
Hari mulai hampir sore...
Dian belum melaksanakan Sholat Dzuhur. Untung saja tidak jauh dari sini terdapat sebuah masjid yang bernama Al-falah. ia memberhentikan motornya dan mengambil mukena di jok motor lalu beranjak wudhu .
Beberapa menit berlalu, sudah selesai melaksanakan sholat dan berdoa serta. dalam waktu menunggu shalat ashar, ia mengambil al-quran yg berada di lemari peralatan sholat dan tadarus alquran menunggu shokat selanjutnya yang tinggal 5 menit lagi. saat adzan terdengar Dian melaksanakan nya secara berjamaah bersama para warga sekitar .
selesai sholat ashar, ia ingin melanjutkan perjalanan kembali ke rumahnya . namun sebelum itu ia memeriksa ponselnya dan ternyata ada yang kurang dengan tas selempang nya itu .
"Astaghfirullah , pulpen ku tidak ada .pasti terjatuh . Hem... tapikan didalam pulpen itu ada nomerku. semoga aja ada yang menemukan nya . pulpen itukan sangat berarti bagi ku ."gumam Dian yang segera menyalakan motornya .
berjalan dengan kecepatan sedang , sambil menikmati hembusan angin . karena ia sengaja lewat tempat sepi . syukurlah tidak terjadi apa apa dan semua membuatnya tentram . mungkin ia kangen dengan kampungnya makanya memakai kesempatan untuk menikmati hari nya
saat ia hampir mendekati gardu, Dian melihat sebuah mobil hitam namun ia tidak ingat itu punya siapa. seorang laki laki keluar memanggil namanya dan suara itu tidak asing ditelinga. ia pun berhenti sejenak. lelaki itu adalah M.Umay khairulanam .
dipanggil kak umay yang ganteng ganteng tapi kayak gunung es dan anehnya sifat kak umay khawatiran, ia salah satu tim dakwah Ustadz Alfi , umay belum sempat mengatakan sesuatu itu ke adiknya karena lupa hehe.
"dek Dian!?"panggil kak Umay seraya membuka pintu mobil dan menghampiri adiknya itu sedangkan Dian membalikkan badan dan menyapa kakak sepupunya.
"assalamualaikum" sapa Dian dengan menangkupkan tangannya di dekat dada . Senyum umay mengembang ketika melihat sang adiknya yg sudah lama tak bertemu.
"waalaikumsalam. alhamdulillah, baik. sedang apa kamu disini?. mana Dayu ?."tanya umay beruntun
"Dayu berada di rumah , aku hanya keliling saja."ucap Dian yang menyembunyikan tangan kirinya. Umay pun mengernyitkan kening dan hendak bertanya tapi terhenti.
"mas koi, dimana istri kamu mas? adikmu ini kangen kakak ipar"ucap dian. umay mendelik tak percaya.
"hei, aku bukan ikan koi yaa dek. kamu udah segini gedenya masih aja panggil kayak gitu. jahilnya gak ilang yaa"kesal umay yang ngambek.
"hehe, tapikan panggilan mas koi itu lebih enak"bantah dengan dengan terkekeh kecil.
"ciih, awas saja yaa"ucap Umay segera mencubit hidung Dian.
"awws, iya deh maaf. kak lepasin"ucap Dian yang menampilkan mata puppy eyes dan membuat umay menghela nafasnya. lalu terlepaslah cubitan itu dan berhasil membuat dian bergumam "aduuh sakit hidungku ini, tega sekali kamu kak" yang masih terdengar oleh umay. namun ia malah tertawa kecil.
"oiya aku pamit . sampaikan salam ku untuk Dayu . assalamualaikum dek"salam umay
"waalaikumsalam wr.wb kak ."sahut Dian.
mereka pun mengendarai kendaraan masing² dan berlalu pergi . kini Dian sudah melewati gardu dan langsung melewati jalan pintas . Beberapa jam kemudian, ia sudah sampai di depan pintu rumah yg terlihat sangat bersih dan rapi , seperti sudah ada yg membereskannya.
__ADS_1
Tok .. tok .. tok .
"assalamualaikum dek Dayu ."salam Dian.
pintu pun terbuka....
"waalaikumsalam mba aku sangat mengkhawatirkan mu ."sahut Dayu keluar dari rumah dengan wajah tampak cemas . ketika dian ingin bicara, Dayu sudah duluan memberondong pertanyaan
"eh stop deh mba , lihatlah tangan kiri mu di perban ? apakah mba terluka ? apa yang terjadi kepadamu mba ?."tanya Dayu bertubi tubi seraya memutar badan Dian bolak balik kek lagi goreng tempe atau ikan takut gosong demi memeriksa kondisi mbanya. Dian pun hanya pasrah dibuat seperti itu tapi Lama lama juga gak nyaman dan sedikit pusing akibat tindakan dayu yang terlalu berlebihan.
"ehm..mbak akan jelaskan tapi tidak diluar juga ."ucap dian yang mengurut keningnya pusing.
"astagfirullah , dedek lupa mba . hihihi😁"seru dayu yang terkekeh kecil dan mempersilahkan mbanya masuk. setelah masuk ,ia membuatkan teh hangat dan membawa kue. mereka meminum sambil memakan kue bersama sama .
" mba tanganmu kenapa ?"tanya dayu memulai pembicaraan.
"iya tadi mba terluka . sebenarnya mba menolong seseorang ibu yang melintas di tempat sepi .lalu tangan mba terluka terkena pisau begal yang mengambil tas ibu itu . sudah tidak perlu khawatir kan mbak ."Dian menjelaskannya panjang x lebar bertemulah hasil luas persegi panjang .
