
Setelah Dian dan Ustadz Alfi telah pergi. Umay dan azzam pun menyampaikan maksud kedatangan mereka. Niat awal menyampaikan pesan malah melihat dian ngambek sama ustadz. Mereka pun juga mengetahui seluk beluk permasalahan.
"ada apa umay dan azzam kesini?"tanya abi
"begini abi, azzam sama umay kesini ingin memperingati dan waspada dengan perilaku kania. Ia telah kembali"jelas azzam
"loh tadi kania kesini zam, makanya dian ngambek dengan alfi"ucap umi yang diangguki oleh aisyah.
"owalah jadi udah. Lalu apa yang terjadi umi?"tanya umay. Kemudian umi menceritakan secara detail kejadian yang baru saja terjadi. Umay pun mengerutkan keningnya. Azzam pun sama.
"bukannya umay so'udzan umi. Tapi jika kania begitu mudah dan pasrah dengan semua. Bukankah itu patut dicurigai."
Ucapan umay juga dianggap betul dan juga benar adanya. Semuanya nampak berpikir keras karena terjadi keheningan diantara mereka.
"ya allah kenapa aku punya pemikiran seperti ini?"gumam azzam yang menggelengkan kepalanya namun gumamannya terdengar oleh umay.
"apa pemikiranmu zam? Siapa tau itu sebuah ide ataupun perkiraan"ucap umay. Membuat semuanya menatap azzam.
"em,,, entah mengapa azzam punya pemikiran yang bukan meramal sih. Seperti dugaan, bahwa rumah tangga ustadz sama dian bakal ada ujian selanjutnya seperti pertengakaran atau musibah. Dengan sikap kania yang kita curigai menjadi kenyataan"jelas azzam.
"astagfirullah"kaget abi.
"ya allah semoga tidak akan terjadi"cemas umi shita yang diaminkan oleh semuanya.
Sementara dengan dian dan ustadz Alfi. Mereka berdua membersihkan diri lalu sholat ashar bersama yang dilanjut mengaji sampai datangnya magrib. Seperti biasa ustadz Alfi menjalankan tugasnya menjadi pembimbing dian. Dian sudah terbiasa seperti diajarkan membaca alquran dengan tajwidnya yang benar, hafalan, dan tilawah bareng ustadz Alfi.
"dek tajwidmu keliru"
"iya mas"
"sayang hafalanmu ada yang kurang"
"mas ayatnya terlalu panjang"
"gak boleh, harus paling sedikit 5 ayat. Kl udah hapal bisa kamu ulang 5 kali atau lebih. Mas gak memberatkan kamu hapal semuanya namun paling tidak ayat alquran setiap hari tersebut selalu"
"iya mas"
Begitulah percakapan mereka. Jika dian salah pasti hidungnya menjadi korban sampai merah karna ustadz Alfi tidak pernah main pukul atau rotan untuk mendisiplinkannya. Itulah membuat dian bertekad selalu membaca alquran dan tidak pernah meninggalkan sholat.
"hidungku merah mas"keluh dian yang memberhentikan tangan itu.
"hehe makanya harus diperhatikan lagi bacaannya. Minggu ini udah cukup sampai segini dilanjut minggu depan lagi. Namun inget pesanku selalu dek"ucap ustadz Alfi yang bangkit untuk mengambil wudhu lagi karena waktu magrib telah tiba.
"siap abi"ucap dian yang memberikan hormat dengan tersenyum riang. Sedangkan ustadz Alfi terkekeh dan mengelus kepala yang berbalutkan mukena.
ΓΓΓ
__ADS_1
Singkat cerita...
Malam datang. Isya sudah dilewati. Bahkan makan malam juga sama. Mereka berdua sudah berada di dalam kamarnya. Dian sedang menyenderkan dirinya di pelukan Ustadz Alfi yang mengelus rambut panjang miliknya seraya bercanda. Namun terhenti sebab suatu panggilan di ponsel ustadz yang menyala dan menampilkan nama sahabatnya.
Telpon dimulai...
Ustadz Fauzi: Assalamualaikum al
Ustadz Alfi: Waalaikumsalam zi. Masya allah, anta apa kabar zi?
Ustadz Fauzi: Alhamdulillah ana baik. Bagaimana dengan anta al?
Ustadz Alfi: Alhamdulillah. Oiya kapan anta kembali ke tanah air? Bahkan tanah rindu anta hehe
"mau kemana dek?"tanya ustadz Alfi yang melihat dian bangun dari duduknya.
"ke dapur ambil air mas"jawab dian yang segera pamit dan mengambil seteko air dan gelasnya juga.
Ustadz Fauzi: Astagfirullah dasar anta. Ana sudah di tanah air. Oiya tadi ana mendengar suara akhwat. Siapa itu al?
Ustadz Alfi : Oh itu istri ana zi
Ustadz Fauzi: Istri? Anta sudah menikah Al? Kenapa tidak mengundang ana?
