
"makasih abii. kalau begitu hafsa mau main lagi sama zaki. Ayo dik kita main"semangat Hafsa yang diikuti oleh Zaki keluar.
Hafsa dan Zaki keluar lalu kembali bermain. Sementara Ustadz Alfi memutuskan untuk menolak tawaran itu yang membuat perempuan yang tadi sok kenal banget sama hafsa itu memberenggut kecewa.
"mohon maaf, seperti perkataan anak saya. tawaran ini jelas saya tolak."tegas Ustadz Alfi.
Semuanya mengangguk setuju dengan keputusan bulat dari ustadz Alfi. Namun tidak dengan gadis itu, ia sangat kesal sebab gara gara hafsa ditolak lah tawaran itu. Akhirnya mereka keluar sedangkan Ustadz Alfi dan yang lainnya tetap didalam membahas sesuatu hal tentang azzam.
Hafsa terlihat sedang bermain dengan boneka shaun the sheepnya duduk disebelah zaki yg ditangannya memegang boneka kucing milik tata apcanya. Ternyata diluar masih berbaris 3 yg mau menawarkan anaknya untuk ustadz Alfi.
Muncullah niat jahat dibenak gadis yang bernama maisya itu. Ia mendekati hafsa yang asyik bermain dengan zaki. Kedua orangtuanya sudah bilang bahwa itu adalah tidak benar namun mereka memilih keluar berbaur dengan yang lagi pada ngantri sebab anaknya keras kepala.
"Hafsa sayang"lembut Maisya
Hafsa menoleh sedikit lalu tetap fokus dengan bonekanya. Zaki memerhatikan intens kearah Maisya yang berwajah garang kepada hafsa. Ia merasa kakaknya akan dapat masalah besar sebab tadi.
"ata' ati ati. Tante na dayak."ucap Zaki yang membuat maisya berang. Lalu dengan sengaja membuang boneka kucing itu ke rumput dan menjadi kotor.
"ata' boneca unya tata' apca di uang"sedih Zaki.
Hafsa turun dari ayunan dengan hati hati membawa boneka itu naik bersamanya lagi. Ia masih sabar dengan hal itu. Boneka itu dipeluk erat erat oleh zaki agar tak diambil lagi begitupula juga dengan boneka kambing yang ia lindungi di belakang tubuhnya. Namun maisya tetap mencoba agar hafsa berarti membentaknya dan membuat ustadz Alfi marah lalu membela dirinya.
"sebenarnya tante mau apa?"dingin hafsa.
"Sebentar lagi aku akan jadi umimu. Jangan macam macam"sombong maisya.
"abi tidak akan melakukan itu. Abi cinta umi"balas Hafsa yakin.
"ciih siapa bilang. Abimu tadi menerimaku sebagai istrinya"kompor maisya kembali.
Hafsa terpaku. Apakah abinya melanggar janji? Lalu apa yang akan ia lakukan? Bagaimana jika abinya menikah dengan tante ini trus dirinya diabaikan? Dimana ia harus tinggal dan pulang. Abi segala galanya namun abi bahkan melanggar janjinya. Pikir hafsa bercabang.
"Aku tidak mau mengakuimu umi."sungut Hafsa. Kesabarannya telah hilang dan ini waktunya untuk melawan.
__ADS_1
"kau harus mengakuinya. Aku umimu loh"senyum licik Maisya.
"Umiku hanya umi yan. Tidak ada yg berhak di tempat umi"ucap hafsa sudah berkaca kaca.
"kurang ajar. Umimu sudah mati dan ia pantas untuk itu karena ia pelakor. Akui aku umi dan kau akan ku sayang"kesal maisya. Kedua orangtuanya keringat dingin dan tak bisa mencegahnya. Semua yg berada diluar berharap cemas dan kasihan melihat hafsa. Tujuan mereka ketempat itu musnah begitu saja.
"cepat akui aku"tuntut Maisya
"gak mau hiks hiks hiks"sendu hafsa yang berhasil menangis. Bahkan zaki beringsut mundur di sudut ayunan. Ia takut dengan maisya yg membuat kakaknya menangis.
Maisya sepertinya sudah gelap mata akibat penolakan itu. Hafsa terus menangis lirih hatinya kembali perih sebab sangat tak terima dengan penghinaan terhadap uminya itu. Tiba tiba Maisya memegang paksa tangan Hafsa.
Brukk....
"UMI!!!"pekik Hafsa yg terjatuh begitu keras di halaman rumahnya. Maisya panik sebab ia melihat Darah mengalir di kening dan lutut Hafsa akibat darinya.
