Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Es Degan Jurusan marketing


__ADS_3

Ustadz Alfi dan dian beristirahat total. Jika ustadz Alfi, ia akan terbangun dan sholat tanpa mau makan karena saat melihat ke kamarnya dian belum terbangun dari pingsannya. Tidak bisa ketelan makanannya akhirnya hanya bangun untuk sholat dan membersihkan diri.


Sebenarnya ustadz Alfi demam juga, karena ia akan seperti itu akibat terjatuh, lelah berlebih dan lain lainnya. Dari kecil ustadz Alfi memang perasa apalagi jika uminya sakit langsung demam. Sampai abi abdurahman kebingungan untuk menjaga siapa.


Pagi ini bu mira membuat sarapan untuk ustadz Alfi dan membersihkan rumah yang dibantu oleh ayah ahmad. Mereka tak tega jika ustadz Alfi yang sakit harus membersihkan rumah. Terbukalah pintu yang ditempati ustadz Alfi.


"lho baru mau ibu bangunkan. Ayo nak sarapan dulu, dari kemarin kamu tidak makan."ucap bu mira.


"iya bu terimakasih"jawab ustadz Alfi


"kamu kayak sama siapa aja. Kami juga orangtuamu dan tidak pernah membedakan antara kandung serta menantu. Oiya, apa sudah membaik nak?"ucap ayah ahmad


"alhamdulillah ayah. Sudah membaik"singkat ustadz Alfi yang mendudukkan dirinya.


Ia dilayani dan bahkan hampir disuapi oleh bu mira saking sayangnya. Ustadz Alfi begitu senang dengan orangtua dian, serasa anak sendiri. Bersyukur Allah memberikannya seperti itu.


Setelah sarapan ustadz Alfi mengambil pakaian di dalam kamarnya. Masuk ke dalam kamar, hatinya menjadi tidak tenang melihat dian yang tak kunjung bangun. Ia pun mengambil pakaian dan kembali ke kamar yang ditempati kemarin lalu membersihkan dirinya. Setelah itu sholat dhuha.


Beberapa menit kemudian, akhirnya dian terbangun. Melihat sekitarnya yang terlihat terang akibat tirai yang sedikit terbuka. Meraba perutnya lalu mengelusnya. Mencoba mengingat kembali kenapa ia bisa di infus seperti ini.


Semua kejadian dari kehabisan eskrim, minta ikut beli, ustadz Alfi pamit membeli kentang, ia akan tertabrak, dan keadaan ustadz Alfi yang masih terbayang bayang di benaknya. Air mata dan tangisannya langsung pecah akibat mengingat itu.


"huwaaa...hiks...hiks...hiks.."tangis dian kencang dan terdengar batuk batuk.


Ayah ahmad dan bu mira terkejut akibat itu dan langsung berlari menghampiri dian yang sudah terduduk dengan menutup wajahnya.


"ini salahku hiks...hiks..hiks....seharusnya aku tidak ikut....hiks..hiks.."


"akibat diriku....."


Racau dian yang menyalahkan dirinya sendiri dengan terjadinya tabrakan dan ustadz Alfi terluka. Ia hanya tahu segitu dan tidak tahu keadaannya seperti apa. Ayah ahmad dan bu mira paham namun tidak bisa berkata.


Sementara ustadz Alfi yang sedang berzikir dari sholatnya mendadak memelankan suaranya. Terdengar suara sayup sayup seseorang menangis. Pintu kamar ini tertutup jadi tidak terdengar jelas. Lama lama ia seperti mengenal tangisan itu.

__ADS_1


"seperti suara dek dian menangis"pikir ustadz Alfi seraya menajamkan telinga.


"iya betul. Ya allah ada apa dengannya?"pikir ustadz Alfi


Tasbih ia letakkan begitu saja di atas sajadah yang masih tergelar. Ustadz Alfi segera keluar dari kamar dan masih memakai sarung. Saat dibuka pintunya, terdengar sangat jelas jika dian menangis bahkan sampai tersedak sedak.


