
"bagaimana aku bisa tenang, sedangkan dek dian mengalami itu sebab diriku. Semua ini salahku yg membuatnya masuk kedalam incaran kania. Hmm wanita itu memang sudah tidak waras"batin ustadz Alfi.
"apa yang terjadi kepadanya? Sebutkan saja gus, aku ingin mengetahuinya"tanya ustadz Alfi.
Semua orang yg berada di ruangan itu memang sangat penasaran. Ditambah sebelumnya Dian disiksa terus menerus oleh kania waktu di gudang tersebut. Rasanya jika ia baik baik saja itu sama sekali tidak mungkin.
"baiklah, tapi kami masih banyak punya bukti dan kisah selama ini. Bagaimana jika kita melihat lihat dulu videonya lalu bisa nyambung ke arah pertanyaan ustadz tadi"ucap gus Agung yg disetujui oleh semuanya.
Di dalam video…
Terlihat sebuah brankar di dorong oleh beberapa orang yg bertugas sebagai perawat. Mereka bergerak cepat membawa seseorang yang hampir saja kehilangan nyawanya jika memang tidak segera ditolong.
Sesampainya di ruangandiruangan tujuan, Brankar berisikan Dian yg terluka sungguh parah ditutupi kain putih agar tak ada yang mengenalnya. Bagaimanapun daerah ini sangat tak asing dari Dian mungkin bisa saja ada orang mengenalinya.
Terlihat sekali gus Agung, Caca dan Vira ngos ngosan seraya mendudukkan diri di kursi tunggu di depan unit gawat darurat. Vira melihat jarum jam yg masih menunjukkan pukul 2 dini hari membuatnya lemas.
"mas, apakah mereka bisa menanganinya? Ini baru jam 2 loh."khawatir vira.
"percayalah, mereka bisa dan Dian terselamatkan segera. Kita berdoa saja"balas gus Agung yang membuka kopiahnya dan menetralkan nafasnya.
Vira pun mengangguk dan meletakkan kepalanya di bahu suaminya itu. Wajah mereka bertiga sangat lelah dan sudah tak peduliperduli penampilan lagi. Caca berdiri dan merasa tidak tenang.
Pintu UGD tidak kunjung terbuka, membuat mereka tambah risau. Sedangkan di dalam sana, mereka tak bisa berbuat apa apa lagi. Mereka hanyalah seorang dokter piket. Lukanya terlalu parah dan harus ditangani oleh para ahlinya.
Mereka akhirnya keluar dan jika dihitung hanya 30 menit di dalam sana. Diluar sudah berdiri 4 orang dengan wajah sudah berantakan begitu.
"bagaimana dok?"tuntut caca yg menghampiri dokter tersebut.
"maaf, kami hanya bisa melakukan pertolongan pertama. Kami tak bisa sebab harus ditangani oleh para ahlinya. Saya sarankan segera bawa pasien keluar negri sebab disini juga tak selengkap disana. Ditakutkan nyawanya tak selamat."ucap dokter tersebut.
"ya allah mas hiks hiks gimana ini"frustasi caca. Vira pun sama sedangkan gus Agung terdiam dan tak menyangka akan serumit ini.
"pasien akan segera berangkat. Tolong dokter persiapkan semuanya"ucap Agha.
Dokter itu nampak sedikit takut dengan tampilan khas Angkatan senjata seperti Agha ini, dengan berlari ia pun segera menyiapkan apa yg diperintahkan. Agha nampak menghubungi anak buahnya.
"siapkan pesawat tugas secepatnya"tegas Agha yg terlihat menelpon itu.
1 jam terlewatkan, mereka sudah panik dan khawatir dengan segala kemungkinan. Agha sudah sangat kesal dengan anak buahnya itu. Siap siap 2 anak buahnya yg berada di depan mereka saat ini kena semprot.
"kalian lama sekali. Nyawa orang melayang gimana"bentak Agha. Wajahnya sangat garang membuat 2 anak buahnya gemetar.
"ma..maaf pak. Kami sudah menyiapkannya, di lantai paling atas."ucap salah satu anak buahnya yg bernama brian.
"lantai paling atas? Apa!"kaget Agha.
"i..iya pak, daripada di bandara tambah lama lagi. Kebetulan pesawat tugas hanya satu yaitu di lampung. Jadi terlambat deh hehe"grogi anak buah itu yg bernama raka
"ya allah kenapa hamba punya anak buah modelan kayak raka brian begini ya"keluh Agha memijat keningnya berdenyut.
