Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Gak sampai sana pikirannya


__ADS_3

Setelah meminta izin kepada Mbah Dahlan, Dian pergi ke kamarnya. Namun sebelum beranjak dari depan kamar mbahnya, terlihat sang ibu sedang berada di dapur memasak sesuatu . Terlintas dipikiran Dian untuk sekali kali menjahili sang ibu, apakah bisa kaget atau tidak hehe. Dengan mengendap endap seperti maling , tapi naas rencananya harus gagal sebab ketahuan.


"mau apa kamu nduk , ngendap endap kayak gitu ?"Ucap ibu Mira dengan segala keseriusan dalam mengerjakan sesuatu.


Jedder....


Dian memberenggut kecewa sebab ketahuan. Apakah sang ibu mempunyai seribu mata, sehingga dapat bisa melihat segala arah πŸ€”.


"yah gagal deh , hufff'"bathin Dian kecewa berat.


"kok tau sih Bu , perasaan dian sendiri Ndak kasih tau lho?"tanya Dian yang menyenderkan diri di lemari sebelah ibunya. Lalu berpikir keras untuk itu.


"tau dong . kan kamu anak ibu."Ucap ibu Mira dengan sesingkat-singkatnya (emang teks proklamasi hehe, lanjut). Dian hanya manggut-manggut tanda mengerti. Lama mereka terdiam, tiba tiba beliau berbicara...


"oiya kamu gak kepikiran nikah muda atau ta'aruf gitu nduk ?"tanya ibu Mira yg menaikkan dua alisnya serta senyum menggodanya untuk anak gadis pertamanya itu. Dian membelalakkan matanya tak percaya dan sekaligus terkejut dengan apa yang diucapkan oleh sang ibu.


"nikah muda?? ta'aruf"pikir Dian menjadi merinding sendiri dengan kata kata itu. no, ia tak mau begituan dulu. pikirannya masih ingin mengejar cita cita dan berpengalaman bekerja.


"ihh , koq bahas gitu sih bu. maunya selesain pendidikan dulu. itu mah masalah terakhir ."ucap Dian menolak seraya menundukkan kepalanya serta memainkan tangannya ke kanan ke kiri seraya bergelayut manja di lengan sang ibu. Bu Mira sampai tertawa geli mendengar dan melihat perilaku anak pertamanya itu yg seperti anak kecil.


"iya deh, nanti selesai kuliah dapet yg terbaik nilainya mau dikasih apa ?"tanya Bu Mira yang membuat sang anak melepas gelayutannya dan mencoba berpikir tentang tawaran tersebut .


"ehmm, apa ya ?"gumam Dian yang berpikir keras ingin hadiah apa....


"Caloon suami , hahaha πŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜‚"canda Dayu yg entah nongolnya dari mana , bicara ceplas ceplos aja bikin kesel yang di ledekin. Ck, bahas calon suami lagi.


"CALON SUAMI?"pekik Dian tak percaya.


"Hay , maksudnya apa dek ?"tegur Dian. Yg ditegur hanya tertawa renyah sambil mencoba tahu goreng di meja dicocol dengan sambal bawang wiih wenaknya 😁.


"awas kamu ya , sini di cuci dulu otaknya biar gak ngomong asal begitu "omel Dian malu bercampur kesal. Sedangkan dayu langsung menelan tahu gorengnya Bulat bulat, rasanya pedas banget namun ia tidak perduli dan beranjak lari dari tempat sebelum diterkam mbaknya.


"kejar aku mba , wlee😜😝"ledek Dayu mengulurkan lidahnya dan berlari. Cielah udh kepedasan juga masih aja bikin kesel mbanya aja. Terjadilah aksi kejar kejaran adik kakak iniπŸ˜„. Sang ibu yg dari tadi melihat kegiatan itu hanya senyam senyum sendiri saja.


"dasar anak anak ini , sudah besar masih aja kekanak Kanakan, hadeuh gimana kl sudah bersuami ya , xixixi 😁"pikir bu Mira yang merasa pusing atas kelakuan anak anaknya yg gadis tapi masih memberlakukan tingkah waktu masih kecilnya .


Aksi kejar kejaran terjadi cukup lama. Beberapa saat kemudian, hp Dian berdering yg bertanda ada panggilan dari seseorang sehingga memberhentikan langkah Dian untuk mengejar adiknya . Ia pun langsung saja ke kamar dan mengangkat hpnya .


"kak Umay ..."Ucap Dian sendiri lalu mengatur nafasnya yg masih terseggal senggal karna berlari mengejar sang adik.


Umay : hallo .. assalamualaikum dek ??

__ADS_1


Dian : waalaikumsalam kak , ada apa ?


Umay : apakah kamu sudah sampai di sana ??


Dian : sudah Alhamdulillah kak . dari tadi pagi . sekarang kak Umay lagi dimana ?? koq terdengar berisik .


Umay : oh lagi di jalan pulang bersama Azzam . maklum Azzam lagi nyetir ngoceh Mulu haha πŸ˜‚ ("Teroos aja fitnah"sungut Azzam).


Umay sedang dimobil dengan segala ocehan milik azzam ini yang tak henti henti kesal berlevel levelnya. sebab tausiyah tak jadi dilakukan dan itu membuat azzam tak habis pikir. Ustadznya alias temannya sudah mempersiapkan segala sesuatu namun dibalas begini. duhh, kl gak sama umay pasti azzam dah ngamuk disana hihi.


padahal mah ustadz Alfi kl begitu malah nampak tak peduli dan biasa saja. Dahlah, bukan tanggung jawabnya untuk marah marah bagaimanapun ia menerapkan tak bersyarat dan tak memaksa.


