Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Jakarta, aku datang


__ADS_3

Malam menjelang pagi, Di lihat dari jendela jalan raya sudah terlihat bangunan bangunan tinggi yang berjajar rapi dilengkapi beberapa lampu untuk meneranginya. Mobil sudah berada di tol cikampek yang dikit lagi sampai ke rumah.


Farhan dan azzam masih terjaga tanpa mengantuk karena mereka masing masing ada yang mengajak berbicara begitulah fungsi abi abdurahman dan umay di depan.


Dian yang merasakan berat di bahunya mulai mengerjapkan mata. Melihat sekelilingnya dan menangkap umay dan azzam sedang berbincang bincang sesekali meledek.


"haha makanya atuh cari wanita yang siap jadi pendamping lo"ledek umay


"diih segampang itu ngomongnya. Lah gw udah biasa kl sendiri dan menyaksikan uwwu uwwuan di sekitar. Tapi gak ngenes di tinggal istri tugas mulu"sindir azzam


"ck bilang aja ngeles, dasar unta"umpat umay yang diakhiri dengen kekehannya sedangkan azzam hanya menggelengkan kepalanya dengan serius menatap jalanan.


Dian tersenyum dengan percakapan antara kedua laki laki tersebut yang emang kl digabungin bener bener gak bisa tidak mengejek satu sama lain. Tapi tetap harmonis. Pandangannya beralih kearah ustadz Alfi yang tertidur di bahunya seraya memeluk erat dengan tangannya berada di perutnya.


"mas"panggil dian menepuk pelan pipi Laki laki yang meminjam bahunya untuk bantal tidur ternyaman 😂


"hmm"gumam ustadz Alfi yang tambah mencari kenyamanan tersendiri.


Dian pun dengan segera menjewer telinga ustadz Alfi agar menggeser tubuhnya. Umay dan azzam tertawa bersama akibat itu.


"eh..au...au...sakit, ya allah kamu kdrt dek"keluh ustadz Alfi kesakitan.


"kdrt apaan mas. Kamu nindih aku sampai bahuku terasa di pendem"garang dian.


"auws iya maaf."ucap ustadz Alfi yang memegang telinganya yang sudah terlepas dari tangan dian.


Sedangkan dian memilih melihat hpnya dan mencueki ustadz Alfi yang membenarkan baut baut telinganya yang hampir copot haha😁. Namun lama kelamaan, dian tak mau melihatnya dan malah menggeser kearah jendela mobil.


"dek"rengek ustadz Alfi yang dari tadi dicueki terus.


"jangan dicuekin, wajah masmu ada di depan, bukan di hp"ucap ustadz Alfi yang mendekat tapi tubuhnya malah di geser oleh dian.


"dosa loh. Jika marah langsung bicara aja jangan diam."ucap ustadz Alfi


"bodo amat!"cuek dian yang tetap dengan posisinya.


Ustadz Alfi langsung diam dan menunggu sampai dian tidak marah padanya. Sedangkan umay dan azzam tertawa cekikikan di depan. Dian melirik ustadz Alfi yang membenarkan kopyahnya dan dengan wajah melas menengok kearahnya


"maaf yaa sayang. Kamu manis deh dek, gula aja kalah"ucap ustadz Alfi yang membuat dian tak bisa menahan senyum.


"gombalmu kiyo"ketus dian.


"dek kamu itu cantik kl tersenyum. Ojo nesu nesu sayang, gawe cepet tuo"ucap ustadz Alfi yang membuat dian tertawa karena bahasa jawa yang disebutkan terbelit belit. Kemudian menangkup wajah ustadz Alfi dan dengan gemasnya dian mencubit kecil kedua pipi putih itu.


"iya aku maafin"singkat dian yang lalu melepaskan tangannya dari wajah ustadz Alfi.