"Kita sebaiknya menaiki lift untuk membawa pasien segera ke pesawat."ucap dokter yg mengalihkan pembicaraan. Semua setuju namun…
"ke lantai paling atas kira kira ada 4 lantai lagi. Jadi kalian lewat tangga dalam waktu 30 menit. Sekarang"perintah Agha.
"innalillahi"kor 2 anak buahnya. Brian dan raka lari secepatnya ke arah tangga.
Lari terbirit birit dengan keringat membasahi kening mereka dan menghasilkan suara yg nyaring khas prajurit tentara itu.
"mas kamu gak boleh begitu"ucap caca yg prihatin dengan brian dan raka.
"biarkan saja."ucap Agha acuh tak acuh. Membuat caca,vira dan gus agung menggeleng kepala serempak.
Mereka berangkat ke arah negri khas dengan patung singa putih dengan harapan Dian bisa terselamatkan. Rasa lelah dan kantuk menguap begitu saja saat mengetahui Dian masih hidup namun dengan keadaan seperti itu.
Gus Agung, Agha dan caca sholat berjamaah di dalam pesawat tugas tersebut yg luasnya lumayan. Sedangkan vira tetap berada di samping Dian. Sesekali memegang tangan pucat tersebut.
"astagfirullah, jadi cincinnya memang tidak ada. Siapa yang memakainya yaa?"ucap vira baru tersadar dengan tangan kanan milik sahabatnya tidak ada cincin pernikahan.
****
Singapura…
(disini tetap pakai bahasa Indonesia yaa, biar memudahkan ketika membacanya)
__ADS_1
Pesawat tugas sudah mendarat di tanah negara singapura. Mereka segera menuju ke rumah sakit terdekat yg terkenal. Brankar itu kembali memasuki rumah sakit lagi membuat ke empat dokter perempuan terperanjat kaget.
Ke empat dokter perempuan itu berpakaian khas dokter itu berdiri. Mereka melihat pakaian tugas ketiga laki laki tentu mengenali dari mana datangnya.
"Ada yg bisa kami bantu para tuan dan nyonya?"sopan dokter tersebut
"dokter tolong sahabatku."ucap caca tergesa gesa.
Membuat ke empat dokter tersebut menatap ke arah brankar lalu memberikan jalan ke ruangan untuk diperiksa lebih lanjut. Sebelumnya mereka sudah dapat pesan dari dokter di salah satu daerah negara Indonesia dan isinya itu mengharuskan tindak operasi serta evaluasi untuk pasien segera mungkin.
"silahkan segera lewat sini"ajak mereka berempat.
Dian pun dibawa masuk kedalam. Sedangkan Agha, Raka, Brian, Vira, Caca dan Gus Agung menunggu di kursi bersama. Mereka sesekali mengucapkan Doa keselamatan untuk Dian.
1 jam
2 jam
3 jam
4 jam
Waktu terus berlalu, di dalam ruangan tersebut para dokter sedang fokus menjahit tempat dimana tadi melakukan operasi. Akhirnya mereka selesai ketika jarum jam menunjukkan pukul 8.30 untuk waktu di indonesia.
(aku sengaja gak ngasih waktu negara itu ya. Habisnya bingung dan harap maklum hehe).
Ceklek…
Ke empat dokter cantik itu menghela nafas lelah dan berlega hati. Caca dan vira serempak memberondong pertanyaan.
"bagaimana dok? Apakah sahabatku selamat ? Bagaimana apakah berhasil operasinya"kor caca dan vira.
"operasi berhasil dan kami dapat menyimpulkan bahwa tangan serta kaki pasien mengalami patah tulang yang cukup parah"ucap dokter.
"pasien mengalami koma dan gegar otak. kami memperkirakan bahwa besok sudah siuman. seadainya jika tidak, maka kita hanya bisa mengiklaskannya. Namun jika masih ada semangat dan tekad pasien tinggi untuk bertahan maka mungkin bisa membuatnya melewati masa kritis itu"timpal dokter lainnya.
"aku prihatin dengannya. Pasien mengalami keguguran saat usia kandungan masih tergolong baru. Disebabkan oleh racun dan obat penggugur kandungan dan maaf kemungkinan pasien tak bisa mengandung lagi."sambung dokter satunya lagi.
