Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : kabar buruk lagi?


__ADS_3

Kecelakaan yang terjadi di semarang mengakibatkan 2 korban jiwa yaitu Dian dan laki laki yang diduga penculik. Kronologi kecelakaan berawal dari mobil yang bernopol milik azzam hilang kendali di tikungan menukik tajam sebab hujan. Mobil itu terperosok kedalam hutan begitu dalam lalu terguling guling dan terbakar. Berakhir meledak namun tak terendus oleh warga sekitar.


Korban jiwa yang diduga penculik itu meninggal dengan keadaan tubuh saja yang tersisa sedangkan dian dengan keadaan kepala sampai pinggang. Sungguh sangat tragis keadaan keduanya dan ustadz Alfi langsung memberhentikan ucapan paman irawan.


Yah paman irawan dapat informasi dari pak arjuna lalu menceritakan kembali ke ustadz Alfi pada pagi hari sembunyi sembunyi. Sudah cukup ia menerima kenyataan pahit ini dan tak mau mendengar secara detailnya lagi. Bahkan ia pendam sendiri dan tak mau bilang ke yang lainnya.


Kembali lagi di siang hari, Ustadz Alfi benar benar meninggalkan pemakaman milik keluarganya tersebut. Umay menyetir mobil dengan fokus dan Faqih berada disamping kemudi. Mereka berdua sesekali melirik spion diatas kepala.


Suasana hening dan sepi, Ustadz Alfi menyenderkan tubuh lelahnya di kursi penumpang. Melamun menjadi kegiatannya di dalam mobil. Ia menoleh kearah sampingnya. Tiba tiba terlihat dian tersenyum menatapnya lalu menggenggam tangan kirinya, sontak ustadz Alfi sedikit terkejut dan ikut tersenyum. Tapi langsung menghilang layaknya asap dan ternyata itu hanya halusinasinya saja.


"astagfirullah"ucap ustadz Alfi seraya mengusap wajahnya kasar lalu membenarkan kopyahnya.


"hm..hanya ilusi"bathin ustadz Alfi tersenyum miris.


Tindakannya tak luput dari lirikan kedua orang di depannya. Mereka menjadi merasa kasihan dengannya karena baru saja merasa indahnya kata hallal dan bahagia sebuah keluarga namun sudah ditinggal saja oleh istrinya.


Sesampainya di rumah, ustadz Alfi keluar dari mobil mengucap salam tanpa menyapa dan tanpa senyum langsung pergi ke kamar lalu mengurung dirinya. Semuanya menukar pandangan dan menatap pintu yang tertutup itu. Sedangkan hafsa, ia tetap duduk mengajak bicara zaki dengan perasaan perih.


"caca apa kabarmu nduk?"tanya bu mira


"baik. Alhamdulillah bu"jawab caca dengan suara serak karena terlalu banyak menangis tadi.


"vira dan nak agung gimana kabarnya?"tanya bu mira kembali.


"kami baik bibi"jawab guz agung yang mewakili vira. Istrinya saat ini begitu enggan untuk berbicara. Bu mira paham dengan vira, sahabat putrinya dari smp dan mungkin masih di dalam kesedihannya.


"syukurlah."ucap bu mira.


"oiya silahkan diminum dan dimakan dulu. Jangan dianggurin"tambah umi shita. Semuanya tersenyum lalu terpaksa menerimanya karena tak enak hati.


Tak lama ponsel caca berdering. Ia pamit ke luar rumah untuk menerima telponnya. Setelah selesai, ia pun masuk kembali dan ingin pamit. Semuanya nampak heran.


"loh koq udah pamit sih ca? Kita baru saja bertemu. Ibu masih kangen nduk"ucap bu mira.


"maaf ibu, aku harus pergi ke semarang. Karena suami caca sudah nunggu disana."balas caca.


"apa?! Suami"kor semuanya.Vira yang diam pun langsung ikut bersuara.


"eh hehe iya. Caca sudah menikah"senyum caca seraya menggaruk tengkuknya tak gatal.


"sebenarnya..."ucap caca yang kemudian menceritakan semuanya tanpa celah.


Flasback on...


Dian dan caca sedang berada di cafe yang berjarak tak jauh dari toko buku. Mereka berdua menghibur diri dari bosannya libur kuliah saat itu. Vira sedang tak enak badan dirumah jadinya hanya berdua aja deh.


