
Sudah 2 hari berjalan Dian berada di rumah sakit kota wonogiri. Ia kadang merasa bosan karena hanya di dalam ruangan dan tidak boleh beranjak dari brangkarnya. Paling kl ingin ke kamar mandi doang harus banget ustadz Alfi yang menggendongnya. Sungguh, suaminya ini jadi protektif banget.
Biasanya ia bahkan tidak bisa diam. Selalu ada aja kerjaannya. Seperti menyapu, mengepel, mencuci, menyiapkan pakaian, membuat sarapan dan masih banuak lagi. Sekarang dian merasa tidak nyaman jika seperti ini.
Di ruangan ini ada ustadz Alfi, Umi shita serta Azzam dan farhan di luar ruangan. Sisanya di rumah ada dirumah dan nanti akan bergantian berjaga. Namun dayu dan aisyah sedang keluar katanya sih ingin ke kantin rumah sakit.
Perawat datang membawa troli makan siang untuk dian. Lauknya ada sayur sop, ayam iris dan telur rebus yang masih berbentuk serta bubur. Setelah meletakkan makanan itu, perawat pamit keluar.
Ustadz Alfi menyiapkan air minum dan toples yang berisi tempe keripik yang di buat oleh ayah ahmad dan bu mira sendiri. Mengambil mangkuk lalu mendekat kearah dian dan duduk pinggir brangkar. Namun saat sendok yang berada di depan mulut istrinya terhenti.
"mas aku gak mau makan"ucap Dian yang asik memakan tempe kripik saja lalu menggeleng lagi dengan suapan itu.
"harus makan nanti si kecilnya lapar loh"bujuk ustadz Alfi.
"gak mau"ucap dian yang kekeuh tidak mau menerima suapan itu.
"ayo dek, makan dulu"bujuk ustadz Alfi kembali.
"gak mau"ucap dian yang mulai berkaca kaca lalu meletakkan toples itu di nakas sebelah kirinya.
Ustadz Alfi hanya menghembuskan nafasnya dan bersabar karena dian kalau sudah ngambek yaudah harus di bujuk sampai mau lagi. Bagaimanapun ia harus bersabar dan melarang keras dirinya untuk membentak apalagi emosi.
Dian yang merasa ustadz Alfi diam menjadi tidak enak hati.
"maaf"ucap dian yang menuduk. Jika ia salah dan nakal di bilangin pasti akan meminta maaf lalu menunduk. Udah terbiasa dari kecil dan ternyata saat ini.
"gak apa apa, memangnya kamu mau apa dek?"tanya ustadz Alfi seraya tersenyum saat dian menghadap wajahnya.
"kalau ada yang di pengen bilang aja sama alfi. Kan dia abinya. Yang membuatmu ngidam kan dia, ya harus tanggung jawab dong"ucap umi shita yang membuat dian berani meminta.
"em...aku pengen sesuatu"
"aku mau kebab yang asli dan dibuat dari turki"ucap dian antusias.
Ustadz Alfi hanya menggaruk kepala yang tak gatal sambil tersenyum. Sedangkan umi terkekeh bersama farhan dan azzam yang tadi menyaksikan mereka.
"hehe..em dek, apa harus dari turki?"tanya ustadz Alfi.
"pokoknya harus"sahut dian.
"hadduh sayang jangan minta aneh aneh dong, abi jadi bingung"bathin ustadz Alfi.
"tapi dek kan mas ada langganan. Dia itu berasal dari turki dan penjual kebab asli. Enak koq sama kayak di turki"ucap ustadz Alfi yang membuat dian terdiam.
"promosi produk ke istri ya Al"bathin azzam yang tersenyum menatap ustadz Alfi yang berharap di beri kelonggaran akan ngidamnya sang istri.
"tenang kecil, umi akan berusaha membuat abi mu membelikan apa yang kamu mau sekarang. Tapi tidak dari turki gak apa apa ya."bathin dian yang berbicara pada si kecil di dalam perutnya.
"yaudah. Aku mau yang di sini. Tapi kamu yang harus membuatkannya mas"ucap dian yang membuat azzam tak bisa menahan tawa lagi.
__ADS_1
"nanti mas jadi sorotan gimana? Bisa viral di instagram"ringis ustadz Alfi yang gak mau jika dirinya tersorot kamera. Sekarang dian sedang butuh perhatiannya, kl melayani itu bukankah bakal ngambek lagi diannya.
"jadi mas gak mau?"
"bang azzam peluk hiks..hiks..hiks..."tangis dian seraya merentangkan tangannya ke arah azzam yang sedang minum.
"uhuk..uhuk..uhuk"
"Batuk batuk dah situ zam wkwk"bathin farhan yang tersenyum renyah akibat permintaan dian. Umi pun jadi tertawa juga akhirnya.
Sedangkan ustadz Alfi mendadak panik guys. Masa istrinya mau peluk azzam yang notabenenya teman laki lakinya. Ia hanya melihat dian duel dengan mas ari waktu itu saja bisa panas. Padahal belum sah untuk menjadi hallal. Ustadz Alfi pun ingin menyentuh rentangan tangan dian namun tangannya di hempas ke kanan.
"gak usah pegang pegang"ucap dian galak.
"bang azzam hiks...hiks...peluk"pinta dian yang masih menangis padahal tadi ia galak sekali pada ustadz Alfi.
