Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Chat Spesial


__ADS_3

Dian sebenarnya bosan tidak perbuat apa apa di rumah . biasanya ia sibuk dengan rumah seperti memasak , menyapu dan mengepel . sekarang tidak boleh oleh adiknya karena sedang sakit tangannya . sebenarnya juga gak apa apa sih . ada ada saja dengan adiknya yang terlalu khawatir kepadanya . namun ia juga bersyukur bahwa adiknya berbuat seperti itu .


Saat hendak mau ke ruang tamu, ponselnya berbunyi. chat WA dari seseorang yg tidak dikenal nya tiba tiba muncul di layar ponselnya . dengan penasaran, Dian segera memeriksanya. Sebenarnya itu chat dari Ustadz Alfi, tapi ia tidak tahu.


ustadz Alfi : assalamualaikum.


Dian : waalaikumsalam , maaf ini siapa ya ?


ustadz Alfi : saya Alfi Yusuf Al Fahri


Dian : maaf Ustadz , saya tidak tahu.


(ya allah, ustadz? Mimpi apa aku ini kemarin malam....bathinnya yg terkejut bukan main)


ustadz Alfi : tidak apa apa . oiya apakah pulpen mu hilang ?


Dian : iya betul sekali Ustadz. bagaimana ustadz


tahu?


(Dian membalas pesan itu dengan senyum senyum sendiri bahkan sampai terguling guling di kasurnya)


ustadz Alfi : pulpen mu berada di saya . sebelumnya saya berterima kasih atas pertolongan mu kepada umi. bolehkah saya meminta alamatmu?


Dian : sama sama Ustadz. boleh, di jl. Ahmad Yani no 47. kl boleh tahu , untuk apa Ustadz meminta alamat saya ??


(Kya ... ustadz kenapa minta alamatku ? ayolah jangan halu deh _ucap Dian yang hampir saja teriak dan segera menepis perkiraannya)


ustadz Alfi : untuk ucapan terimakasih, saya ingin mengirim sesuatu untuk mu .


Dian : Terimakasih sebelumnya ustadz. Apakah boleh kl saya menemui ustadz?


(apa ? sesuatu apa Ustadz. ck kenapa aku segila ini bahkan hanya di chat olehnya , membuatku sangat gila _ ucap Dian)


ustadz Alfi : tentu saja boleh . kapan kamu mengunjungi saya ?


(seketika Dian merasakan sesuatu yang aneh dengan dirinya , namun segera ditepisnya . lanjut bersenyum senyum ria)


Dian : saya ingin mengunjungi ustadz tanggal 28 April.


ustadz Alfi : baiklah. jangan beritahu siapa pun tentang nomor ini , karena bersifat privasi sekali .kl begitu assalamualaikum .

__ADS_1


Dian : baik Ustadz , waalaikumsalam


selesainya, Dian seakan mimpi dan tak percaya akan hal yg telah terjadi saat ini. hatinya sangatlah senang dan bahagia. setelah menolong orang yg gak dikenalnya sama sekali malah dapat rezeki nomplok. bahkan sampai saat ini masih saja tersenyum senyum sendiri setelah save nomor tersebut. wahh kesempatan nih wkwk.


'takdir mana yang harus hamba persalahkan ya Allah'.... gumam Dian.


senyum senyum sendiri dan tanpa sadar malah menimbulkan rasa ingin memiliki. Dian segera menepisnya untuk tidak perduli lagi dengan chat itu. Dayu belum pulang sekolah, ia memilih keluar untuk membeli keperluan sehari hari di pasar salah satunya untuk dimasak hari ini maupun besok.


>>>>>


Setelah Ustadz Alfi chattingan bersama wanita yang tak dikenalnua, ada perasaan aneh yg ia rasakan. tak beda dengan Dian, Ustadz muda ini juga merasakan apa yang dirasakan oleh fans-nya itu. namun ia segera menggeleng kan kepalanya menepis rasa itu. senyumnya tanpa sadar mengembang begitu saja. Berkali kali ia mencoba menghalau tapi nongol lagi nongol lagi.


lalu ia memutuskan untuk pergi ke kantor JNE untuk mengirim ke alamatnya Dian. ia pun menghubungi bang Azzam untuk mengantarkan barang tersebut. sebelum itu, ia membungkus barang barang yang akan di kirim sudah seperti kado dan rapi dengan tulisannya juga. akhirnya ia beranjak pergi dari kamarnya menuju lantai bawah .


saat menuruni tangga , terdengar suara ketukan dari pintu depan. Ustadz Alfi pun bergegas untuk membukakan pintu tersebut. setelah pintu terbuka terlihat 2 orang yg tak asing lagi baginya. yaitu Abi dan adiknya sendiri .


"assalamualaikum, abi dan aisyah sudah pulang ."


abinya adalah Abdurahman Al Fahri. ia sangat dekat dengan Ustadz Alfi. ia bersama kakeknya ustadz mengurusi pesantren . sedangkan kakeknya bernama Ilham Al Fahri .


