
Sudah 2 hari dari kejadian itu, hubungan ustadz Alfi dan Dian merenggang. Interaksi memang di lakukan namun tidak ada canda tawa diantara mereka. Kini hanya ada kisah monoton di kehidupan pernikahan. Dian menjalankan kewajibannya namun tidak memberikan hak ustadz Alfi.
Biasanya Dian selalu menemaninya makan tapi sekarang tidak lagi, selalu minta di peluk saat tidur tapi sekarang ustadz Alfi sendiri yang berinisiatif. Dian memang tidak pernah menampilkan wajah sendu di depannya tetapi senyuman keikhalasan itu yang mampu membuat hatinya perih.
Bahkan pernah sekali ia mendengar isak tangis dibalik pintu kamar mandi saat dian membersihkan diri. Namun setelah keluar, ketika pandangan mereka bertemu dian malah tersenyum lagi dan lagi kepadanya. Rasanya hati ustadz Alfi ambyar guys π
Perubahannya memang tidak begitu ketara tapi begitu jelas membuat ustadz Alfi kena mental alias sakit hati dan tidak bisa lagi membalas senyuman dari istrinya. Btw, kenapa dian berperilaku seperti itu?
Nyatanya, apa yang dian lakukan semua hanyalah untuk mempertahankan hubungannya. Terbukti dari tulisan yang ia tulis diatas kertas putih berpena hitam. Dibuku tersebut bahkan dituangkan rasa sedihnya juga yang baru diketahui dan dibaca oleh ustadz Alfi saat ini.
Untuk hatiku
Aku ingin sekali mengungkapkan rasa ini terus terang namun terasa berat. Kau selalu menuntutku untuk mengungkapkannya bahkan ingin membentak seseorang yang begitu aku cintai. Aku tidak mau menyakiti hatinya.
Untuk logikaku
Aku mohon berhentilah berpikir negatif. Jika memang benar membohongiku dan ingin bersama kania, aku bisa apa. Lagipula diriku ini jauh dibandingkan mereka, aku hanya seorang wanita biasa mengharapkan sesosok pangeran berkopyah hitam. Rasanya takdir ini begitu mengejutkanku.
Aku ingin pulang jatuh di pangkuan ibu dan berlindung dipelukan ayah.
Setidaknya menyiram hatiku dengan ketenangan barulah terus menunggu dimana ia mau meceritakkan semuanya padaku.
Hatiku panas, hatiku sakit
Saat terjatuh saja, aku tidak merasakan sakit sama sekali.
Tapi pada akhirnya aku juga merasakan sakitnya belakangan.
Aku memang kuat dari fisik tapi dari mental aku sangat rapuh.
Ada bahagia ada juga sedih
Terimakasih ya Allah dengan ujianmu mampu menjadikanku wanita kuat luar dalam.
_Dian Nurul Cahyani
Jatuhlah buliran air mata di pipi ustadz Alfi. Tangan gemetar melihat goresan pena hitam di buku tersebut. Hatinya mencelos keluar dan berlari menjauh dari raganya. Ustadz Alfi membaca buku diary milik dian yang tidak sengaja terjatuh saat ia mengambil baju koko yang baru karena ia terkena hujan lagi sebab mencari keberadaan istrinya. Tulisan ini sepertinya baru beberapa hari namun kertasnya sedikit menciut seperti baru kering tersiram sesuatu.
"kenapa kau melakukan semua ini ? Lebih baik pukul aku, tampar aku, tendang aku yang tidak paham semua tentang hatimu. Diammu membuatku sakit"bathin ustadz Alfi menjerit seraya meletakkan buku itu di sofa ruang tamu
__ADS_1
"maaf dek, maaf"lirihnya yang bahkan azzam bisa mendengarnya.
Terlihat ustadz Alfi mengusap wajahnya dengan kasar buliran air mata yang semakin deras. Azzam pun tidak bisa berbuat apa apa. Sedangkan umay dengan farhan tak mampu berkata kata lagi. Umay sudah menduga jika adik sepupunya itu pasti pulang karena sudah 5 bulan lebih tidak bertemu keluarga di sana dan berziarah ke makam mbah kakung dan mbah utiinya.
Kepergian ustadz Alfi yang pergi ke pesantren membuat dian pergi tanpa izin darinya. Padahal ia berniat ingin menceritakan kejadian sebenarnya. Ia memulainya dan berinisiatif untuk menjelaskannya berkat nasihat kakek. Tapi kenyataan membuatnya sangat bingung
"bagaimana jika kita menyusul? Alfi bisa membujuk dian kembali"saran umi shita yang disetujui oleh semuanya.
"betul, sekarang bersiaplah. Kita akan berangkat sekarang juga."tegas abi abdurahman yang membuat mereka semua bersiap. 2 mobil meluncur menyusul dian
πππ
Sementara Dian yang sudah sampai hari ini menyalimi kedua orang tuanya. Ia pun di persilahkan masuk kedalam rumahnya
"duduklah sini nduk, ibu udah buatkan teh hangat untukmu"ucap bu mira
Kemudian ayah ahmad menuntun dian di sofa ruang tamu rumahnya. Dayu hanya terdiam di posisi samping bu mira yang tepat berhadapan dengan ayah dan mbaknya.
