Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Gagal Tunangan ?


__ADS_3

Rumah umi shita dan abi tampak berbeda hari ini. Jikalau seperti biasanya abi dan umi dari ustadz Alfi itu pasti saling bercanda atau berbincang bincang dengan aisyah. Namun hari ini nampak sekali raut wajah mereka bertiga penuh tegang apalagi abi abdurahman yang sudah menampilkan wajah datarnya.


Bagaimana beliau tidak seperti itu? Ternyata hari ini kedatangan tamu lama dan tidak diundang membuat seluruh isi rumah itu ikut dingin sebab beliau menahan amarah yang luar biasa. Tamu tersebut adalah anak dari sahabat ayah dari abi abdurahman. Mereka membawa seorang gadis yang cantik.


Seorang gadis itu juga yang memperhatikan ustadz Alfi ketika di mall. Ia bernama Kania.


Kania adalah teman kuliah ustadz Alfi di mesir. Bahkan seluruh timnya sangat tahu siapa itu kania bagi kehidupan sang ustadz.


Dulu ustadz Alfi mempunyai rasa cinta untuk kania sampai sampai membuat ia meminta abi dan uminya melamar. Namun niat baiknya ditolak mentah mentah oleh keluarga kania. Karena dulu ustadz Alfi tidak sesukses sekarang. Walaupun begitu mereka berdua saling punya rasa itu . Hanya masalah derajat cinta pun tidak ada gunanya. Alasannya kania ingin mewujudkan mimpinya sebelum menikah. Tapi sampai tahun tahun berikutnya tidak ada kabar.


Pertunangan yang sudah dirancang oleh keluarga ustadz Alfi jadi tidak dilaksanakan. Sebab ustadz Alfi tidak berniat lagi melanjutkannya. Hatinya pun hanya milik Allah. Saat itu juga, ia menyadari jika belum ada ikatan hallal maka haram untuknya mencintai makhluk Allah yang lainnya. Sebenarnya Allah melarang kita sebab ya seperti itu. Melarang untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti sakit hati.


Kedatangan mereka kali ini membuat terkejut. Mereka ingin melanjutkan pertunangan yang telah gagal itu. Demi Allah, Abi abdurahman masih merasa sakit hati dengan tolakan itu. Walaupun jauh di dalam hati sudah memaafkannya.


"pertunangan ? Mohon maaf bukannya menolak mentah mentah niat baik tersebut. Namun saya rasa ini sudah berakhir."tegas Abi abdurahman.


Lebih baik melamar dian daripada kania. Keluarga dian semuanya baik baik akhlaknya, hatinya tidak diragunakan lagi, dan sangat sederhana. Walaupun punya harta warisan yang cukup banyak namun tetap saja tidak digunakan semuanya karena sebagian di sumbangkan untuk membangun masjid atas nama almarhum.


"maksudnya apa sih? Dulu kak alfi gagal dalam memilih pasangannya dan kecewa. Sekarang sudah ada kakak ipar yang sangat membuat kehidupan kak alfi sangat berwarna. Aku tidak merestuinya ya allah, sekalipun kak alfi mau."bathin aisyah yang hanya memandang jemarinya.


"ternyata cinta kalian berdua direstui oleh Allah. Lihatlah ujian cinta alfi dan dian pun sudah datang. Ya allah mudahkanlah masalah ini. Semoga tidak terjadi kesalah fahaman dan masalah yang berkepanjangan."bathin umi shita yang selalu menenangkan sang suami yang tidak baik baik saja hatinya dengan mengelus punggung tangan abi abdurahman.


"tapi bisakah ini dilanjutkan lagi, anak kami sangat mencintai Alfi."ucap ibu dari kania yang menatap sang putri sudah berwajah lesu.Di lain sisi Dian dan ustadz Alfi berjalan menghampiri ruang tamu tersebut. Dian pun mendengarnya sampai sampai mereka berdua berhenti tetap di dekat ruang tamu.


"dilanjutkan?"tanya heran ustadz Alfi yang menatap semua yang berada diruang tamu dengan wajah seperti abi abdurahman.


"mas kamu duluan, aku mau menyiapkan hidangan untuk tamu. Pesanku, kamu harus tenang mas aku akan menyusul"bisik dian yang kemudian kedapur karena melihat meja tamu yang tidak ada hidangan apapun. Sedangkan ustadz Alfi duduk di kursi untuk dua orang yang membelakangi dapur.


Dian datang dengan membawa hidangan untuk semuanya yaitu teh untuk semuanya. Namun entah sengaja atau tidak kania memanggil nama ustadz Alfi begitu mesra di depan dian.

__ADS_1


"kak afi"panggil kania yang membuat dian berhenti sejenak sambil mengatur mimik wajahnya yang sempat berubah tapi kembali seperti awal. Sepertinya ia harus pergi agar urusan suaminya selesai. Tapi....


"sini duduk dek"ucap ustadz Alfi yang menuntut dian tetap bersamanya. Dian pun menuruti ucapan tersebut. Tampak kania terkejut dengan tindak laku ustadz Alfi yang menyuruh wanita tersebut duduk didekatnya. Bahkan menggenggam tangan dian.


