
Seminggu telah berlalu kuliah di Jogja, Persahabatan Salsa dan Dian semakin merenggang seperti apa yang dipikirkan oleh vira. Yg pasti selama ini Dian hanya bersama Vira dan Caca.
Salsa tidak dekat dengan Dian. Jika hendak menghampiri sahabatnya itu , pasti Jeni mengajak memutar topik atau mengalihkan perhatian untuk tidak mendekati Dian. Jeni kesal sama Dian sebab jika Zain asisten dosen selalu membicarakan semua tentang rasa suka dan ketertarikan akan dian kepadanya. Ayahnya Jeni teman dekat atau rekan bisnis ayahnya Zain . Sudah sejak lama Jeni menyukai Zain namun tidak di hiraukan karna Jeni dianggap anak rekan bisnis ayahnya saja bukan apa apa. Salsa menyukai Zain , tapi Jeni selalu memanas manasi dengan mengkambinghitamkan Dian. Padahal Dian tidak suka , tapi Zain selalu cari perhatian .
"Sal , ngerasa gak sih kl Dian tuh suka sama kak Zain ."ucap Jeni .
"Ah , gak mungkin . Dian tuh gak suka sama kak Zain . Kak Zain milikku "ucap Salsa .
"hmm... Jangan mimpi kamu salsa , akulah yg memiliki Kak Zain . Satu satunya"pikir jeni dan timbulah rencana jahat jeni .
Ketika mereka melewati taman , terlihat Caca , Vira , Dian dan kak Zain sedang mengobrol . Jeni pun menghasut Salsa agar benci dan kesal . Tak sengaja ketika hendak pergi , Dian tersandung dan kak Zain sontak memegang tangan Dian agar tak jatuh . Jeni langsung menghasut dan menghasut yg berhasil membuat Salsaa darah tinggi .
"Keberuntungan berada di pihakku , akan ada pertunjukkan luar biasa nanti"bathin jeni tersenyum samar
Setelah itu kak Zain sudah pergi , Salsa dan Jeni hendak melabrak Dian . Dengan keadaan emosi , Salma mendorong Dian.
"Eh, koq dorong orang sembarang sih . Emang Lo udah gak punya etika . Salam dulu kek ."ucap Caca marah .
"Eh Lo gak usah ikut campur urusan gw ya ."ucap Salsa kesal.
"Ada apa Salsa ?"tanya Dian yang tetap tersenyum padahal ia tahu sekali sahabatnya itu sedang marah .
"Lo gak usah pura pura deh . Lo suka kan sama kak Zain ."ucap Salsa yang bertanya dengan nada kesal dan menekankan .
"Enggak Salsa . Aku gak suka sama kak Zain ."ucap Dian jujur .
"gak usah banyak alasan ya . Lo itu gak cocok sama kak Zain . Kak Zain kan kaya dan terpandang di Jogja . Sedangkan Lo , Lo itu cuma rakyat kecil alias miskin tau gak, apalagi orang tua lu cuma buruh tani. Jadi yg cocok tuh gw yg kaya , cantik dan pokonya gw sempurna bersanding dan mendapatkan hati kak Zain."ucap Salsa meremehkan dan menunjuk wajah Dian dengan telunjuknya
Deg...
Hatinya hancur
Remuk
Dian sungguh sangat kecewa dengan sikapnya Salsa yg seakan berubah hanya karena seorang pria. Tak terasa air mata membasahi pipi dan serasa jantung berhenti berdetak. Ia tidak terima dengan hinaan kepada orang tua walaupun itu kenyataannya. Caca dan Vira mau membela nya , tetapi Dian memberhentikannya dan mencoba lebih sabar .
"Dulu gw cuma mendekati Lo karna Lo pintar dan sangat polos .huh, Dasar bodoh , mau aja gw bohongi . Haha"tawa Salsa meremehkan .
"Oh jadi gitu. Sungguh ilmu mu tak akan berkah di mata Allah ."ucap Dian .
"Ah emang gw peduli . Lo tuh jangan kepedean dah , kak Zain hanya milik gw seorang ."ucap Salsa .
__ADS_1
"Jika kamu menginginkan kak Zain , ambillah . Memang aku orang kecil yg tak pantas bersanding dengan seorang pria yang kaya ."ucap Dian yg hampir emosi.
"Mending kita lupakan saja masa masa kita bersama dan kita udah bukan teman lagi . Lo hanya orang asing bagi gw . Oiya dan jauhi kak Zain . Kl gitu gw pamit , orang miskin yg gak tau diri . Daah .. "ucap Salsa pergi begitu saja yg diikuti oleh jeni . Yang membuat caca naik pitam .
"Eh dasar Lo orang kaya sombong . Cuiih , jijik gw Ama Lo . Lo yg gak tau diri , Bodoh "Emosi Caca
"Sudah biarkan saja Caca ."ucap Dian yg membasuh air mata .
"tapi yan , gw gak terima ..."bantah caca . Namun Dian menenangkan caca dengan tersenyum . Padahal hatinya sangat kacau saat itu juga .
"Yan, yg sabar ya . Jodoh , mati , dan rezeki di tangan Allah . Semoga jodoh mu lebih baik dari pada kak Zain ."ucap Vira.
