Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Gara gara foto


__ADS_3

Hari yang cerah namun lumayan terik tidak mematahkan rasa bahagianya seorang laki laki. Ia memakai baju koko lengkap dengan kopyahnya. Berjalan semangat menuju rumah sang ustadznya.


Faqih. Yah namanya adalah faqih. Ia salah satu tim ustadz Alfi yang mumpuni dibidang IT. Ternyata ia juga memegang akun media sosial milik ustadz Alfi yang khusus dakwah, akun bisnis, dan keamanan perusahaan di mesir. Berumur 17 tahun yang bahkan disekolahi ke luar negri oleh ustadz Alfi. Makanya faqih begitu sangat membantu apapun waktu dan keadaannya sedang apa.


"assalamualaikum"salam faqih di depan pintu.


"waalaikumsalam"balas salah seorang pemilik rumah.


"mencari siapa nak?"tanya ayah ahmad


"lho kak dian berubah jadi laki laki. Apakah bisa ?"gumam faqih. Ia memang sedikit rada somplak. yah 11 12 sama azzam hehe.


"silahkan masuk dulu, tidak baik bicara di luar"ajak ayah ahmad. Beliau bahkan tersenyum geli dengan gumaman faqih tadi yang terdengar tidak masuk akal.


Diruang tamu terdapat dian dan ustadz Alfi sedang berbincang sambil saling bercanda. Mereka berdua menengok menatap seseorang yang baru datang. Faqih langsung tercengang melihat dian yang memang seharusnya wujud seperti itu, lalu menatap ayah ahmad yang tersenyum kepadanya.


"faqih. Itu adalah ayah ahmad. Ayahnya dek dian."jelas ustadz Alfi yang melihat rasa bingung diwajah faqih.


"hehe maaf paman aku tidak tahu"ucap faqih dengan rasa bersalah dan malu.


"tidak apa apa. Silahkan dilanjut"pamit ayah ahmad.


"faqih mau dibuatkan apa?"tanya dian yang ingin bangkit.


"adduh kak jangan. Aku gak lama cuma 10 menit aja."cegah faqih yang melihat dian kesusahan jadi tidak tega.


"tapikan 10 menit itu lumayan lama, beneran gak haus"tanya dian yang sudah bangkit kearah dapur untuk mengambil pudding.


"mau kemana dek"tanya ustadz Alfi


"mau ambil pudding"jawab dian


"hati hati jalannya"pinta ustadz Alfi yang membuat dian memegang tembok seperti merayap.


"iya mas, ini lihat"senyum manis dian.


Ustadz Alfi menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dian. Tapi ia senang, senyum terus begitu. Faqih jadi tertawa kecil. Ia pun mengeluarkan sebuah file yang dimasukkan ustadz Alfi di dalam laptop milik dian. Karena miliknya sedang menjalani rawat inap di galeri service.


Datanglah dian dengan mangkuk lalu  duduk di sofa bersebelahan ustadz Alfi yang nampak mencabut flashdisk di laptopnya. Ia melihat kearah monitor seraya memasukkan potongan potongan kecil.


"ustadz lihat lihat dulu, aku mau kembali karena ada urusan mendadak"ucap faqih tiba tiba.


"baiklah terimakasih"balas ustadz Alfi.


"kl begiru aku pamit kak,ustadz assalamualaikum"pamit faqih.


"waalaikumsalam"jawab ustadz Alfi dan dian bersama.

__ADS_1


Kini tinggallah mereka berdua sedang fokus menatap beberapa foto. Flashdisk yang diberikan oleh faqih adalah maternity shoot dan foto pernikahan mereka. Dian nampak melihat dengan seksama.


"bagus kan dek"tanya ustadz Alfi yang menunjuk foto dirinya menekukkan kaki serta memeluk perut besar dian.


"bagus mas"jawab dian


"eh tapi mas"sambung dian yang membandingkan foto dengan keadaan ustadz Alfi sekarang.


"kenapa. Apa ini kurang?"heran ustadz Alfi


"bukan kurang tapi difoto keningmu mulus jika sekarang keningmu membekas luka"jelas dian


Ustadz Alfi sudah membuka kapas lukanya. Sebenarnya sih itu tak sengaja membuang saat sedang membersihkan diri. Keningnya jadi berwarna biru dengan sedikit kemerahan.


"tidak apa apa dong dek. Nanti luka ini juga akan hilang"balas ustadz Alfi yang membuat dian cemberut.


