
Semenjak kepergian Mbah Dahlan ternyata membawa perubahan pada dirinya. Rasanya sangat tidak bersemangat menjalani hari harinya. Wajahnya menunjukkan wajah murung, lesu dan bahkan cuek kepada siapa saja yg berbicara padanya.
Pandangannya hanya lurus kedepan. Biasanya ia sangat mudah tersenyum namun semuanya sirna. Mungkinkah belum bisa menerima semuanya?Itulah Dian. Perubahannya mendasar banget, terlalu ketara. Selama ini ia hanya keluar untuk mandi,mengambil makanan atau minuman, Berwudhu, melamun di sofanya, serta tahlilal kadang dia hanya mendengarnya di dalam kamar dan sama sekali tidak keluar.
Ada kemajuannya saat hari ke 7 tahlilal untuk mbahnya. Ia duduk di dekat pintu kamarnya sedangkan yg diluar adalah laki laki. Bahkan ia terdiam menatap lembaran surat Yasin itu. Sesunguhnya bukannya hanya diam tapi membaca dalam hati. Dengan mendengar bacaan yasin atau tahlilal aja sudah hampir jatuh air matanya bagaimana jika ia membacanya benar benar suaranya tidak akan keluar.
Pagi ini sangat cerah dengan dedaunan yg terasa dingin sebab embun. Ayah ahmad dan laki laki lainnya masih memakai jaket dan celana panjang bahan serta baju koko kemarin sehabis tahlilal. Mengobrol dan meminum kopi bersama dengan asyik.
Ketika sudah mulai terbit maka karang taruna yg berjaga harus kembali dan pamit. Mereka akan bertugas saat 40 hari, 100 hari atau 1 tahun mendatang. Tiba tiba Ayah ahmad dan Umay kedatangan Abi abdurahman serta keluarganya memakai mobil sewaannya .
"assalamualaikum" salam mereka serempak.
"waalaikumsalam, silahkan duduk dulu. Lesehan"jawab Ayah ahmad lalu disusul sama jawaban salam umay.
Kemudian Bu mira dan dayu keluar bersama membawa sajian ketika mendengar suara banyak orang diluar rumahnya. Bergabunglah dayu dengan aisyah dan umi shita dengan bu mira mereka memisahkan diri dari pembahasan laki laki.Setelah itu mereka semua sarapan bersama. Makanan dibuat oleh bu mira memang sangat joss banget lah.
Makanya ayah ahmad akan betah ketika sepulang dari kebun atau sawah. Wong istri dirumah masak makanan yg enak hihi.
Singkat cerita
ketika jam menunjukkan pukul 9 pagi, barulah dian keluar dari kamarnya. Ia sudah sarapan dan mencuci piringnya. Lalu duduk termenung ditemani dengan laptopnya yg dicash. Lebih tepatnya menunggu untuk batreiinya full. Sebab kemarin malam sehabis orang orang berjaga diluar , dian mengerjakan skripsinya sampai jam setengah 11.
Flasback On
Tik tik tik tik
Terdengar suara sebuah papan keyboard di laptop. Tumpukkan buku menemaninya untuk mengerjakan sripsi. Tak lupa secangkir teh hangat selalu disampingnya. Lampu belajar menemaninya ketika lampu utama sudah dibuat temaram. Dian begitu sangat ingin menyelesaikannya secepat mungkin sebab waktu deadlinenya tinggal menghitung beberapa bulan dari sidang nya.
Lama lama matanya begitu tak berkompromi, sesekali menguap tanda ingin di istirahatkan tubuh lelahnya itu. Padahal baru 2 jam ia mengerjakannya. Tak lama ia pun menyimpan skripsinya di penyimpanan file agar tidak hilang. Sebelum melanjutkan lagi dibukanya buku yg sudah tidak karuan posisinya. Jika sudah ketemu barulah di ketik kembali.
Jam menunjukkan setengah 11 malam, dian tidak sadar bahwa tertidur di meja belajarnya sendirian. Pintu memang tidak dikunci dan masih terdengar suara obrolan dari para laki laki yg berjaga.
