Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Alhamdulillah ya allah


__ADS_3

"mas sakit hiks...hiks... Aku gak kuat"keluh dian yang beralih memeluk ustadz Alfi.


"sebentar lagi sampai, bertahanlah dek."ucap ustadz Alfi yang membalas pelukan itu.


Anehnya Dian tidak lagi merespon dan diam saja. Ia pun mencoba memegang pundak istrinya sedikit melihat keadaan dan setelah itu tubuh lemas milik istrinya ambruk di pelukannya dengan mata yang tertutup rapat.


"dek, bangun"


"bangun sayang"


Tegur ustadz Alfi yang panik dan memeluk erat dian bak menidurkan bocah 5 tahun di pundaknya. Ia berdoa agar istrinya baik baik saja dan tidak terjadi sesuatu hal yang ia khawatirkan.


Umay menambah kecepatan saat jalan sudah mulai rata dan tak berkelok kelok. Keluarlah mereka berdua dari desa dan menuju kota.Beruntungnya jalan di kota tidak macet dan senggang. Gedung rumah sakit sudah terlihat dari lampu lalu lintas. Berlantai 5 dengan dilengkapi lift serta fasilitas yang memadai seperti di jakarta.


Mobil sudah sampai tepat di depan pintu utama rumah sakit tersebut. Ustadz Alfi buru buru keluar dan menggendong dian menuju kedalam. Ia menjadi pusat perhatian sebab tidak memakai masker karena saking paniknya dengan keadaan dian yang bahkan tidak sadarkan diri.


Roda brangkar berputar cepat menuju ruang UGD seiring kaki yang melangkah. Perawat dan dokter sudah berada di depan ruangan menanti brangkar yang mengarah kepada mereka. Setelah itu Dian ditangani oleh dokter lalu tertutuplah pintu ruangan tersebut.


Ustadz Alfi mondar mandir saja di depan umay yang terduduk di kursi tunggu. Memangnya hanya ustadz Alfi saja yang khawatir, umay merasakan hal yang sama. Namun jika ia mondar mandir begitu bukankah membuat ustadz Alfi tambah panik.


Tak lama kemudian tibalah Umi shita, aisyah, dayu dan bu mira bersama farhan di belakangnya. Mereka menghampiri ustadz Alfi yang sudah terlihat mondar mandir dan panik gak karuan dari jauh.


"assalamualaikum"salam mereka.


"waalaikumsalam"jawab ustadz Alfi dan umay bersamaan.


Umi shita hendak bertanya namun tidak jadi sebab yang mau ditanya saja tidak henti hentinya merapalkan doa. Ia pun memilih diam dan menunggu di kursi tunggu.


"ya allah lindungilah istri hamba"lirih ustadz Alfi yang kini sudah berhenti yang tadinya seperti setrika rusak.


Ceklek...


Pintu terbuka dengan keluarnya dokter muda yang berjenis perempuan memakai kerudung yang dilengkapi stetoskop dilehernya.


"bagaimana keadaan istri saya dok? Apakah ia baik baik saja?"tanya ustadz Alfi bertubi tubi. dokter muda itu tampak bersiap ingin menjawab pertanyaan tentang keadaan pasiennya yang ternyata ia kenal tapi masih terkejut dengan ucapan laki laki di depannya ini.


"hanya kelelahan, stres yang berlebih dan benturan ringan, beruntung janinnya tidak terjadi masalah serius."jelas dokter tersebut dengan senyum khasnya.

__ADS_1


"janin dok?"tanya ustadz Alfi kembali.


"iya ustadz. Usianya kira kira menginjak 3 bulan 2 minggu. Untuk ibunya kondisinya sangat lemah dan harus dilakukan pemeriksaan berkala serta rawat inap"jawab dokter.


Semuanya tersenyum dengan kabar dian yang sedang berbadan dua namun sedih juga dengan keadaan dian sendiri masih harus menjalani rawat inap. Umay pergi untuk membantu mengurus administrasinya dan membayar langsung ruang inap itu sekaligus.


πŸ’πŸ’πŸ’


Dian sudah dipindahkan ke ruang VIP yang telah dipesan. Ruangan yang sangat komplit dengan dilengkapi kamar mandi, sofa yang panjang, tv, nakas, brangkar yang nyaman dll.


Ustadz Alfi senantiasa menunggu dian sadarkan diri. Menatap wajah pucat yang tidak ada senyuman manis dian untuknya saat ini. Terlihat tangan tersebut di infus yang bahkan membuat dirinya menatap ngilu. Ustadz Alfi yakin bahwa jika dian sudah sadar pasti mengeluh sakit. Bahkan istrinya saja takut sama infusan. Pandangannya beralih pada perut dian yang terdapat adanya si kecil.


"assalamualaikum sayang. Maafkan abi yang tidak tahu kehadiranmu di dalam sini"ucap ustadz Alfi yang seakan akan si kecil mendengarnya seraya mengelus perut tersebut yang membuat 4 wanita di sofa tersenyum mendengar ucapannya.


Akibat hangatnya telapak tangan yang mengelus perutnya membuat dian mulai menggerakkan sedikit tangannya.


"engh"lenguhnya yang membuat semuanya menoleh kearahnya.


"dek alhamdulillah. Ada yang sakit ?"tanya ustadz Alfi.


