
Akhirnya tandas juga makanan di piring tersebut. Ustadz Alfi meletakkan piring bekas makan itu di meja dan bergantian minum.
"mas aku balikin piringnya ya?"tanya dian yg hendak berdiri namun dihentikan oleh ucapan ustadz Alfi.
"dek, istirahat dulu. Kebetulan sisa 3 jam lagi. Biar mas aja yg taruh piring nya."ucap Ustadz Alfi.
"tapi mas..."tolak dian.
"gk apa apa. Biar mas aja dan gk boleh nolak sayang"ucap Ustadz Alfi mencubit pipi dian.
"i..iya mas"ucap dian yg sedikit terbata bata. Sumpa suaminya ini suka sekali membuatnya tidak berkutik.
Kemudian Ustadz Alfi langsung pamit keluar kamar dan menuju ke dapur. Tidak lupa menutup pintu. mencuci peralatan makan dan menaruhnya ditempat semula . Dian yg ditinggal sendiri tiba tiba dilanda ngantuk berat. Jujur tubuhnya sedikit perlu di istirahatkan. Didalam tasnya terdapat boneka yg seperti bantal berwarna pink lalu Membaringkan tubuhnya di sofa beralaskan boneka tersebut dan terlelap tidur.
Tak lama kemudian , Ustadz Alfi kembali seraya membuka pintu ia melihat dian sudah sangat pulas tidur di sofa. menggendong dian untuk dipindahkan ke tempat tidur. Setelah itu Ustadz Alfi juga menidurkan dirinya dan memeluk dian. Sebelum tertidur ia pun mencium sekilas pipi istrinya. Kemudian terbangun lagi saat sudah mendekati waktu sholat dan membangunkan dian.
"dek bangun"ucapnya yg mengelus tangannya dian. Tetapi tidak berhasil juga. Iya lah, tambah di elus tambah pules π
"bangun yuk, siap siap sholat dzuhur"ucap Ustadz Alfi kembali seraya menusuk nusuk pipi itu.
"hemm.."gumam dian
kemudian ia membuka matanya lalu melihat ustadz Alfi tersenyum yg sudah rapi dengan peralatan sholatnya. Yey, berhasil bangun kan. Lalu pergi membersihkan dirinya.
Kedua pasangan suami istri sudah melakukan shalat berjamaah. Untuk pertama kalinya dian diimami dan menjadi makmum seorang laki laki yg menjadi suaminya sekarang. rasa syukurnya kepada allah terus diucapkan di dalam hatinya.
...ΓΓΓ...
Dian sudah cantik dengan gaun pernikahannya bewarna putih. Ia sengaja memilih gaun bewarna putih untuk akad nikah & walimatul ursy. Lebih sederhana dan sangat cocok untuk make up yg natural.
"wah mba nya di dandani apa aja juga cantik."puji salah satu MUA yg mendandani wajah dian.
"makasih mba."balas dian.
Lalu Dian di himpit oleh bridesmaid, bu mira, kak rida dan dayu yg disusul dengan ayah ahmad yg menggandeng putrinya sampai masuk aula masjid.
Sebuah masjid yg bertingkat dua di desain mewah oleh arsitek ahli waktu itu. Sangat indah dan banyak orang yg sholat berjamaah di masjid ini. Di lantai atas untuk sholat dan bawah untuk aula namun kl sholat jumat di pakai semua. Kini aula masjid disulap menjadi tempat walimatul ursy.
Sebelum dian masuk, ia disambut dengan senyuman oleh fans suaminya itu dan wartawan. Tak lupa dengan farhan yg memfotonya. Sesampainya di dalam aula , keluarga Ustadz Alfi sudah setia menunggu kedatangan sang mempelai wanita. Tepat saat berhadapan...
__ADS_1
"assalamualaikum dek"salam Ustadz Alfi yg tersenyum manis memberikan bunga tulip merah
"waalaikumsalam mas"jawab Dian tersenyum malu menerima bunga tersebut. Tangannya sudah berpindah ke uluran tangan dari Ustadz Alfi seraya mengajak dian menuju ke pelaminan hehe. Kemudian ustadz alfi bersiap untuk membacakan surah Ar- rahman.