"Aamiin . Makasih ya ."ucap Dian.
"kata pepatah gugur satu tumbuh 2 cecurut".ucap Caca yang mulai melelehkan suasana.
"eh tunggu deh ca . bukannya gugur 1 tumbuh seribu yak . koq gitu sih."ucap Vira bingung .
"yah Lo sih gak nalar. gugur Si uler keket, tumbuh 2 cecurut yaitu gw Ama Lo Vira . haha."canda Caca sedangkan Vira memanyunkan bibirnya
"Kita tuh sahabat . Kita lewati ini semua bersama ."ucap Caca .
"Masya Allah , teman ku , hiks.. hiks...hiks. "tangis Dian. Mereka pun berpelukan. Sungguh sahabat dunia akhirat
"Ca, ada ide gak nih ? Kasihan Dian . Aku mau Dian tersenyum lagi ."ucap Vira yang menopang dagunya di tangan kanannya , menatap bete kearah mobil
"Aduh , apa ya ? "Ucap Caca mengatung. Lalu ....
...Ting!..π‘...
"Nah . Ada aide nih Gw ."ucap Caca tersenyum .
"IDE Caca bukan aide ."ucap Vira.
"Ah sama aja . Ada tawaran kerja dari mba Dinda di stasiun radio Jogja . Kerjanya sih buat rekaman lagu atau bagian keamanan . Kl rekaman kita bertiga kl keamanan ahlinya aja dah . Gimana setuju kan ?"tanya Caca.
"Setuju banget . Semoga aja bisa membantu keperluan dan gak sedih lagi . mampir ke rumah nya sekarang aja . "Ucap Vira. Caca pun mengangguk dan pergi berlalu bersama Vira menggunakan mobil nya .
Setelah beberapa menit , akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumahnya Dian . Sebelum masuk Caca menghubungi nomor mba Dinda . Akhirnya ada bi Mina mau kerumah Dian , kebetulan mereka memanggilnya dan diajak masuk . Vira dan Caca dipersilahkan duduk sedangkan bi mina memanggil Dian. Sehari hari hanya didalam kamar , keluar hanya kuliah . Trus pulang dan ngurung diri . Didalam kamar terus saja menangis diam , mengingat perkataan salma yg begitu menyakitkan hatinya .
"Assalamualaikum non ."ucap Bi mina .
__ADS_1
"waalaikumsalam bi . Ada apa ?" Ucap Dian dari balik pintu tidak semangat .
"Ada non caca dan non vira . Sudah menunggu di ruang tamu ."ucap Bi Mina
"Iya bi tunggu sebentar ."ucap Dian . Setelah itu , ia sekedar merapikan pakaian dan Khimar (kerudung) . Ia keluar dan melihat 2 temannya sudah duduk .
"Hallo "ucap Dian sambil duduk di sebelah kanan Vira dengan tersenyum . Tidak sampai 3 detik lalu duduk dengan melamun lagii . Itupun membuat kedua temannya menukar pandangan mereka .
"Yan , gw mau nawarin Lo kerja . Tapi mau gak?"ucap Caca to the poin.
"Kerja apa emangnya ?"tanya Dian yang mulai tertarik dengan kerja .
"Mau gak kerja bagian keamanan di stasiun radio Jogja tempatnya sebelum kampus . Trus juga nanti 3 bertiga bikin rekaman lagu . Mau kan ? Gw udah bilang loh sama mba Dinda ."ucap Caca memelas .
"Ya Yan kita juga selalu bersama koq gak pisah . Tapi kl soal keamanan kan Dian doang yg bisa . Mau ya Yan , pliss."sambung Vira penuh harapan .
"aduh , koq mukanya melas lucu kayak kucing dan buat aku gemes aja , kan jadi gak enak kl ditolak . "gumam Dian senyum sendiri .
"Hallo , koq malah senyum doang sih . Yan Lo mau kan ?"tanya Caca .
"Eh iya iya .ku terima tawarannya , demi kebahagiaan sahabatku ."ucap Dian
"Yeayy..."kompak Vira dan Caca
"Besok kita temui mba Dinda . Besok kan libur . Jangan lambat ya Yan ."ucap Vira .
"Iya . Insyaallah. "ucap Dian .
Krukuk....krukuk..krukuk (anggap aja suara perut orang laper ya)π
"Kamu lapar Caca . Masyaallah , bukannya bilang aja ."ucap Dian ππ.
'alhamdulillah , cuma masalah kecil aja udh bisa senyum .'bathin Caca dan Vira . setelah itu bi mina menghampiri mereka untuk memberitahu bahwa makanan sudah siap .
"Maaf non . Makanan sudah siap . Silahkan ."ajak BI Inah. Mereka pun berjalan menuju dapur untuk makan bersama . Caca makan dengan lahap , Vira dan Dian masih menerapkan cara kalemnya yaitu seperti Sunnah nabi Muhammad Saw. Senyum terus terukir dari wajah Dian . Betapa senangnya memiliki teman seperti caca dan vira . Sangat merasa beruntung sekali . Ia pun mulai berlapang dada dan melupakan semuanya . Lalu memulai hari kembali dengan ceria dan semangat.
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
__ADS_1
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·