Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Cari Perhatian...


__ADS_3

Masih hari yang sama…


Sudah sejak tadi ustadz Alfi terus menunggu dan menanti pintu kamar Dian terbuka. Rasanya lapar dan ngantuk ia tidak hiraukan lagi. Namun jika dirinya sakit lalu sampai mana posisi penyembuhan Dian. Akhirnya ia melangkahkan kakinya ke dapur membuat telur dadar dan memanasi Sop bening yg memang masakan istrinya itu. 


Setelah acara masak memasak, ustadz Alfi segera memakan makanannya takut adzan magrib yg sekitar 30 menit lagi berkumandang. Makanan sudah tandas di piringnya yg kemudian dicuci dan diletakkan pada tempatnya.


Allahu akbar…


Allahu akbar…


"Alhamdulillah"gumamnya pelan.


Memakai kopiah dan melepaskan jam tangannya serta menutup pintu tersebut lalu berjalan menuju masjid yg tidak ada 100 meter dari rumah. Ia memilih berwudhu seraya merapikan dirinya dan masuk sholat berjama'ah dengan yg lainnya.


"Assalamualaikum"salam Ustadz Alfi


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"jawab semuanya serempak membuat ustadz Alfi tertegun sejenak sebab yg menyahut salamnya banyak.


"Ustadz"sapa Agha yg sudah memakai koko dan menggelar sajadahnya. Semuanya sudah mengetahui siapa dirinya jadi tak ada lagi deh rasa kepo. 


Ustadz Alfi menghampiri Agha sembari berjabat tangan dengan orang yg dilewatinya. Mau banyak atau sedikit maka wajib untuk menjaga sopan dan silaturahmi antar umat islam maupun yg lainnya.


Baru saja ia duduk di sebelah Agha dan saling bertukar senyuman serta basa basi sedikit, Gus Agung yg baru saja menggelar sajadah untuk imam berbicara…


"ustadz saja yang menjadi imam"ucap Gus Agung membuat ustadz Alfi menoleh.


"lho bukannya gus saja yg menjadi imamnya"tolak ustadz Alfi.


"udah ustadz aja yg jadi imamnya"keukeuh gus Agung. Ia bukannya tidak mau hanya saja ingin berbagi kesempatan kepada orang lain selain dirinya.


Kemudian para jamaah Laki laki menyetujuinya jika ustadz Alfi menjadi imam shalat magrib saat ini juga. Mau tidak mau akhirnya ustadz Alfi menyanggupinya lalu ia memakai Mini studio speech microphone di baju kokoknya. Semuanya berdiri ketika shalat sudah waktunya di mulai. Berjamaah dengan khusyuk dan lancar tanpa kendala. 


Sementara Dian didalam kamar tanpa sadar tertidur dari siang sampai sore bahkan tidak mengerjakan shalat Ashar. langsung mengambil wudhu sekaligus mandi.


Ketika hendak memakai mukena, ia mendengar surah pendek yg dilantunkan ustadz Alfi pada rakaat pertama membuatnya terhenti sejenak. Ia merasakan hatinya damai dan tentram.


"pasti mas Alfi"lirih Dian seraya tersenyum yang meyakini bahwa itu suara suaminya. 


Kemudian ia memulai shalatnya dan seperti di imami oleh ustadz Alfi secara tak langsung. Begitulah sampai mengucapkan salam di akhir shalatnya. 


Selesai sholat….


Ustadz Alfi, gus Agung dan Agha keluar bersama sama dengan arah yg sama. Namun mereka berjalan begitu lambat seraya membicarakan sesuatu hal.


"oiya ustadz, bagaimana perkembangan saat ini?"tanya gus Agung sedikit melirik Agha.


"begitulah gus. Belum ada perubahan dan ini baru permulaannya."senyum miris ustadz Alfi seraya membenarkan lengan bajunya.


"harus semangat dan terus berusaha lebih mantap lagi agar Dian mau berkata jujur apa yg ia rasakan dan mendekati ustadz"ucap Agha. 


Agha dan gus Agung tidak mau ustadz Alfi menyerah. Mereka mau bersatunya ustadz Alfi dengan Dian seperti semula. Sengaja tidak memberitahu jika interaksi yg dilakukan pasutri itu terekam cctv letaknya tersembunyi dari jangkauan apapun.


