Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Tausiyah


__ADS_3

Matahari sudah muncul di ufuk timur sejak tadi. Hari ini kegiatannya adalah pergi tausiyah ke daerah Jakarta Selatan. Ada yg spesial untuk tausiyah kali ini. Ustadz Alfi pergi bersama Dian untuk pertama kalinya. Sudah pagi pagi buta Dian sudah bangun Lalu segera mandi untuk menyiapkan sarapan dan berlanjut dengan pakaian untuk suaminya. Sedangkan Ustadz Alfi mandi setelah melaksanakan sholat shubuh bersama.


Dian menyiapkan pakaian untuk Ustadz Alfi nanti. Pilihannya jatuh pada koko berwarna Cokelat muda dengan celana panjang berwarna cokelat tua, tak lupa juga dengan kopyah dan sorban kesayangan sang ustadz. Setelah itu ia letakkan di kasur mereka dan beranjak keluar kamar menuju dapur membuat jahe hangat. Termenung, Ia masih khawatir jika sampai ustadz Alfi sakit sebab kemarin karena kelelahan ditambah hari ini pergi tausiyah. Lamunannya terhenti karena tangan yang menepuk bahunya. Terhentak dan mengucapkan istigfar dalam hati.


"lagi mikir apa sampai melamun begini dek?"


tanya ustadz Alfi duduk di meja makan dan tersenyum menatap raut keterkejutan bercampur rasa cemas diwajah istrinya. Lalu dian menaruh gelas berisi jahe hangat di atas meja tersebut dan duduk di sampingnya


"mas, gak ngerasa kurang enak badan kan? seharusnya kemarin dirumah saja kl sa..."ucap dian terpotong.


"aku gak apa apa dek. Insya allah, gak usah khawatir"senyum ustadz Alfi menyakinkan lalu menggenggam tangan dian lalu memakan sarapannya.


Sarapan sudah selesai, dian pun baru pergi berganti pakaian. Sekarang kebiasaannya dirumah tidak pakai hijab dan menguncir rambutnya. Semua itu permintaan ustadz Alfi sendiri, namun jika melangkah jauh dari dalam rumah atau sekedar ke rumah umi baru pakai hijabnya. Sementara dian berganti pakaian dan bersiap, Ustadz Alfi menunggu diruang tamu dengan sembari membalas chat dari bang azzam.


Ngomong ngomong soal bang azzam, sebenarnya panggilan "bang" berasal dari keluarganya. Azzam selalu dipanggil bang walaupun mempunyai kakak perempuan. Pasti sudah sangat diketahui bahwa punya saudara laki laki itu pelindung kakak/adik perempuannya. Jadi azzam selalu dipanggil bang, bahkan ustadz Alfi memanggil bang walaupun mereka berumur sama.


Panggilan azzam ke ustadz Alfi juga ada dulu sebelum temannya itu kuliah di mesir ialah Al/suf. Kadang kl lagi bercanda azzam manggil ustadz Alfi "sulfur" sedangkan ustadz Alfi memanggilnya "air zam zam" pada saat masa masa di pesantren.


Kembali lagi dengan dian yg sudah selesai bersiap. Ia memakai gamis yg dibelikan ustadz Alfi untuk mahar. Gamis nya beragam dan sekitar 10 pasang gamis dengan hijabnya. Gamisnya berwarna cokelat muda dengan hijabnya senada. Bisa diartikan couple pakaian mereka. Kemudian membawa tas selempangnya yg berisi Hp dan lain lainnya.


Pintu terbuka dengan pandangan ustadz Alfi tak lepas dari dian, istrinya ini sangat membuatnya terpesona dengan tampilan yg sangat ia sukai. Riasan wajah yg sederhana, natural dan fress. Baginya tampilan dian hanya bisa diwakili dengan 2 kata yaitu "masya allah, cantik". Senyum ustadz Alfi membuat dian salah tingkah sendiri dan mencoba mengalihkan ketidakkonsennya dengan berbalik badan menutup pintu kamarnya.


"cantik banget yg mau nemenin tausiyah. Istrinya siapa sih ini?"ucap ustadz Alfi memeluk dian dari belakang seperti biasanya, Bahkan sudah sangat kebiasaan dan sehari harinya.


"istrinya orang"canda dian yg tersenyum menggenggam tangan yg merengkuh erat tubuhnya saat ini.


"loh, koq istrinya orang?perasaan mas menikahi kamu, bukan orang lain"balas ustadz Alfi.


setelah itu mereka berdua tertawa bersama. dian berbalik badan menatap kedua bola mata yg jika sudah menatap dengan senyuman bisa bisa membuat kaum hawa histeris. Dimata itu hanya ada rasa cinta yg tulus untuknya. Ia hanya berharap sangat agar tatapan itu tetap sama dan sampai selama lamanya bahkan di kehidupan selanjutnya. Heran, wajah suaminya sangat menawan dan sangat menjadi incaran alias idaman calon imam bagi gadis gadis diluaran sana. Kadarnya itu dari mana sih, masa harus perlu ia kurangi biar gak ada yang melirik selain dirinya ๐Ÿคฃ


"oiya mas, nanti dijemput sama siapa?"tanya dian yg mengalungkan tangannya di leher ustadz Alfi.