Dian hanya diam dengan pandangan yang menatap sekelilingnya dari atas, kiri, depan wajahnya yang terdapat ustadz Alfi lalu ke kanan. Melihat selang infus dari sumbernya menuju tangan kanannya. Ia pun mengangkat tangannya dan tiba tiba...


"mas, aku gak mau pakai ini"pinta dian seraya mengulurkan tangannya di depan ustadz Alfi.


"lepas"


"tidak boleh"


"lepas"


"tidak boleh"


"eh koq kalian malah berdebat begini sih? gak malu itu sama dokternya"ucap umi shita yang tiba tiba merasa pusing dengan perdebatan antara mereka berdua. Sedangkan dokter dan yang lainnya tersenyum menahan tawa.


"silahkan dokter"ucap ustadz Alfi yang mempersilahkan. Dokter langsung dibantu perawat untuk segera memeriksa kandungan dan keadaan si kecil di dalam perut Dian.


USG (ultrasonografi) adalah proses pemindaian dengan menggunakan teknologi berfrekuensi tinggi yang berfungsi untuk menghasilkan gambar organ tubuh bagian dalam. Umumnya USG yang sering terdengar digunakan untuk memeriksa kandungan. Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan, pemeriksaan kehamilan wajib dilakukan minimal empat kali selama periode kehamilan. Pada trimester kehamilan pertama sekali lalu trimester kedua sekali dan trimester ketiga dua kali.

__ADS_1


Dokter membuka sedikit baju Dian lalu mengoleskan gel. Semua melihat kearah monitor dengan serius. Kali ini dokter permata merekomendasikan USG 4D karena perut tersebut terbentur walaupun hanya ringan tapi apa salahnya berjaga jaga. Terlihat di monitor usg bergerak gerak dan si kecil sudah sedikit terbentuk. Itu membuat ustadz Alfi tanpa sadar mengeluarkan air mata, sungguh rasanya bahagia melihat buah hatinya baik baik saja.


"masya Allah si kecil sehat. Rahimnya kuat tidak terjadi masalah yang perlu diseriuskan."ucap dokter permata membuat dian bahagia sekali ternyata ia sedang mengandung.


"pada trimester pertama sangat penting untuk perkembangan janin. Terjadi perubahan besar pada tubuh ibu yang kerap menimbulkan berbagai gejala, seperti mual, muntah, mudah lelah serta emosional"


"di trimester ini rentan sekali mengalami keguguran jadi harus hati hati sekali dan menjaga pola makan yang benar. Sangat dianjurkan memakan makanan sehat karena


Janin sangat membutuhkan asupan gizi"


"makanannya yang dianjurkan apa saja dok? Lalu jika nanti aku tidak mau makan apa bisa digantikan"tanya dian yang punya rasa ingin tahu yang tinggi sedangkan dokter permata tersenyum dengan pertanyaan dian.


" di menu makanan si ibu harus ada makanan yang mengandung Asam folat dan asam lemak omega 3, Kalsium, Zat Besi, Kolin, Vitamin B12 serta Vitamin B6 contohnya susu atau sereal. Nah jika mbak gak mau makan karena mual harus diganti dengan sereal atau pudding. Nanti saya akan rekomendasikan susu hamil yang bagus" Jelas dokter permata seraya berdiri di samping brangkar dian.


"dokter? Katanya bisa digantikan dengan pudding atau sereal. Biasanya ibu hamil itu makan berapa kali sehari?"tanya dian kembali yang antusias bertanya dan mendengar penjelasan dari dokter.


"wahh sepertinya nanti si kecil kalau sudah lahir menjadi pintar. Oiya, biasanya sih 3 kali sehari. Minimal di pagi hari harus kena nasi. Siang atau malam bisa di gantikan pudding atau sereal. Sesuai bagaimana mbak dian sendiri yang mengatur makan. Kl saya sih tidak yakin jika mbak dian makan 3 kali sehari"ucap dokter yang membuat dian tersenyum malu.


"hehe em..beberapa hari ini aku makan 4 kali sehari dan suka jajan"ucap dian yang cengengesan ketahuan makan banyak. Itupun membuat semuanya tertawa akibat ucapannya.


"pantas aja pipinya embem dek"ucap ustadz Alfi yang santainya menarik sedikit kedua pipi dian. Bukannya dian melepas tangan tersebut ia malah tertawa ceria seakan lupa dengan masalah infus.


"kalau begitu saya permisi. Oiya nanti perawat yang mengasihkan produk susu hamilnya ya "pamit dokter permata yang keluar dari ruangan tersebut dan tak lupa melebarkan Senyumannya selalu.


"baik dok, terimakasih"ucap ustadz Alfi


Setelah itu ustadz Alfi mengajak bicara dian. Lalu menyalakan tv dan menyambungkan youtube karena dian meminta menyalakan film shaun the sheep. Ustadz Alfi menuruti semua keinginan dian. Ia sampai terkekeh melihat koleksi film yang dulu sangat ia gemari juga ada di playlist download youtube milik dian.


"terimakasih ya allah. Aku bahagia bersamanya. Lindungilah dan jagalah istri serta calon anak hamba. Ini kebahagian yang paling terindah di dalam hidupku. Aku tidak akan membiarkannya sakit hati karena diriku dan menjamin kebahagiaannya selagi aku mampu"bathin ustadz Alfi yang tersenyum melihat dian yang tertawa gembira hanya melihat seekor domba berbulu putih dan kurus itu.


bersambung...


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa

__ADS_1


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2