Btw 4 dokter cantik juga ada namanya loh. Kenalin nih dokter rinai si ahli bedah dan ahli tulang yg menyatakan dian patah tulang di area tangan dan kakinya. Lalu ada dokter marisa si ahli psikolog yg menduga Dian bunuh diri. Lalu ada dokter paula si ahli otak yg menyebutkan bahwa dian koma dan gegar otak. Dan yg terakhir dokter angelica si ahli kandungan yg mengatakanmenyatakan jika Dian tidak memiliki harapan punya anak lagi.
Bagai disambar petir di siang bolong. Mereka lemas mendengarnya. Gegar otak? koma? patah tulang? keguguran? tak dapat mengandung lagi? Gangguan jiwa? Bunuh diri. Beeh rasanya pengen pingsan saja caca dan vira saat itu juga.
"ya allah itu tidak mungkin. Aku kenal dengannya dari kecil mana mungkin melakukan hal sekeji itu."bantah Gus Agung.
"raa, gak ada masalah kan selama ini dengannya? Apa sebelumnya bertengkar dengan ustadz? Tidak ada kan"ucap gus agung yang di setujui oleh vira.
"tidak ada mas. Mereka berdua tidak ada masalah kok. Jika ada bertengkar mana mungkin ustadz bisa mengizinkan dian pergi"sahut vira.
"iya aku setuju sama vira. Bagaimanapun kami sangat mengenalnya. Lagipula untuk apa dian membunuh anaknya dan meminum racun jika bukan seseorang memaksanya. Mungkin ini ada hubungannya dengan penculikan itu"timpal caca yang sedang menganalisis tentang sahabatnya itu
"hem..nanti aku selidiki lagi. Masalah ini tak semudah kita bayangkan. Sementara aku membuat laporan jika dian bunuh diri terlebih dahulu agar kita dapat menyelidiki semuanya."ucap Agha yg diangguki oleh raka dan brian.
"tapi mas, dian gak mungkin bunuh diri. Itu seperti fitnah"ucap caca tak terima.
"ini untuknya juga sayang. Nanti juga mas akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ini hanya sementara saja. Aku tahu apa yg akan kulakukan."ucap Agha menyakinkan dan telah menyusun siasat menyelidiki kasus dian.
"mana mungkin aku membiarkan begitu saja seseorang yg telah mempertemukan jodohku menderita. Tentu aku berusaha sekuat tenaga menyelidikinya. Beri aku waktu sekitar 2 setengah tahun. Itu sudah ada bukti menyeluruh. Percayalah padaku"yakin Agha.
"baiklah mas. Apapun itu aku dukung."pasrah caca.
"oiya, aku hampir lupa. Nama pasien siapa yayaa? Rasanya aku tak asing."tanya dokter rinai.
"Dian Nurul Cahyaningrat, istri dari Ustadz Alfi"jawab Vira.
"omaygat"pekik mereka ber empat. Heboh mereka sampai membuat Raka dan Brian keselek saat minum.
"istri dari idola kami"sambung mereka. Semuanya menghela nafasnya sebab ternyata ustadz Alfi begitu terkenal di berbagai kalangan bukan hanya sesama umat muslim saja. Nyatanya sang ustadz terkenal keseluruh dunia sebab tausiyahnya ke luar Indonesia. Walau hanya segelintir orang yang menghadiri tausiyahnya tapi juga sebab viralnya di media sosial.
"hmm..kami akan berusaha menyembuhkannya. Dan maaf jika terpaksa membuka hijabnya sebab kesulitan untuk melakukan tindakan dengan kepalanya"ucap dokter rinai.
"dokter rinai, kita harus merahasiakan ini. Sebab ini masalah serius dan aku tak mau jika Dian dalam bahaya. Bagaimana jika kita ganti namanya"ucap dokter angelica berpendapat.
"tapi nama itu tidak bisa diubah seenaknya."ucap Gus Agung.
__ADS_1
"iya aku mengerti. Tapi ini hanya tulisan diatas kertas yg melindungi privasi pasien juga."ucap dokter marisa menanggapi.
"bagaimana kita kasih nama bule saja. Kulitnya yg putih cocok jadi bule hihi"pendapat dokter paula.
