Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Sebuah Perkembangan Penyelidikan


__ADS_3

Penantian akan datangnya kabar baik belum kunjung menampakkan diri. Farhan dan umay trus menelusuri kota kediri. Mereka hampir menyerah dengan berbagai pencarian tidak membuahkan hasilnya. Umay sangat khawatir dengan keadaan kedua orang itu. Apalagi adik sepupu yang sangat ia sayangi telah dinyatakan hilang semenjak hari ke 4.


Mba dinda menjadi saksi terakhir melihat dian. Setelah penghargaan itu didapatkan, dian pamit dan berpisah dengan azzam. Katanya mau pergi ke supermarket. Tapi saat berselang 3 jam tak kunjung kembali.


"Dian menghilang setelah keluar dari gedung...azzam dan kami mencari cari di seluruh kota namun tak ada. Besoknya azzam memilih kembali ke jakarta untuk menceritakan semuanya..."ucap mba dinda membuat umay tambah gelisah.


"ya allah perasaanku tidak enak sekali"bathin umay diam membisu.


"tapi azzam sampai sekarang tak ada kabarnya."balas farhan.


Mba dinda terkejut lalu menangis. Ia sesekali menghapus air matanya di dekat paman irawan. Ia sebagai seseorang yang meminta tolong adalah tak bertanggung jawab dan malah menjadi rumit seperti ini.


"lalu kemana mereka pergi? Saya sudah melakukan pelacakan namun anak buah saya satupun tak dapat menemukannya. Kami bahkan sampai mencari ke jalan yang sangat mungkin di lewati ke jakarta."ucap paman irawan.


"kami juga sama. Rasanya tidak tega melihat hafsa selalu menangis. Bahkan makan sedikit dan tidak mau berhenti mengucapkan rindu kepada uminya"timpal umay.


Mendadak semuanya nampak terdiam. Berpikir apa yang harus dilakukan untuk menemukannya. Sudah masuk hari ke 7 setelah berangkatnya azzam dan dian dari jakarta yang tandanya mereka sudah mencari lebih 2 hari. Tak lama seorang laki laki datang dengan baju dinasnya.


"lapor"hormat seseorang tersebut.


"salam lah lebih dulu"pesan paman irawan.


"oiya maaf pak. selamat pagi semua"ucap seseorang itu.


"pagi."kor semua


"ada apa?"tanya paman irawan yang mewakili pertanyaan keponakannya, umay dan farhan.


"kami menemukan jejak dari mobil milik saudara azzam"sambung anak buah dari paman irawan dengan nafas sedikit terengah engah. Karena ia berlari dengan cepat untuk memberi kabar.


Semuanya nampak berdiri, paman irawan segera berangkat ketempat tkp dengan lengkap baju dinasnya. Sedangkan umay segera menghubungi ustadz Alfi. Mba dinda merasa ada sedikit kelegaan dan penasaran apakah itu adalah pertanda baik seraya tersenyum.


Sementara di jakarta...


Ustadz Alfi sedang termenung di sofa bersama semua keluarga intinya dan faqih. Rida sedang menunggu zaki dan hafsa tertidur. Bahkan kakeknya ustadz Alfi ada diantara mereka. Tiba tiba telpon milik ustadz Alfi bergetar dan berbunyi. Hatinya mendadak penasaran dan berharap ini kabar baik.


Umay : Assalamualaikum


Ustadz Alfi : Waalaikumsalam bang. Apakah ada kabar sesuatu dari sana?


Umay : Ada. Mobil azzam ditemukan. Sebaiknya ustadz segera ke kediri secepatnya. Siapa tahu ini sebuah petunjuk.


Ustadz Alfi : Benarkah bang? Baiklah aku akan kesana menyusul.


Umay : Baik. Wassalamualaikum ustadz

__ADS_1


Ustadz Alfi : Waalaikumsalam bang.


Setelah menerima telpon dari umay lalu ia menutupnya lalu tetap menggenggam erat ponsel itu. Raut bahagia dari ustadz Alfi terpancar. Semuanya menatap penasaran kearahnya.


"ada apa alfi?"tanya umi shita


"umi ada kabar dari bang umay. Katanya mobil azzam ditemukan dan semoga ini adalah sebuah petunjuk."jawab ustadz Alfi.


"alhamdulillah. Lalu kau akan kesana?"ucap kakek ilham.


"iya kakek. Untuk memastikannya"balas ustadz Alfi.


Ia pun segera menuju kamarnya. Mengambil dompet serta jaket kulit miliknya. Hanya membawa diri dan tidak membawa apapun selain itu. Hafsa dan zaki tidur dikamar satunya lagi jadi tak terusik ustadz Alfi hendak pergi.


"hati hati alfi. Kami akan menjaga hafsa. Kabari apapun hasilnya segera mungkin. kami disini juga terus mendoakan mereka berdua agar cepat di temukan."tegas abi abdurahman.


"baik abi. Kl begitu alfi pamit assalamualaikum"pamit ustadz Alfi yang menyalimi umi, abi dan kakeknya.


"waalaikumsalam"kompak semuanya.


Ustadz Alfi langsung ke bandara dan sudah memesan tiket pesawat. Ia diantar oleh faqih. Tak lama dengan perginya mobil milik ustadz Alfi, rida keluar karena mendengar kata tegas abi abdurahman.


"ada apa ini umi? Kenapa ustadz begitu terburu buru"tanya rida.


"bismillah, dian dan azzam segera berkumpul diantara kita lagi umi."ucap rida penuh harap.


"aamiin"balas semuanya.