Entah mengapa Ustadz Alfi begitu haus, jadi ia membuka pintu dengan santainya. Namun pandangannya melihat seseorang dengan laptop yg menyala dan buku yg sudah jatuh di lantai . Ingin membangunkan tapi tidak mungkin . Yasudah ia membenarkan buku yg sudah dilantai itu dan menaruhnya di meja. Tidurnya sangat damai & tenang tanpa terganggu akan suara buku terjatuh tadi. Melihat mata dian seperti mata panda membuat ustadz alfi terkekeh kecil .
"astagfirullah apa apan aku ini,"bathin Ustadz Alfi yg melihat bayangan Umay di tembok dapur tersebut.
" loh, ustadz gk jadi pulang?"tanya umay.
"nanti bang, mau minum dulu. Tapi.... Bisakah bang umay membangunkannya?"ucap Ustadz alfi sangat sungkan melirik Dian walaupun sangat jelas bahwa Ia gadis miliknya hihi. Arah pandang umay berganti ke adiknya itu, ternyata laptopnya sampai habis batreiinya terbukti dari mati sendirinya perangkat itu.
Kemudian Ustadz Alfi pamit untuk mengambil air mineral di dapur sedangkan umay. Ia membangunkan Dian dan menyuruhnya tidur dikamar. Setelah Dian berjalan langsung ke dalam kamar barulah umay membereskan buku buku yg buat membantu membuat skripsi. Lalu umay juga mengecash laptop itu karna kabel cashnya ada di meja juga.
Flasback off
Asyik sekali mereka berbincang bincang sedangkan dian hanya diam termenung menatap jendela saja. Waktu semakin siang , Ayah ahmad masuk hendak memanggil putri pertamanya. Karena Caca & vira sudah menjemputnya untuk pergi. Namun ternyata sudah menemukannya di sofa ruang tamu. Kemudian Ayah ahmad menghampiri dian dan memeluk nya dari belakang. Lalu mengusap kepala yg dibalut kerudung segi empat warna cokelat itu.
" nduk, sedang apa kamu disini?" tanya Ayah ahmad. Dian terkejut sekilas lalu menormalkan nya kembali
"hmm.. Ayah"balas Dian singkat.
__ADS_1
"kenapa disini saja, gabunglah bersama kami di teras ya?"bujuk Ayah ahmad yg membuat keadaan diteras maupun di dalam hening. Mereka memilih mendengarkan interaksi anak dan ayah itu.
"tidak mau"bantah dian dengan pelan. Hanya 2 kata singkat & jelas.
"Apa yg kamu rasakan ini tidak wajar? Selalu menolak perintah Ayah. Tidak biasanya,bisakah kau bercerita nduk?"ucap Ayah Ahmad mulai masuk pada intinya. Dian hanya diam.
"Apakah ini sebab seminggu belakang ini? tindakanmu salah seperti ini nduk. Secara halus kamu membuat sakit hati sendiri. Bisa saja tubuhmu drop jika terus menerus. Memangnya dengan diam dan menyendiri bisa mengatasi semuanya?" ucap Ayah Ahmad namun Dian hanya diam. Air mata yg selama ini ia pendam luruh kembali.
(Kamu kenapa sih yan , jangan nangis mulu napa ?_aku)
Hening & posisi masih sama seperti tadi ....
"bolehkah ayah jujur nduk? Dengan kamu seperti ini maka itu membuat mbahmu disana sedih. Jika melihat cucu yg sangat disayanginya. Mbahmu selalu merasa bangga kepada cucu cucunya walaupun kalian gagal meraih prestasi atau lainnya. Bahkan sangat bangga denganmu yg bisa mandiri dan merawat adikmu. Karna ayah dan ibu dulu belum bisa mampu menghidupi 2 anak. Siapa yg membiayaimu di jakarta? Mbahmu nduk. Siapa yg selalu mendukungmu setiap saat walaupun jauh? Mbahmu nduk. Bagaimana perasaannya melihatmu seperti ini? Seseorang yg sudah meninggal itu harus di ikhlaskan jangan menjadi bebannya di alam sana."jelas ayah Ahmad yg membuat hati nya terenyuh dan tak sanggup menahan tangisnya kembali.