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka semua telah sampai di tempat tujuan. Dian keluar untuk membawa cemilannya berbarengan dengan yang lainnya. Abi abdurahman dan umi shita memilih istirahat di kamar mereka. Aisyah ikut bersama dian ke ruang tamu untuk menghabiskan makanan.


Ustadz Alfi membawa tas yang dibantu oleh umay. Farhan memilih untuk mencuci kedua mobil tersebut dengan azzam. Mereka tampak berbincang serius sambil menyiram mobil. Umay duduk diruang tamu dan dian pergi ke dapur untuk membuat teh hangat yang nyatanya pas untuk berempat.


"makasih dek"ucap umay yang menyeruput tehnya dan memakan makanan ringan. Perutnya juga lapar tapi diganjel dulu hihi.


Dian pun pergi meninggalkan 2 orang yang asyik di ruang tamu dan memberikan teh hangat milik ustadz Alfi. Namun ustadz Alfi sedang berada di kamar mandi setelah meletakkan tas bawaannya di sofa dan dian menyiapkan pakaiannya.


"mas ini diminum dulu selagi hangat"ucap dian yang melihat ustadz Alfi keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang di siapkan olehnya.


"dek mandi dulu baru istirahat yaa"perintah ustadz Alfi yang keluar membawa tehnya. Dian pun menuruti perintahnya dan memilih untuk mandi.


"eh ustadz gabung sini, makanannya banyak hihi. Lagipula dian mengizinkan untuk mengahabiskannya."ajak umay.


"iya kak. Tapi mungkin nanti bakal minta sesuatu lagi hihi"ucap aisyah.


Mereka bertiga menghabiskan semuanya dan setelah itu membersihkannya. Kemudian umay pamit untuk pulang karena  istrinya rida sudah menunggunya di bandara. Sebenarnya 3 bulan lalu terakhir ia bersama dengan istrinya dan entahlah ada yang ingin diberikan kejutan untuknya.


Semuanya juga ikut pamit dan meninggalkan ustadz Alfi. Aisyah pamit juga ingin membersihkan diri lalu istirahat. Suasana menjadi sepi dan ustadz Alfi mengunci pagar serta pintu rumahnya.


"dek"panggil ustadz Alfi namun tiada jawabannya.


"loh kemana dek dian"pikirnya.


Langkahnya pun menyusuri ruangan dirumahnya lalu beralih kearah kamar yang redup karena semua tirai di tutup rapat. Ustadz  Alfi ke dalam dan melihat dian sudah tertidur pulas dengan handphone tergeletak di dekat bantalnya.

__ADS_1


"ternyata tertidur"bathin ustadz Alfi.


Ia pun membenarkan posisi dian dan menyelimutinya selimut putih tebal milik mereka berdua. Setelah itu ustadz Alfi ready membersihkan rumah, rasanya tak tega jika membiarkan dian mengerjakan pekerjaan rumah dikala lelah seperti ini. Mumpung sudah tertidur pulas hehe


****


Siang datang dengan bau masakan dirumah umi shita. Abi abdurahman, aisyah dan juga ustadz Alfi yang senantiasa menanti masakan umi dengan tertib di meja makan.


"kak, kemana kak dian? Gak ikut makan bersama"heran aisyah yang tidak melihat batang hidung kakak iparnya.


"iya alfi. Dimana mantu umi?"timpal umi shita


"menantu umi lagi tertidur. sepertinya lelah sampai sekarang belum bangun"ucap ustadz Alfi yang menyendok sayur sop buatan umi shita ke dalam piringnya.


"yasudah jangan dibangunkan. Kasihan, lebih baik kita mulai makan. Alfi pimpin doa"ucap abi abdurahman.


"siap bi"sahut ustadz Alfi


Mereka membaca doa bersama dan menyantap makan siang hari ini tanpa dian. Hening tanpa suara percakapan namun hanya terdengar dentingan sendok saja. Selesailah makan siang, umi shita tampak memanaskan lagi sayur sop, telur balado tapi tidak terlalu pedas sebab dikasi kecap dan ikan bandengnya untuk dian.


