Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Nama yg buat hati bergetar


__ADS_3

Hari ini adalah rapat virtual bersama timnya. sebenarnya ingin bertemu tatap muka tapi sepertinya tidak mungkin juga karena umay dan tim intinya sedang ada kegiatan sendiri entahlah. Mereka dibebaskan untuk berkegiatan sendiri yg penting berbicara dan saling berkomunikasi.


Dimulailah virtual nya dengan tim dakwahnya . Semuanya memberinya pendapat tentang materi apa yang akan ia sampaikan nanti ketika dakwah kembali. Tanpa terasa waktu sudah lama habis , ia sudah memutuskan akan memilih materi selanjutnya yang mana. Selesai lah vitual tersebut , Ustadz Alfi memilih untuk membaringkan tubuhnya di ranjangnya seraya menyilangkan kedua tangan untuk bantalan kepalanya.


Suasana hening, hingga membuatnya menutup mata sejenak. Namun saat lagi tenang tenangnya, terdengar ketukan pintu kamarnya. Ditambah suara cempreng yang dihasilkan oleh seseorang sangat khas kayak rasa bumbu dapur yg sering ia hirup ketika makan masakan uminya hehe.


Siapa lagi selain adik perempuannya yang tercinta. Sangat aneh, ia dan adiknya sangat bertolak belakang sifatnya. Sebenarnya umi ngidam apa sih dulu. seseorang itu yang dianggap adik olehnya ialah Aisyah hehe 😁 .


"assalamualaikum kak Alfi"


(kak alfi ,,, main yuk πŸ˜€)


salam Aisyah yang memecah heningnya kamar Ustadz Alfi. Dengan kembali membuka matanya dan menghela nafas nya untuk lebih bersabar dengan adiknya itu. Namun masih tetap berbaring dan dengan santainya menjawab salamnya Aisyah.


"waalaikumsalam Syah. masuk aja gak dikunci "


Aisyah yang mendengar persetujuan dari kakaknya langsung membuka pintu dengan perlahan lahan. Terbukalah pintu yang menampilkan Aisyah yang memasang wajah tersenyum senyum manis seperti itu menghampiri kakaknya ini. Ustadz Alfi pun memutar otaknya dengan keras memikirkan maksudnya sang adik.


'pasti ada maunya nih, minta apa kamu Aisyah ?? ...'bathin Ustadz Alfi.


"kak Alfi hehe . waktu itu kan kakak punya nomornya kak Dian."


"ehm.....aku minta dong nomor itu. kakakku yg ganteng rupawan"pinta Aisyah yg cengengesan meminta persetujuan lagi dari kakaknya, Ustadz Alfi😁.


"tuh kan pasti mau sesuatu....(jeda) eh tunggu nama itu kenapa menggetarkan hatiku . padahal aku tidak pernah melihat bahkan bertegur sapa dengan nya..."


"Namun aku merasa bahwa pernah bertemu, kenapa aku malah mengingat perempuan yg jatuh di cafe waktu itu. apa apaan aku ini , jika benar adalah dia...ingat Alfi dia adalah fans mu .."


Ustadz Alfi termenung . Aisyah yang diacuhkan langsung saja menggerakkan tangannya di depan kakaknya itu. Tersadar lah ia dari lamunannya.


"oiya , untuk apa kamu memintanya Syah ?"tanya Ustadz Alfi menatap sang adik selidik seraya menetralkan pikirannya .


"pengen punya nomornya saja kak, akukan udh berteman sama kak Dian. tentu harus punya nomornya. ku mohon kak , kasih ya" rayu Aisyah yang memasang wajah melasnya agar sang kakak mengabulkan permintaan itu .


sedangkan sang ustadz hanya menghela nafas nya lagi, jurus melas Aisyah bak jurus yang mematikan bagi nya. Ustadz Alfi pun menyerah. Ia mengambil ponselnya di nakas dan terduduk serta mengacak acak mencari nomor itu di ponselnya .