***


Ustadz Alfi sudah sampai di kediri ketika sore hari mendatang. Umay yang menjemputnya di bandara lalu pergi ke villa. Disana mba dinda dan farhan menunggu mereka serta telepon dari paman irawan yang sejak pagi belum ada keterangan.


"apakah sudah ada info dari paman irawan?"tanya umay.


"belum. Masih ditelusuri dan diperiksa dulu sama paman. Mungkin akan memakan waktu yang cukup lama. Karena daerah itu adalah hutan yang sepi akan penduduk."jelas mba dinda yang tadi sudah di share loc sama pamannya.


"hutan?"ulang ustadz Alfi.


"benar ustadz. Aku juga bertanya tanya. Kenapa mobil itu ada di hutan. Hanya mobil yang ditemukan belum ada keterangan tentang azzam. Maka dari itu paman masih olah tkp disana"jelas mba dinda.


Ustadz Alfi terdiam. Semuanya melihat ada gurat kekhawatiran lagi. Mereka paham akan apa yang dirasakan olehnya. Sahabat dan istrinya menghilang, mungkin rasanya melebihi segalanya. Lama suasana senyap, terpecah akibat suara adzan magrib.


"sebaiknya kita sholat dulu, tidak baik menunda nundanya. Sekaligus berdoa agar diberi kemudahan nanti."ajak umay.


Ajakan itu di anggukki oleh 3 orang disekitarnya. Mba dinda masuk ke dalam villa pamannya. Farhan dan umay masuk ke villa dian namun dikamar satunya lagi. Sedangkan ustadz Alfi dikamar yang waktu itu dian tempati.

__ADS_1


Sholat magrib dilaksanakan sendiri sendiri oleh mba dinda dan ustadz Alfi. Sedangkan farhan dan umay berjamaah berdua. Shalat telah selesai, ustadz Alfi mengambil tasbih di kantung jaketnya. Ia pun berdzikir serta diiringi doa seperti sebelumnya setelah dian dan azzam hilang kontak.


Fokus berdzikir tiba tiba suatu angin membuat perhatiannya teralihkan dan tali tasbih tersebut putus. Butir butir berkumpul di satu titik namun sedikit menyebar. Tasbih yang di berikan oleh dian terputus.


"ya Allah aku sangat takut. Takut kehilangannya, jika itu terjadi sungguh aku tidak sanggup. Tolong lindungilah dan sayangilah ia, karena hamba begitu menyanyanginya. kabulkanlah doaku ya Allah. berikan kami petujukmu...."bathin ustadz Alfi yang sembari meneteskan air matanya seraya mengambil butir butir tasbih tersebut. hati dan pikirannya sudah tak karuan lagi, memikirkan segalanya.


Setelah butir tasbih itu terkumpul, ia pun bangkit dan mencari sesuatu di sekitarnya. Membuka laci nakas lalu mengambil sebuah kotak. Dibukalah kotak itu yang berisi benang bewarna dominan putih. Menggabungkan butir tasbih itu dengan benang yang di buat seakan kuat menunjangnya. Walaupun sedikit susah dibuat berdzikir tapi ia tetap memakainya hati hati.


Ustadz Alfi masih di atas sajadah dan terus berdzikir menunggu waktu isya datang. Semuanya pun sama. Tidak ada yang makan ataupun minum. Pada kenyataannya mereka tak bisa menahan lapar tapi tidak akan kemakan atau ketelen karna memikirkan orang tersayang milik mereka sekarang entah ada dimana dan seperti apa keadaannya.


***


Sementara dilain tempat namun masih tetap satu tujuan terus berdoa tanpa henti. Ayah ahmad, bu mira dan dayu terus mengadahkan tangan meminta pertolongan kepada sang pencipta. Perasaan orangtua pasti akan lebih sakit lagi mendengar anak mereka hilang.


"ayah apa sudah ada kabar dari jakarta?"tanya bu mira.


"belum bu, mereka masih menanti kabar dari umay, farhan dan nak alfi di kediri."jawab ayah ahmad.


Bu mira tambah sedih. Sekarang hanya pasrah akan ketentuan Allah nanti seperti apa. Mempersiapkan diri dengan garis takdir yang sudah ditetapkan kepada anak pertama miliknya. Ia kemudian bangkit untuk sekedar minum bersama dayu yang mendampingi. Dayu berusaha untuk menyembunyikan rasa sedihnya dalam dalam agar menjadi penguat orangtuanya.


Ayah ahmad terdiam dalam duduknya. Melihat sekeliling rumahnya yang sudah banyak peristiwa kebersamaannya dengan dian. Tawanya dan usilnya dian jika bersama berkumpul menjadi satu di ruangan ini. Rumah sudah seperti kuburan saja. Kepergian almarhum ayahnya sudah berdampak sekali dan ditambah putri pertamanya juga tidak ada.


"hamba akan berusaha ikhlas jika ketentuanmu nanti ya Allah, tidaklah sesuai dengan keinginan hati hamba"


Suara hati seorang ayah. Beliau adalah kekasih pertama putri putrinya. Memberikan kasih sayang tiada tara, mendidik, mengenalkan banyak hal, memberi semangat, ada ketika putri putrinya sedang sedih atau ada masalah dan masih banyak lagi.


"bu kita akan ke jakarta sekarang."ucap ayah ahmad yang melihat bu mira bersama dayu sudah kembali.


"baik ayah. Ibu akan menyiapkan semuanya"balas bu mira.


"dayu ikut yah"mohon dayu penuh harap.


"iya. Kita bertiga akan ke jakarta. Bersiaplah nduk"sahut ayah ahmad.


Bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘

__ADS_1


__ADS_2