"alfi bangunkan dian. Ini sudah jam setengah 2. Jangan sampai telat makan, itu tidak baik."ucap umi yang membawa mangkuk sop dan telur balado lalu dibantu aisyah membawa nasi dengan bandengnya menuju rumah sebelah.


Ustadz Alfi membuka kamarnya dan membuka tirai sedikit yang bisa membuat terang kamar tersebut. Kemudian membangunkan dian yang masih meringsekkan dirinya di bawah selimut.


"dek"


"bangun dulu yuk. Makan dan isi perutmu"


"kasihan si kecil belum makan loh"


Ucap ustadz Alfi yang membangunkan dian dengan cara menarik selimut tersebut sedikit namun ditarik lagi dan hanya gumaman saja yang terdengar.


"um..mas nanti saja yaa"gumam dian yang memegang erat selimut yang terus ditarik oleh ustadz Alfi.


"sekarang sayang"balas ustadz Alfi.


Namun tidak ada balasan dari dian, sepertinya istrinya ini kudu di bangunin dengan cara lain hehe 😏.


Tak lama dian keluar dengan wajah yang fress dan gak pakai muka bantal. Ketika membuka pintu ia sudah disuguhkan oleh makanan yang berjejer rapi di meja dekat sofa kamar ini dengan ustadz Alfi yang berdiri menyambutnya.


"silahkan nyonya di nikmati makanannya"ucap ustadz Alfi yang menggandeng dian menuju sofa.


Dian tersenyum malu dengan perilaku manis dari suaminya. Pintar sekali membuat dinner romantis dadakan kek gini. Hatinya menghangat dengan itu. Ustadz Alfi begitu memuliakannya, menyayangi dan mencintainya. Tindakan begini nih yang membuat jiwanya meronta ronta.


"ini susu untuk bumilku tercinta"senyum ustadz Alfi yang memberikan segelas susu cokelat untuknya.


Kemudian tanpa disuruh ustadz Alfi menyuapinya dengan telaten sampai habis. Setelah selesai dian meminum susunya lalu ingin beranjak keluar.


"duduk aja, biar mas yang cuci piringnya"tahan ustadz Alfi


"gak apa apa mas"ragu dian. Bagaimanapun ini kewajibannya, lalu kenapa suaminya ini mencegah.


"tunggulah disini. Oiya bersiap siap nanti kita beli kebutuhan dan mewujudkan keinginanmu dek"ucap ustadz Alfi yang membuat dian tersenyum senang. Ia pun bersiap dan mengambil tas selempangnya.


Di mall/pusat pembelanjaan terbesar kota jakarta...


Dian dan ustadz Alfi pergi untuk membeli kebutuhan sehari hari seperti daging, ikan, ayam, bumbu dapur, minyak goreng, teh, kopi susu, gula, garam, susu hamil, sereal, bahan bahan kue dsb. Tertotal 12 kantong plastik besar besar untuk kebutuhan beberapa bulan.


Beralih ke kebutuhan wanita dan bulanannya. Ustadz Alfi pergi ke mobilnya untuk membawa barang barang belanjaan dibantu pegawai mall dan meminta dian untuk menunggunya di depan stand penjual ayam yang di potong kecil kecil dikasih bumbu vanila atau jagung


(aku gak tau namanya apa, tapi ada pokoknya makanannya haha maklum. Dulu gak tau sekarang juga belum tau 🤣)


"dek ayo kita ke toko perhiasan dulu"ajak ustadz Alfi seraya menggeret dian yang membawa jajanan ditangannya.


"untuk apa ke toko perhiasan, ah nanti juga tau. Gak usah dipikir nanti bikin pusing"pikir dian.