"nanti kita jenguk vira yaa. Aku khawatir padanya"ucap dian.


"iya dong. Sepupu sekaligus teman gw kl sakit harus diperhatikan dan dibawakan buah tangan. Kl enggak takut ngambek hehe"balas absurd caca.


"heh? Emang bener? Yaudah nanti mampir ke toko buah beli semangka kesukaan vira"ucap dian.


"ya allah ini dian serius banget. Kan gw bercanda. Hadduh diceramahin vira lagi dong."bathin caca.


Membahas materi kuliah membuat caca gak jadi meluruskan ucapannya tadi. Tak terasa gelas yang berisi coffe punya caca dan gelas yang berisi susu coklat hangat punya dian habis. Mereka pun berniat ke toko buah sesuai apa yang dikatakan oleh dian.


Dian membayarnya sedangkan caca langsung ke parkiran mobilnya. Namun sebelum sampai parkiran ternyata ada mobil yang hampir menabrak caca. Dian pun ikut berlari keluar dan untung saja caca baik baik saja.


"hei! Keluar lo."teriak caca yang mengetuk jendela mobil milik sang penambraknya eh gak sengaja nabrak sih.


"apa yang terjadi ca? Kamu baik baik saja?"tanya dian yang nampak mengatur nafasnya.


"baik. Gw gak apa apa tapi kudu kasih pelajaran nih orang. Woii keluar"ucap caca yang sampai membuat dian kaget. Temannya ini kl sudah esmosi pasti galaknya minta ampyun deh. Ia pun diam.


Keluarlah pemilik mobil itu. Ternyata seorang laki laki berjaket hitam dan celana loreng keluar begitu tebar pesona wkwk. Ganteng banget jujur tapi caca terlanjur kesal.


"oh jadi lo ya. Sekarang minta maaf gak lo sama gw."galak caca.


Tampak laki laki itu melihat caca dengan tatapan penuh arti. Tersenyum simpul dan bersedekap dada mendengarkan ocehan caca. Namun pandangannya melihat dian yang memindai sesuatu dalam dirinya. Ia mendadak keringat dingin karena dian memperhatikannya menilai seperti seorang atasan.


"gila nih cewe. Wajahnya cantik sih tapi punya tingkat penilaian yang tinggi. Jiwa pemimpinnya begitu keliatan, wah kl jadi jenderal wanita pasti gak ada yang berani buat salah nih. Good."bathinnya.


Dian yang merasa laki laki ini baik kemudian tersenyum dan dibalas dengan tundukkan kepala oleh laki laki yang diduga bernama agha perwira putra. Caca yang merasa dianggurin langsung mencak mencak.

__ADS_1


"heii gw masih ngomong sama lo yaa"ucap caca ngegas dan agha pun menanggapi.


"maaf nona, saya menyetir dengan baik tiba tiba nona ini berada didepan. Beruntung saya mengerem"jelas agha yang memang benar adanya.


"dasar gak tau diri, udah tau nabrak duluan. Minta maaf gak lo"sungut caca.


"cewe barbar ini menarik juga yah. Boleh nih"bathin agha memuja caca namun takut sama dian yang mulai melihatnya seakan melarang siapapun menilai caca dari atas sampai bawah.


"ca, kl memang kamu yang salah. Harus minta maaf sama bapak agha ini."ucap dian enteng.


"saya masih muda. Jangan panggil bapak"ucap agha dengan datar. Sedangkan dian terkekeh geli.


"gw gak mau yan."kekeuh caca.


"hadduh gini deh. Kalian saling memaafkan. Biar masalah selesai. Ayo minta maaf"ucap dian yang disetujui oleh agha.


Agha pun meminta maaf dan caca menjabat tangannya dengan kesal. Ia pun tersenyum lagi. Sepertinya ia sudah tertarik dengan wanita yang bernama caca ini. Bar bar dan penurut. Terbukti jika caca nurut sama dian yang menasehatinya. Cocok jadi istri ini mah.


"kl begitu saya pamit. Semoga ketemu lagi nona caca assalamualaikum"pamit agha yang tersenyum manis dengan caca.


"waalaikumsalam"kor mereka berdua. Agha pun benar benar pergi.


"diih gak mau tuh ketemu lagi"oceh caca.


"kayaknya mas agha suka sama kamu ca."ucap dian.


