
Roda mobil Umay berhenti berputar di area parkiran khusus. Terlihat banyak orang yang berlalu lalang di sekitar mereka. AC di terminal itu tidak sama sekali memengaruhi apapun yang ada di dalam. Semua orang sibuk dengan kegiatannya masing masing. Begitu ramai namun tidak terlalu padat. Umay membantu untuk membawa barang bawaan ke tempat pemberangkatan. Hari ini adalah jadwal keberangkatan Dian & Dayu
Ada rasa tidak enak yang dirasakan oleh mereka berdua . Bagaimana tidak ? secara Umay adalah kakak sepupunya. Seharusnya tidak perlu banyak membantunya seperti ini. Diantarkan saja rasanya sudah sangat berterimakasih banget . Tapi mereka berdua juga tetap menghargai nya
Siang yang lumayan panas teriknya matahari diterminal terpadu dikota Jakarta ini sudah hampir siap untuk jadwal keberangkatan menuju kampung halamannya. Tujuan mereka yaitu menuju wilayah Jawa tengah tujuan solo - Wonogiri .
Dijawa tengah banyak sekali tempat atau wilayah wilayahnya. Salah satunya yaitu Wonogiri. Kabupaten yang harus melewati wilayah Semarang lalu solo, juga perbatasan dengan wilayah Pacitan dan batu. Oiya sebelum itu, banyak tol dan rest area yang harus dilalui sebelum kota Semarang . Jarak dari Jakarta ke Wonogiri sekitar 609 km dan kira kira 12 jam lebih.
Kembali lagi dengan Dian dan Dayu sudah menaikkan barang barang ke bus AKAP(antar kota antar propinsi). Setelah sudah selesai, Umay memutuskan untuk pulang ke rumah karena akan ada tamu. Perlahan tapi pasti, bus bergerak menjauh dari terminal terpadu ini .
Pertama supir melapor ke pihak kepolisian di terminal dan melakukan beberapa tes. Kedua setelah melapor polisi memeriksa keadaan di bus. Kedua syarat ini hanya untuk menghindari terjadi kejadian tidak diinginkan. Akhirnya bus diperbolehkan untuk melakukan perjalanan ke tol dan tetap menjag kecepatan standar nya. Terlihatlah banyak mobil mobil, bus dan berbagai macam truk berlalu lalang di jalan tol yang lurus ini.
Dian sedang melihat lihat kearah luar sengaja sekali ia tidak menutup gorden nya. Sedangkan Dayu memilih untuk memakan makanannya seraya memegang ponselnya. Tiba tiba saja ia jadi merasa sedih lagi, karena akan ditinggal oleh mbanya. Namun ia berusaha sekuat tenaga agar lebih memerhatikan hari hari terakhir bersama mbanya sebelum ke Jogja. Ia pun memulai pembicaraan agar tidak terlalu sepi hehe π.
"mba aku kangen Mbah Kakung , pengen cepet cepet sampai di rumah."Ucap Dayu yang beralih menatap Dian. Sedangkan yang ditatap sudah menengok kearah nya .
"sama mba juga kangen, dah sekarang makan tuh jajanannya lagi , hehe"pinta Dian yang melihat sudah 2 bungkus lebih yang sudah habis di babad oleh adiknya. Sedikit terkekeh tapi ia juga sama sih.
"iya mba pasti."ucap Dayu berlanjut memakan lagi, Itu membuat mbanya hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya.
Sementara dirumah Umay ....
Umi Shita , Aisyah , Ustadz Alfi dan kawan kawan nya sudah sampai dirumah Umay sejak 1 menit yang lalu. Terlihat keadaan rumah sepi sekali dan pintunya juga terkunci.
Mereka pun menunggu di kursi luar . Beberapa menit kemudian, terdengar deru mobil pemilik rumah. Azzam langsung berinisiatif untuk membukakan pagar agar si pemilik rumah masuk. Setelah mobil terparkir kan di tempat semula, Umay pun menyapa tamunya .
"assalamualaikum semua."salam Umay .
"waalaikumsalam"sahut semua serempak .
"silahkan masuk semua , maaf telat."ajak Umay dengan ramah .
Mereka semuanya masuk bersama sang pemilik. Pertama tama , Umay membuka pintu rumahnya. Rumah yang bertingkat 2 dan luas adalah tempat Umay bersama keluarga nya tinggal. Dan disini juga banyak sekali kenangan kenangan yang gak bisa dilupakan olehnya .