"yaudah deh, nih Aisyah yg cantik."ucap Ustadz Alfi yg sudah mengirimkan nomor Nurul ke Aisyah lewat aplikasi hijau itu (wa ).

__ADS_1


Setelah permintaan nya terpenuhi, Aisyah tersenyum girang dan sangat ber terimakasih kepada sang kakak. begitu senang ia mendapat nomor Dian, But ? kalian curiga gak guys, inikah yang disebut tanda tanda hehe 😁


"terimakasih kakakku yang tersayang, tercinta dan yang terganteng nomor satu di dunia hehe"ucap dan sekaligus pujian dari Aisyah untuk sang kakak .


"hmm.. sama sama ."balas Ustadz Alfi seraya meletakkan ponselnya di nakas. Aisyah pamit keluar dari kamar Ustadz Alfi, sedangkan pemilik kamar berlega hatinya sebab sudah kembali hening lagi keadaan kamarnya . Ia memilih untuk membersihkan diri setelah melihat waktu yang sedikit lagi adzan magrib.


Tak lama kemudian....


adzan Maghrib sudah terdengar begitu merdunya di setiap wilayah kota Jakarta ini . Dua gadis cantik sedang menunaikan ibadah sholat Maghrib . Mereka melakukannya dengan khusyuk dan baik. Siapa lagi kalau bukan Dayu dan Dian.


Gerakan awal yang berulang ulang sampai akhir yaitu salam . Akhirnya mereka menyelesaikan sholat mereka , berlanjut dengan membaca Alquran dan berdoa dengan pemikiran masing-masing . Mereka berdua tidak mau berpisah satu sama lain. Dian yang penyayang dan sabar menghadapi tingkah lakunya membuat Dayu berat melepas perginy mbak kesayangannya ke Jogja . Namun ia juga tahu bahwa mbanya sangat mendambakan agar bisa kuliah .


Dayu yang jahil dan penurut membuat Dian menjadi nyaman berada di dekat adiknya itu . Dari kecil sampai saat ini, mereka tidak pernah berpisah jauh. Mereka berdua juga saling melengkapi satu sama lainnya . Entah keputusan ini menjadi bumerang bagi mereka berdua atau malah menambah rasa saling pengertian diantara mereka.


Selesai berdoa dan berdzikir , mereka merapikan perlengkapan sholat. Lalu menuju ke kamar masing-masing. Inilah saatnya bagi Dian mengatakan keputusan untuk melanjutkan pendidikan nya dan mengantar pulang Dayu kerumah orang tuanya.


"dek, bisa di kamar mba sebentar dulu gak ?"


"iya mba."


Dayu menjawabnya dan Ia sebenarnya penasaran dengan apa yang akan dilakukan di dalam kamar mbanya itu . apakah ada sesuatu yang dibicarakan ? apakah tentang kuliah pikirnya .


"oiya, ada apa mba ?"


Dayu sudah menyerah dengan terkaaan nya itu. Dengan menarik napas dalam dalam dan menghembuskan nya kembali demi menghalau rasa gugupnya membuat Dayu tambah penasaran sebab apa yang dilakukan oleh mbanya itu .


"nanti mba akan ke Jogja untuk kuliah dan kamu akan mba bawa pulang kerumah ayah dan ibu untuk...insyaallah 2 tahun ini"


Dian terdiam dengan mewanti wanti tanggapan apa yang diberikan oleh Dayu. Tampak sekali guratan keterkejutan atas apa yang dikatakan olehnya. Apalagi Dayu yang sudah menerka akan ikut ke Jogja bersama mbanya, namun terkaaan nya salah sasaran .


"aku mengerti apa yang mba inginkan. tapi bisakah kita tidak berpisah . aku ingin ikut bersama mu mba?..." ucap Dayu bertanya penuh harapan agar Dian mengikutsertakan ia ke Jogja .