"seperti biasa. Dijemput bang umay dan bang azzam"jawab ustadz Alfi yg mengubah posisi menjadi ia dibelakang memeluk dian kembali. Sungguh wangi istrinya ini membuatnya nyaman. Lalu memejamkan matanya dan meletakkan dagunya di ceruk leher istrinya yg tertutup hijab.


Sementara bang umay dan bang azzam sudah memberhentikan mobil milik ustadz Alfi di depan pagar rumahnya yang sekarang. Dibelakangnya ada satu mobil yg ditumpangi oleh tim mereka. terlihat pagar itu masih tertutup dan umay membukanya segera.


Mereka berdua pun berjalan menuju pintu dan mengucap salam. Sedangkan didalam masih dengan dunianya sendiri yg lain di acuhkan. Bahkan ucapan salam tidak pengaruh bagi mereka.


"ekheem"dehem bang azzam yg telah membuka pintu yg tidak rapat itu dan tentu saja ia melihat Dian yang sedang mengelus pipi suaminya dan Ustadz Alfi memeluk mesra istrinya dari belakang . Umay hanya tersenyum saja dengan ekspresi wajah dian yg bersemu merah.

__ADS_1


"ternyata lagi berduaan, pantes aja gak jawab salam."ucap umay yg tampak menahan senyumnya.


"waalaikumussalam bang"


"maaf"Kor ustadz Alfi dan dian bersama.


Setelah itu, mereka semua berangkat menuju tempat tausiyah dilaksanakan. Bang umay menyetir dan disebelahnya Sedangkan dibelakang dian bersama ustadz Alfi. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Sudah lebih dari 3 tahun usia mobil ini yg menemani perjalanan dakwah sang ustadz muda ini. Walaupun yang ini termasuk baru. Mobil yg berwarna putih dan ber merk Toyota Alpard dengan harga yg lumayan mahal. Membelinya memakai uang tabungannya sendiri.


Oiya selain jadi pendakwah, ternyata ustadz Alfi pengusaha muda yg terkenal di mesir.Namun ia memakai nama samaran dan belum memberi tahu dian tentang hal itu. Hanya keluarga inti yg tahu. Nama samarannya yaitu fahri al husein. Perusahaan yg bergerak di bidang kuliner serba serbi makanan khas arab.


Dipegang dan dikelola oleh teuku. Itu sebabnya teuku jarang di Indonesia. Statusnya yg masih lajang membuatnya bebas pulang pergi ke mesir-indonesia.


Beberapa jam kemudian....


Mobil sudah berhenti di depan kerumunan orang yg akan mendengarkan materi yg akan disampaikan kali ini. Dari yang muda dan yang tua sangat suka dengan cara penyampaian ustadz Alfi yg enjoy. Tidak ada lagi kasus tentang jama'ah yang mengantuk, tidur sambil duduk dan boring.


Semuanya menyambut kedatangan ustadz Alfi dan dian dengan begitu sangat sopan. Banyak yg memfoto saat keluarnya pasangan baru bergandengan tangan menuju panggung. Habis ini bakal beredar di sosmed. Pada acara ini banyak dihadiri Santri dan santriwati dari pesantren Ponorogo. Mereka terpisah dengan jalan yg dilalui oleh tamu.


Dian duduk di kursi khusus untuk tamu dan tentunya ia duduk bersebelahan dengan salah satu Ustadzah. Sedangkan Ustadz Alfi segera naik ketas panggung.


Sesampainya diatas diatas panggung Ustadz Alfi menyalami satu persatu Laki laki lebih tua dari usianya . Ia diberi secarik kertas yg ternyata berisi nama nama yg menghadiri. Acara dimulai dengan kata sambutan pemilik Masjid sekaligus Pondok Pesantren yang tentu saja Dian kenal. 2 kata dan perkata Selanjutnya dari sambutan sudah selesai, kini giliran Ustadz Alfi bertausiyah.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarrakatuh...." jawab semuanya serempak.


"Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kesehatan iman lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka sehingga bisa menghadiri acara pada pagi hari ini. Shalawat dan salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Baginda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam . Semoga kita semua termasuk hambanya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak. Aamiin ya rabbalallamin."


"Yang saya hormati KH. Mansyur Al-Ghifari pemilik Masjid Al-Faqih. Yang saya hormati Bpk H. Jailuddin pimpinan Majelis Ta'lim. Yang saya hormati Ibu Hj. Syarifah Khairunnisa. Yang saya hormati Ustadz Sholeh Al-Ghifari. Yang saya hormati Ustadzah Nissa Hasnaini. Dan yang saya hormati Guz Agung Al-Ghifari. Serta Santriwan santriwati semuanya tanpa sebut nama satu persatu yang saya sayangi dan saya cintai."