Sesampainya di dalam kamar, terlihat bu mira dan ayah ahmad mencoba menenangkan tapi malah makin kejer tambah kencang, dian menutup wajahnya dan tubuhnya menghadap lemari di depannya. Ustadz Alfi masuk perlahan dengan bu mira dan ayah ahmad menyadari kedatangannya. Mereka berdua memilih keluar untuk memberi ruang antara ustadz Alfi dan dian.


"kenapa menangis?"tanya ustadz Alfi dengan lembut lalu membuat dian menatap kearahnya.


"jangan menangis dek"ucap ustadz Alfi dan dengan segera dian berhambur ke dalam pelukannya.


"hiks..hiks..aku....membuat...membuatmu terluka mas"ucap dian terbata bata.


"mas gak apa apa. Berhenti ya, nanti si kecil ikut nangis lho di dalam sana"sahut ustadz Alfi.


"itu...keningmu... di kasih...kasih kapas dan ber...berdarah"sesenggukan dian yang melihat kening ustadz Alfi.


"ini hanya luka sedikit saja. Dan tidak berasa apa apa tuh."ucap ustadz Alfi namun dian malah diam dengan menunduk tidak berani menatapnya.


"berhentilah menangis, kamar ini bisa banjir akibat air matamu"


"sayang wajahmu lucu jika sedang menangis dan hidungmu memerah"


"ayolah dek, cantikmu luntur loh dan mas akan cari istri lain yang lebih cantik."


Begitulah ustadz Alfi yang menghibur dian. Candanya sampai membuat kedua penguping di dekat pintu menjadi tahan tawa. Menantunya ini sungguh bisa mencairkan suasana dan terbilang kocak.


"coba aja sana cari, istri mudamu akan aku tendang jauh jauh"


"dan kamu, aku tinggal ke luar negri. Aku ingin cari suami yang lebih ganteng darimu mas"ucap dian yang mulai menghentikan tangisannya dan disertai senyum tertahan.


"wadduh jangan dong dek, mas akan menjadi orang yang terdaftar di RSJ"balas ustadz Alfi. Kemudian mereka berdua tertawa bersama.

__ADS_1


"gitu dong jangan nangis. Oiya mau minta apa , kamu belum makan loh dek?"ucap ustadz Alfi yang membuka sarungnya karena begitu ribet jika ingin duduk di kasur.


"mau soto betawi sih. Tapi gak jadi ah"balas dian


"loh kenapa? Mas beliin yah"bujuk ustadz alfi


"gak boleh"tegas dian. Itupun dibalas senyuman oleh ustadz Alfi, ia tahu jika dian tak mau mengizinkannya keluar.


"kita berjalan di garis takdir, karena hidup tidak hanya lahir dari rahim saja. Jadi mas ingatkan kembali, kl allah menghendaki terjadi maka terjadi dan tidak bisa di ganggu gugat oleh tangan manusia"nasihat ustadz Alfi namun tetap aja dian kekeuh dengan keputusannya.


"biar ibu buatkan saja ya nduk"tawar bu mira yang masuk kembali.


"gak mau, udah gak pengen bu"jawab dian yang mengambil satu boneka di keranjang.


"harus makan loh nduk."


"Soto betawi itu dilengkapi dengan telur bulat yang dipotong menjadi dua, ada irisan ayam dan kulitnya, ada juga bihun atau mie. Oiya bumbu bumbunya harum jika sudah matang, dijamin joss kuahnya. Apalagi dibarengi nasi yang ditaburi kecap dan bawang goreng. Behh mantap loh nduk, yakin gak mau nih"terang bu mira yang setiap kalimatnya begitu meresapi.


Dian pun terdengar menelan salivanya dengan mata yang membayangkan soto di depannya. Ustadz Alfi terkekeh dengan apa yang dilakukan bu mira. Sedangkan ayah ahmad menepuk pelan keningnya.


"ya allah bu, kamu bujuk nduk dian makan atau lagi promo soto lulusan s3 marketing"ucap ayah ahmad.


"iih ayah. Ibu bukan lulusan s3 lagi tapi es degan (kelapa)"cemberut bu mira. Sontak membuat tawa diantara mereka dan....pada akhirnya dian mau dibuatkan.


Kudu begitu juga ya bu, mantap bu. Tak kasih 2 jempol nih.🀣


Bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa

__ADS_1


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘


__ADS_2