"tapi tidak bisa dek ..."ucap Dian terhenti.


"apakah selama ini aku telah merepotkanmu mba ?"Tanya Dayu yg sudah berkaca kaca. matanya menyiratkan rasa bersalah yang tidak sama sekali ada benarnya.


Dian sedikit terkejut akan perkataan adiknya itu, ia merasa tidak sama sekali direpotkan. Dian bukannya tidak mau tapi nanti ia akan sibuk dengan harinya sendiri dan tidak bisa memperhatikan dayu.

__ADS_1


"itu tidak benar. mba sama sekali tidak merasa direpotkan sama kamu. awalnya memang akan membawa mu tapi kl mba kuliah siapa yang memerhatikan mu. jadi kamu akan pulang, jika ada ayah dan ibu berada di sampingmu pasti itu tidak akan terjadi sesuatu padamu. tolong mengertilah, ini sudah keputusan mba dek."ungkap Dian memberikan pengertian yang lembut dan hati hati.


"tapi aku takut kehilanganmu mba? aku tidak mau terjadi sesuatu padamu "Ucap Dayu.


"apa maksudmu dek ? . jangan ngomong seperti itu . jangan so'udzon sama Allah ya . insyaallah mba akan baik baik saja dan tidak kenapa napa kok jangan khawatir."ucap Dian.


Dayu pun membernarkan perkataan mbaknya itu. Akhirnya dengan terpaksa, ia manut saja apa yang sudah menjadi keputusan mbaknya itu .


"baiklah aku menerima keputusan mba."ucap Dayu sudah menyerah. sebenarnya berat sekali melepas mbaknya pergi padahal kl dari rumahnya cuma 2 jam namun tetap saja.


"besok ikut mba ke sekolah . kita akan mengurus surat pindah sekolah. dan juga besok kita akan berangkat menuju kerumah. bersiaplah dek."


Dian senyum dengan terpaksa . Padahal di dalam hatinya ia juga tidak ingin berpisah dengan adiknya itu. ucapannya di respon hanya diangguki oleh Dayu. Tiba tiba Dayu memeluk mbaknya yang sontak membuat nya Ter kaget kaget akan apa yang dilakukan oleh adiknya.


"mba jangan lupakan Dayu jika pergi. aku sangat menyayangimu mba."lirih Dayu yg membuat hati Dian menghangat.


"ya allah kayak kemana aja mbaknya dek" bathin Dian.


"iya dek. mba juga sayang sama Adek jahilku ini."ucap Dian yg membalas pelukan dari Dayu.


Setelah berpelukan ria, Dian dan Dayu segera mengemasi barang barang Dayu dan berganti dengan Dian.


Dian hanya membawa tas dan sepasang baju saja karena disana tidak akan lama. Ingin sekali menginap lebih lama, tapi waktu terus berjalan cepat tanpa kita sadari. Terhitung sebentar lagi ia akan berangkat ke Jogja.


Akhirnya aksi membereskan pakaian dan barang bawaan masing masing mereka memutuskan untuk berdiam diri di kamar menunggu adzan isya yang sebentar lagi berkumandang. sembari menunggu waktu adzan isya, Dian memutuskan untuk menelpon Umay.


Sementara dirumah Umay, ia sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Adik sepupunya itu. Ingatannya terus dipaksa berputar kebelakang. Menerka nerka tujuan adeknya besok untuk apa menyuruh seperti itu .


"apa tentang Dayu lagi ? memangnya belum di kasih tahu rencananya ke Jogja atau malah sudah dan mau pulang. habisnya dari jam 6 sampai jam 4 sore . ah besok juga tahu."


Umay berbicara sendiri di dalam kamarnya. Terdengarlah suara adzan yang berkumandang di sekitaran rumahnya yaitu adzan isya. Segeralah ia mengambil wudhu dan segera sholat.


bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<

__ADS_1


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷


__ADS_2