Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Minta Pulang


__ADS_3

Urusan ustadz Alfi dan guz Agung di solo sudah selesai dengan cepat. Mereka juga tidak lupa membelikan pesanan dari kedua istri mereka. Sekali sekali dikerjai juga tidak apa apa yang penting senang dan nyaman berada di sisinya.


Jadi istri seorang ustadz tentunya untuk dian juga harus merasa kurang nyaman dengan intaian semua paparazi. Ada saja yang mengatakan jika dian mempelet ustadz Alfi namun semua rumor itu hilang saat dian ulangtahun. Tapi dian hanya cuek dan tersenyum menatap hpnya yang di dm atau di instastory padahal itu membuat ustadz alfi marah. Sepertinya ini pilihan tepat untuknya memilih dian sebagai istrinya.


Senyumnya mengembang saat berada di depan pintu ruangan tersebut dan menahan rasa lelahnya. Terbukalah pintu dengan memperlihatkan dian yang menyambut kedatangannya dengan senyuman.


"kamu gak istirahat? Jangan gerak terus"tegur ustadz Alfi yang melihat dian menyambutnya tapi terlihat sedang berdiri.


"mas kamu melupakan salam"ucap dian yang mendegar salam dari guz Agung.


"astagfirullah... Assalamualaikum"ucap ustadz Alfi yang lalu beristigfar karena melupakan salam seraya mengurut keningnya. Salamnya dijawab oleh semua yang berada di ruangan.


"mas kamu gak apa apakan?"tanya dian yang khawatir melihat ustadz Alfi tampak sekali raut wajah lelahnya.


"gak apa apa dek. Cuma lelah aja"ucap ustadz Alfi.


Dian tentu tambah khawatir dengan ucapan itu. Bayangkan saja, mereka berangkat jam 2 dan baru kembali saat jam 7 malam. Rasanya tidak mungkin jika cuma lelah saja.


"beneran? Keningmu panas? Apa ada rasa pusing yang berlebih? Tanganmu pegal atau kakimu sakit? Perlu aku panggil dokter mas?"tanya dian yang bertubi tubi sambil menyentuh wajah ustadz Alfi demi memeriksa suaminya baik baik saja.


"hey, ya allah sudah. Jangan seperti ini kamu bisa membuatku tambah pusing dek"risih ustadz Alfi akibat dian mengelilinginya.


Dian pun berhenti dengan aksinya dan cengengesan mendengar ucapan ustadz Alfi. Sedangkan guz agung dan vira hanya menonton sesekali terkekeh akibat perilaku calon umi dan calon abi yang bisa dibilang kocak


"istirahat ya mas. Biar aku....kyaa mas kenapa kau mengangkatku"ucap dian yang tersentak kaget akibat ustadz Alfi yang menggendongnya seperti karung beras menuju ke brangkar.


"mas... iih turuniiin. Aku gak mau, bosan rebahan muluuu"oceh dian yang tidak terima saat ia mendarat diatas brangkar.


Guz Agung hanya menggeleng melihatnya lalu pandangannya teralih dengan vira yang memakan martabak sendirian. Tanpa membaginya, ia pun menyeimbangi memakan makanan itu juga. Tadi di solo ia dan ustadz Alfi patungan. Karena jujur mereka berdua belum mengambil uang cash di bank. Sedangkan istrinya meminta jajanan di kedai biasa. Betapa lucunya tadi ustadz Alfi tersenyum kaku dan diam saja melihat penjual mengenalinya lalu mengajaknya berbicara bahasa jawa halus.


"harus nurut atau mas cium kamu sekarang."ancam ustadz Alfi dengan menyeringai yang lantas membuat dian menutup rapat rapat mulutnya.


"bagus.... Makan dulu yuk. Tadi sekalian beli nasi dan pecel permintaanmu dek."senyum kemenangan ustadz alfi yang menyiapkan nasi di rantang yang belum bisa diambil kembali.

__ADS_1


ustadz Alfi menolak dibawakan makanan karena dian sudah mulai mau dengan makanan rumah sakit. Apalagi saat ini ada pecel pasti tidak akan kemakan dan malah mubadzir.


Seperti biasanya ustadz Alfi telaten menyiapkan dan melayani. Dari meletakkan nasi dan pecel di wadah lalu membuat susu hamilnya juga. Meja kecil sudah berada di tempat semestinya jika dian makan. Berlanjut dengan menyuapi dian padahal keadaannya sudah membaik namun tetap disuapi.