Ustadz Alfi: Iya benar. Oiya zi, maaf sepertinya tidak bisa lanjut lagi pembicaraan kita. Sudah malam juga kan.
Ustadz Alfi: Boleh zi.
Ustadz Fauzi: Syukran Al. Anta datang jam 8 saja. Kl begitu waassalamualaikum
Ustadz Alfi: Afwan, okey zi. Waalaikumsalam.
Telpon berakhir...
Selesai bertelponan dengan ustadz Fauzi sahabatnya yang mengabdi menjadi guru di universitas tempat mereka menuntut ilmu. Ustadz Alfi kemudian meletakkan ponselnya di nakas.
Tak lama dian datang membawa air dan meletakkannya di nakas milik dian sendiri. Tampak dian menuangkan air tersebut di dalam gelas dan memberikannya kepada ustadz Alfi. Lalu barulah ia meminumnya saat suaminya itu sudah selesai minum. Kemudian mereka pun bersiap tidur.
"mas boleh bacaain surat yusuf gak?"pinta dian yang menatap ustadz Alfi.
"boleh. Jangan lupa baca doa dulu"jawab ustadz Alfi yang memulainya membacakan surat yusuf sampai dian tertidur pulas. Dian pun memeluknya dan mencoba mencari kenyamanan dalam pelukan tersebut.
Setelah sudah dipastikan istrinya tidur. Ustadz Alfi pun membenarkan selimut yang menutupi dian sampai bahu. Lalu mematikan kedua lampu tidur dan membaca doa.
"selamat malam dek."bisik ustadz Alfi seraya mencium kening dian lalu memeluk wanita di hadapannya yang sudah melepas pelukannya. Segeralah ia tertidur.
πππ
__ADS_1
Pukul 07.35
Selesai sarapan pagi, Dian mencuci semua alat makan dan membersihkan meja makan. Berlanjut dengan menyapu lantai dan mengepel dengan penuh telaten. Sampai keruang tamu, sedangkan ustadz Alfi berada di kamar.
Ustadz Alfi bersiap dengan menggunakan baju koko berwarna navy dengan celana hitam. Ia mempunyai banyak celana hitam, cokelat, dan biru gelap yang ia tidak punya ialah celana levis ataupun jeans. Rasanya tidak nyaman jika memakai 2 jenis celana yang seperti itu. Setelah selesai dengan pakaiannya, barulah ia keluar dari kamar yang menampilkan dian terduduk di sofa dengan mengurut kakinya.
"ya Allah dek kenapa kakinya?"tanya khawatir ustadz Alfi
"gak apa apa mas, cuma pegel aja. Biasanya juga baik baik saja koq. Tapi beberapa hari ini cepat lelah"ucap dian yang tetap mengurut kakinya. Ustadz Alfi kemudian mendudukkan dirinya disamping dian lalu mengangkat kaki itu agar mudah ia mengurutnya.
"gak usah mas, biar aku aja"tolak dian.
"biar mas pijit siapa tahu bisa mengurangi rasa pegalnya."ucap ustadz Alfi. Waw, setelah itu rasa pegalnya berkurang seperti apa yang dikatakannya.
"oiya mas, kamu mau kemana?"tanya dian yang baru saja menyadari bahwa tampilan ustadz Alfi ingin keluar.
"mau ketemu teman dek"jawab ustadz Alfi yang fokus dengan pijitannya.
"laki laki atau perempuan mas?"tanya dian seraya berwajah masam yang sepertinya sangat tidak setuju jika nanti ustadz Alfi menemui em..kania mungkin. Ucapan dian dengan mimik wajahnya yang cemberut membuat ustadz Alfi memberhentikan pinjitannya.
"laki laki dek. Ustadz Fauzi yang kemarin menelpon"ucap ustadz Alfi yang menyakinkan dian.
"bener nih?"ucap dian.
"iya bener. Nanti mas pulang gak sampai siang koq."ucap ustadz Alfi yang tersenyum.
"yaudah. Makan siang mau dibuatkan apa?"tanya dian kembali tersenyum.
"ikan kembung dikuningin sama sayur sawi kayaknya enak deh dek"jawab ustadz Alfi seperti mendambakan bahkan sampai tersenyum dengan mata yang berbinar.
"tumben mas alfi mau ikan kembung"pikir dian yang merasa heran dengan permintaan tersebut. Biasanya suaminya itu tidak pernah meminta alias tidak suka, tapi bagaimanapun ia juga harus membuatkannya.
"aku pamit dulu, dirumah aja. Atau enggak boleh nyusul ke cafe yang kita pertama kali bertemu."ucap ustadz Alfi
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Setelah kepergian ustadz Alfi yang berangkat memakai mobil menuju ke cafe, ternyata itu diawasi oleh 2 orang yang mencurigakan setiap hari mengawasi gerak gerik ustadz Alfi dari kejauhan. Salah satu orang tersebut lalu menghubungi seseorang yang diduga bos mereka untuk memberitahukan bahwa ustadz Alfi keluar tanpa membawa istrinya.
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·