Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Gelisah tidak mau tidur


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Semuanya sudah pulang dari sore hari dan akan kesini lagi besok siang. Mereka pulang waktu sore dan tidak pada malam hari. Karena azzam yang menyetir mobil dan kurang ahli di jalan berkelok saat malam hari. Sangat sulit untuk menyesuaikan diri sedangkan ahlinya tidak ada.


Umay berada di semarang dan sedang ada urusan. Mungkin pulang esok hari atau malam hari nanti. Setelah semuanya pulang, hanya ada ustadz Alfi yang selalu menunggu dan menanti dian di rumah sakit. Tapi kali ini ia bosan dan mengantuk sebab dian tidak bangun dari tadi.


Rasa kantuknya ditunda terlebih dahulu karena mendengar suara adzan isya berkumandang di area rumah sakit. Ia mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat lalu disusul doa dan dzikir setelahnya.


Ustadz Alfi menatap ke wajah dian yang sangat tentram dan menyejukkan hatinya. Tertidur lelap di brangkar tanpa terusik sama sekali saat semuanya masih ada diruangan tersebut. Sekarang ia tahu bahwa dian terbiasa tertidur langsung tanpa berbicara apapun. Ternyata ibu hamil seperti itunya.


Puas memandang wajah tersebut. Ustadz Alfi merapikan peralatan sholatnya dan meletakkan di dekat sofa seperti biasanya. Kemudian menghampiri dian dan duduk dikursi tunggu. Dengan hati hati ia melepaskan hijab yang melindungi aurat istrinya tadi yang tentu saja tidak nyaman jika dipakai tidur.


Hijab berjenis simple dan instan itu akhirnya tergeletak di nakas samping nya. Menatapnya sekilas lalu tanpa sadar tertidur dengan posisi meletakkan kepalanya di dekat perutnya dian. ia sangat mengantuk hari ini dan matanya tidak dapat berkompromi.


Beberapa saat kemudian....


Bunyi jarum jam terus terdengar memecah heningnya ruangan tersebut. Sangat hening dan hanya mereka berdua yang telah terlelap dan menyelami lautan mimpi. Tapi tak lama Dian membuka matanya perlahan lahan. Menatap sekelilingnya lalu beralih menatap suaminya yang tertidur pulas.


Ustadz Alfi tertidur dengan duduk dikursi tunggu seraya meletakkan kepalanya di dekat perut miliknya. Sepertinya sangat lelah dan mengantuk sekali. Dian mengelus rambut yang telah terlepas dari kopyahnya.


"maaf ya mas, pasti kamu lelah sebab menuruti keinginanku yang terkadang menyusahkanmu."


"lihatlah sayang, abi sangat lelah jangan meminta apapun malam ini yaa."bathin dian yang kemudian memejamkan matanya kembali.


Lupa membaca doa kembali dan akhirnya ia pun bermimpi sesuatu hal yang sangat ia takutkan. Di dalam alam bawah sadarnya, ia melihat dan menyaksikan ustadz Alfi yang tertabrak mobil putih yang melintas begitu kencang.


Hatinya mencelos melihatnya. Wajah yang selalu menenangkan hatinya kini terbenam dan berlumuran darah. Pakaiannya sudah berubah menjadi merah. Dengan menangis histeris dan berlari kearah ustadz Alfi. Sesegera mungkin ia memeluk tubuh kaku yang ternyata sudah tidak ada tanda tanda kehidupan lagi.


"mas !!"tangis kencang dian yang langsung terduduk dari tidurnya dan menutup seluruh wajahnya lalu menangis.


Akibat tangisan yang seperti teriakkan membuat ustadz Alfi kaget dan terkejut. Ia bangun dan melihat dian yang masih menangis tersedu sedu. Sangat membuatnya khawatir karena jika terus seperti itu tidak baik juga bagi si kecil di dalam perut yang akan merasakan apa yang dirasakan oleh uminya.

__ADS_1


"dek, apa yang terjadi? Kenapa menangis seperti ini?"tanya ustadz Alfi yang membuat dian menoleh segera kearah dimana ia memandang khawatir keadaan nya.


Dengan segera ia pun langsung memeluk erat dan menceritakan apa yang ia lihat dan dibarengi sesenggukan. Ustadz Alfi mendengar seksama dan membalas pelukan itu. Bagaimana mungkin istrinya memimpikan hal seperti itu? Tentangnya lagi.


"sudah dek, jangan menangis terus. Aku ada disini. Itu hanya mimpi buruk. Mimpi buruk itu datangnya dari syaiton dan Mimpi baik itu datangnya dari Allah."jelas ustadz Alfi yang menghampus air mata tersebut. Lalu memeluk lagi dan mengelus punggung yang bergetar masih menangis.


"kalau tidur harus baca doa dulu. Walaupun kamu ingin melanjutkan tidur tersebut. Tujuannya agar tidak bermimpi buruk seperti ini lagi."sambung ustadz Alfi yang menidurkan dian kembali.