Dimulailah Ustadz Alfi yg membacakan surah yg menjadi maharnya untuk dian tanpa melihat Al-Quran. Suaranya yg begitu merdu dan tajwid yg benar membuat dian dan semuanya terhanyut dalam bacaan tersebut. Tatapan Ustadz Alfi menatap begitu dalam mata dian seraya menggenggam tangannya. Tanpa sadar membuat dian meneteskan air matanya yg merasakan cinta yg tulus dari suaminya. Bacaan pun selesai, dengan senyuman penuh arti seraya menghapus jejak air mata bahagia di pipi dian oleh ustadz Alfi . Semuanya pun tepuk tangan. Okey yuk pada ngantri untuk mengucapkan selamat.
"selamat nduk dan nak ustadz atas pernikahannya semoga langgeng dan samawa."ucap ayah ahmad yg mengelus kepala putrinya. Disusul dengan bu mira.
"makasih ayah bu"kor mereka berdua.
"Nak ustadz kl dian nakal tinggal di cubit aja hidungnya hehe"ucap bu mira.
"iih ibu.."ucap dian.
"hehe iya bu. Tenang aja. Kalo nakal tinggal disuruh melayani alfi itu sudah cukup"ucap ustadz Alfi yg membuat dian menengok kearahnya dan mendelik tajam.
"Mas alfi sama saja."sungut dian dengan suara kecil tapi masih terdengar yg membuat mereka tertawa. selanjutnya yaitu pasangan abi dan umi ....
"selamat buat kalian berdua yaa. Jaga anak gadis orang dengan baik alfi dan jangan lupa kami pengen gendong cucu"ucap abi abdurahman yg disusul dengan senyuman dari umi shita dan dian.
"baik abi, alfi akan ingat pesan abi. Terimakasih."jawab ustadz alfi. kemudian abi memeluk anak laki laki yg ia banggakan. Lanjut dengan pasangan umay dan rida ...(manten lawas wkwk) dengan dayu serta aisyah. Lanjut dengan caca dan vira. Berlanjut dengan farhan dan azzam (fix kalian jomblo berdua).
"wahh happy nikah bro ustadz. Jangan lupa doain kita berdua biar nyusul."ucap azzam dan farhan yg dijawab terimakasih oleh mereka berdua.
Tak terasa waktu sudah malam harinya tepat sedikit lagi waktu isya datang. Acara Walimatul ursy sudah selesai ketika habis ba'da magrib tadi. Para Wo sudah merapikan masjid bersama dengan tim ustadz alfi yg membantu. Mereka berdua alias penganten baru disuruh istirahat.
Dikamar ...
Sesampainya dikamar mereka berdua melaksanakan sholat sunnah lalu sholat isya bersama dengan masih menggunakan pakaian pengantinnya tadi. Ustadz Alfi mandi terlebih dahulu dan dian menyiapkan pakaian ganti nya. Selama itu dian melepas semua yg ada pada gaun itu seperti jarum pentul dan bunga.
Lalu dian pun mandi setelah ustadz Alfi yg keluar . Tak perlu waktu lama mereka kompak sudah memakai baju tidur. Dian dengan baju tidur berwarna merah panjang beserta kerudungnya. Ustadz alfi dengan baju tidur berwarna hitam lengan pendek dan celana panjang senada
Suasana sangat canggung di dalam kamar. Sangat berbeda dari pada yg tadi siang. Bahkan dian sampai meremas baju tidurnya itu saking gugupnya. Sementara itu Ustadz Alfi yg melihat dian seperti itu mengerutkan keningnya, bukankah tadi sudah mulai dekat dengannya.
"dek ...sini"panggil ustadz Alfi yg menepuk ranjang tepat di sampingnya seraya melihat dian duduk di sofa.