"kak afi kenapa wanita itu duduk bersamamu? Bukankah ia hanya pembantu"tanya kania memandang remeh dian. Ustadz Alfi dan abi abdurahman mengeraskan rahang mereka bersama. Umi shita dan dian pun bertindak.


"jangan sembarangan kamu"tegas ustadz Alfi yang kepalang emosi.


"mas, sabar mas. Ingat Allah pliss"bisik dian yang tak mau ustadz Alfi emosi.


"dan kamu berani beraninya memegang tangan kak afi? Dasar murahan"ucap kania yang begitu gencar membuat dian emosi lalu bisa menjatuhkannya. Dian pun menjadi jengkel dengan ucapan itu.


"murahan? Koq kamu nyindir diri sendiri sih" ucap dian tersenyum ramah yang membuat semuanya kaget. Bahkan ustadz Alfi tidak menyangka dengan keberanian dian.


"inilah diriku yang tidak akan menangis dan berlindung dibalik punggung suamiku"bathin dian menatap dengan penuh senyuman.


"ayo kak aku mendukungmu, berantas musuhmu. Jika perlu banting aja"bathin aisyah yang menampilkan senyuman sinis lalu bersiap menonton wkwk.


"yaa, aku murahan seperti kata katamu. Tapi murahan dalam arti bersikap murah hati."sahut dian dengan santai.


"hah ?! Tidak mau mengaku murahan. Baiklah, berapa gajimu yang di berikan kak afi?"tanya kania sengaja.


"gajiku tidak murah"jawab diam singkat yang membuat kania tertawa.


"haha, gaji buta atau gaji seorang wanita yang sudah tak gadis lagi."remeh kania. Tau gak sih, ustadz Alfi sudah tak tahan guys. Gerah,pengen gampar mulut wanita itu.


"iya aku bukan gadis lagi"sahut dian yang membuat ustadz Alfi angkat bicara.


"dek"tegur ustadz Alfi menahan geram agar tak melampirkan kata kata bentakan untuk istrinya

__ADS_1


"oh sudah tak gadis yaa, sama siapa itu? Berapa penghasilanmu setiap harinya?"ucap kania pura pura terkejut.


" tentu saja dong aku tak gadis lagi. Karena kegadisanku direbut oleh seseorang laki laki yang memabukkan semua para gadis. Senyumannya bagaikan taman surga. Bahkan aku rela jika mencium kakinya. Sebagai wujud hormatku padanya. siapa ya, orang itu bisa membuat hatiku berdebar dengan mendapat lirikannya saja"


"oh iya satu lagi. Aku mendapatkan gaji yang tidak bisa kamu rasakan. Gajiku itu tidak luntur selama lamanya dan membuatku rela menghormatinya. Ia sempurna dan aku bangga menjadi wanita miliknya. Ia memberikan Gaji cinta, kasih sayang, dan pahala dari ridhonya padaku. Mahal...."


"dia adalah laki laki yang sudah tertuliskan di buku takdir bagian jodohku. Suamiku, Mas Alfi"


ucap dian tersenyum membuat umi, abi dan aisyah tersenyum dengan pengakuan dian yang diluar perkiraannya. Bahkan hati sang ustadz seperti di bawa terbang ke atas langit dengan sanjungan dan setiap bait kata yang diucapkan oleh istrinya hehe.


"a..apa su..suami? Kak afi..su..sudah menikah?"ucap kania terbata bata dengan mata yang sudah seperti beningnya kaca. Sedangkan kedua orangtua terdiam seribu bahasa.


"kita saling cinta kak afi"ucap kania kembali.


"tapi aku sudah tidak merasakan hal yang sama seperti dulu lagi.cintaku hanya untuk mahromku. Allah telah memberikan jodoh yang sepertinya. Insya allah hatiku hanya untuk dirinya seorang. karena aku sudah menikahinya maka cintaku untuk adek si manis ini."ucap ustadz Alfi yang terang terangan mendekatkan wajahnya kepada dian dan menarik istrinya cepat agar menduduki pangkuannya. Haha yang penting jangan si manis jembatan ancol ya stadz πŸ˜‚


Yang awalnya kaget dan terhenyak karena sudah ada di pangkuan suaminya, Dian menatap sekilas Kania. Kira kira wajahnya udah berubah pengen mewek dan ia pun terpaksa bersandiwara padahal dirinya menekan cemburu karena Ustadz Alfi pernah melamar Kania.


"mas, jangan nakal nanti ada yang panas dan gerah"ucap dian manja dengan memegang rahang tegas ustadz Alfi. Membuat air mata kania berhasil dibuat mengalir satu tetes.


Dian be like : makan tuh. Siapa suruh berani membuatku cemburu. Panas panas dah tuh sampai ke ubun ubun....


"ya allah kalian ini benar benar"gumam abi abdurahman yang mengurut tulang hidungnya yang tiba tiba berdenyut.


bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<

__ADS_1


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2