Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Hafsa Rindu Umi


__ADS_3

Sudah lebih dari 5 hari, Suasana rumah menjadi tidak lengkap. Selama itu, Ustadz Alfi tidak pernah merasa hafsa nakal, anak itu tampak penurut seperti biasanya. Bahkan mengerti dan pintar membantu dirinya dirumah.


Jujur hafsa merindukan sosok uminya. Tidak ada anak yang ingin jauh dari sosok yang telah mengandungnya selama 9 bulan lamanya, tapi anak juga harus mengerti dengan urusan ibunya yang terkadang tak bisa di tunda.


Acara demi acara di lalui dengan lancar oleh dian. Ia berhasil menyelesaikan urusannya. Oiya jangan lupakan tentang penghargaan itu, dian mendapatkannya dibarengi kejutan ulangtahun oleh rekan rekannya. Caca hadir diantara mereka. Bahkan pesanan barang hafsa sudah dipaketkan dan rencananya akan sampai saat beberapa hari mendatang. paket itu di kirim ke kantor pos setelah dinyatakan sedang mengandung anak kedua ustadz Alfi.


Flashback on....


Hari ke 3 di kediri


Kini dian membuat video lagu covernya. Bersama teman mba dinda yang terkenal sebagai selebgram juga. Menyanyikan berbagai lagu.


Semuanya berjalan dengan baik. Dari pagi dian tidak sempat untuk sarapan karna hafsa meminta video call sehabis shalat dhuha. Sehabis itu langsung berjalan menuju villa yang akan diadakan syuting video lagu tersebut.


Azzam hanya mengawasinya saat siang dan jika sempat keluar dari villa. Namun jika telah sore sampai pagi, azzam tidak melakukannya lagi. Dian seperti bocah yang di amanahkan oleh ayahnya kepada azzam.


Sore hari datang dengan segala urusan selesai. Dian yang berwajah fress sudah mulai memucat dan keluar keringat di dahinya. Mba dinda yang berada di dekatnya jadi sangat khawatir.


"kamu gak apa apakan?"cemas mba dinda.


"enggak koq. Aku baik baik aja mba"balas dian.


"hmm...sebaiknya kamu istirahat aja yaa. Kayaknya kamu lelah banget"ucap mba dinda yang disetujui oleh dian.


Ia berdiri dan melangkah jauh hendak menuju kamarnya. Villa ini sangat luas, dian tinggal dengan mba dinda disana. Karena ada 2 kamar saja. Kl luasnya villa disebabkan halaman dan tamannya. Saat berdiri, dian merasa sangat tidak enak. Pandangannya kabur dan tubuhnya seakan tak kuat menompang. Sejurus kemudian, ia pun ambruk.


"bruk"


"dian"pekik mba dinda yang melihat dian tiba tiba terjatuh kelantai.


Semuanya panik. Azzam kedalam melihat keadaan dian lalu segera memanggil dokter. Dian pun di tuntun kearah ranjang. Tak lama datanglah seorang dokter perempuan yang berkuncir kuda. Ia memeriksa keadaan wanita beranak satu itu.


"bagaimana keadaannya dok?"cerca mba dinda.

__ADS_1


"tidak apa apa. Hanya perlu istirahat. Ini sebab tidak sarapan dan perutnya kosong. Semuanya baik baik saja tapi tolong dijaga ya kandungannya."jelas dokter tersebut.


"kandungan dok?"ulang dian yang mulai tersadar.


"iya ibu. Usianya sudah 3 minggu"balas dokter.


"alhamdulillah"kompak semuanya.


"saya resepkan vitaminnya ya dan harus makan teratur. Disarankan untuk menjaganya sebaik mungkin karena di usia ini sangat rawan keguguran apalagi keadaan kandungannya lemah. Baik, Kl begitu saya permisi pamit undur diri"pamit dokter tersebut diantar oleh pamannya mba dinda yaitu paman irawan.


"wahh selamat yaa. Jadi bumil lagi"ucap mba dinda yang memeluk dian senang.


"iya mba"balas dian.