"maaf kan ayah, Kl gk diginiin kamu gk bakal berhenti nduk"bathin Ayah Ahmad. Lalu beliau menunggu Dian dan mengatakan sesuatu.
"menangis jangan ditahan kamu bisa sakit , tapi menangis berlebihan itu juga gk baik. Bisa janji gak kl kamu gk bakal nangis lagi sebab ini nduk."pesan Ayah Ahmad yg membuat Dian Berbalik dan memeluk erat tubuhnya itu.
"udahan itu nangisnya nanti hidungnya merah kamu repot sendiri nduk."canda Ayah Ahmad.
" apaan sih, tega banget ama anak Ayah sendiri."ucap Dian yg sudah mulai tersenyum simpul.
" anak ayah sendiri ? Lho buatnya gimana, tanpa ibumu kamu gak jadi adonannya Nduk hehe"ucap Ayah Ahmad yg begitu santai. Sontak membuat bu mira tersenyum malu, sambil merutuki ucapan suaminya itu terlalu ceplas ceplos aja. Semuanya terkekeh geli akibat perkataan tersebut termasuk dian. Duh ayah terlalu jujur yah π€£
"Ayah.. Malu maluin ibu"ucap Dian mendapat tawa oleh ayahnya.
"iya deh seterah ayah. Aku ngaku kalah kl soal begitu. Tapi ayah laki laki nomor satu yg Aku sayangi"ucap dian.
" tumben kamu ngaku kalah, bagaimana jika ayah menantangmu ? Kamu harus menyabet prestasi terbaik nduk. Berani gak?"tantang ayah ahmad.
" hadiahnya apa?"tanya dian yg mulai tertantang dengan tawaran tersebut.
"hadiahnya adalah ketika wisuda nanti akan ada hadiah yg membuat seumur hidupmu bahagia di dunia maupun di akhirat"ucap ayah ahmad yg menawari hadiah menggiurkan . Secara halus membujuk anak perempuannya menikah dan menerima lamaran atau cinta dari Ustadz Alfi Azekazek. Ayah pintar kaliπ€© Dian pun mengerutkan keningnya seperti memikirkan hadiah itu.
"tapi ayah..."ucap dian terhenti sebab ayah ahmad memotong ucapannya.
"apakah kau takut?Atau kau mau ayah suruh latihan seharian di halaman tanpa minum"senyum misterius ditampilkan oleh wajah ayah ahmad. Wihh, ancamannya πΆ
"Eh, mau lah ayah. Lagipula hadiah apasih sampai se istimewa itu. Aku pasti akan mendapatkannya. Sangat yakin"yakin dian yg membuat Ustadz Alfi tersenyum diam diam ia mengerti maksud calon mertuanya hehe.
"baiklah. Oiya caca sama vira sudah menunggu di teras. Sepertinya mau ke acara penting hari ini. Bersiaplah nduk ayah keluar dulu."pamit ayah ahmad.
Kemudian dian bersiap siap. Tak lupa mempoles wajahnya ringan agar terasa segar. Mata pandanya sudah tertutup dengan polesan make up tersebut. Dian memakai baju atasan merah muda dengan celana putih lalu kerudung cokelat yg baru dari lemarinya . Tak lupa dengan tas hitam selempang miliknya yg berisi hp dan dompet. Keluarlah ia dari dalam rumah namun ia dikagetkan dengan Ustadz alfi yg didepannya itu.
"Astagfirullahalazim,,,,"kagetnya seperti melihat hantu disiang hari.
"gak usah kaget juga kali, kan Ustadz bukan hantu di siang bolong dek"ucap umay yg membuat mereka semua tersenyum
"se..sejak..ka..pan?da..a dan kenapa bi..sa"Ucap dian terbata bata bicaranya.