Semuanya kaget akibat pekikan itu. Ustadz Alfi segera keluar begitupun dengan yg lainnya. Tampak Hafsa terus merintih dan menangis kencang akibat lukanya begitu perih. Selain luka fisik, ia juga luka hatinya.
"Astagfirullah hafsa"panik Ustadz Alfi yang berlari membangunkan Putrinya.
"zaki apa yang terjadi nak?"tanya rida yg menghampiri zaki masih ketakutan di ayunan.
"itu bun...tata apca ditayik cama tate dahat itu. Atu tatut undaaa"rengek Zaki. Umay pun langsung menenangkan putranya lalu menatap sengit kearah Maisya yg sudah pucat pasi.
"hafsa, ayo abii obati"ajak Ustadz Alfi yg mendekat kembali namun hafsa menjauh lagi sambil tetap menangis dalam diam
"hafsa kecewa sama abii"ucap Hafsa yg tak mau melihat kearah abinya membuat Ustadz Alfi terenyuh.
"sayang, abii buat salah apa?"tanya ustadz Alfi dengan hati yg periih. namun hafsa diam.
"ayo berbicara, salah abii dimana?"tanya ustadz Alfi kembali.
"abii katanya janji bakal cinta sama umi selamanya kan?"ucap hafsa yg diangguki oleh ustadz Alfi.
__ADS_1
"tapi kenyataannya abi terima dia kan"ucap hafsa.
"tidak sayang. abii tidak menerimanya. sungguh percayalah"ucap ustadz Alfi menggeleng keras.
"cukup abii, abii pembohong. abii ingkar janji sama umi. umi pasti kecewa jika tahu abii hanya omongan saja"
"sekarang hafsa gak mau sama abii. Hafsa pengen ikut umii yan pergi aja dari hidup abii hiks hiks hiks"tangis hafsa yg kembali histeris dengan mendudukkan dirinya di tanah.
"Abii gk nerima dia nak, sumpah. Jangan begitu dong sayang. sudah cukup abii ditinggal umi. Kl hafsa pergi, abii tak sanggup."sendu Ustadz Alfi yang tetap mencoba mendekati hafsa tapi malah anaknya itu menghampiri ayah ahmad.
ayah ahmad yg tahu kondisi langsung membujuk hafsa untuk segera diobati. masalah dengan ustadz Alfi akan dibicarakan lagi nanti. siapatahu cucunya ini akan mau lagi sama abinya. ia cukup prihatin dengan ustadz Alfi seperti akan hilang nyawanya.
"ayo nduk biar kakung obati"bujuk Ayah ahmad
Hafsa mau dan ikut dengan kakungnya kedalam. Kening dan lututnya bahkan sampai ketubuhnya sangat remuk akibat tante jahat itu membuatnya terjatuh kencang. Bu mira dan yang lainnya ikut kedalam dan mencoba menenangkan Hafsa. terlihat sekali bahwa hafsa masih syok dengan itu dan masih terbayang bayang adu domba yg dibuat oleh maisya.
zaki berpindah ditangan bundanya. Dayu dan Aisyah memilih untuk masuk juga serta melihat keadaan ponakannya yang habis terjatuh tadi apakah perlu ke dokter atau tidak. jika iya, mereka akan segera menghubungi dokter mita. nyatanya hafsa tidak ada yg serius tapi perlu istirahat. Dayu dan Aisyah tinggal menenangkan zaki dengan mengalihkan perhatiannya dulu. Umi shita mengambil dua boneka milik cucunya masuk kedalam menyusul sang suami yg sudah masuk dari tadi.
Diluar hanya menyisakan Umay, Farhan dan ustadz Alfi. Semua orang yang berada diluar batas pagar hanya bisa terdiam akibat kejadian tadi. Mereka berpikir akan tidak ada kesempatan lain untuk menawarkan putri mereka kepada ustadz Alfi.
Tampak Ustadz Alfi sangat frustasi dengan ini. Apalagi melihat ada babak lainnya lagi. Membuat emosi yg sudah terpendam selama ini bangkit didalam dirinya. Umay dan farhan tak bisa menghentikan itu malah mendiamkan ustadznya berperilaku macam apapun sesuka hati. Kl perlu sih hajar aja tuh maisya, mereka juga sangat marah jika hafsa sampai terluka begitu.
"saya ini sudah harus bersabar seperti apa lagi menghadapinya."ucap Ustadz Alfi yg berwajah garang bercampur lelah hayati.
bersambung...
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo permirswah, gimana epsnya neh?
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,
__ADS_1
Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. SayangΒ²nya akyuu.... Mwuach π