Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Panggilan di masa itu


__ADS_3

Ustadz Alfi dan Hafsa masih setia menunggu di meja makan. Melihat kue buatan Dian yg masih di oven seraya tersenyum senyum dan menyangga dagu dengan tangannya masing masing sebelah. Senantiasa menanti dan menunggu kue itu hangat kembali.


Umi Shita dan Bu Mira yang baru berjalan sambil mengobrol ringan menjadi terhenti sebab kekompakkan ayah anak itu ucap "yeyy" sebab kuenya sudah hangat kembali. Keduanya sangat senang sekali bahkan wajahnya begitu mirip itulah ciri khas mereka.


Hati Umi Shita menghangat sebab melihatnya, sungguh bahagianya mereka hanya dengan sekotak kue sudah membuat tersenyum manis dan binar bahagia terlihat. Sedangkan Bu Mira tersenyum lega dengan interaksi ayah anak itu. 


"betapa bahagianya Alfi dan Hafsa saat ini. Umi ingin kamu juga merasakan hal yg sama di sana dan segeralah pulang berkumpul dengan kami yan. Menantu kesayangan umi, umi juga merindukanmu yan"bathin Umi Shita yg membalikkan tubuhnya sebab tak bisa menyembunyikan air matanya yg entah selalu ditekannya selama ini. Ia sudah sangat dekat dengan menantunya dan yang pertama kalinya bertemu (seperti eps yang sebelum sebelumnya).


Dirinya kaget sebab Abi Abdurrahman sudah berada di depannya berdiri menatapnya teduh. Umi Shita buru buru menghapus air matanya dan mengalihkan pandangan ke sembarang arah. Abi Abdurrahman memeluknya lalu mengajak ke rumah bersama yang lainnya.


"a' aab"lirih Umi Shita menahan keras air matanya sampai menggigit bibirnya. Sehingga Abi Abdurrahman terkekeh kecil dan menuntun istrinya ke rumah untuk bisa menumpahkan isi hatinya berbagi cerita dengannya.


"ayo neng, aa' tau kamu mau apa"ucap Abi Abdurrahman masih tersenyum seraya menggandeng tangan itu melangkah meninggalkan tempat. 


Sungguh sangat diluar dugaan memanggil seperti dahulu belum mempunyai anak. Bahkan tidak peduli dengan senyum canggung dari Bu Mira dan tatapan Ayah Ahmad yg menaik turunkan alisnya kepada kedua pasutri itu.


"mas, kami pamit. Assalamualaikum"pamit Abi Abdurrahman yg menggaet Umi Shita pergi jauh dari tempat itu.


"iya waalaikumsalam. Silahkan"jawab Ayah Ahmad. 


Abi abdurrahman dan Umi shita sudah tak terlihat. Bu Mira langsung saja perlahan pergi keluar dari rumah keluarga kecil anaknya menghindari Ayah Ahmad. Namun sayang, Ayah Ahmad sudah menahannya sampai terduduk di pangkuan suaminya itu.


"ya allah"pekik kecil Bu Mira yg terkejut.


"gak mau cerita nih sama masmu ini?"tanya Ayah Ahmad tersenyum sengaja.


"em..ndak ada. Ono opo tho mas, sampeyan begini? Aku abot mas (ada apa sih mas kamu kayak gini ? Aku berat, mas)"sungkan Bu Mira.

__ADS_1


"kok takon aku tho dek, lah sampeyan iki sing kudu cerita sama mas. Oiya sampeyan ndak abot blas loh. (kok tanya aku sih dek, kan kamu yg harus cerita sama mas. Oiya kamu gak sama sekali berat loh)"Balas Ayah Ahmad tersenyum mendudukkan Bu Mira di sebelahnya dan mengangkat dagu Istrinya yg merasa sungkan dengannya.


"sampeyan iki persis koyo nduk dian. Opo opo di pendem dewe (kamu ini persis seperti Dian. Apapun itu di simpan sendiri)"cemberut Ayah Ahmad. Wajahnya yg tegas dan sudah menuju berumur itu hehe jadi gimana gitu dilihatnya kl cemberut. 


