Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Gagal?


__ADS_3

Paman irawan sudah memeriksa sekitar tkp. Mobil putih milik azzam tidak lecet sedikitpun, isinya masih utuh tapi hanya nomor polisi yang tidak ada. Pantas saja di lacak lebih susah. Anak buahnya memutar otak dengan melacak daerah sepi dan hutan.


Ia pun sudah mengabari keponakannya dan menanti kedatangan mereka. Waktu sudah tengah malam ketika ia mengabarkannya mungkin akan sampai besok pagi. Tadi sangat kesulitan memasuki hutan itu karena ada pohon tumbang akibat hujan jadi harus di bersihkan dulu lalu ditebang.


Matahari sudah muncul, para anak buah paman irawan berjalan menuju tkp kembali. Karena kemarin malam mereka ke mobil di dekat mobilnya azzam. Datanglah umay, mba dinda, ustadz Alfi dan farhan.


Terlihat mobil azzam dibuka bagasinya, ke empat pintunya dan koper bewarna pink milik dian sudah di keluarkan dari mobil. Ustadz Alfi dipersilahkan untuk meriksa sesuatu. Paman irawan curiga jika ini bukan penculikan atau pencurian biasanya.


Koper itu dibuka. Tampak bagian atas adalah mukena dan Al-quran menutupi pakaian itu. Retsleting dibagian atas penutup koper dibuka. Ustadz Alfi memberikan uang 1 juta dalam amplop panjang warna cokelat untuk dibawa oleh dian untuk membeli kebutuhan tanpa sepengetahuan si empunya. Isinya masih utuh begitu juga amplop cokelat berisi uang 10 juta dari acara penghargaan.


"uangnya masih utuh dan tidak tersentuh"ucap ustadz Alfi.


"hmm... Baiklah. Nanti kopernya dibawa saja ke jakarta. Tapi untuk mobil azzam harus di bawa ke kantor untuk penyelidikan lebih lanjut"timpal paman irawan.


Ustadz Alfi setuju. Ia bersama umay, farhan, mba dinda dan paman irawan mengunjungi sebuah mess karyawan pabrik yang sudah tak terpakai lebih tepatnya seperti gudang. Mereka  mendekat kearah gedung itu dan tercium bau anyir bercampur bau asli bangunan berdebu .


"baunya seperti sudah beberapa hari. Apakah ada bangkai binatang di dalam sana"ucap farhan yang mengipaskan wajahnya.


"tidak tau. Kami baru mengetahuinya subuh tadi jika ada gudang. Tapi belum masuk"sahut paman irawan.


Mereka akhirnya memilih kembali. Sedangkan ustadz Alfi terdiam. Ia kira jika dian atau azzam sudah ditemukan. Ia menatap sekeliling dan meraba kaca jendela yang berdebu sampai tak terlihat ada apa didalam sana. Ustadz Alfi kemudian memilih menyusul ke empat orang yang sudah berjarak 50 cm di depannya. Tidak sengaja ia menginjak ranting kayu dan terdengar nyaring memecah keheningan.


"kreak"


"tuk"


"astagfirullah"pekik ustadz Alfi


Suara kaca jendela seperti di ketuk dari dalam. Sontak keempat orang yang sedikit menjauh mendadak berjalan kearah ustadz Alfi yang seperti terkejut seraya memperhatikan jendela itu. Bagaimana ustadz Alfi tak terkejut, ia melihat jendela terdapat noda darah tercetak jelas tangan seseorang yang tadinya tak ada.


"ada apa ustadz?"tanya umay.


"itu bang. Noda di jendela itu"jawab ustadz Alfi.


Semuanya terhenyak seketika akibat itu. Tak lama terdengar suara seseorang dari dalam. Meminta tolong dengan lirih. Suara itu sangat berat dengan nafas yang sudah tak wajar. Mba dinda mendadak merinding dengan suara itu sedangkan para laki lakinya mencoba menajamkan telinga.


"to-long....."


"al....to-long"


"koq seperti memanggil namaku?"heran ustadz Alfi yang diangguki oleh semuanya. Seseorang di dalam sana diam lama lalu bersiap untuk memanggil kembali.


"tolong Alfii"ucap seseorang itu yang membuat ustadz Alfi segera mendobrak pintu yang tertutup itu.


Pintu terbuka. Ustadz Alfi masuk dan terpaku. Lantai banyak noda darah dan Ada pecahan gelas. Selain itu, ia hampir terkulai lemas di tempat melihat seseorang yang dikenalnya sedang kesakitan.


"azzam"lirih ustadz Alfi yang tercekat.


Yaps, orang itu adalah azzam. Terduduk dengan memegang perutnya. Pakaian putihnya sudah berubah menjadi merah akibat darahnya sendiri. Wajahnya pucat dengan bibir yang membiru seraya meringis menahan sakit luar biasa.


"ya allah"kaget mba dinda yang hampir saja teriak jika tak langsung menutup mulutnya.