Benar benar membuat umi shita dan farhan tertawa sampai mengeluarkan air mata. Sedangkan azzam menahan nafas akibat hawa panas dan tatapan mengerikan dari ustadz Alfi. Dian yang menyadari hal itu langsung menengok kearah suaminya dengan tatapan tak kalah tajam.
"apa lihat lihat gitu?"selidik dian
"eh....dek yaudah yuk biar mas yang membuatkannya"ucap ustadz alfi menyakinkan.
"beneran?"
"iyaaa"pasrah ustadz Alfi yang membuat dian tersenyum dan memeluk lengan atasnya.
"hufffff selamat"bathin azzam yang terasa plong hatinya.
"ikut"
Nahloh haha yang sabar ya stadz. Sementara dayu dan aisyah masuk ke ruangan dengan mengucapkan salam tapi sedikit terkejut dengan tangan kiri ustadz Alfi ditahan sama dian.
"habis darimana ? Syah itu kebab belinya dimana?"tanya dian yang mencium wangi kebab menyeruak menggoda hidung dan lidah untuk merasakan itu.
"di kantin kak."jawab aisyah yang diangguki dayu dengan mantap.
"itu ada di kantin mas, aku ikut. Pengen lihat kamu buat kebab untukku dan si kecil"timpal dian yang mengelus perutnya.
"yaudah."ucap ustadz Alfi yang beranjak mengambil kursi roda untuk dian. Lalu mendudukkan dian di kursi tersebut.
"sini biar dayu bantu pegang infusnya"tawar dayu yang memegang tiang infus lalu berjalan beriringan bersama dian dan ustadz Alfi. Aisyah pun ikut serta dan membawa hpnya hihi biasa π.
* * * * *
Sesampainya di kantin, yang awalnya sepi menjadi ramai sebab kedatangan ustadz Alfi tanpa menyamar atau menghindar dari publik. Dian pun tersenyum antusias karena melihat kedai kebab di bagian kiri kantin.
Mereka berjalan kearah seorang laki laki yang asik menggoreng daging sapi yang telah di potong. Ciri cirinya ia bertubuh tinggi, berwajah putih yang khas turki, punya jenggot yang terhubung dengan kumis namun tipis serta dilengkapi dengan capit dan epron.
"assalamualaikum"salam ustadz Alfi yang menghentikan kursi roda di meja paling depan dan bisa melihat proses pembuatan kebab.
__ADS_1
"waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"jawab laki laki itu.
"bolehkah saya izin membuatnya sendiri? istri saya sedang menginginkan saya sendiri membuat di depannya"tanya ustadz Alfi.
"tentu saja. Silahkan"jawab laki laki penjual kebab.
Kemudian ustadz Alfi memakai epron dan mengambil alih untuk memasak daging itu. Dian pun senang ternyata keinginannya terwujudkan. Tak lama datanglah dokter permata menghampiri dian.
"yang mateng ya ustadz, karena jika kurang kematengannya itu tidak baik untuk bumil"ucap dokter permata yang menggenggam tangan kiri dian dan tersenyum khas.
"baik dok"jawab ustadz Alfi yang fokus dengan roti untuk membungkus daging, sayuran dan kejunya.
"mau 4"ucap dian yang membuat ustadz Alfi menengok.
"masya Allah banyak banget dek"ucap ustadz Alfi.
"2 untuk si kecil, 2 untuk auntynya hehe"ucap dian tersenyum ceria dan terus menatap kebab yang belum jadi. Itupun membuat penonton terkekeh.
"wiih rezeki nih"bathin dayu dan aisyah.
Beberapa saat kemudian ustadz Alfi telah selesai membuatkan kebab tersebut. Dian pun menerimanya dengan senang. Setelah membersihkan bekasnya, ustadz Alfi membayarnya dengan harga 6 kebab.
"tidak usah, ini gratis. saya ikhlas"tolak laki laki itu.
"tapi saya berniat dan ikhlas membayarnya"ucap ustadz Alfi.
"em...baiklah saya terima. Namun untuk di sumbangkan saja."balas penjual itu.
"alhamdulillah, terimakasih"
"sama sama."
Dian, aisyah, dayu dan ustadz Alfi kembali ke ruangan di mana dian menjalankan rawat inap. Di perjalanan sampai keruangannya, dian menghabiskan 2 miliknya sampai hanya tersisa tempatnya saja.
Ustadz Alfi yang melihat dian memiring ke kanan menjadi penasaran apalagi aisyah dan dayu tepat di depan pintu ruangan itu. Mereka kepuasan berbicara jadi tidak memperhatikan dian yang seperti di dongengi.
"shuut, kak dian tidur."ucap aisyah yang melihat betapa pulesnya dian yang tertidur. Tempat bekas makanan itu di buang oleh dayu. Sedangkan ustadz Alfi membuka pintu lalu mengangkat dian ke brangkarnya.
"loh, gak jadi alfi?"tanya umi shita yang melihat dian tertidur.
"udah umi, bahkan trending hihi"ledek aisyah yang melihat hpnya. Bayangkan 5.000 lebih penonton siaran langsungnya.
"udah umi, sudah habis makannya. 2 sendiri lagi"ucap ustadz Alfi yang hanya bisa pasrah dengan perbuatan aisyah. Yang terpenting istrinya bahagia, itu sudah menjadi kebanggaan ia sebagai calon abi.
Bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
__ADS_1
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·