"mas, sampeyan ojo koyo ngono tho. Ra pantes, gek kepriye misal'e ono sing ndelok (mas, kamu jangan kayak gini dong. Gak pantes, gimana kl misalnya ada yg melihat)"ucap Bu Mira yg sudah mau menatap suaminya tanpa sungkan lagi. 


"yo wis gen, halall iki. Ra nduso dek (y biarin aja, halall ini. Gak dosa dek)"santai Ayah Ahmad yg duduk merapikan celana bahannya yg sepertinya terkena debu. 


Ckiit…


"awwss, dek! Tangan Sampeyan pedes, kulit mas wes arep tuo. Rasane mresep tekan njeru (awwss, dek! Tanganmu pedas, kulit punya mas sudah mau tua. Rasanya sampai ke dalam)"Ringis Ayah ahmad yg mengelus pahanya yg terasa sakit sekali. Ia dengan istrinya berjarak hampir 8 tahun usianya.


"ah..maaf mas. Aku ndak sengaja. Kuwi salah sampeyan (ah..maaf mas. Aku gak sengaja. Itu salah kamu"kilah Bu Mira yg malah sedikit kesal tapii wajahnya khawatir.


"lho kok salah aku dek (lah, kok yg salah aku, dek?"bingung Ayah Ahmad menunjuk dirinya sendiri.


🍂🍂🍂


"abi ini punya hafsa"ucap kesal Hafsa.


Ia begitu kesal dengan abinya yg meminta kue buatan uminya masih tersisa punya dirinya di kotak tersebut. Padahal abinya sudah memakan semua kue miliknya tapi kenapa masih meminta punya dirinya yg masih setengah ini.


"abi pengen lagi"ucap Ustadz Alfi yg memelas memohon untuk dikasih oleh Hafsa.


"tapi abi, ini punya hafsa. Aku ingin menghabiskannya lagi nanti. Hafsa kan sudah lama tak mencicipinya abi."ucap Hafsa yg dikit lagi mau menangis.


"maaf ya, abi memang sangat menyukainya. Tapi jika hafsa ingin menghabiskannya sendiri pun tidak apa apa."ucap Ustadz Alfi yg hampir saja membuat anaknya nangis. Sungguh ia tak akan mengendalikan dirinya jika Dian membuat kue untuknya. 

__ADS_1


"em..abi mau sepotong lagi?"tawar hafsa ragu. Ia tak mau membuat abinya merasa bersalah. Ia tahu jika kue ini sangat disukai abinya sebelum adanya dirinya jadi ia juga tak boleh egois. Buktinya abinya bisa mengalah untuknya kenapa ia tidak?


"beneran? Abi tidak memaksamu kok. Suka gitu kl umi membuat kue untuk abi, seakan dunia milik sendiri hehe"tawa Ustadz Alfi yang mengingat masa ketika ia juga sering mendapat omelan Dian yg melarang untuk menghabiskannya sendiri.


"aaa"hafsa menyuapi abinya seraya mengulurkan tangan yg berisi sepotong kue dan ia setengah berdiri di kursinya sebab mengimbangi tinggi abinya.


Ustadz Alfi mau tak mau membuka mulutnya agar hafsa merasa jika ia tak marah. Tapi kenyataannya ia memang tidak begitu sebab bagaimanapun istrinya juga milik anaknya 😁.


"terimakasih, bidadarinya abi"senyum Ustadz Alfi membuat Hafsa tersenyum malu dan nampak salah tingkah. Abinya kl tersenyum menjadi lebih tampan.


"abi kebiasaan ih"rengek Hafsa.


"lho kenapa? kamu kan memang bidadarinya abi… emm kamu malu yaa hayoo"ledek Ustadz Alfi tertawa.


"si siapa yg maluu.. Oiya keadaan umi bagaimana? Sehat kan bii"ucap Hafsa yg mengalihkan pembicaraan. Ustadz Alfi menggelengkan kepalanya saja, pandai sekali hafsa menyembunyikan malu nya hehe.


bersambung...


🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘

__ADS_1


__ADS_2