
Seperti rencananya, Dian sudah berangkat ke jogja untuk melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi. Perjalanan 2 hari yang lalu terasa lelah namun rasa itu menguap begitu saja sebab semangat yang begitu besar menuntut ilmu dengan tujuan membuat bangga keluarganya.
Flashback on...
"sepertinya alamat ini sesuai"gumam Dian yang terhenti didepan pagar hitam.
Ia menyesuaikan kertas berukuran 15 cm x 10 cm yang berisi alamat rumah pemberian mbah dahlan. Rumah ini sangat enak dipandang oleh mata siapa saja. Keadaannya cukup tenang untuk jiwa belajarnya. Asri, nyaman dan tentram. Rumah yang tidak bertingkat namun juga luas dari luar terlihat ada taman kecil beserta kolam ikan di sisi kanan dekat pagar.
Dian yg terlalu fokus dengan kertasnya tak menyadari jika seorang wanita paruh baya keluar dari rumah sebelah yang berhimpitan dengan rumah tersebut. Wanita paruh baya itu nampak memperhatikan Dian begitu intens sembari menerawang jauh. Karena ia sepertinya mengenal namun lupa mungkin.
Seorang gadis menggunakan atasan warna pink berlengan panjang, celana bahan warna senada dan pashmina dusty pink. Wajahnya tidak terlalu putih tapi manis berseri keterpa sinar matahari jam 9 pagi. Tampak koper di sebelahnya dan ia nampak memegang sebuah kertas.
"assalamualaikum"salam wanita paruh baya itu bersuara menyapa Dian. Netra Dian menatapnya dengan mengira ngira.
"waalaikumsalam bi"balas Dian.
"gendhuk ayu iki sopo? Lho koq ngenteni neng ngarep pager?"tanya wanita paruh baya itu.
(gadis cantik ini siapa? Koq menunggu di depan pagar?)
"kulo Dian putune mbah dahlan bi."jawab Dian
(saya Dian cucunya mbah dahlan bi)
sesuai perintah mbah dahlan jika sudah sampai di depan rumah tersebut kalau ada yang bertanya, harus menyertai nama beliau agar bisa dikenali. Nampak wanita paruh baya itu terkejut sedikit kemudian tersenyum gembira.
"ya Allah.... Non kecil akhirnya bisa ketemu. Bibi kangen."ucap wanita paruh baya tersebut.
"memangnya bibi ini siapa?"tanya dian yang penasaran.
"ini bibi non. Bi Mina, Art mbah putrinya non Dian."ucap Bi Mina.
Beliau adalah Art yang mengurus rumah peninggalan almarhumah mbah putrinya Dian bertahun tahun sampai direnovasi pun tetap menjalankan tugasnya. Ia juga mengenal baik Dian dan Dian pun menganggap keluarganya.
"Bi Mina"ucap Dian senang dan hampir terpekik. Ia mencium tangan kanan Bi Minanya.
"sudah besar saja non. Padahal bibi terakhir melihat itu non masih kecil dan putu yang paling manja sama mbah kakungnya."ucap Bi Mina yang mendapatkan senyuman malu Dian.
"ish itukan dulu bi."kilah Dian memberenggut.
__ADS_1
"hehe, sekarang pun kayaknya masih non. Oiya silahkan masuk kedalam dulu, sini bibi bawa kopernya."ajak bi mina.
"eh..gak usah bi. Dian bisa sendiri koq"tolak halus dian yang setia dengan kopernya. Ia menggeser pagar tersebut.
"non Dian gak pernah berubah sedikitpun. dulu waktu kecil sama persis sikap dan sifat menghormati yang lebih tua darinya. Didikkan almh nyonya tak pernah salah dan nyonya juga pasti senang di sana. begitupula tuan sangat bangga dengan non dian yang tumbuh menjadi gadis ayu dan baik." bathin bi Mina yang tersenyum kearah Dian yang mengajaknya masuk kedalam. lalu menutup kembali pagarnya.
sesampainya didepan pintu utama, bi mina langsung saja memutar kuncinya. Terbukalah pintu dengan menampilkan ruang tamu yang diseberangnya terdapat dapur dengan meja makan tersusun rapi. sebelah kirinya ada 2 kamar yang terdapat kamar mandi didalamnya.