"dianti nornira carnolita"ucap dokter marisa yg tersenyum senyum sendiri.
"yassalam"keluh Gus Agung menghempaskan tubuhnya di kursi. Sedangkan caca dan vira mengerjap tak percaya seraya melongo.
"azek, bule jawa hehe"kor Raka dan Brian terkekeh kecil.
"ck...dosa tidak ya jika membuat nama orang ganti dadakan begini. Bisa bisa di demo sama keluarganya. Nama itu adalah sakral dan jika ganti akan diadakan tasyakuran"decak Agha mendadak pusing tujuh keliling.
"sungguh gilaa"kor caca dan vira yg tak habis pikir dengan ke empat dokter yg sedikit somplak ini. Benar benar tak diduga, mereka sama seperti caca wkwk.
Video di hentikan…
"dianti nornira carnolita"ulang Ustadz Alfi. Istrinya jadi bule kah?pikirnya.
"hadduh, punya istri bule ya al"decak azzam kagum. Ia baru mengetahuinya ternyata nama itu yg membuat dirinya bolak balik ke singapura.
"wahh aku tersanjung. Jika adik sepupuku Seperti itu lalu namaku lebih keren lagi"narsis Umay yg mendapat cubitan dari Rida.
"aws sakit dek. Kamu mah sensi mulu kenapa sih"keluh Umay mengelus pahanya yg panas akibat itu.
"bodo amat"ketus Rida.
"kasihan deh lho"kompak gus agung dan azzam. Semuanya terkekeh kecil akibat itu.
"Jadi selama ini Dian mengalami hal itu. Kasihan sekali menantuku"ucap Abi Abdurahman yg menyimpulkan.
"benar paman. Setiap seminggu sekali atau 2 minggu, Dian bakal mengalami penyakit gangguan jiwanya. Seperti ketakutan, merasa tak tenang saat tidur, lalu ketika ia bangun akan menatap kosong. Saat itulah Dian bisa menyakiti dirinya sendiri."jelas Gus Agung menerangkan.
"Dokter marisa hanya bisa menangani dengan cara memberi obat penenang atau mengendalikan emosinya. Nah tujuan kami kesini yg utama sekali yaitu membawa ustadz Alfi ke aceh agar Dian bisa sembuh dari penyakit jiwanya dan mungkin saja hanya ustadz yang bisa mengendalikan emosinya. Aku yakin Dian akan sembuh dengan bantuan suaminya sendiri"sambung Agha.
"tapi bagaimana dengan hafsa"bimbang ustadz Alfi.
"abi pergi temui umi. Hafsa akan baik baik saja jika mendengar umi sembuh"ucap hafsa tiba tiba membuat mereka terkejut.
"sayang, Apakah tidak apa apa jika abi meninggalkan hafsa sementara waktu?"tanya ustadz Alfi. Hafsa menghampirinya dengan duduk dipangkuannya.
"abi gak perlu cemas sama hafsa. Tapi umi harus dicemaskan saat ini. Kan masih ada anty,kakung,utii dan om."yakin Hafsa yang menyandarkan kepalanya di dekapan abinya.
"terimakasih, hafsa memang pengertian."ucap ustadz Alfi mencium pucuk kepala putrinya.
"loh, kenapa dengan hafsa? Kenapa dengan kakinya"tanya azzam khawatir.
"om azzam"seru hafsa yg berbinar menatap pawangnya dan berlari untuk mencium tangan kanan milik azzam.
(inget kan di episode sebelumnya jika dian pengen dipeluk azzam saat ngambek sama ustadz. Nah azzam itu adalah pawangnya hehe)
"kenapa dengan kakinya? Sampai berdarah gitu"tanya azzam kembali setelah mengelus pucuk kepala hafsa yang sudah dianggap keponakan.
"em..tadi jatuh om"singkat hafsa.
"mirip banget sama uminya yaa"decak kagum dari Agha.
" sifat dan sikapnya itu sama persis dengan uminya. tapi matanya dan wajahnya kebentuk sangat mirip dengan ustadz Alfi sekarang."ucap Gus Agung.
"sehat selalu dan berdoa semoga usaha dari kami semua terwujud dengan umimu sembuh"ucap gus agung yg membuat hafsa tersenyum.
"aamiin"kor semua.
Bersambung...
🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢
Hallo permirswah, gimana epsnya neh?
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,
Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘
__ADS_1