"waalaikumsalam , abi . kemarin kemana saja ? kok tidak pulang ?"ucap Ustadz Alfi seraya mencium punggung tangan abinya. berlanjut dengan Aisyah yang mencium tangan nya.


seketika Ustadz Alfi menatap sang adik yang tidak memberitahu nya sama sekali dan parahnya langsung pergi begitu saja lalu meninggalkan pulpen yang tadinya entah punya siapa. sedangkan Aisyah hanya tersenyum meminta ampun pada sang kakak. ia tahu dengan kakaknya menatap dengan tatapan mengintimidasi pasti sedikit kesal kepadanya


"ck..tidak bilang bilang. awas saja kamu syah"arti tatapan ustadz Alfi.


"maaf kak"sesal Aisyah dengan tatapan memohon


Mereka berdua seperti melakukan obrolan kalbu dengan tidak ada suara sama sekali. sedangkan abi abdurahman menghela nafasnya, sungguh anak anaknya ini seperti bocah padahal sudah besar.


"o begitu . yasudah"simpul ustadz Alfi.


"hendak kemana kamu, alfi. koq sudah rapi aja?"tanya abi abdurahman yang melihat penampilan rapi dan membawa sebuah kotak.


"paling mau kencan sama calon kakak ipar yang umi rekomendasi"santai aisyah yang hampir saja dilempar uang logam di keningnya.


"sembarangan kalo ngomong.... mau ke JNE abi. ngirim barang"ucap ustadz Alfi yang tak jadi melempar sebab uang logamnya di ambil oleh abi abdurahman. namun masih menatap sengit kearah aisyah yang sudah berada dibalik badan abinya meminta pertolongan.


"hati hati. nanti sekalian beliin es boba keinginan adikmu yang abi belum turuti"ucap abi abdurahman.


" iya. assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikumsalam"


sontak abinya masih heran. ada apa tiba tiba mengirim barang, pikirnya . namun ia tidak mau tahu urusan anak muda dan langsung pergi ke kamar untuk berganti pakaiannya.


umi Shita yang menyadari suami dan anaknya pulang langsung mencium tangan Abi Abdurahman. lalu menyuruh Aisyah ke dapur membantunya memasak makan siang. kedua nya langsung ke dapur setelah menutup pintu saat sudah tak terlihat lagi punggung Ustadz Alfi bagai ditelan tembok.


Ustadz Alfi sudah menunggu selama 1 menit , akhirnya seseorang yang dinantinya sudah datang juga didepan gerbang rumah. bang Azzam adalah tim dakwahnya juga. biasanya bang Azzam memanggil ustadz alfi yaitu Ustadz.


"assalamualaikum , maaf lama . kita mau kemana Ustadz?."


"waalaikumsalam bang Azzam, mau ke JNE."


"baiklah, ustadz ".


bang Azzam mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor JNE tempat pengiriman barang ke alamat tertentu. Ustadz Alfi dan Dian bak berbataskan jarak antara selatan dan utara jadi harus dikirim lewat jasa pengiriman.


Ustadz Alfi di kursi belakang hanya diam dan melihat lihat jalan raya. tak lama kemudian sampailah mereka di tempat tujuan, Ustadz Alfi menyerahkan barang yg akan di kirim menuju alamat Dian. Lalu beranjak ke arah tempat minuman yang sedang ngetrend di kalangan anak muda.


"oiya ustadz, koq dari tadi senyum senyum aja sih? lagi jatuh cinta yaa"ledek azzam. ternyata azzam mengamati tingkah laku ustadz Alfi yang sebelum sampai sudah senyum senyum gak jelas menatap barang tadi lewat kaca spion dalam.


"eng..enggak koq."kilah ustadz Alfi yang membenarkan letak duduknya dan kopyahnya dilepas. tiba tiba saja rambutnya basah seperti diguyur hujan.


"gak apa apa kali. lagipula kita wajar suka sama lawan jenis. wahh jadi penasaran siapa yang nantinya bakal jadi istrimu"oceh azzam tanpa henti


"bang kita beli boba dulu baru pulang yaa"ucap ustadz Alfi mengalihkan pembicaraan.


azzam hanya terkekeh kecil dibuatnya sambil sesekali melirik reaksi dari ustadznya. Ia tahu dan sangat kenal dengan seseorang dibelakangnya ini yang jomblo akut sama sepertinya hahaha miris.


***


Dan benar saja setelah beberapa hari Dian sudah menerima paket itu dengan hati yang berbunga bunga. tapi tetap bisa mengendalikan dirinya dan hanya bisa memasang senyum sekilas menatap hadiah itu. padahal mah jantungnya sangat keras berdetak seperti ingin lari dari tempatnya.


bersambung ...


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷

__ADS_1


__ADS_2