"em....i..ya mas"gugup dian yg masih duduk di sofa. Lalu lambat laun dian sudah duduk di tepi ranjang tapi masih menjaga jarak dengan suaminya dan memandang lemari di depannya. Berasa seperti dicuekkin, ustadz Alfi menghampiri dian dengan menggeser duduknya.
"kenapa hmm? Kamu takut sama mas"tanya Ustadz Alfi yg memeluk dian dari samping dan berbisik.
__ADS_1
"bu..bukan be..begitu mas"ucap dian.
Dian sangat gugup karena sedekat ini. Ia merasakan tangan kanan ustadz alfi membelai kepalanya. Menarik sedikit wajahnya untuk menghadap kearah wajah ustadz Alfi seorang lalu tersenyum lembut kepadanya.
"apakah hari ini membuatmu lelah dek?"tanya ustadz Alfi yang menyentuh pipi miliknya.
"sedikit lelah mas"jawab dian yang mulai tenang dan tidak segugup tadi.
"kamu lapar? Kita makan yuk"tawar ustadz Alfi.
"aku tidak lapar. Bukankah tadi kita sudah makan mas."balas dian. Kemudian ia hanya dibalas senyuman saja oleh ustadz Alfi. Perlahan tangan itu ingin melepas hijab namun tampak ragu lalu bertanya kepadanya
"bolehkah aku membukanya?"tanya ustadz Alfi yang diperbolehkan oleh dian.
Terbukalah hijab tersebut menampilkan rambut sepanjang pinggang berwarna hitam legam dengan sedikit lekukan di bagian bawahnya. Wanginya harum membuat ustadz Alfi menghirup aroma khas cokelat. Sepertinya dian menyukai wewangian rasa cokelat.
"dek kalau membuka hijab didepanku itu terhitung pahala bagimu. Jadi setiap hari jika dirumah dan hanya ada kita, biarkan rambutmu tergerai atau tidak memakai pelindung. Mas hallal bagimu."ucap ustadz Alfi yang masih menatap dian dengan penuh cinta.
"kamu masya allah cantiknya dek. Bidadari disurga mungkin kalah dari kecantikanmu"puji ustadz Alfi.
Dian pun tertunduk dan tersipu malu dengan pujian tersebut. Hatinya seperti ada bunga bunga bertebaran. Jantungnya berdetak dengan cepat serasa lari marathon dibuatnya.
"bolehkah malam ini dek?"tanya ustadz Alfi yang menahan sesuatu bahkan sampai matanya sayu dan menatap dalam gadis miliknya. Dian terdiam dan tidak menjawab karena bingung sedangkan ustadz Alfi merasa ada ketidaksiapan lalu berkata kembali dan mengalihkan pandangannya.
"kalau belum siap juga gak apa apa koq. Mas gak maksa. Sebaiknya istirahat tadi katanya lelah"ucap ustadz Alfi yang menekan saklar lampu di dekat nakas dan menyalakan lampu tidur.
Dian merasa tidak enak hati. Terlihat ustadz Alfi kecewa lalu mengalihkan pandangannya. Ia harus siap. Lagipula sudah hallal dan jika melakukannya sekarang bukankah berpahala juga. Ustadz Alfi hendak menidurkan tubuhnya tetapi terhenti dengan ucapan istrinya.
"mas aku siap"ucap dian singkat.
Awalnya ustadz Alfi termenung lalu tersenyum senang akan itu. Ia pun membaringkan dian dengan perlahan lalu mencium kening dengan penuh kasih sayang. Ia ingin memberikan kebahagiaan untuk pujaan hatinya yang sah. Setelah itu ia pun membaca doa, menatap Dian yg sudah malu luar biasa karena wajah mereka tidak ada jarak lagi.
Lalu....menyalurkan rasa cinta itu dengan perempuan yang akan menjadi ibu dari anak anaknya dimulai malam ini dan selamanya. Hallal itu indah dan tidak takut akan dosa dari kedekatan antara mereka. Semuanya sudah sah dengan terikat tali pernikahan.
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
__ADS_1
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·