(ups , bercanda . lanjut🤭😁..)
"o seperti itu . yasudah apalagi yg terjadi . kok tadi mba pulangnya lama sekali ?."ucap dayu kembali.
"o begitu... waalaikumsalam... (jeda)...astagfirullah, aku belum mengerjakan pr mba . yasudah mba istirahat . tenang karena dedek sudah mnyelesaikan pekerjaan rumah tadi ."ucap dayu yang bangkit dari duduknya.
"o yasudah. terimakasih dek . mba mau istirahat dulu ya. kerjakan pr nya yg benar"pesan dian.
" oke siap komandan mba."balas Dayu dengan hormat seperti penghormatan saat upacara bendera yang hanya dibalas gelengan kepala dari mbaknya.
🌻🌻🌻
Sementara ustadz Alfi sudah berada dirumahnya. tidak ada orang, itu sudah biasa dialaminya . mungkin abinya keluar bersama bang Umay atau Aisyah yang entah kemana bersama temannya. jika umi mungkin kerumah temannya atau di kamarnya .
untuk mengusir rasa bosan, Ustadz Alfi memilih membaca Alquran miliknya di sofa ruang tamu hingga tak lama kemudian terdengar suara ketukan dan pintu terbuka dari luar. menampilkan seorang ibu yang sudah mengandungnya dan yang ia sayang serta hormati .
"assalamualaikum"salam umi shita masuk.
"waalaikumsalam. umi sudah pulang ?."seru ustadz Alfi seraya menghampiri uminya dan mencium tangan beliau.
"sudah. oiya nak , kemana abimu dan dek Aisyah ?."tanya umi shita yang melihat sekeliling rumah tidak ada selain anak laki lakinya yang duduk di sofa seraya memegang Al Qur'an .
__ADS_1
"abi lagi pergi sama bang umay kalo aisyah entah kemana. umi duduk dulu ya ?."
"oiya , umi itu yg dikasih dek aisyah . pulpen siapa ?"tanya ustadz alfi yang ingat dengan apa yang dikasih Aisyah . lalu mengeluarkan nya dari saku bajunya dan meletakkan pulpen tersebut di meja.
"oh punya Dian"singkat umi shita.
'dian?? Siapa ia?' pikir ustadz Alfi
"jadi sebenarnya..tadi umi di begal dan pemilik pulpen ini yang menolong umi. alfi.. Dian itu cantik,baik dan jago silat lagi. oiya ia ngefans sama kamu tapi memilih untuk pulang karena tangannya luka karena nolongin umi ."terang umi shita dan memuji muji Dian.
("hatsiuu" sementara Dian yang dirumahnya langsung bersin bersin hingga 3 kali sempat heran dengan dirinya sedangkan dayu tak dengar sebab menggunakan penutup telinga untuk mendengar video pembelajarannya.)
Ustadz Alfi hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh uminya. Sepertinya ia merasa tidak enak yah, umi sudah memuji seorang gadis. Hmmm nanti ujung ujungnya ya gitu tau kan para kaum adam jomblo.
Apalagi umurnya sudah hampir 21 tahun. Tapi uminya mau banget kl dia itu punya istri yang bisa mengurusnya nanti dan selamanya. bahkan ia juga tak tau jodohnya itu siapa. untung saja sang umi tak menjodoh jodohkan dirinya dengan gadis anak teman temannya. itu saja membuat kening ustadz Alfi berdenyut sebab bahas bahas soal pasangan hidup.
"o gitu ya umi . baiklah aku akan cari tau alamatnya umi ."ucap ustadz Alfi mengalihkan pembicaraan.
"jika kamu sudah tau alamatnya . tolong kirimkan baju gamis ini dan bersama pulpen itu.umi mau istirahat dulu. Assalamualaikum"balas umi shita membuat hati sang ustadz lega seperti berendam di bak mandi dengan aroma relaksasi.
" waalaikumsalam . baik umi "jawabnya.
mereka sama sama masuk ke kamarnya masing masing. umi shita tertidur di kamarnya. sedangkan ustadz alfi setelah membuka kopyahnya. ia melihat ke arah pulpen punya Dian. ia memegangnya sambil memeriksa bolak balik pulpen itu. namun tidak ada yang ia cari. kemudian ia membuka pulpen yang menampakkan isi nya dan... jreng sebuah kertas kecil yang dililitkan di isi pulpen tersebut .
'alhamdulillah ini ada nomor teleponnya. aku bisa menghubunginya & menanyakan alamatnya .' gumam ustadz alfi seraya mengetikkan nomor itu dan memilih untuk memeriksa laptopnya. Namun ia merasa seperti tidak biasanya.
"Ya allah ada apa dengan jantungku yang terasa berdegub kencang begini. Dian Nurul cahyani...astagfirullah ya allah..."bathin ustadz Alfi.
Ustadz Alfi menggeleng untuk menghalau rasa tersebut. Tapi hatinya menuntun untuk terus menyebut nama itu dan bahkan berniat ingin mencoba sholat istikhoroh. Hadduh repot kalau begini jadinya, sedangkan wanita itu tidak pernah ia bertemu apalagi melihat. keningnya berdenyut dengan ditambah sampai hidungnya karena hanya nama wanita itu membuatnya tidak bisa tenang.
"hadduh dasar ustadz jomblo "lirih ustadz Alfi yang merutuki dirinya sendiri dan langsung beranjak mengambil wudhu.
bersambung....
🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