Dian : oh begitu ya, hehe. kak besok aku dari sini berangkat ke Jakarta. bisakah kak Umay menjemputku?


Umay : oke. emang gak nginep ??


Dian : gak kak, kan hampir mepet nih waktunya .


Umay : oke kalo begitu . yasudah wassalamu'alaikum dek .


Dian : waalaikumsalam kak


Setelah telpon dari kak Umay berakhir, Dian. memutuskan untuk membereskan barang barang bawaan yang akan dibawa ke Jogja yah kebawa juga ke Jakarta pada intinya hehe 😁. Terlebih dahulu , ia mencari koper/tas besar yang akan dibawanya . Mungkin dari sini ia akan membawa beberapa pasang baju + hijabnya , beberapa pasang baju batik , Beberapa pasang sepatu , uang tabungannya yang akan di gabungkan dengan uang yang ada di Jakarta , dan sedikit makanan ringan untuk di bus nanti (dasar kamu Dian , hehe πŸ˜‚).


semuanya buyar karena sebuah ketukan dari pintu kamarnya itu. Mau tidak mau , ia harus membukanya dan bangkit dari kasurnya. Saat pintu terbuka, terlihat Mbah Dahlan membawa sesuatu dengan tersenyum menatap nya .


"lho Mbah?. ada apa Mbah ?."tanya dian heran


"Dian . ini kotak yg isinya kunci pintu rumah yg ada di Jogja ya . di dalamnya juga ada hadiah dari Mbah khusus untuk mu . jangan dibuka dulu disini , pas di Jakarta saja ya ."seru mbah dahlan.


"baik Mbah . terimakasih ."ucap Dian


"iya sama sama. kalo begitu Mbah ke kebun dulu ya ."balas mbah dahlan


"eh... tunggu Mbah . aku ikut ya . udah lama Ndak kesana ."pinta Dian yang membuat Mbah Dahlan mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempatnya .


"tapi...."ucap Mbah Dahlan yang terhenti saat Dian memasang wajah melas seperti anak kecil ingin meminta sesuatu. Akhirnya Mbah Dahlan menyerah .


"iya wes lah. ayo kita berangkat sekarang ."ajak Mbah Dahlan yang membuat Dian bahagia dan senang .


"Yess . Dayu kemana Mbah ?"tanya Dian

__ADS_1


"Dayu ?! sudah dari tadi dia lari kesana . kamu saja yg tertinggal ."ucap Mbah Dahlan yang disertai kekehan kecil .


Dian menutup pintu kamarnya dulu dan pergi menyusul Mbah Dahlan ke kebun bersama sama . Tidak harus membutuhkan waktu lama , akhirnya sampai di kebun. Dian meneliti kebun dan pandangan nya terhenti di Dayu yang tersenyum geli saat mbanya melihatnya . Kemudian Dian menghampiri Dayu dan mengajaknya kesuatu tempat dekat kebun yang sangat cocok untuk spot foto dan tempat paling ia sukai .


ckreek ...


Dayu memfoto Dian 😁


ckrekkk ...


Dian memfoto Dayu 😌


Setelah beberapa foto yang diambil , akhirnya puas juga Dian dan Dayu . Namun mereka segera memutuskan kembali sebab kebun ini sudah sepi dan hanya tinggal berdua saja . tampak sekali rasa hampa apalagi ada hembusan angin dan gesekan daun yang buat ngeri sekaligus keadaan horror . Kalau sudah foto foto mah udah gak sadar di sekeliling nya udah pada pulang haha πŸ˜‚πŸ€£. Benar benar emang yaa


Hari sudah hampir petang , mereka berdua baru saja kembali dari kebun yang sepi dan suasana sudah dingin disertai gabut dari pegunungan sudah turun dari atas . Dayu dan Dian pergi ke kamarnya lalu bergantian membersihkan diri sendiri .


(drama kecil azzam dan umay yang tadi habis ditolak hehe)


"sial, kenapa ditolak sih. ngeselin banget"oceh azzam kesal.


"umay, ini gak bisa dibiarin tau. tadi kenapa cegah buat menghajar mereka"ucap azzam kembali. ia suka tak bisa mengontrol emosinya kl berhubungan dengan sahabatnya, ustadz Alfi.


"kasihan kan si alfi kl ditunda begini"omel Azzam.


lama lama sudah tak jelas terdengar lagi oleh umay sebab si azzam dah gak genah ngocehnya. bolehkah umay menutup mulut azzam itu biar diem sejenak aja. emang dia saja yang kesal, ia pun juga namun jika dipikir pikir ustadz Alfi bakal biasa saja. bahkan ia ingat bahwa


"biarin aja bang, kita tak usah seperti memaksa begitu. lagipula aku juga tak memberatkan apapun apalagi tentang bingkisan atau uang yang kadang aku tak terima untuk diriku sendiri."


sesimple itulah ustadz Alfi....


"ck, udah ya zam. jangan ngoceh mulu napa. hampir budeg ini telinganya"ucap umay.


"gak cape apa tuh mulut. udah gak usah begitu. ustadz juga gak bakal mempersalahkan yang begitu sih"ucap umay kembali.


"iya deh"simpul azzam menekan rasa kesalnya dan berhasil dengan ucapan umay.


bersambung...


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<

__ADS_1


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2