__ADS_1
" memang nya kamu kemana aja, Nak ustadz sama keluarga sudah berada di sini sejak seminggu yg lalu. Kakeknya nak ustadz sahabat mbahmu"timpal ayah ahmad. Dian pun mencoba mengingat lagi dari awal ia ke makam sampai saat ini. Bagaimana cara nangisnya itu membuat pipinya memerah Seraya memijit keningnya agar menghapus rasa malu itu.
"kenapa bisa gk nyadar sih? Betapa memalukannya diriku ini"gumam dian yg masih di dengar oleh semuanya.
"hahahahahaha"sontak membuat tawa lagi dan lagi π€£ππ€£. Dian hanya cemberut saja lagipula kl begini kan gk mungkin juga liat sekitar.
Lalu menggelengkan kepalanya keras menghampiri kakek Ustadz Alfi yg ikut terkekeh sebab kelakuannya. Sesampainya di depan beliau , ia pun mencium tangan kanan itu. Begitu pun sampai ke abi abdurahman dan umi shita.
"oiya yan kita harus cepat ke pagelaran. Kau sudah janji"ucap vira.
" pagelaran???"tanya dian linglung.
"yan kamu itu lagi sedih atau lupa ingatan. Sudah berjanji 2 minggu yg lalu juga. Masa tidak ingat."ucap vira kembali.
"hah? Koq aku gk tau. yaudah aku mau ikut santunan aja."ucap dian kembali ke dalam kamarnya sedangkan ayah ahmad dah stay pegang amplop cokelat amanah mbah dahlan untuk pagelaran tersebut.
"ayo kita berangkat sekarang"ajak dian yg sudah menerima semua uang yg akan di santunkan untuk yatim piatu.
"oiya kamu juga harus jadi pimpinan gendang. Karna ini undangan dari panitia. Kau kan juara tingkat ibu kota jawa tengah."ucap vira.
" eh,, mana ada juara kek gitu..aku masih di tingkat kecamatan tau..."kilah dian
"mau kamu bawa kemana piala piala itu, di pendem di tanah nduk"ucap bu mira.
"hm..tapi aku gk mau capek. Bisa 6 lagu full gendang. Lagipula belum selesai skripsi itu."ucap dian .
"alasan ..."bathin caca & vira.
"ayah ...."ucap dian memohon dengan mata ingin meminta permen itu sambil menggoyangkan tangan sang ayah.
"ayah tidak ikut ikutan nduk. Tepati janjimu.."ucap ayah ahmad tersenyum yg membuat dian cemberut dan menyetujuinya.
"baiklah... Aku mau"ucap dian yg sudah langsung memberi salam dan ke dalam mobil caca.
" kl gitu kami juga pamit.. Assalamualaikum"pamit caca & vira.
"waalaikumsalam"jawab mereka serempak.Mobil caca pun menghilang.
Sementara itu keluarga Ustadz Alfi pamit pulang ke jakarta karna sudah tidak enak terhadap farhan dan azzam yg repot di sana berdua an aja kek prangko. Mereka sudah membicarakan tentang lamaran yg akan dilaksanakan di rumah umay. Walaupun Ayah Ahmad terlihat keberatan dengan keputusan itu. Karna tidak enak jika itu terjadi. Kan bisa dirumah dian di jakarta. Namun nyatanya rumah itu sudah di jual oleh mbah dahlan sendiri sesudah Dian belajar di jogja. Tujuannya untuk membantu pernikahan dayu kelak. Udah gercep sama masa depan cucunya. Adil kepada semuanya agar genap harta warisan yg di bagi dan tidak ada cemburu cemburuan antara keluarganya. Dian juga menyetujui itu karna menurutnya ia akan tinggal bersama di rumah ayah dan ibunya yg sangat jarang ia tempati. Lagipula berkumpul keluarga lebih dari segalanya.
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·
__ADS_1