Azzam yang tak kuat menompang tubuhnya langsung ambruk ke lantai lagi. Segeralah ustadz Alfi menompang tubuh itu. Ia sangat sedih melihat keadaan orang di pangkuannya. Bagaimana pun itu adalah sahabat yang telah menemaninya dari kecil sampai saat ini. Bahkan tadi langsung memanggil nama azzam tanpa biasanya.


"kenapa bisa seperti ini"khawatir ustadz Alfi. Semuanya mendekat dibelakangnya.


"ka...lian akhirnya datang."lirih azzam dengan mencoba tersenyum. Ia melihat sekelilingnya dan sekilas mengingat membuat raut wajahnya berubah lalu tidak berani menatap sahabat yang memangku kepalanya.


"aku tidak amanah...gagal...melindunginya."racau azzam.


"jawab dulu perkataanku, jangan mengalihkan pembicaraan"tegas ustadz Alfi.

__ADS_1


"aku...aku...tertembak shh"ringis azzam seraya menahan sakit. Tiba tiba saja ini lukanya sangat sakit.


"astagfirullah"ucap semuanya.


"maaf,aku tak bisa menye...lamatkannya"sesal azzam lalu tak sadarkan diri.


Tangan yang memegang tangan ustadz Alfi mengendur dan tatapan meminta ampun untuknya sekarang sudah tertutup. Paman irawan kemudian memeriksa pergelangan tangan azzam.


"denyut nadinya sangat lemah. Kita harus segera membawanya kerumah sakit."ucap paman irawan membuat jantung ustadz alfi mau copot dari tempatnya.


Umay, farhan, ustadz Alfi dan salah satu anak buah paman irawan yang baru saja datang segera menggotong tubuh azzam. Niatnya untuk membawa azzam kerumah sakit, namun rumah sakit itu tak selengkap di kota. Jadi langsung saja membawanya ke jakarta dengan pesawat.


Mereka semua meninggalkan tkp tanpa memeriksanya lagi. Hanya ada beberapa anak buah dari paman irawan yang berjaga ketat. Mobil milik azzam sudah terparkir di kantor polisi pusat.


Singkat cerita


Berjam jam dilalui dengan kecemasan tingkat akut. Akhirnya sudah sampai juga di jakarta. Azzam sudah berada di ruangan menegangkan itu yaitu ruang operasi. Luka tembak di perutnya begitu parah. Para dokter sampai menjahitnya 12 jahitan.


"pasien begitu banyak mengeluarkan darah. Luka itu begitu lebar. Jika diperkirakan tertembak 3 kali. Karena kami berhasil mengeluarkan 3 peluru"ucap dokter yang menangani


"lalu bagaimana keadaannya sekarang dok?"tanya umay


"akibat perjalanan yang jauh dan juga karena lukanya infeksi, pasien mengalami koma sebab pendarahan yang berlebih"ucap dokter dengan wajah yang sedih.


"koma?"ulang ustadz Alfi yang mendudukkan diri  seraya mengusap wajahnya kasar. Matanya berkaca kaca. Ia mencoba menerima semuanya dengan paksa. Mendapat 2 masalah sekaligus seperti ini, apakah bisa kuat menerimanya.


Dokter pamit. Farhan dan umay mendudukkan diri mereka di antara ustadz Alfi yang mengurut keningnya pening. Sedangkan mba dinda pamit bersama paman irawan menuju kerumah saudaranya di jakarta sekedar melepas penatnya.


"semua akan berjalan dengan baik. Azzam akan sembuh. Percayalah bahwa sahabatmu pasti kuat"ucap umay.


"benar itu. Kita hanya bisa berdoa dan serahkan semuanya kepada Allah."timpal farhan. Ia lebih tua dari ustadz Alfi dan azzam. Namun lebih muda dari umay. Bisa dibilang ia berada di tengah tengah.


"apakah harus kabari bunda nis bang? Bunda harus tau keadaan azzam"tanya ustadz Alfi.


Ustadz Alfi teresenyum simpul lalu memilih menemani azzam dirumah sakit. Umay dan farhan pamit dengan tujuan masing masing. Pagi menjelang pagi, ustadz Alfi masuk ke ruangan azzam dan menutup kembali pintu itu lalu menidurkan dirinya di sofa.


***


Dirumah ustadz Alfi...


"assalamualaikum"salam umay dan farhan bersamaan


Sampai dirumah tersebut sudah pagi dan terang. Farhan juga sudah mengabari bundanya azzam. Sebenarnya namanya ranis tapi dipanggil bunda nis oleh ustadz Alfi karna sudah seperti keluarganya sendiri.


Ayahnya azzam sudah tiada yang tersisa hanya 1 orang kakak perempuannya azzam yang sudah menikah namun tinggal di mekkah. Entahlah kebetulan atau tidak kakaknya itu berada di depok bersama sang ibunda menjadi kaget bukan main mendengar adik laki lakinya koma.


Ratih adalah nama kakaknya azzam mempunyai suami yang berkebangsaan arab alias mekkah yaitu Razwan. Mereka sudah dikaruniai anak laki laki yang berumur 8 tahun bernama azman. Mereka sangat ramah dan baik kepada siapapun serta sudah menganggap keluarga ustadz Alfi adalah keluarganya juga.