Tamu dipersilahkan duduk di sofa ruang tamu oleh Umay dan ia memilih untuk mengambil minuman di mobil nya yang tadi dibeli oleh Dayu. Ia membuatkan jus dan makanan ringan untuk menjamu tamunya terhormat dan tersayang nya itu hehe π. Sesaat kemudian, datanglah Umay membawa beberapa makanan dan jus keruang tamu . (jadi pengen , bagi dong kak Umay satu aja , heheππ . lanjut ya guys).
"maaf cuma segini aja , gak apa apa kan?. mari silahkan dimakan."Ucap umay yang seraya meletakkan semuanya satu persatu di meja.
"ini sudah lebih dari cukup bang umay."ucap ustadz Alfi.
"terimakasih."ucap mereka serempak .
"iya . ayo dimakan."ucap Umay seraya duduk di sebelah Ustadz Alfi dan Azzam . Semuanya menikmati hidangan yang disediakannya. Namun...
"oiya bang umay tadi habis kemana ?"tanya Aisyah. Sebelum Umay menjawab udah di dahului oleh Azzam .
"kamu mau tau aja sih Syah , kayak wartawan aja nanya Mulu"canda Azzam .
__ADS_1
"ih apaan sih , orang Syah nanya ke bang umay kenapa bang Azzam Nyamber aja kayak geledek ."ucap Aisyah yg tersenyum sumringah .
"ngaterin adik sepupu ku Syah , dek Dian dan Dayu pulang ke kampung." jawab Umay yg sambil memegang telur gulung. Hampir saja telur gulung yang enak itu masuk kedalam mulut nya.
tiba tiba Aisyah langsung bertanya lagi....
"lah kok pulang , kenapa bang ?"tanya aisyah yang berhasil membuat umay tak jadi makan telur gulungnya.
"aduh Syah , saya Gak jadi terus makan telur gulung ini "ucap Umay. semuanya terkekeh melihat umay yang akan menikmati telur gulung eh malah terhenti.
"eh iya maaf bang."malu Aisyah.
"dek Dian mau kuliah di Jogja, dan kalo pulang mau izin sama Mbah Kakung dan memulangi Dayu kesana."jelas Umay seraya memasukkan telur gulung itu ke mulutnya. Dan Alhamdulillah, sebelum Aisyah bertanya lagi.
"eits, tunggu tunggu ... Mbah Kakung tuh apa bang ?"
Pertanyaan Aisyah hampir membuat Umay tepuk jidat. Dan dengan sabar, ia menjelaskan semuanya alias pertanyaannya.
"Aisyah, aisyah .. Mbah Kakung itu sebutan dalam bahasa Jawa untuk memanggil kakek."jelas Umay .
"o begitu ya . maklum Aisyah Gak pinter bahasa Jawa. hihi" ucap Aisyah yang melanjutkan makannya kembali .
"Umay ?"panggil Umi Shita yang begitu tiba tiba . Sontak semuanya menengok bersamaan .
"iya umi ."jawab Umay yang memberhentikan makan nya .
"oke . jadi gini ..."ucap Umay .
Namun sebelum ia melanjutkan perkataannya, terlihat semuanya jadi memperhatikan dengan serius seakan lagi proses belajar mengajar .Seakan akan Umay menjadi gurunya sedangkan yang lain jadi muridnya .
"loh kok semua jadi tegang sih santai aja ."ucap Umay
Kemudian semuanya kembali dengan ekspresi santai lagi . Umay pun berlanjut bercerita lagi tentang silsilah keluarganya .
"Mbah Kakung saya punya anak 3 yaitu alm.ayah zainal , paman ahmad dan paman Wisnu . Alm.ayah menikah dengan almh.ibu yaitu ibu cut Nadia Khoirunnisa. orangtuaku dikasih rumah."jelas Umay sesekali meminum airnya.
"bibi cut Mira Khoirunnisa adalah istri dari paman ahmad ningrat. mereka mempunyai Dian Nurul cahyaningrat dan aurellia dahayu cahyaningrat. Mbah kasih mereka sawah dan perkebunan di kampung."jelas Umay terjeda sebentar lagi . Semuanya hanya manggut-manggut saja .
"o begitu ya bang . lanjut.."ucap Aisyah.
"lalu kalo paman Wisnu Syahlan memiliki istri yaitu bibi Tia Miftahul Jannah mempunyai anak yaitu syafaul Lidya . sekarang paman punya pesantren milik orangtua bibi Tia di Tanggerang."jelas Umay .
