Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Beasiswa


__ADS_3

Masih hari yang sama....


Tak lama, Lamunannya Dian terhenti karena suara ketukan pintu dan kebetulan ia memang membersihkan ruang tamu dalam. gagang sapu diletakkan berseder di lemari televisi.


Tok..tok..tok


"Mm..siapa yg bertamu ya?"pikir Dian.


ada seseorang yg mengetuk pintu rumah Dian. ia pun langsung berdiri untuk membuka pintunya. saat membuka pintu , ternyata kurir yg hendak memberikan surat kepada Dian .


"assalamualaikum mba"salam seseorang.


"waalaikumsalam, iya sebentar"jawab Dian di balik pintu.


"ini paket untuk Dian N.C . apakah mba sendiri ?" tanya kurir tersebut .


"iya saya sendiri mas ."jawab Dian yg tersenyum menatap ke arah sang kurir.


Wajah Dian yang tersenyum semakin menambah Cantik dan manisnya dirinya. Ke terpa sinar matahari dan sedikit angin membuat sang kurir seketika terpesona. Walaupun Dian berpenampilan biasa dengan hijab instannya.


"cakep banget nih orang ya, ramah lagi. kl belum punya istri mah langsung atuh tanya tanya. tapi tetap cantikan istriku mau secantik apa wanita di luar sana ."bathin si kurir.


"loh kenapa menatap saya begitu mas ?"tanya dian.


"eh ini mba . silahkan di tanda tangani."


kaget sang kurir yg ketahuan mandangin mulu wajah Dian yang membuatnya menahan malu. kemudian ia pergi setelah suratnya ditandatangani. Dian menggeleng-gelengkan kepalanya dan terkekeh kecil lalu masuk kembali ke ruang tamu lalu melanjutkan membersihkan rumah.


Akhirnya urusan pekerjaan selesai juga. dan ia memilih untuk membaca segera surat yang menurutnya aneh. Perasaan tadi Nessa sudah chat kenapa kirim surat, pikirnya. karena selain chat, sahabatnya juga suka mengirim surat kepadanya.


sreek...


suara amplop putih berukuran panjang tersebek oleh Dian yang selanjutnya dibukalah surat tersebut. Ketika surat itu dilihatnya, Dian kaget bukan main melihat logo Universitas Jogja yang ia inginkan.


"Ya Allah? Aku..aku dapat Beasiswa"pekik Dian


Hati Dian sangatlah bahagia dan langsung bersujud syukur atas beasiswanya. ia juga menangis bahagia. tapi ia bersedih dan juga khawatir akan berpisah dengan adiknya.

__ADS_1


Selain itu, ada rasa tak tenang dihati sebab keinginan yang lain takut tak bisa ia lakukan. Dian memutuskan untuk mencari informasi di media sosial dan juga google. beberapa jam kemudian ketemu lah alamat tempat dimana ustadz Alfi dan tim dakwahnya.


'alhamdulillah, sudah ketemu alamat nya semoga aku bisa menemuinya sebelum berangkat ke jogja.'pikir Dian.


Ia pun memutuskan untuk mandi dan berwudhu karena sebentar lagi adzan dzuhur berkumandang. setelah menunggu, akhirnya adzan sudah terdengar merdu di setiap masjid. ia melaksanakan sholat terlebih dahulu.


🌻🌻🌻


Pukul 13.00


Dian yang telah menyelesaikan sholat dzuhurnya sedang berdoa dan berzikir. Hatinya tenang saat mengingat tadi sarapan masih ada cukup nasi dan lauk untuk makan siang. Apalagi Dayu pulang sekolah dan ia belum belanja tadi pagi gara gara chat Nessa serta baca Novel koleksinya haha...


tiba tiba terdengar suara cemprengnya si Dayu memberi salam.


"assalamualaikum, Mba Dian"seru Dayu yang ada di depan pintu dan menunggu mbanya membalaskan salam sedangkan Dian langsung menghentikan dzikirnya lalu menjawab.


"waalaikumsalam dek , masuk saja gak di kunci koq."sahut Dian dari dalam kamar dengan sedikit meninggikan suarany takut tak dengar.


Dayu pun masuk ke kamarnya dulu untuk mengganti pakaian dan melepas sepatu serta menaruh tas sekolah. lalu beranjak ke kamar mbanya. ia selalu mencium punggung tangan mbaknya dan menceritakan hal tentang pelajaran yg diterima .