"terimakasih. Aku yakin usaha tidak akan menghianati hasil"ucap ustadz Alfi. 

__ADS_1


Agha dan gus Agung terus berjalan sampai rumah besar milik komandan sedangkan ustadz Alfi masuk kedalam rumah. Saat pintu terbuka, suasana sangat sepi dan tidak ada siapapun. 


"assalamualaikum"salam ustadz Alfi. 


"dek, sampai kapan kamu di dalam kamar. Sepertinya aku harus memikirkan cara jitu untuk membuatnya terpancing dengan umpan yg nanti kubuat."pikir ustadz Alfi.


🐾🐾🐾


Sehabis Isya…


Ustadz Alfi terlihat mondar mandir dengan berpikir begitu keras. Namun sejak tadi tidak satu pun ide ada di benaknya. Semuanya telah siap mengawasi kembali dan duduk anteng menatap layar monitor.


Cctv yg canggih itu sudah dilengkapi dengan mic kecil yg tadi diberikan gus Agung kepada ustadz Alfi dan belum di buka. Jadi apapun ucapan kecil bahkan gumaman milik ustadz Alfi terdengar jelas.


("kenapa ustadz mondar mandir dari tadi tidak kelar kelar sih?"ucap umay di saluran rapat online tersebut.


"mungkin sedang mencari ide untuk mengeluarkan singa di dalam kamar"celetuk azzam.


"tapi abi begitu lama hanya untuk berpikir. Bukannya abi tuh banyak modusnya"celetuk hafsa. Semuanya ikut ikutan greget sama si pemeran laki lakinya ini yg seperti setrika error)


Ustadz Alfi lama lama pusing dengan pikirannya yg kosong miliknya sendiri. Ia hendak terduduk sebab kepalanya sakit seperti akan pecah begini.


"apa ya? Sampai sakit kepala begini..eh"ucap ustadz Alfi lesu tiba tiba seceria mentari pagi. Ia telah menemukan sebuah ide yg ditandai senyum cerahnya.


"rencana a"senyum misterius di wajah ustadz muda tersebut. 


Ia berjalan cepat ke arah dapur. Mengambil air termos lalu menempelkannya di keningnya sedikit lama. Jika sudah terasa panas, ia akan meletakkannya kembali seperti kondisi semula.


"dek buka pintunya. Mas tidur dimana malam ini"seru ustadz Alfi dengan nada menurun satu oktaf seperti orang sakit.


"Di luar"singkat Dian


"gak tidur sama kamu? Mas sakit loh"adu ustadz Alfi dibuat buat.


Tiba tiba pintu terbuka dengan cepat menampilkan Dian yg menyerahkan bantal kedepan dada ustadz Alfi lalu kembali melengos pergi ke kamar. Ketika ustadz Alfi ingin berucap, pintu sudah tertutup lagi.


"hemmm...rencana a gagal"gumam ustadz Alfi nelangsa. 


"tapi tidak semudah itu dek, aku masih punya rencana"gumam ustadz Alfi yg terbaca dari wajahnya. 


"ya allah maaf jika aku berbohong lagi"ucap pelan ustadz Alfi seraya mengelus dadanya serta menggelengkan kepala. 


Dengan berkali kali mengetuk pintu sampai pegal dan tangannya memerah, ustadz Alfi pantang menyerah dalam melancarkan rencananya. Sebenarnya ini hanya ingin membuktikan jika perhatian Dian masih ada atau tidak untuknya. 


"ck, kamu ngapain sih? tidur sana"ucap Dian kesal dibalik pintu.


"rencana b"ucap ustadz Alfi memasang kuda kuda dan berjalan jinjit tapi cepat ke arah sofa. Seraya menunggu pergerakan mangsanya.


"1..2...3.."


Hitung ustadz Alfi yg langsung menidurkan dirinya menggunakan bantal tanpa melepas kopiahnya. Dan benar saja saat dirinya menutup mata, Dian keluar dengan menggunakan atasan selutut dan celana kulot serta rambutnya tergulung rapi di tusuk konde kesayangannya. 