"jadi begitu ya Umay, Syukron ."ucap umi Shita yang menyimpulkan. Ia juga yakin bahwa keluarga Umay semuanya baik baik. makanya mereka mempercayakan kepada Umay untuk dekat dengan ustadz Alfi. selain itu, ia juga memiliki sifat dewasa yang bisa mengatasi semuanya .
"umi dan yg lain gak mau tau cerita tentang Dian ?"tanya Umay tersenyum dan menatap penuh arti ustadz Alfi.
"mau bang "jawab Aisyah meledek ke arah ustadz Alfi .
__ADS_1
Sedangkan sang kakak hanya menatap kesal kearah adiknya . Namun jauh di dalam hatinya ia ingin tahu. Sebelum berbicara, umay hanya menanggapi reaksi si ustadz dengan tersenyum kecil.
"sebenarnya dian itu bagaimana orangnya. jujur sangat penasaran. tapi..."pikir Ustadz Alfi.
"Dian itu adek sepupuku yg paling pendiam di keluarga ku. Dari kecil memang tak suka matematika tapi satu hal yg ia suka adalah pelajaran agama dan IPS. kl agama ia suka banget hapalan hadist, kl ips sukanya di bidang sejarah "jelas Umay yg sambil mengunyah.
"wah berarti pintar dong anaknya "ucap umi Shita . Sedangkan ustadz Alfi senyum senyum sendiri (hayo ustadz bayangin apaan coba π).
"oiya dia juga pinter menari , memainkan alat musik dan silat ."ucap Umay yg melanjutkan makan telur gulung lagi.
namun azzam melihat gelagat aneh dari Ustadz Alfi yg tersenyum memikirkan sesuatu dan dengan asal ngomongnya ia pun berkata sembarangan.
"ustadz tertarik sama adik sepupunya Umay?bolehlah dikategorikan calon Istri. cantik loh stadz"tanya Azzam yg asal aja membuat ustadz Alfi melayangkan tatapan tajamnya. maklum umur sama jadi begitulah haha.
"siapa yg bilang begitu?"sungut Ustadz Alfi mengalihkan pandangannya.
Tapi stadz kamu tuh gak bisa bohong, pasti ketahuan. Bahkan Umay menggelengkan kepalanya melihat interaksi Azzam & Ustadz mudanya itu. sedangkan yg lainnya menangkap rasa malu ustadz Alfi menjadi tertawa saja π
"Tapi boleh dong Alfi, umi pengen mantu yang baik. cocoklah kl lihat Dian. Bener kata azzam, cantik koq."ucap umi shita.
"koq umi gitu sih, udahlah umi nanti kl sudah ditakdirkan jodoh mendekat yasudah tinggal nunggu dari Allah."ucap ustadz Alfi.
"kamu udah umur berapa Alfi? jangan nunggu lagi deh."ucap Umi Shita yang sontak memicu tawa di antara 3 laki laki gesrek.
"kalian bertiga juga. apalagi kamu farhan."omel umi shita. lantas terdiamlah ketiganya, sedangkan ustadz Alfi tersenyum smirk meminum jusnya.
"makanya jangan begitu, kena kan akhirnya"kor aisyah dan umay bersamaan dengan tatapan ledekan.
"yassalam dah kl begini"serempak azzam, teuku dan farhan lesu.
Tak terasa, mereka berbicara dan memabahas ini itu dan nyambar kesana kemari Sampai dengan sore hari, Umi Shita dan yang lainnya memilih segara pulang sebab takut Sholat magrib tertinggal.
Setelah semua nya pulang dan tidak terlihat olehnya, umay membereskan semuanya sambil teringat perkataan Azzam .
"dari fans bisa menjadi calon istri dan akan berubah menjadi istri kl sudah ditakdirkan . ada ada saja perkataan Azzam."
"Tapi kl dilihat lihat kayaknya Ustadz suka deh. yah itu kekuasaan mu ya Allah hamba manut saja akan takdirmu. Jagalah kebahagiaan keluarga dan teman temanku Aamiin" bathin umay
Umay berjalan melewati tangga untuk ke kamar atasnya. Seperti biasa sepi tanpa istri begitu terasa. Apalagi jika tugasnya berbulan bulan . boleh jujur gak sih? umay tuh rindunya setengah mati tau bahkan mendarah daging dengan sikap sabarnya dan mendukung karir sang istri. dari awal selalu berkomitmen sampai sekarang.
bersambung...
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·