Senyum diantara guz agung dan vira terbit melihat interaksi pasangan suami istri tersebut. Mereka begitu cocok dan romantis banget. Apalagi dian yang biasanya tidak pernah bersikap manja tapi dengan adanya ustadz Alfi ia begitu manja dan selalu tersenyum. Harapan mereka hanya satu yaitu semoga langgeng dan bahagia selalu.


Waktu sudah malam, vira dan guz agung pamit pulang. Dian pun merasa sedih karena jujur vira membuatnya tidak bosan di rumah sakit ini. Rasanya membosankan selalu begini :(


Ustadz Alfi pergi untuk membersihkan dirinya sedangkan dian hanya diam memikirkan sesuatu cara agar ia bisa keluar dari rumah sakit. Namun bagaimana caranya. Tanpa waktu lama, ustadz Alfi selesai dengan kegiatannya dan keluar membawa handuk serta peralatan mandi. Menatap aneh kearah istrinya yang cemberut saja.


"kenapa dek?"tanya ustadz Alfi yang memeluk dian dari samping.


"huh!"sungut dian yang mengalihkan pandangannya.


"mas buat salah? Maaf ya dek."ucap ustadz Alfi namun dian tetap mendiamkannya.


"dek jangan diam aja. Mas gak mau dicuekkin. Lebih baik bentak diriku"ucap ustadz Alfi memohon bahkan merengek. Entahlah ia merasa gak mau dijauhin lagi sama dian dan bahkan sikapnya seperti anak kecil. Mungkin bawaan si kecil.


"aku tidak marah denganmu mas sudahlah"senyum dian menatap ustadz Alfi.


"jangan meninggalkanku"lirih ustadz Alfi yang meletakkan kepalanya di pundak dian.


"iya aku gak akan ninggalin kamu mas. Tergantung sih. Kl ada yang lebih ganteng dari kamu. Yowes aku bubar, balik badan, ambil jalan liyane hehe"ledek dian yang membuat ustadz Alfi tersentak dengan wajah yang mengintimidasi. Ia sedikit tau tentang arti itu. Namun dian malah tertawa lepas.


"dek"tegur ustadz Alfi yang sedikit galak.


"iyaa. yan yan bercanda mas"ucap dian yang membuat ustadz Alfi enggan menatapnya. Bahkan dicuekin hehe balas dendam keknya


"Ojo nesu nesu sayangku.. Ojo dumeh dumeh cintaku.. Gawe awak loro, cepet tuo.. Mangkane ojo nggresulo..


Tak, elus elus kene sliramu.. Senderno turu ning pundaku.. Kowe tak tresno, lan tak jogo.. Senengku wes tekan dodo..


Tresno jalaran soko kulino.. Kebacut aku wis ra iso lungo.. Sansoyo nambah cinta sing tak roso.. Ra pengen pedot sampai tuo.."

__ADS_1


(nahkan dian malah nyanyi wkwk 😁)


Prok....prok....prok....


Dian pun tersadar dan menghentikan aksinya akibat tepukan dokter permata bersama perawatnya. Sumpah pengen ngumpet. Apalagi tadi ia sempat mengelus rambut ustadz Alfi dengan sayang seraya meletakkan kepala tersebut di pundaknya. Persis seperti apa yang dinyanyikan olehnya. Bahkan ustadz Alfi hampir tertidur dibuatnya.


"wahh bumil suaranya indah dan merdu banget. Cieee sosweet deh sama si abi hihi"ucap dokter permata yang membuat dian kikuk.


"haha kasihan istriku. Ternyata dapat balasan akibat meledek masmu ini. Lunas dek lunasss"bathin ustadz Alfi tersenyum riang. Namun ia menampilkan senyum biasa lalu berdiri dari duduknya menghadap dian yang akan diperiksa.


Terlihat dian diperiksa secara menyeluruh oleh dokter permata. Dari tensi darah, cek suhu, cek kandungan dan sampai cek nafsu makan saat ini.


"sudah baik dan nafsu makannya bagus juga. Si kecilnya juga berkembang dengan pesat"ucap dokter permata seraya menggores kertas dengan penanya dan manggut manggut memahami tulisannya.


"em...dokter, aku boleh bertanya?"tanya dian yang sedikit ragu karena takut di tolak.


Pertanyaan dian membuat dokter permata beralih menatap pasiennya lalu disusul dengan tatapan semuanya mengarah ke wanita yang sedang hamil muda itu.


"ya?"


"bolehkah jika aku pulang dokter? Bukankah aku sudah baik baik saja?"


"pulang ?"ucap mereka semua dengan serempak.


Bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷

__ADS_1


__ADS_2