz Alfi.
"hehehe, ngambek nih?"tanya Ustadz Alfi yg memeluknya dari belakang. Dian pun tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Namun matanya terbelalak kaget saat melihat jam digital di nakasnya.
"astagfirullah mas aku lupa"ucap dian yg masih dengan keterkejutannya tentang jam sekarang yg menunjukkan angka 7 pagi.
"bisa lepasin gk mas? Aku mau bantuin umi."ucap dian yg sudah ingin bangun namun ustadz Alfi malah mengeratkan pelukannya. Bahkan gk mau lepas.
__ADS_1
"gk mau. Bentar lagi dek."kekeh ustadz Alfi yg terus memeluk istrinya dengan erat kek gk mau jauh jauh. Kasih lem stadz biar gk kemana mana hahaπ
"mas udah ih, awas"ucap dian yg mulai kesel. Karena tidak ingin dian marah akhirnya ustadz Alfi memilih melepaskan. Lalu dengan cepat dian ke kamar mandi lalu meraih kerudungnya di atas nakas. Sedangkan ustadz Alfi bersiap juga untuk sarapan. Tak lupa dian menyiapkan baju suaminya yg ia letakkan di atas meja rias itu.
Sesampainya di rumah umi nampak abi abdurahman sedang membaca surat kabar di sofa. Sedangkan Aisyah dan umi shita sedang mencuci piring. Sepertinya sudah selesai huhu ditinggal.
"assalamualaikum"salam dian yg mencium tangan abi abdurahman lalu berjalan kearah umi shita dan aisyah.
"waalaikumsalam, eh mantu umi udh bangun."jawab umi shita yg tersenyum.
"sebenarnya aku udh bangun umi. Tapi mas alfi ngajak bicara sampai aku tertidur lagi. Maaf ya umi gk bantu di dapur"ucap dian merasa bersalah.
"gak apa apa yan. Karena dengan kamu nurut sama suami itu juga pahala koq. Ridho Allah ada di suamimu sekarang."nasehat umi shita yg membuat dian tersenyum.
"umi biar dian aja yg nyuci piringnya."tawar dian yg diangguki oleh umi shita.
"oiya jangan lupa sarapan untuk kalian berdua sudah umi sediakan dan gk perlu lagi buat masak."ucap umi shita yg kemudian pergi dari dapur.
Dian dengan gesit mencuci piring dan alat makan lainnya yg tadi di gunakan dibantu juga oleh aisyah. Namun aisyah pergi juga dari tempat itu sebab kedatangan kakaknya dengan membiarkan mereka berdua.
"shtt...jangan ngomong gitu dong dek. Mas mencintaimu dan sangat menyayangimu"ucap ustadz Alfi yg memeluk dari belakang dengan meletakkan dagunya di ceruk leher dian.
"aku juga. Aku mencintaimu ustadzku. Mas Alfi cuma milikku gk boleh di gondol orang lain"ucap dian tersenyum yg mematikan kran lalu seraya menggenggam kedua tangan melingkar di perutnya.
"iya. Mas hanya milikmu ...hanya milikmu selama lamanya."ucap ustadz Alfi yg tersenyum mencium sekilas pipi kiri seseorang gadis eh ralat wanita yg sangat ia sayangi selain umi dan adiknya.
"oiya mas sarapan dulu, mau makan pakai apa?"tanya dian yg melepas pelukan mereka lalu mengajak suaminya untuk duduk manis anteng di meja makan dan ia yg melayaninya.
"em..pakai hatimu"jawab ustadz Alfi yg berhasil membuat dian tersenyum baper aww.
"yg lain mas,bukan itu"ucap dian yg sudah meletakkan air putih di gelas dan memberikannya.
"em..pakai mulutmu"jawab ustadz Alfi yg tersenyum nakal menggoda. Sedangkan dian menatapnya dengan tatapan tajam lalu mencubit lengannya.
__ADS_1
"aww...lagi dek."keluh ustadz Alfi yg lebih tepatnya menggoda hehe.
Kemudian mereka sarapan bersama dengan tenang dan tidak perlu waktu lama. Setelah selesai, dian membereskan kembali bekas sarapan sedangkan ustadz Alfi duluan keruang tamu . lalu dian membuat teh untuk mereka sekeluarga. dengan berjalan ke ruang tamu yg sudah berkumpul, dian pun memberikan satu satu teh buatannya di cangkir.
"Alfi gimana kemarin malam dan apakah bisa membuatnya nyaman?" tanya abi abdurahman yg meminum teh manis tersebut. Dian pun mengerutkan keningnya, bingung ? Tentu saja.
"hehe lancar dan berhasil abi."ucap ustadz Alfi membuat abi dan umi tersenyum. Dian masih belum mengerti.
"yan, udah ada tanda tanda udah isi belum?"tanya umi shita.
"belum umi, kan gk cukup sekali melakukannya. Kl sering mungkin lebih cepat dapat cucu"ucap ustadz Alfi yg membuat dian tersadar lalu bersemu merah dan tersenyum canggung kemudian ia mencubit tangan suaminya.
"awws sakit dek..."keluh ustadz Alfi yg membuat semuanya tertawa bersama.
"oiya yan kata pamanmu, ngajarnya cuti dulu sekitar 10 hari kurang lebih."ucap umi shita
"iya umi. terimakasih sudah di beri tahu"
"oiya Umi, abi dian mau pulang dulu untuk berberes rumah. kemarin baru sebagian saja"pamit dian yg mencium tangan kedua mertuanya dan hendak pergi tapi tertahan
"mau kemana dek ? Ikut"ucap ustadz Alfi.
"m..ayo mas"ajak dian.
Kemudian mereka berjalan beriringan dan pamit untuk pulang ke rumah sebelah. Semuanya menjalankan aktivitas masing masing.
bersambung...
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·