"eaaa" ucap serempak para santri yg tiba tiba salah terka membuat ustadz Alfi menatap selidik kearah santri.


"kenapa?. Semuanya harus disayang dan dicintai loh sebagai muslim agar terjalin silahturahmi. Tapi bukan sayang beneran, nanti ada yg cemburu hehe"


Ustadz Alfi tersenyum penuh arti lalu terkekeh seraya melihat Dian yang duduk menatapnya. Semuanya tertawa akibat perkataan itu. Sedangkan dian sudah tersenyum kikuk ditempatnya duduk. Suaminya memang seperti ini ternyata, sangat humoris. Kemudian acara berlanjut.


"Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang salah satu amalan ringan namun berpahala besar. Apa itu?"


Rasulullah bersabda:


^^^ุชูŽุจูŽุณู‘ูู…ููƒูŽ ููู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุฃูŽุฎููŠูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ^^^

__ADS_1


^^^Artinya: "Senyummu di hadapan saudaramu adalah bernilai sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi)^^^


"Hadits ini berisi tentang keutamaan senyum. Dimana seseorang yang memberikan senyuman terhadap sesama muslim akan mendapatkan kebaikan sebagaimana kebaikan orang yang memberi sedekah. Dan akan mendapat pahala sebagaimana pahala sedekah. Senyum yang dimaksud adalah senyum yang didasarkan pada ketulusan hati. Yang dilakukan dengan tujuan kebaikan tanpa memiliki maksud buruk. Semua amalan memiliki niatnya. Tersenyum juga ada. Jika kita berniat dengan ketulusan hati untuk tersenyum barulah bernilai pahala. Begitupun sebaliknya."


"Senyum memang perkara sederhana untuk dilakukan kebanyakan orang. Namun senyum memiliki banyak makna dan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Senyum juga memiliki makna pengerat persaudaraan. Sebagaimana faidah silaturahmi, senyum bisa memudahkan rejeki dan memanjangkan umur."


"Dr Suzy Green, pakar psikologi dari University of Sydney membuktikan bahwa memperbanyak senyum bisa membuat seseorang lebih panjang umur dan memiliki hidup yang lebih nyaman."


Pernah di riwayatkan bahwa Rasulullah hanya duduk tersenyum melihat Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu โ€˜anhu dicaci maki di depannya, tapi bergegas pergi dan tidak senang ketika ia mulai melihat sahabatnya membantah atau membalasnya. Hal ini membuat Sayyidina Abu Bakar heran


โ€œWahai Rasulullah, orang itu mencelaku, engkau hanya duduk. Ketika aku membantah sebagian perkataannya, engkau berdiri pergi dan marah.โ€


Rasulullah menjawab: โ€œSesungguhnya ada malaikat bersamamu yang akan membantahnya untukmu. Ketika kau mulai membantah sebagian perkataan celaannya, setan datang. Aku tidak akan pernah mau duduk bersama setan.โ€


Rasulullah tersenyum karena tahu Abu Bakar mendapat pembelaan langsung dari malaikat ketika dia dicela. Lalu Rasulullah marah, dalam konteks mendidik, karena bantahan atau balasan Abu Bakar membuat setan datang. Artinya, ketersinggungan dan amarah sudah mulai datang, dan menjadi pintu masuk setan untuk membujuk dan merayu.


"Nah dapat disimpulkan dari hadist, keutamaan, manfaat, fungsinya dari segi kesehatan dan sosial serta kisah terakhir yg kita bahas . Bahwa tersenyum itu adalah sedekah yang berpahala besar dan sangat mudah dilakukan. Rasulullah saja terus tersenyum walaupun yg kita ketahui beliau saat menyebarkan agama Allah penuh banyak rintangannya, masa kita tidak tersenyum. Caranya tersenyum itu sangat mudah yaitu dengan Sedikit menarik wajah dan sudut bibir dapat menghasilkan senyum yg dapat ditularkan. Jangan sampai kita tidak diizinkan tersenyum dan tidak tau caranya tersenyum lagi. Selagi bisa, lebih baik tersenyum dan selalu senantiasa bersyukur akan nikmat tersebut."


"Sekian dari pembahasan hari ini. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya atas bimbingan Allah SWT Yang Maha Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa."


"Akhirul kalam, subhanakallahu maa wabihamdika, asyhadu allaa ilaaha anta, astaghfiruka wa atuubu ialaih,,,


Wallahul muwaffiq ila aqwamithaaryq,,,


Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokaatuh"


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarrakatuh...."


Semuanya menjawab salam tersebut serempak. Ustadz Alfi sebenarnya sedikit merasa pusing tapi ia memang sudah biasa mengalaminya. Tapi dengan senyuman Dian, pusing yang ia alami sementara hilang dan ikut membalas senyuman itu.


bersambung.....


๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข๐Ÿข


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih ๐ŸŒท

__ADS_1


__ADS_2