Berjalan sambil menatap ke sekeliling tidak menemukan suaminya dimana tadinya mau di semprot sebab hampir membuat dirinya depresi. Ustadz kelakuannya naudzubillah manjanya ini kudu di perhitungkan.

__ADS_1


Pandangannya terhenti…


"gak usah pura pura sakit"ketus Dian seraya menatap ustadz Alfi begitu mendramatiskan wajahnya. Padahal mah beneran, wajahnya keringat yg dianggap Dian itu keringat dingin sebab sakit


"ini gerah banget sumpah. Kapan diperiksa sih"gumam ustadz Alfi tanpa menggerakkan bibirnya jelas. (semuanya tertawa serempak)


"Haii!? Kl bukan ganteng, sudah tak hiiih wajahmu"kesal Dian dengan gemas. Tapi yg diancam tak menghiraukannya dan malah terdengar gumaman tidak jelas.


"oke. jika kau sakit, aku akan merawatmu ya. tapi jika kau pura pura saja, aku siram pakai air termos sekalian"tegas Dian serius. Ia pun mendadak takut juga dengan sakit rutin suaminya jika telat makan.


"mas"panggil Dian melunak. Ustadz Alfi merasa hatinya bertalun talun sebab panggilan mesranya Dian kepada dirinya.


"mas kamu beneran sakit?"tanya Dian seraya memeriksa kening yg hangat lalu dengan cepat menyentuh bagian leher suaminya itu lalu membelalakkan matanya.


"panas sekali...Apakah ada manusia yg demamnya seperti ini? Ini melebihi 40 derajat celcius"ucap Dian yg sangat khawatir dan tangannya mendadak tremor. 


Dian pun menepis dugaan buruknya. Lalu dengan cepat mengambil air di wajah lalu mengompres kening dan leher ustadz Alfi. Setelah itu, membuatkan bubur & meletakkannya di meja. Ia pun melangkahkan kakinya cepat mengambil selimut. 


Ustadz Alfi melirik sekilas dan kembali menutup matanya sebab dian terdengar melangkahkan kakinya menuju sofa. Dian kembali seraya menyelimuti, membenarkan bantal, melepaskan kopiah dan meletakkan di meja. Ia tersenyum lembut dengan tangannya mengelus kepala ustadz Alfi seperti anaknya.


"dek"lirih ustadz Alfi yg keceplosan sebab terharu. Namun ia perlahan membuka matanya dan mengambil tangan Dian yg tadi mengelus kepalanya.


Dian terperanjat kaget karena ustadz Alfi tiba tiba mengecup punggung tangannya dan meletakkannya di pipi suaminya yg menuntun agar tangan itu mengelus pipi seperti saat lelah. Tapi setelah itu tangannya terlepas dari genggaman ustadz Alfi. 


"itu bubur untukmu, makanlah. Aku lelah"ucap Dian yg langsung berlalu kedalam kamarnya. Ketika pintu itu tertutup, senyum ustadz Alfi mengembang dan mengayunkan tangannya dari atas lalu ke bawah.


"yess"pekik gembira ustadz Alfi. saat itu Dian di dalam sudah tertidur pulas.


"alhamdulillah...siapa dulu dong hehe... Alfi gitu loh."narsis ustadz Alfi yg menyugar rambutnya. 


"point perhatian chek…"ucapnya lalu menikmati bubur buatan Dian. 


(sedangkan yg menonton terkekeh kecil melihat kelakuan ustadz muda itu. Wah sisi lainnya sudah ketahuan oleh semuanya nih. Hafsa pun tertawa renyah dengan tingkah abinya itu


"bagaimana jika al tahu dirinya di tonton begini haha mungkin sudah seperti bunga tujuh rupa wajahnya haha"tawa azzam.


"kira kira rencana apalagi yg Alfi lakukan untuk mendekati Dian"ucap Umi shita yg menerka nerka.


"tidak tahu, hehe yg pasti cara yg tidak terduga"sahut bu mira


"apapun itu aku mendukungmu le hehe"ucap ayah ahmad yg masih saja merasa lucu dengan aksi menantunya ini. hm, hilang sudah wibawa seorang ustadz 😆)


Bersambung...


🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘

__ADS_1


__ADS_2