"kamu mau apa? Aku buatkan. Keponakan harus makan"antusias mba dinda.


"em...aku mau"ucap dian terhenti dan melihat azzam dengan pandangan meminta sesuatu.


"aku mau nasi goreng. Tapi dibuat sama bang azzam"pinta dian


"tapikan aku mana bisa membuat nasi goreng. Mintalah hal lain yaa"ucap azzam. Jujur ia tak bisa memasak itu, asal mencoba pasti asinlah dan tidak sama sekali ada rasa. Tapi jika membuat nasi kuning, nasi uduk atau nasi liwet beserta lauk pelengkap ia baru bisa.


"jadi...bang azzam gak mau nih"sedih dian yang menatap azzam dengan puppy eyes handalannya dan menurunkan bahunya.


"iy..iya. pasti dong dibuatin hehe aku ke dapur dulu."ucap azzam yang tak bisa menolaknya. Kl dian sudah begitu pasti dikit lagi nangis dan ngambek gak mau makan. Karna mengingat ustadz Alfi waktu dian sedang hamil hafsa.


Azzam bergegas ke dapur. Dian tersenyum senang akibat itu. Mba dinda hanya terkekeh kecil dan menggelengkan kepalanya. Sungguh dimana dian yang ia kenal.


"huff"


Terdengar helaan nafas dari mulut dian. Ia merasa rindu sekali kepada ustadz Alfi. Tangannya terulur ke perut rata miliknya. Mengelus sayang seakan akan perutnya seperti bulu bulu halus.


"pasti sudah rindu sama abi yaa. Sabar ya sayang kita akan bertemu nanti"ucap dian.

__ADS_1


Flasback off...


Semua keluarganya belum tahu jika dian sedang hamil lagi. Bahkan ustadz Alfi sendiri tidak tahu karena dian berniat akan memberitahu saat kepulangannya nanti. Namun sekarang bahkan dian tidak bisa di hubungi. Azzam dan dian seperti menghilang tanpa jejak.


Sampai video lagu yang dibuat dian sudah banyak ditonton dan trending. Di media sosial juga sudah tau hilangnya dian tapi masih dipertanyakan kemana dan oleh sebab apa.


di rumah ustadz Alfi, Hafsa merengek ingin menelpon dian. Ustadz Alfi bingung harus berbuat apa, memang dian sudah tak menerima telpon dari hari ke lima. Ia menjadi cemas dan khawatir. Farhan dan umay melakukan pelacakan namun sampai saat ini tidak berujung hasilnya.


"abiii apca tanen umii hiks hiks hiks"


"umiiii, hiks hiks hiks."


"Tenapa umi nda ulang ulang abiii? Tlus om ajam uga enda ulang. Meyeka temana huhuhu"tangis hafsa.


"sabar ya sayang. om umay sama om farhan lagi menyusul dan mencari umi."ucap ustadz Alfi yang memeluk dan sesekali mencium kening hafsa.


Umi shita, abi abdurahman, aisyah, faqih, rida dan anaknya berada di rumah ustadz Alfi karena ikut membujuk hafsa yang tak berhenti menangis. Oiya sedikit bercerita, Setelah dian berangkat ternyata rida kontraksi dian melahirkan seorang putra yang bernama Muhammad Zaki Ar-Rasya. Rida harus di operasi caesar karna melahirkan diluar waktu namun anaknya alhamdulillah sehat dan usianya masih hitungan hari.


Mereka semuanya nampak raut khawatir dan berdoa selalu agar dian serta azzam bisa ditemukan dengan keadaan sehat. Abi abdurahman sudah melaporkan kepada pihak kepolisian namun tetap nihil dan masih tidak bisa menemukan menantu dan teman anaknya ini.


"kemana kamu dek? Aku sangat khawatir dan juga merindukanmu. Dimana kamu sekarang, apakah kau baik baik saja disana. tolong kembalilah, anak kita sangat merindukanmu saat ini."bathin ustadz Alfi yang menenangkan hafsa yang menangis di pelukannya.


Bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘

__ADS_1


__ADS_2