"luka itu mengganggu. Hmm apa yang harus ku lakukan agar luka menghilang yaa"pikir dian


Cring...💡


Bak ada lampu di keningnya. Dian dengan semangat berjalan kearah dapur dan menggeret begitu saja ustadz Alfi. Si empunya tangan menjadi terhenyak sedikit karena di kunciin di dalam kamar.


"ya allah dek. Kenapa mas dikunciin"pekik ustadz Alfi


Mencari sesuatu di lemari bagian bumbu dapur lalu membuatkan sesuatu. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya ustadz Alfi melihat dian masuk kedalam kamar.


"itu apa dek?"tanya ustadz Alfi yang merasa bingung.


Dian mengolesi masker alami di wajah ustadz Alfi. Si empunya mau protes tapi takut masalahnya berabe kl dian sudah nangis gak mau berhenti. Hingga seluruh wajah ustadz Alfi dilumuri warna kecokelatan. Menunggu 15 menit akhirnya sudah bisa dicuci wajahnya.


"mas bersihkan wajahmu lalu pakai sabun muka milikku"pinta dian yang membereskan meja riasnya.


"okey"singkat ustadz Alfi yang berjalan menuju kamar mandi dan melakukan apa yang disuruh oleh dian.


Dian mengambil handuk kecil dan menanti ustadz Alfi yang membersihkan wajahnya. Tak lama yang ditunggu sudah datang dengan wajah yang basah dan masih ada sisa masker di kening bagian luka.


"hehe kamu kurang bersih mas"kekeh dian yang membasuh bekas masker tersebut.


"coba lihat wajahmu di cermin mas"pinta dian yang membuat ustadz Alfi menatap cermin.


"luka...luka dikeningku kemana dek"heran ustadz Alfi.


"sudah hilang mas. Walaupun tinggal sedikit lagi, pintarkan aku"bangga dian yang berhasil memutihkan kembali kening suaminya.


"iya kamu memang pintar. Tapi seharusnya menunggu sampai hilang sendiri. Mas gak mau buat kamu capek"ucap ustadz Alfi yang mengelus sayang pipi milik dian.


"gak apa apa mas. Lagipula luka itu mengganggu, sekarang sudah seperti di foto"senyum dian mengembang.

__ADS_1


"jadi kamu buat masker wajah karna foto. Ya allah"ucap ustadz Alfi yang memastikan.


"he'em"angguk dian membuat ustadz Alfi tak habis pikir.


"mas sampai dikunciin, kirain ada apa"ucap ustadz Alfi yang mencubit hidung dian sampai memerah.


"iih kamu kebinasaan mas"cemberut dian.


"kebiasaan sayang, bukan kebinasaan"ledek ustadz Alfi


"sama aja"jawab dian yang tak mau kalah.


"oiya dek, kita belanja buat keperluan lahiran si kecil yuk. Biar nanti tidak keteteran"ucap ustadz Alfi.


"mas, seandainya si kecil telah lahir mau dinamakan siapa"tanya dian yang memeluk ustadz Alfi


"emm.. Gak tau deh dek."singkat ustadz Alfi.


"kamu mau laki laki atau perempuan mas"tanya dian kembali


"apapun itu yang penting si kecil dan kamu sehat selalu. Mas tidak pengaruh mau dapat apa, kan sudah diatur rezekinya."jelas ustadz Alfi


"ouh yaudah ayok kita beli buat si kecil"semangat dian yang berdiri mendadak membuat ustadz Alfi jantungan sendiri.


"astagfirullah dek. Pelan pelan. Si kecil terguncang didalam sana"khawatir ustadz Alfi


"hehe maaf ya mas, peace"cengengesan dian seraya mengangkat 2 jarinya.


"huff"helaan nafas ustadz Alfi.


"ayo mas cepat, aku pengen lihat baju baju kecil."rengek dian yang sudah rapi.


"iya iya sabar, 5 detik juga beres"jawab ustadz Alfi yang meraih kunci mobilnya. Sebenarnya tadi meminta tim keamanan miliknya untuk mengawasi dari jauh, ia tidak mau terjadi sesuatu di sana nanti.


"sayang kita beli pakaian untukmu. Entah mengapa umi yakin kalau kamu perempuan nak" bathin dian yang sudah berada di dalam mobil. Bahkan ustadz Alfi ketinggalan di dalam rumah.


"ayo mas"pinta dian kembali


"iya dek dian yang manis dan cantik. Masmu ini berjalan bukan terbang"timpal ustadz Alfi. Para orangtua mendadak tertawa dengan aksi keduanya. Mobil pun berjalan keluar dari pagar disusul dengan 3 motor dibelakangnya yang siap untuk mengawal dari jauh.


Bersambung...


🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa

__ADS_1


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘


__ADS_2