"mba tadi aku belajar mtk, sumpah mumet banget aku. andai jika Ips saja pelajarannya. mungkin tanpa mtk hidupku lebih tenang"oceh dayu.


"iya mba. tenang aja. lagipula hari ini pulang jam 1 siang sudah sangat aku syukuri masa mau ngayap. enakkan jalan sama mba hehe"jawab dayu.


"eh iya ya, koq mba malah nanya yang enggak enggak sih"balas Dian yang mendapatkan tawa kecil dari adiknya.


Dayu tidak pernah melanggar apa pun pengaturan dari mbanya. termasuk tidak pernah pulang sekolah terlambat. jika pun itu terjadi dan terpaksa ya harus izin kepada mbanya dahulu. Jika melanggar bisa bisa uang jajan terpotong 75 % . Hiih serem ew.


Tujuan Dian hanya ingin adiknya disiplin dan baik baik saja. ia khawatir jika sesuatu hal buruk terjadi. Bagaimanapun dayu seorang gadis baru dewasa dan harus dijaga. Bukannya untuk mengekang yaa, tapi Dian sangat sayang pada adiknya.


"dek, besok gak usah nunggu mba pulang karena mba pergi . oiya bawa aja kunci rumah ke sekolah oleh dek dayu."ucap Dian seraya melipat mukenanya.


"oke mbak Dian. Dayu akan membawanya. memangnya mba mau kemana ?."tanya dayu.


"mau tau aja sih dek, rahasia"singkat Dian. Dayu pun cemberut dan langsung menggoda sang kakak.


"dih gitu. Apa jangan jangan mau ketemu pacar mbak yaa"ledek Dayu.

__ADS_1


"eh..apa apaan sih. Pacar pacar mbahmu"kilah Dian. yaa memang, hanya bertemu ustadz Alfi dan selesai bukan nyari pacar apalagi calon suami.


"mbah kan juga mbahnya mbak juga hehe"jawab dayu yang cengengesan.


"mba mau ke cibodas untuk mensurvei tempat nya tim Ustadz Alfi dek. Karena ingin kuliah dan kamu akan dititipkan ke kampung"lanjut Dian.


"ciee survei calmi yaa mbak"goda Dayu kembali


Sungguh adiknya ini minta di jitak spatula deh. Gk nyinggung pacar atau calmi, tidak nafas ya. memangnya tidak tahu mbaknya ini jomblo. Kl dikampungnya pasti umur 19 tahun udh di singgung calmi.


"oke oke. tapi mba juga jangan lama lama keluarnya !?."peringat Dayu.


Dayu merasa sangat bersyukur dan bahagia ketika mendengar tentang beasiswa. mbanya itu memang ingin kuliah tapi tanpa beasiswa itu ia tidak akan kuliah namun sedikit ada rasa sedih dilubuk hatinya ketika mendengar bahwa ia akan dititipkan. kenapa tidak diajak saja,pikirnya .


"iya tenang aja, terimakasih dek"balas Dian yang telah duduk kembali setelah meletakkan mukenanya.


Dian sambil memeluk adiknya yang ia sangat sayangi itu. keduanya sudah tinggal bersama di kota perantauan. Rasa tak tega menjalar di hati Dian ketika tahu bahwa adiknya memendam sedih sebab akan berpisah lama dengan dirinya.


"hadduh gimana ya, untuk bilang ke Dayu bahwa aku tak mau membawanya. Jangan jangan dayu gak mau ditinggal dan milih ikut. tapi kan aku takut jika dibawa malah tak sempat memerhatikannya"pikir Dian.


"dek, kamu makan dulu. masih ada nasi dan lauk yang tadi. maaf ya, mba gak masak. soalnya nanti sore baru ke supermarket"ucap Dian yang telah mengurai pelukannya.


"gak apa apa kali mba. aku paham koq, lagipula dayu gak masalah kl mba gak masak lagi dan jangan masak sore."ucap Dayu.


"loh nanti bagaimana kita makan nanti?"bingung Dian.


"hish..dengerin dulu mba. maksud dayu tuh, kita tetap ke supermarket. gak usah masak karena dayu pengen makan di warung bakso hehe"ucap Dayu yang tersenyum malu di akhir kalimatnya.


"owalah dek..dek. bilang dong, mba juga pengen"ucap Dian. Setelah itu mereka pun tertawa bersama sebab satu tujuan yaitu makan bakso. asyiik...


Bersambung...


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa

__ADS_1


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2