"gak mau deh. Alergi gw. Pokoknya gak mau punya suami loreng nanti ldran dan ditinggal dinas mulu"sungut caca.


"eh gak boleh asal ngomong gitu. Jodoh ditangan Allah. Siapa tau jodoh caca adalah mas agha..."ucap dian.


"ih mana ada dian. Gak mau iih. Oiya siapa tahu jodoh dian adalah ustadz Alfi. Hehe"ledek caca yang langsung kabur ke dalam mobil.


"haii apa apaan kau ca. CACA!!"kesal dian yang menyusul caca di dalam mobil.


Perkataan dian membuahkan hasil. Saat dian dirawat dirumah sakit kota wonogiri. Ternyata agha melamarnya di aceh. Caca sudah menikah dengan seorang jenderal TNI. Wadduh jadi ldran dong. Dulu ia bertemu sang kekasih dengan kesal bukan kepalang dan mensumpah serapahi si celana loreng tersebut. Namun sekarang itu adalah suaminya.


Flashback off...


"gitu ceritanya"simpul caca. Semuanya menjadi tertawa akibat cerita cinta caca yang tak terduga karena omongan almarhumah dian ternyata benar terjadi.


"iya gak apa apa nduk. Nitip salam dari semuanya kepada suamimu. Nanti bawa bertemu kami. Disini juga pengen kenal dengan celana loreng itu hehe"ucap ayah ahmad.


"iya ayah. Assalamualaikum"pamit caca.


"waalaikumsalam"kor semuanya.


Suasana kembali hening. Umi shita membereskan gelas dan piring yang sudah habis. Para laki laki sedang berbincang bincang selain ustadz Alfi. Ia berada di dalam kamar bukannya tak sopan tapi hatinya masih belum menerima ini semuanya.


"triiiing..triiing..."


Bunyi nada dering dari hp diatas nakas membuat semuanya menghentikan kegiatannya. Ustadz Alfi tersadar dari lamunannya lalu keluar mengambil hpnya yang berbunyi.


Ustadz Alfi : Assalamualaikum bunda


Bunda nis : Waalaikumsalam. Alfi hiks hiks azzam nak


Ustadz Alfi : Ada apa dengan bunda? Azzam kenapa?


Bunda nis : Azzam kritis hiks hiks


Ustadz Alfi : Innalillahi. Alfi segera kesana bunda. Wassalamualaikum


Bunda nis : Waalaikumsalam


Ustadz Alfi terdiam dan memijit keningnya yang pusing sekali. Kemudian ia segera mengambil kunci mobilnya. Semua orang nampak khawatir karena wajah terkejut ustadz Alfi tadi.


"ada apa ustadz?"tanya farhan.


"azzam kritis bang."jawab ustadz Alfi dengan wajah panik, khawatir dan lelah bercampur aduk menjadi satu.


"kita harus kesana. Kasihan bunda nis."tambah umay.


Mereka bertiga berjalan cepat ke dalam mobil. Bahkan pakaian dari pemakaman belum sempat diganti. Kerumah sakit menggunakan pakaian serba hitam yang pastinya akan menjadi tanda tanya. Kematian dian belum di publikasikan jadi kemungkinan ketahuan sebelum konfirmasi oleh pihak keluarga dan polisi.

__ADS_1


Sekarang yang penting adalah kondisi azzam. Sepertinya umay akan mengeluarkan keahliannya dalam mengendarai mobil. Siap siap farhan jantungan di dalam mobil sedangkan ustadz Alfi sudah terbiasa karena setiap keadaan genting umay bisa diandalkan.


***


Sesampainya di rumah sakit.


Ustadz Alfi, farhan dan umay berlari keruangan azzam dengan tergesa gesa. Walaupun lari dan keadaan kacau kek begitu ada aja yang bilang terpesona sama mereka bertiga. Ya ampun, silahkan tepuk jidat hmm.


Di depan ruangan azzam, bunda nis terduduk sendirian dengan menangis menatap pintu tertutup. Ia masih kaget dengan azzam yang kejang kejang dengan suhu badannya meninggi.


"assalamualaikum"salam mereka bertiga.


"waalaikumsalam"jawab bunda nis.


Pecahlah tangis bunda nis yang melihat mereka bertiga. Ustadz Alfi menenangkan beliau bersama umay. Sedangkan farhan melihat jendela ruangan tersebut yang menampilkan para dokter berusaha keras menyelamatkan azzam yang kritis.