"paham sayang?"tanya ustadz Alfi yang terus memasang senyuman agar dian tenang. Sedangkan dian hanya mengangguk menjawab pertanyaan itu.


Setelah terbaring lagi dian tidak tidur dan terjaga. Ustadz Alfi pun paham dengan perasaan istrinya saat ini. Ia pun ikut terjaga dan bahkan rasa kantuknya hilang sekejap mata akibat tangisan itu.


"mas, aku lapar"ucap dian yang menatap ustadz Alfi disampingnya.


Ustadz Alfi membawa rantang dan meletakkan meja kecil di depan dian seperti biasanya. Sebenarnya itu makan untuknya, Namun karena dian lapar ia pun mengalah. Toh, ia sudah kenyang akibat banyak makanan yang diberikan oleh fansnya ketika ingin ke masjid. Maka dari itu ia memilih untuk sholat di dalam saja. Bahkan mereka tahu jika dian sedang berbadan dua dan pasti sangat membuatnya tak ingat makan. Karena mereka paham bagaimana bumil ngidam πŸ˜„.


Bu mira mengantarkan makanan itu untuk menantunya dan anaknya juga sih. Ia paham jika dian punya nafsu makan yang banyak. Suka lapar lagi dan lagi. Nah ia pun membawa rantang dan persediaan tempe keripik yang dian sangat sukai serta sereal yang dianjurkan oleh dokter untuk pengganti makan. Selain itu ia juga membawa tempat makan, gelas, sendok dan garpu. Beliau sangat menjaga sekali putrinya karena saking bersyukurnya dikit lagi punya cucu hehehe.


Rantang terdiri dari 3 tingkatan terbuat dari alumunium yang aman digunakan. Tingkat pertama terdapat nasi, kedua terdapat nugget, pelet lele dan telur ceplok, ketiga terdapat sayur brokoli. Kembali lagi dengan dian, ia hanya menerima suapan saja tanpa ustadz alfi ikut makan. Dian jadi tidak enak hati.


"mas makan dong. Masa aku aja."ucap dian yang menolak suapan itu.


"sudah dek. Mas makan martabak tadi yang dikasih penggemarku yang aku lewati."ucap ustadz Alfi yang tanpa menyunting kata katanya.


"tapikan tidak kenyang mas kl cuma martabak aja."ucap dian yang terjeda akibat suapan itu.


"masya allah emang perut masmu ini terbuat dari apa? Hem."ucap ustadz Alfi yang menarik sedikit pipi cubby tersebut. Itu membuat dian terkekeh.


"kan hanya martabak. Aku saja tidak kenyang tuh."ucap dian yang membuat ustadz Alfi tertawa.

__ADS_1


"hehe ya allah dek. Itukan kamu berbadan dua jadi wajar dong. Si kecil kan butuh banyak makanan dan nutrisi."ucap ustadz Alfi yang mengelus perut dian.


"oiya yaa"ucap dian yang menahan senyumnya karena malu. Duuh makan mulu lagi maunya.


Akhirnya makanan tandas, ustadz Alfi meletakkan rantang itu di meja sofa seperti bentuk semula. Ia pun mengambil susu ibu hamil yang tersedia di dalam tas sedang. Lalu membuatkannya di gelas sesuai ukuran. Sedangkan dian hanya melihat dan tersenyum.


"beruntungnya aku mendapatkan suami yang siap siaga seperti ini. Udah tampan, perhatian lagi"bathin dian tersenyum senyum sendiri membuat ustadz Alfi yang sudah selesai membuat susu menjadi mengerutkan keningnya.


"hey ngapain itu senyum senyum sendiri ?"tanya ustadz Alfi seraya memberikan gelas yang berisi susu ibu hamil rasa cokelat yang membuat lamunan dian terhenti.


"hehe gak apa apa mas"jawab dian cengemgesan lalu menerima gelas tersebut dan meminum sampai habis.


"oiya mas, aku mau susu cokelat aja jangan rasa yang lain. Eneq mas, mual."ucap dian yang teringat rasa susu yang berwarna putih yang di berikan rumah sakit.


Bahkan langsung muntah muntah akibat itu. Makanya dokter memberhentikan pemberian susu dari rumah sakit lalu memberikan nama produk tersebut yang harus di beli oleh ustadz Alfi tapi rasa cokelat.


"iya. Mas sudah stok 2 kardus di dalam tas."sahut ustadz Alfi yang pergi untuk mencuci rantang, gelas dan sendok bekas tadi.


Tepat pukul 1 dini hari, dian akhirnya tertidur saat ustadz Alfi kembali dengan rantang, gelas dan sendok bersih telah di cuci. Ia hanya tersenyum simpul karena bersyukur sekali jika dian bisa tertidur. Namun kini ia yang tak bisa tidur dan terus berjaga jaga khawatir akan mimpi buruk yang dialami lagi. Ustadz Alfi memilih untuk membaca Al-Qur'an menuju waktu shubuh tiba.


Bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷

__ADS_1


__ADS_2