"waalaikumsalam"sahut semuanya.


Ruang tamu menjadi lesehan sebab adanya ayah ahmad, bu mira dan dayu sudah berkumpul bersama mereka. Semua sofa diletakkan pada kamar satunya lagi bukan kamar pemilik rumah. Tambah ramailah suasana, namun tetap ada keheningan karena masih menanti kabar.


"bagaimana dengan perkembangannya? Sudah ada kemajuan ?"tanya abi abdurahman yang mewakili semuanya.


"hmm..abi. azzam telah ditemukan"jawab farhan yang ragu.


"benarkah? Lalu dimana azzam? Loh inikan koper milik dian?dimana menantu umi farhan, umay."tanya umi shita. Sungguh sangat penasaran dengan perkataan farhan serta umay yang menaruh koper milik dian di dekat pintu kamar milik ustadz Alfi dan dian.


"sebenarnya dian belum ditemukan sampai saat ini. Sudah menghilang sejak hari ke 4. Azzam pun memilih untuk pulang ke jakarta untuk melaporkan semua. Tapi sepertinya ini ada kaitannya dengan penculikan dian, azzam ditemukan di sebuah bangunan kosong tengah hutan."cerita umay berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Nampak raut khawatir sudah menjadi jadi diwajah mereka semuanya.


"lalu kami menemukan azzam dalam keadaan penuh darah dan luka tembak. Sekarang sedang koma dirumah sakit."sambung umay.

__ADS_1


"innalillahi"kor semuanya. Aisyah yang mendengar azzam koma mendadak hatinya berdenyut sakit. Serasa khawatir berlebihan kepada sahabat kakaknya itu Namun segera ia tepis.


"om may"panggil hafsa yang keluar dari kamar abi dan uminya.


"sayang apa kabarmu? Hafsa sehatkan"ucap umay yang langsung menggendong keponakannya.


"umi mana? Eunda ulang cama om"ucap hafsa.


Umay seketika bungkam. Semuanya kasihan dengan hafsa. Bocah 2 tahun itu tidak mengerti apa apa jika uminya sudah diculik. Untung saja tak mendengar apapun.


"eh ada utii tama tatung"ucap hafsa yang baru menyadari kehadiran mbah putri dan mbah kakungnya. Ia pun meminta turun dan berjalan kearah dua orang itu.


"cucu kakung udah mandi. Heum wangi"senyum ayah ahmad. Hafsa mencium tangan keduanya yang mendapat ciuman di pipinya dari bu mira.


"adduh pintar dan cantiknya cucu utiii"timpal bu mira.


Hafsa tersenyum yang membuat hati ayah ahmad menghangat akan itu. Wajah cucunya begitu mirip dengan dian. Seperti rindu terobati dengan adanya hafsa. Hafsa memeluknya dengan manja.


"apca tanen tatung."manja hafsa yang mendusel dusel di dalam dekapannya.


"kakung juga"balas ayah ahmad.


Puas berpelukan. Hafsa menatap wajah kakungnya lalu memainkan hidung mancung itu. Memegang kedua pipi yang tetap putih dan kencang walaupun pria itu sudah berkepala 5 umurnya. Sampai membuat ayah ahmad terkekeh melihat cucunya memegang gemas hidungnya.


"anty day"ucap hafsa beralih kepangkuan dayu.


"haii hafsa."balas dayu yang tersenyum menatap kearah hafsa.


"hafsa udah minum susu belum?..."ucap aisyah yang mengingatkannya.


"oiya ya. Apca mau tutu anty. Tutu cokat"balas hafsa.


"ini sayang susunya."ucap rida yang datang membawa gelas milik hafsa yang berisi susu cokelat kesukaannya.


"mataciih anty lida"ucap hafsa. Ia duduk dengan rapi dan tak lupa membaca bismillah baru meminum susunya sampai tandas.


Lalu rida kembali membawa gelas kosong kedapur dan disusul oleh umay. Ada rasa rindu dihati umay kepada istrinya. Zaki di dalam kamar bersama dayu, aisyah dan hafsa yang menyusul ke kamar.


"dek"panggil umay yang memeluk dari belakang seraya meletakkan dagunya di ceruk leher rida.


"iya mas"sahut rida yang membelai pipi kanan umay.


"kamu lelah ya mas."sambung rida yang hanya ditanggapi senyum simpul.


"aku sudah berusaha semampuku. Tapi tetap tak menemukan dek dian. Mas harus gimana?"curhat umay.


"mas, jangan pantang menyerah. Tapi juga ingat bahwa semuanya sudah diatur. Berdoalah agar dian cepat ditemukan. Aku juga sudah rindu dengannya"sahut rida. Umay mengangguk.


Tiba tiba terdengar suara berisik diluar....


"suara apa itu mas?"tanya rida penasaran.


Bersambung....


🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,

__ADS_1


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘


Ini baru perkembangan dan sekarang begini, duhh pasti penasaran apa yg akan terjadi selanjutnya. pasti ada yg mau bilang 'cepat up' nih yaa wkwk sabar (sabar mulu thor ya allah 🙂)


__ADS_2