Ia mengikuti ustadz Alfi menuju Toko perhiasan yang dimiliki oleh orangtua farhan. Mereka berdua disambut dan diajak menuju ruangan pemilik atau atasan mereka.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"

__ADS_1


"husein"ucap umi sarah yang gembira dengan datangnya dian dan ustadz Alfi. Namun dian hanya bisa diam dan bertanya tanya tentang nama tersebut.


"em...silahkan duduk"ucap abi fattah pada akhirnya.


"ini istrimu ?"tanya umi sarah ketika melihat dian datang bersama dengan ustadz Alfi


"iya umi."jawab ustadz Alfi


Dian pun menyalimi umi sarah dan abi fattah yang lebih tua darinya. Walaupun ia belum kenal tapi tetap saja harus sopan dan santun.


"masya allah abi, mantunya shita sangat cantik lebih dari fotonya. Cantik luar dan dalam"puji umi sarah.


"oiya sayang, ini umi sarah dan itu abi fattah. Kami orangtua dari teman suamimu, farhan"ucap umi shita yang membuat dian paham.


"husein, kau seharusnya membawa istrimu setelah itu. Kenapa baru membawanya sekarang"gemas umi sarah


"hehe maaf umi. Lagipula kan umi juga gak suruh cepet cepet kan. Aku kesini membawanya beserta kabar gembira"jelas ustadz Alfi


"apa itu?"penasaran umi sarah


"istriku sedang hamil umi, abi. Mohon doanya, usianya sudah hampir 4 bulan"ucap ustadz Alfi.


"benarkah ? Tabarakallah, selamat sampai lahiran ya dedek"ucap umi sarah yang mengelus perut dian.


"aamiin umi"kompak mereka berdua


"doa kami selalu menyertaimu husein"ucap abi fattah.


"oiya kami juga tidak bisa lama lama, mau nuruti bumil yang pengen sesuatu"ledek ustadz Alfi.


"ish mas"bisik dian yang mencubit pinggang ustadz Alfi.


"awws dek"keluh ustadz Alfi yang membuat kedua pasutri lama itu menjadi tertawa.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Mereka pamit dan pergi menuju toko boneka. Dian pun langsung memilih apa yang ia inginkan dan bahkan membeli tas kecil untuk membawa kucing kucing peliharaannya tapi palsu hehe. Setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang


Diperjalanan...


"mas, tadi koq dipanggil husein sih?"tanya dian penasaran.


"oh sepertinya sudah waktunya kamu tau dek. Mas ini selain jadi pendakwah juga merintis usaha di mesir dan untuk menghindari seseorang yang tau jati diri mas yang sesungguhnya jadi mengatas namakan husein untuk pemilik perusahaan itu. Bergerak dibidang kuliner dan diurus oleh bang teuku"jelas ustadz alfi panjang kali lebar kali tinggi.


"jadi begitu. Kenapa kamu baru ngomong mas?"ucap dian


"hehe maaf, mau ngasih tapi masih takut. Takut ada yang tau selain keluarga inti"jawab ustadz Alfi.


Mobil sudah sampai di tempatnya, ustadz Alfi keluar untuk membawa barang barang ke dalam rumah. Dian pun ikut membantu walaupun awalnya tidak dikasih namun terpaksa menuruti keinginannya.


Tak terasa langit mulai petang, dian sudah membersihkan diri begitu juga dengan ustadz Alfi. Ia pun melihat kucing kucing kecil yang lucu lucu ini.


"mas, kucing ini lucu kan?"ucap dian yang mengeluarkan kucing tersebut dari tasnya.


"iya lucu. Tapi lebih imut kamu dek"ucap ustadz Alfi tersenyum manis kearah dian. Membuat yang ditatap menjadi malu dan mengalihkan pandangannya.


"mas alfi gak tau apa ? Kl hatiku ini udah bergeser dan jantungku sudah berdetak gak karuan gini. ya allah gustiiiii" bathin dian yang histeris hihi


bersambung...


🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢


Hallo permirswah, gimana epsnya neh ?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘

__ADS_1


__ADS_2