Hampir 2 jam lamanya dokter belum kunjung keluar dari ruangan itu. Menambah khawatir dan cemaslah bunda nis. Ustadz Alfi sudah tak karuan lagi, ia hanya bisa seperti setrika rusak menanti dokter keluar. Akhirnya yang ditunggu keluar juga.


"dok bagaimana keadaannya?"tanya ustadz Alfi langsung menyerbu dokter yang padahal belum menutup pintu ruangan tersebut wkwk saking cemasnya


"alhamdulillah pasien bisa melewati masa kritisnya. Tinggal menunggu siuman saja."ucap dokter.


"alhamdulillah"ucap ustadz Alfi yang merasa lega yang disusul oleh semuanya.


Dokter pamit. Mereka bertiga dan bunda nis masuk kedalam. Menunggu azzam yang masih anteng dalam tidur panjangnya. Bunda nis menggenggam tangan kanan azzam dan menciumnya.


Tiba tiba jari jari dan tangan azzam bergerak menandakan pergerakan. Mengerjapkan matanya yang menatap sekelilingnya seksama. Netranya bertemu dengan bunda nis yang menangis bahagia.


"bunda"lirih azzam mencoba untuk bangun. Ia pun dibantu oleh ustadz Alfi. Bunda nis langsung memeluk putranya. Walaupun sudah besar, azzam dianggap masih kecil oleh bundanya.


"alhamdulillah nak. Akhirnya kamu bangun juga. Bunda mencemaskanmu"ucap bunda nis yang masih meneteskan air matanya.


Azzam dengan lembut menghapus air mata yang mengalir dipipi bundanya. Ia menatap ketiga orang yang menggunakan koko hitam ini. Lalu mencoba bertanya dengan mereka.


"kenapa kalian memakai pakaian hitam seperti ini?"tanya azzam. Bunda nis juga baru menyadarinya.


"em..kami"ragu farhan yang melirik umay dan ustadz Alfi.


"gini zam, tadi pagi kita itu pergi memakamkan..."ucap umay yang terhenti.


"memakamkan siapa?"tanya azzam.


"dek dian meninggal zam"jawab ustadz Alfi dengan mata cokelatnya sedih. Sorot matanya kelihatan suasana hati yang masih berduka dan sangatlah lelah dengan keadaan saat ini. Jika diperbolehkan, ia memilih istirahat sejenak tanpa masalah.


"innalillahi wa inna illaihi ro'jiun"kor azzam dan bunda nis. Bunda nis mendadak tak enak hati. Ia meminta bantuan saat dikala hati ustadz Alfi sedang kacau.


"em...sudah ashar. Mau shalat dulu bunda. Assalamualaikum"pamit ustadz Alfi yang memilih pergi ke mushola segera. Padahal ia sudah lebih lupa dan fokus dengan azzam.


Tanpa menunggu jawaban, ustadz Alfi sudah hilang ditelan pintu. Semuanya mendadak merasa kasihan lagi dan lagi. Azzam nampak frustasi dengan kabar itu.


"aku tidak amanah. Pasti alfi benci padaku"sedih azzam.


"engga gitu juga zam. Ustadz gak benci tapi mungkin butuh waktu. Bagaimanapun adik sepupuku adalah istrinya. Pasti masih merasa kehilangan."jelas umay.


"kenapa bisa? Apa yang terjadi sehingga dian meninggal"tanya azzam.


"dian kecelakaan di semarang. Mobilnya meledak dan jenazahnya juga tak utuh"ucap farhan. Sontak membuat bunda nis menutup mulutnya tak percaya.


"ustadz jadi berubah. Datar, dingin dan selalu melamun. Bahkan tidak mau memandang dan dekat dengan hafsa yang begitu mirip dengan dian"timpal umay.


"astagfirullah, alfi punya beban yang berat sekali. Kalian harus membantu untuk melewati masa masa sulitnya."ucap bunda nis.


"aku gak percaya sebelum diselidiki. Penculikan ini begitu ganjil. Aku harus menyelidikinya sendiri baru aku percaya dengan semua yang sedang terjadi saat ini"bathin azzam yang meringis akibat lukanya nyut nyutan.


Bersambung....


🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,

__ADS_1


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘


__ADS_2