"kenapa ini nduk, pulang pulang koq manja banget. Apa kangen berat sama ayah, hm?"tanya ayah ahmad yang mengelus rambut putri sulungnya.
"hanya ingin memeluk, ayah melarangnya yaa"ucap dian yang seperti anak kecil umur 5 tahun. Tapi dengan mencebik bahkan seperti ingin nangis.
"boleh ceritain? Ayah sama ibu insya allah bisa menyarankan sesuatu solusi"timpal ayah ahmad.
"mbak cerita aja, dayu mau ke kamar"ucap dayu yang tersenyum lalu pamit kedalam kamarnya dan tak lupa mengunci pintu.
Dian menceritakan secara detail tanpa mensensor setiap kalimatnya. Ia pun menyampaikan apa yang ia rasakan di dalam hatinya. Banyak pikiran dengan keputusan yang pro & kontra
"menangislah, ayah siap ditumpahi air matamu nduk"bisik ayah ahmad yang diangguki oleh bu mira.
Pecahlah tangisan yang selama ini ia tahan tahan. Dian menenggelamkan wajahnya di pelukan dan menangis sampai membasahi pakaian ayahnya. Dayu di dalam kamar merasa sangat teriris iris dengan tangisan itu. Hatinya merasakan itu semua.
"sebaiknya kamu istrirahat dulu nggeh. Ayah tau kamu lelah nduk"
Ucapan ayah ahmad membuat dian menghapus air matanya namun terdiam menunduk menyembunyikan hidungnya yang merah.
"mau ayah tidurkan, pok..pok..pok"canda ayah ahmad yang membuat dian tertawa dengan apa yang beliau katakan.
"iya, aku mau istirahat dulu. Yah,bu"pamit dian yang langsung berjalan kedalam kamarnya. Walaupun ia habis menangis tapi kenapa dengan candaan sang ayah membuat ia tertawa.
__ADS_1
"ayah, apa benar yang dikatakan putri kita?"tanya bu mira.
"entahlah bu. Ayah rasa ini cuma kesalahfahaman saja. Jika benar nak ustadz tidak akan menyusulnya, jika salah nak ustadz akan kesini untuk menjelaskannya bu"jelas ayah ahmad.
Hatinya memang sakit akibat putri sulungnya yang menangis sebab ustadz Alfi tapi bagaimanapun harus disertai dengan pernyataan dari segi pihak yang lainnya.
"ibu hanya bisa berdoa. Bahwa semua itu tidak benar dan hanya salah faham. Lagipula kita sangat yakin bahwa nak ustadz tidak mungkin melakukan itu"ucap bu mira yang hanya dibalas anggukkan oleh ayah ahmad.
****
Mobil berhenti di rest area, semuanya makan dan minum terlebih dahulu. Melaksanakan sholat ashar.
Hanya ustadz Alfi yang tidak mau makan dan minum. Melamun dan menatap jalan tol. Ditemani semilir angin di sore hari. Rasa rindu yang membuncah tapi diliputi rasa bersalah yang mendalam.
Ia sadar bahwa apa yang dilakukannya membuat hubungan mereka seperti saat ini. Adakah Seharusnya? Apakah bisa mengulang waktu dan menolak bertemu dengan sahabatnya. Sangat mustahil jika itu terjadi.
Yang ia harapkan hanya satu yaitu ada dian bersamanya. Menikmati hari dengan diiringi canda dan tawa. Hidup menjadi bermakna dengan ada istrinya.
Ya allah mudahkanlah aku dalam menyelesaikan masalah ini. Sejujurnya aku takut kehilangannya. Istri yang seperti dek dian siapapun yang mendapatkannya sangat beruntung sekali. Tapi aku malah membuatnya seperti itu
"ustadz"tegur umay.
"eh bang umay"kaget ustadz Alfi
"Pertemuan ada perpisahan. Tapi masalah pasti ada penyelesaian. Mungkin kalian memang lagi diuji sebesar apa cinta di dalam hati ustadz maupun dian"ungkap umay yang tersenyum menatap langit sore bersama adik iparnya.
"bang, apa dek dian akan mendengarkanku? Aku yang menyia nyiakan waktunya hanya untuk menungguku menjelaskan semuanya, pasti ia benci padaku."curhat ustadz Alfi.
"insya allah ia akan mendengarkan ustadz. Jangan ragukan cintanya, toh ia diam bukankah hanya menjaga hubungan kalian. Tapi ustadz salah juga, ia telah memberikan kesempatan namun ustadz tidak segera menyadarinya. Nanti jelaskan dengan perlahan lahan. Hati adik sepupuku akan luluh dengan kasih sayang dan permintaan maaf dari ustadz."jelas umay panjang lebar.
"baiklah, terimakasih bang"ucap ustadz Alfi yang kemudian meninggalkan umay dan memilih masuk kedalam mobil lalu menidurkan dirinya di kursi penumpang paling belakang.
Bersambung...
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·