"Non, bibi sampun rapihin barang barang kiriman non Dian yang nyampai kemarin. Mari non kita lihat ke dalam kamarnya"ucap bi Mina bagaikan pemandu turis disuatu pusat wisata. Dian pun terkekeh kecil melihat aksi Bi Mina ini.
pintu kamar terbuka, semua tersusun rapi dan sudah siap untuk disinggahi oleh Dian untuk beberapa waktu kedepan. Kemudian menutup kembali pintu tersebut dan berakhir di sofa ruang tamu.
"Non yang betah ya disini. Setiap hari bibi kesini saat ba'da shubuh sampai jam 8 pagi. siangnya jam 11 sampai sebelum dzuhur. Tapi kl non Dian pengen bibi bersihkan sore juga gak apa apa"ucap bi mina
"gak usah bi, biar dian bersihkan sendiri. bibi pagi siang sore gak apa apa tapi urusan bebersih dalam rumah urusanku dan bibi bersihin bagian luarnya."ucap Dian yang mengeluarkan sesuatu.
"baik non, bibi manut aja"sahut bi mira.
"oiya, ini ada rengginang dari subang. ini mohon diterima bi"ucap Dian mengulurkan tangannya memberikan 1 plastik panjang itu.
"ya allah jangan non. nanti non dian gak ada makanan lagi."tolak bi mina.
"terimakasih ya non."ucap bi mina.
"sama sama bi"senyum Dian mengembang sambil mengajak bi mina sarapan teh manis sama rengginang teraebut. saling melempar candaan dan tawa antara mereka.
flashback off...
Pagi ini Dian bersiap untuk pertama masuk kuliah. Bi mina sudah membuatkan sarapan untuknya. Entah mengapa hari pertama membuat Dian merinding tanpa ada alasan. Takut dosennya galak, dingin, sadis lagi Dll
"huff, harus tenang. Ini pasti bisa terlewati. Bismillah"ucap Dian menatap cermin dengan menyakinkan diri.
"Bi, aku pamit dulu ya. Doain semuanya lancar"pamit Dian yang sudah berada di atas motornya lengkap dengan helm.
"tentu non, hati hati dijalan dan jangan ngebut"balas Bi mina
"siap bi...kl begitu, Assalamualaikum"ucap Dian seraya menstarted motor kesayangannya ini dan menjalankannya keluar pagar.
"waalaikumsalam"sahut bi mina mendapatkan sebuah klakson dari Dian. beliau menutup pagar dan lanjut menyapu teras luar.
__ADS_1
π»π»π»
sementara di jakarta....
Tok,tok,tok
pintu terketuk oleh seseorang. Aisyah yg mendengar itu langsung saja membuka dan menerima tamu tersebut . Ternyata yang bertamau adalah kakeknya bersama dengan umay bak bodyguard kakek ilham.
"Assalamualaikum ."salam seseorang dibalik pintu.
"Waalaikumsalam . Eh kakek . Silahkan masuk kek ."ucap Aisyah.
Kakeknya ustadz alfi datang bersama Umay , tujuannya untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting. Kemudian , Aisyah dan umi Shita membuatkan minum. Sedangkan Ustadz Alfi dan abinya sudah duduk di dekat kakek . Setelah semuanya siap, makanan dan minuman segera dihidangkan.
"abi ada apa datang kemari? kangen sama aab"pede abi abdurahman disebelah umi shita. aisyah disebelah kakek ilham hanya bergelayutan di lengan kakeknya itu dengan manja. Sedangkan ustadz Alfi ada disebelah umay dengan terkekeh kecil menanggapi kepercayaan diri dari abinya.
"cih, untuk apa abi kangen sama kamu trus pakai dikawal umay begini. jangan ge'er aab"ucap kakek ilham membuat wajah anak laki lakinya ini menghela nafasnya.
"abi datang kesini ingin berbicara dengan cucu laki laki ku ini"sambung kakek ilham. semuanya mendadak penasaran apalagi ustadz Alfi. Aisyah yanh menangkap aura ketegasan dari kakeknya memilih untuk duduk dengan benar.
"Ada apa kek ?"tanya Ustadz Alfi penasaran.
"Kamu tahu rumah sebelah?"tanya kakek ilham yang di anggukki oleh ustadz Alfi.
"Kakek akan memberikan rumah sebelah buat mu Alfi" ucap kakek ilham terjeda sebentar.
"Karena kakek akan menjodohkan kamu dengan cucu sahabat Kakek ."ucap kakek ilham serius.
deg....
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·
__ADS_1